
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
Pandangan mereka bertemu dan membuat jantung ke dua nya berdebar heboh sendiri didada kiri masing-masing.
Agnez heran, sejak kapan Angkasa ada dibekakang nya? Dia tak melihat Angkasa masuk tadi.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Mas Angkasa sejak kapan ada di sini?." Tanya Agnez heran.
Angkasa bukan nya menjawab malah terkekeh pelan sambil mengacak gemas rambut panjang Agnez.
Agnez berdecak kesal dengan tangan menyebal kan milik Angkasa, sang empu tangan semakin gencar menjahili.
"Aku udah di sini pas kamu sibuk ama tulisan di papan tulis dan heboh sama 2 orang gak jelas itu." Kata Angkasa menjelas kan.
Agnez hanya membalas ucapan panjang Angkasa dengan dengusan jengkel.
"Dah jangan banyak cakap! Ayo ikut kita ke kantin, kamu ngga laper emang? Ayo!." Ajak Angkasa yang lebih ke perintah dari pada ajak kan.
Dengan kesal, Agnez mengikuti langkah lebar Angkasa, Agnez tak dapat menolak karena kini tangan nya tengah di genggam erat oleh Angkasa.
Percuma untuk berusaha lepas karena tak kan membuah kan hasil, yang ada tangan Agnez sakit sendiri karena tarik kan diri nya sendiri.
Lama berjalan, sampai lah 6 serangkai dan Agnez di kantin, Lolita juga Citra tak ikut, mereka beralasan tak mau mengganggu waktu Agnez bersama Angkasa.
Di bangku pojok kantin.
"Kalian mau makan apa? Biar Gua pesenin." Kata Pamungkas bertanya, posisi nya saat ini sedang berdiri hendak menuju pada Ibu kantin penjual makanan.
"Sama in aja, bakso sama jus jeruk." Balas Damar.
"Agnez? Kamu gimana? Setuju atau punya pesanan lain?." Tanya Wulan pada Agnez yang sedari tadi hanya diam mendengar kan.
"Aku mau bakso sama jus jeruk juga Mbak." Jawab Agnez menoleh kan kepala nya ke arah Wulan.
__ADS_1
Pamungkas tanpa tanya lagi langsung menuju ke gerobak bakso di sana.
Sembari menunggu pesanan datang, mereka berbincang.
"Nez? Ikut kita yuk nanti ke Cafe ZAARA." Ajak Kristal yang di angguki Wulan antusias.
"Aku-." Belum tuntas Agnez berucap, si Angkasa sudah menyela nya.
"Ngga ada alasan lagi! Nanti biar aku yang ijin sama Ibu sama Ayah kamu." Kata Angkasa berbicara.
"Aku belum selesai ngomong loh Mas! Kebiasaan banget sih Mas Angkasa nyela orang ngomong! Ndak baik tau!." Seru Agnez sambil mencubit lengan kekar Angkasa yang tengah duduk di sebelah nya.
"Uh sakit Nez! Jangan cubit-cubit dong." Gerutu Angkasa pura-pura cemberut mencebikkan bibir nya.
Kristal, Damar Wulan, dan Albhi saling melempar pandang dengan mata melebar tak percaya dengan reaksi Angkasa yang sok manis saat di cubit Agnez.
Tapi Agnez terkekeh kecil saat Angkasa kesakitan dengan cubitan nya, dia menikmati ekspresi Angkasa yang mencebik kan bibir pink yang tipis milik Angkasa itu.
Dan Angkasa sendiri? Cubitan Agnez lumayan membuat nya sakit, dia tak berbohong, memamg seperti nya Agnez mencubit Angkasa mengguna kan sedikit energi nya.
"Itu si Angkasa atau bukan? Sok manis banget ekspresi nya." Celutuk Damar berbisik di dekat telinga Albhi.
"Iya dia Angkasa, udah lah biarin aja, suka-suka dia." Acuh Albhi berucap.
4 orang ini berbicara dengan berbisik-bisik lirih.
Sampai... .
"Kalian ber 4 ngomongin apa?." Tegur Angkasa dengan nada datar nya.
4 orang itu tertegun dan kemudian sadar.
Angkasa percaya saja dan kembali menatap Agnez.
"Iya deh aku ikut Mbak, di rumah terus bosen, hehehe... ." Jawab Agnez meng iya kan.
"Yeahh... kita ngumpul hari ini!!." Seru Wulan senang dan antusias.
"Ngumpul di mana? Ngapain?." Pamungkas datang bak hantu, membuat 6 orang di meja itu terkejut.
"Ck! Kebiasaan kamu bikin kita kaget!." Sungut Damar jengkel.
"Hehehe... maaf-maaf, udah makan dulu nih... bakso nya dataaang." Ujar Pamungkas sambil duduk dan meletak kan nampam berisi bakso di tengah meja, di samping meja juga ada orang membantu Pamungkas membawa nampan berisi jus jeruk.
Setelah kepergian orang pengantar jus jeruk, tak lupa tadi 6 serangkai dan Agnez mengucap terima kasih.
"Kalian tadi bahas apa?." Tanya Pamungkas ingin tau.
"Kita ngumpul yuk di Cafe ZAARA." Ujar Kristal antusias.
"Sekalian Bang Pamungkas ajak Kak Rain biar Aunty Raina tau, pasti beliau seneng ketemu sama calon menantu nya." Usul Wulan yang langsung mendapat respon amat sangat senang dari wajah Pamungkas.
"Ok setuju, entar aku coba hubungi Kak Rain." Jawab Pamungkas penuh semangat 45.
Setelah pembicaraan itu, mereka pun makan dengan tenang tanpa ada yang bicara.
Di tempat lain, tepat nya di suatu super market.
Kak Raina, Ibu dari Pamungkas, Kakak ipar dari Zarine, dan istri dari Bang Rafa itu berdiri di depan super market dengan di tangan nya penuh belanjaan.
__ADS_1
Ia hendak pulang ke rumah tapi tak menemu kan taxi, sudah menelpon sang suami, tapi tak kunjung di angkat, dengan tergopoh-gopoh membawa belanjaan, Kak Raina menyebrang tanpa melihat kiri kanan, mata nya fokus pada ponsel genggam nya hendak memesan taxi online.
Karena tak memperhati kan jalan, hampir saja Kak Raina di tabrak motor yang melaju dengan ugal-ugalan, kalau saja seorang gadis tak menyelamat kan Kak Raina, entah apa yang akan terjadi.
Di seberang jalan.
"Ya Allah!! Alhamdulillah Tante selamat, lain kali hati-hati ya Te, kalo nyebrang jangan liat ponsel terus, apa lagi tadi Tante ngga noleh kanan kiri dulu." Nasihat gadis itu pada Kak Raina.
"Iya terima kasih ya cantik udah bantu in Tante, makasih banget." Ujar Kak Raina tulus pada gadis itu.
"Iya Te sama-sama." Balas nya.
Suasana di antara mereka hening, tak ada yang berbicara.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung... .
Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.
__ADS_1