
Desember sudah mencapai puncaknya.
Malam ini adalah malam tahun baru, tepat pada tanggal 31 Desember hari kamis pukul 21.18.
Orang tua Abdiel, Akifa, Abhi, Alfi, dan Zarine berkumpul dirumah kediaman Fathan disana juga ada Bang Rafa dan Bang Idan, mereka sampai pukul 2 siang tadi.
Mereka semua berkumpul dihalaman belakang rumah Rafka dengan melakukan barbeque.
"Abdiel!!! Itu jagung Gua!!, bakar sendiri sana." Seru Akifa jengkel.
Seperti biasa, mereka selalu berebut hal sepela yang membuat semuaya geleng kepala dengan teriakan Akifa.
"Lo aja gih yang bakar lagi." Suruh Abdiel.
"Idih!, dasar males." Sinis Akifa.
"Udah sayang, nih ambil nih." Kata Mamanya Abdiel memberikan jagung bakarnya.
"Ngga usah Te, Akifa minta sama Bang Idan dan Bang Rafa aja." Tolak Akifa halus dengan tersenyum.
"Udah ngga papa, Tante ngga terlalu suka jagung." Kata Mama Abdiel.
"Ouh gitu ya, ya udah makasih ya Te." Terima Akifa akhirnya.
Mereka semua sangat menikmati kebersamaan ini.
Mereka benyanyi, tertawa, bermain, dan makan.
Tak memandang tua atau muda semuanya bersuka cita menyambut tahun baru.
Tepat pukul 00.00 kembang api bersahutan dari berbagai arah.
'Semoga diawak tahun yang indah ini, kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taqwa, lebih taat, dan lebih berguna untuk orang lain. Dijauhkan dari bahaya, didekatkan jodoh (dalam hati Bang Rafa dan Bang Idan), dimudahkan dalam menghadapi masalah, serta selalu dilindungi oleh Allah.' Doa semua orang dalam hati masing-masing, sama tanpa adanya kesepakatan.
Setelah kembang apinya sudah tak terlihat lagi, semua orang masuk kekamar yang sudah disediakan.
Rumah Rafka itu luas dan besar, dilantai atas dan lantai sadar kamar tamu juga banyak, alasannya dibuat banyak adalah untuk jika acara menginap seperti ini, jadi tidak perlu repot.
Seperti baru saja mereka semua tidur, azan subuh berkumandang dari masjid, semuanya bangun untuk sholat berjamaah.
Setelah sholat mereka melanjutkan tidur.
Jam dinding berputar secara semestinya, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 siang.
Tak heran jika para orang tua atau yang muda bangun siang, karena memang mereka begadang.
Mereka segera bangun, mandi kemudian turun kebawah untuk sholat jum'at berjamaah dimasjid komplek
Setelah para Cowok pulang dari masjid mereka semua makan siang bersama dengan diselingi ngobrol santai.
Pukul 13.30.
"Yusuf, Diyar kita semua pamit pulang dulu, ini udah siang dan aku juga ada urusan." Pamit Ayah Zarine mewakili orang tua Abhi, Alfi, Akifa, dan Abdiel.
"Hmmm, oklah, kapan-kapan kita ngumpul lagi." Kata Papa Rafka.
Orang tua Rafka pun mengantar 5 keluarga itu kedepan pintu.
"Za sayang, sering-sering ya main kerumah besok-besok." Kata Bunda Zarine yang berjalan disebelah Zarine dengan memeluk ananya itu dan dibalas lebih erat oleh Zarine.
"In syaa allah ya Bun, kalo ngga sibuk pasti main." Balas Zarine.
2 perempuan berbeda usia ini berjalan diurutan paling belakang, jadi mereka bisa mengobrol agak bebas.
Bang Rafa juga ikut memeluk Adiknya itu.
"Kalo Rafka jahat bilang sama Abang ya ngga usah malu atau sungkan, jan simpen sendiri." Kata Bang Rafa.
