Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Eigty-eight


__ADS_3

"Isss dasar lambe turah." Sungut Bang Rafa.


"Hahaha, udah lah, bukti nya engga kan, dia bilang gitu cuma nebak-nebak aja, soal nya kan kamu juga ngga pernah ngerespon kalo ada cewek goda kamu, wajar kalo dia bilang gitu." Kata Raina.


Setelah pembicaraan itu mereka memutuskan untuk sholat dzuhur terlebih dahulu kemudian makan siang bersama.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Selesai makan siang, Bang Rafa dan Raina memutuskan untuk pulang ke rumah, padahal Bang Rafa memiliki banyak pekerjaan di kantor, tapi dia melimpahkan nya pada sang asisten dan sekretaris nya.


Sore hari nya.


Pukul 15.30 sore selesai sholat asyar, 7 serangkai ada di tempat basket out door SMA Merdeka, duduk di tribun dengan tenang.


Mereka di minta datang ke sana oleh Pak Toha.


Wajah mereka tampak berbeda-beda ekspresi.


Abhi, Alfi, Akifa, Abdiel, dan Tika berwajah biasa saja bahkan terkesan dingin nan datar.


Zarine dengan wajah berbinar senang.


Dan Rafka yang berwajah masam,alis berkerut, dan bibir cemberut.

__ADS_1


Lalu... .


"Assallammu'allaikum." Salam seseorang.


"Wa'allaikum sallam." Jawab 7 serangkai kompak.


"Pak Toha apa kabar?, kapan di tugas kan di sekolah ini?." Tanya Zarine beruntun.


Pak Toha terkekeh melihat tingkah Zarine.


"Zarine ngga tanya kabar Ibu?." Tanya seseorang di belakang Pak Toha yang tiba-tiba muncul.


"Kyaaa!!! Bu Violet!." Pekik Zarine senang.


2 wanita berbeda usia itu pun berpelukan sangat erat.


Pak Toha menatap 6 orang di belakang Zarine.


Mereka tersenyum memandang Pak Toha, tapi tidak dengan Rafka, dia memasang wajah masam tak suka pada Pak Toha.


"Emmmm... Arien? Kamu... ngga ada niatan memperkenal kan kita kah?." Pak Toha menghentikan pelukan antara Bu Violet dan Zarine.


Bu Violet adalah istri dari Pak Toha, beliau merupakan guru Sekolah Dasar waktu di Surabaya dulu.


"Arine, sebaik nya kamu jelaskan, suami mu seperti nya sedang kesal." Kata Bu Violet.


Zarine menatap Rafka.


Kemudian dia terkekeh, lalu Zarine mendekat dan memeluk Rafka tanpa malu.


Rafka masih belum sadar hingga Zarine berbicara.


"Rafka? Kenalin... Pak Toha dan Bu Violet ini guru favorite aku dulu waktu di SMA Surabaya dan di SD Surabaya, beliau berdua ini pasangan suami istri." Kata Zarine memperkenal kan.


Rafka yang mendengar bahwa kedua paruh baya di depan nya ini suami istri, tatapan dingin nya berubah menjadi keterkejutan.


Dia menatap Zarine sang istri.


Zarine mengangguk.

__ADS_1


"Hehehe... kamu pasti dari tadi cemburu kan." Ledek Pak Toha pada Rafka.


"Siapa yang ngga cemburu, Bapak kelihatan seperti batu usia 22 tahun nan." Kata Rafka.


"Waduh?! Hahahaha, makasih loh pujian nya, tapi usia saya sudah menginjak 32 tahun dan istri saya 27 tahun." Jelas Pak Toha.


"Wah udah lumayan tua ternyata, upss! Maaf Pak." Ucap Abdiel kecelosan.


Sontak saja mereka semua tertawa kecuali Pak Toha, beliau memasang wajah kecut.


"Ya ngga terlalu tua amatlah." Bela Pak Toha pada diri nya sendiri.


"Hahahaha, jadi Bapak menolak tua nih?." Celutuk Akifa.


"Bukan menolak, tapi emang saya belum terlalu tua, usia segitu bukan tua melainkan usia matang." Jelas Pak Toha panjang lebar.


-


-


-


-


-


Bersambung...


Like & komennya ditunggu


Maaf ngga nyambung😢🙏


Maaf kalo garing😢🙏


Jaga kesehatan selalu readers


Maaf typo di mana-mana🙏😢


Salam sayang dari ViCa😍.

__ADS_1


Maaf banget kalo makin hari ceritaku ngga menarik.


Saya penulis yang masih pemula.


__ADS_2