Rafa memang sangat sayang pada adiknya perempuan satu-satunya itu, wajar jika sifatnya over protective.
Sampai didepan para suami mengambil mobil dari garasi rumah Rafka lalu meluncur keluar gerbang rumah, orang tua Rafka masuk kedalam rumah setelah mobil ke 5 nya hilang ditelan belokan.
Masih sampai diruang tamu Rafka berbicara.
"Emm, Rafka sama Za juga ikut pamit deh Ma Pa." Kata Rafka.
__ADS_1
"Kalian nginep aja lagi lah." Pinta Mama.
"Maaf Ma ngga bisa, apart ngga ada yang nempatin, lagipula besok sabtu kita ada kepentingan disekolah, kalo ngga salah pengambilan buku-buku semester 2." Terang Rafka.
"Ya udah deh iya, sering-sering main kesini jengukin Mama." Kata Mama dengan nada lesu.
"In syaa allah kalo ngga sibuk Rafka sama Za bakal sering main." Balas Zarine yang sedari tadi diam.
Rafka dan Zarine pun pulang menuju apart.
Sampai diapart mereka menuju kamar dan rebahan diatas kasur.
"Besok selesai ambil buku disekolah, kita mampir kepasar ya Raf." Pinta Zarine.
"Mau beli apa?." Tanya Rafka.
"Kebutuhan bulanan udah pada habis, jadi aku mau beli." Jawab Zarine.
"Kenapa ngga kesupermarket aja?." Tanya Rafka.
"Aku lebih suka kepasar, lebih fress ikan-ikannya maupun sayurnya." Terang Zarine.
"Oklah." Kata Rafka mengiyakan lalu memeluk Zarine dengan unyel-unyel pipinya dipipi Zarine yang sukses membuat Zarine tertawa cekikikan karena geli.
Kicau burung membuat pagi semakin indah.
Pukul 05.25 Zarine menyiapkan sarapan untuknya dan Rafka.
'Grep.'
"Raf? Kamu kalo laper makan dulu aj-."
"Kamu kok harum harum banget sih Yank? Aku suka bau kamu, bikin tenang." Rafka menyela ucapan Zarine.
"Yank aku belum mandi loh, udah sana duduk aku mau mandi dulu." Suruh Zarine dengan melepaskan diri dari pelukan Rafka.
"Iya deh sana." Jawab Rafka dengan duduk dikursi meja makan.
Zarine pun pergi mandi. Setelah mandi Zarine turun untuk sarapan, selesai makan mereka berdua pergi kesekolah.
Rafka turun dari mobil dengan menggandeng tangan Zarine mesra.
Seluruh siswa yang melihat itu mematap iri pada Zarine.
Sampai didepan lapangan basket, mereka berdua dipanggil seseorang.
"Raf?!." Panggil seseorang itu.
"Berangkat jam berapa mereka?." Tanya Rafka dengan menatap seseorang itu yang ternyata Abdiel, juga ada lainnya ditribun basket.
"Entahlah, ayo kita kesana." Ajak Zarine dengan menarik tangan suaminya menghampiri Abdiel serta lainnya.
"Kalian berangkat jam berapa?." Tanya Rafka setelah sampai dihadapan teman-temannya.
"5 menit yang lalu kita sampainya." Terang Abhi.
Zarine dan Rafka kemudian duduk.
'Hufhhh.' Helaan nafas Akifa.
"Kamu kenapa Fa?." Tanya Zarine yang menyadari raut lesu Akifa.
"Zaa!! Gua laper." Kata Akifa dengan heboh dengan memeluk lengan Zarine.
"Kamu ngga sarapan tadi?." Tanya Zarine.
"Engga, Gua tadi bareng ama Abdiel, masa dia ngga bolehin Gua sarapan, alasannya karena nanti kesiangan, taunya Gua dikerjain, asli tuh anak minta diulek biar hancur." Kesal Akifa.
"Hehehe, ya udah yuk aku anterin dan temenin makan, mau ngga?." Tawar Zarine.
"Beneran?!." Seru Akifa dengan mata berbinar dan diangguki Zarine.
Akifa sedari tadi duduk ditribun agak jauh dari lainnya karena jengkel pada Abdiel.
Zarine dan Akifa pun turun dari tribun.
__ADS_1
"Mau kemana kamu Yank?." Tanya Rafka mencekal lengan Zarine lembut.
"Aku mau nemenin Akifa makan dikantin, bolehkah?." Ijin Zarine.
"Al?." Panggil Rafka pada Alfi.
Alfi mendongak menatap Rafka.
"Tolong." Pinta Rafka.
Tanpa menyakan maksudnya, Alfi sudah tau apa yang harus dia lakukan.
Sedari datang tadi, Alfi memang fokus hanya dengan ponselnya, dia bahkan sampai mengbaikan sekitar.
Tapi saat dia dipanggil oleh Rafka dia sudah paham maksud Rafka.
Alfi berdiri lalu menghampiri Zarine serta Akifa.
"Ayo Fa, Za." Ajak Alfi.
"Aku pergi dulu ya Raf, assallammu'allaikum." Pamit Zarine dengan mengecup punggung tangan Rafka.
"Wa'allaikum sallam." Jawab Rafka dengan mengecup kening Zarine.
"Sweet banget sih." Seru heboh Akifa.
Setelah itu mereka bertiga keluar lapangan basket dan berjalan kekantin.
"Sory Gua tadi ngga tau kedatangan kalian." Kata Alfi setelah mereka sampai dan duduk disalah satu meja kantin dan memesan makanan.
"Iya ngga papa." Balas Zarine diangguki Akifa.
"Lo tadi fokus apa an sih?." Tanya Akifa kepo.
"Biasalah, Papi butuh bantuan." Jawab Alfi yang diangguki Zarine dan Akifa.
Pukul 10.00 urusan disekolah telah selesai dan sekarang waktunta Zarine dan Rafka pergi kepasar sesuai rencana kemarin.
Dipasar.
"Kita mau beli apalagi nih Yank?." Tanya Rafka dengan membawa belanjaan.
Mereka berdua sudah 25 menit ada dipasar.
"Emmm, apa ya? Aku cek dulu deh." Jawab Zarine dengan melihat catatannya.
"Udah semua nih Yank, ya udah ayo pulang." Kata Zarine.
"Ok." Balas Rafka.
Mereka berdua menuju parkiran pasar, lalu memasukkan belanjaan kedalam bagasi, kemudian masuk mobil meluncur pulang.
Diperjalanan Rafka berhenti disalah satu supermarket.
"Kok berhenti Yank?." Tanya Zarine dengan menatap Rafka dan bangunan supermarket itu bergantian.
"Belanjaan kamu kayanya kurang deh Yank, kamu belum beli minyak, gula dan lainnya." Kata Rafka mengingat isi dapur.
"Astaghfirullah, untung kamu ingetin, hehe ayo kalo gitu." Balas Zarine mengajak Rafka.
Mereka berdua masuk kesupermarket dan mulai belanja.
25 menit kemudian mereka antre dikasir.
Setelah mendapat giliran dan selesai membayar, mereka berdua keluar dari supermarket dan masuk kemobil lalu pulang.
Malam hari pukul 20.00 Zarine dan Rafka duduk diatas ranjang.
"Hari ini capek banget, besok kita jogging yuk." Kata Rafka.
"Emmm, oklah." Jawab Zarine.
Setelah pembicaraan selesai mereka tertidur dengan lelapnya.
__ADS_1
Maaf ceritanya bosenin, ngga menarik, Author buat cerita ini cuma iseng alias gabut, maaf ya sekali lagi ya๐๐ mohon jangan bully please๐.