
"Lo laper lagi kah Diel?." Tanya Abhi.
Orang yang di tanyai hanya menggelangkan kepala.
"Udah semerdeka nya dia aja lah, biarin." Kata Bang Idan.
"Hehehe dia kaya orang ngga pernah makan 1 minggu aja😂." Ujar Bang Rafa dengan terkekeh pelan.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Baru tau Gua kalo gado-gado rasa nya enak bat." Kata Abdiel di tengah kunyahan nya.
"Telen dulu kalo mau ngomong Diel, jorok tau, nanti nyembur lagi." Tegur Rafka.
"Kebiasaan banget Lo." Timpal Abhi.
"Iya deh iya sorry." Ucap Abdiel setelah makanan nya masuk ke dalam perut nya.
Lalu mereka berbincang-bincang di meja makan.
Membahas tentang topik kehamilan dan segala nya.
Dari arah pintu masuk dapur, Bunda datang dan menanyakan test pcak nya.
"Mana alat nya?." Tanya Bunda.
"Ini Bun." Rafka memberi kan test pack nya ke tangan Bunda.
"Bun, bener ini make nya pas pagi bangun tidur?." Tanya Bang Rafa.
"Bener banget, besok sehabis bangun tidur, suruh cek istri-istri kalian pake alat ini, hasil nya nanti tunggu 5 menit setelah itu kalo keluar 2 garis tanda nya positif, sedangkan kalo 1 garis itu negatif." Jelas Bunda panjang lebar.
"Semoga hasil nya besok positif, aamiin." Doa Abdiel.
"Aamiin." Sahut lain nya kompak.
"Te, itu yang di sofa ruang santai masih molor kah?." Tanya Abhi.
"Iya masih, bentar lagi juga bangun." Kata Bunda.
Lalu Bunda menatap bungkusan gado-gado di piring depan Abdiel.
"Itu... yang makan gado-gado... kamu kah Abdiel?." Tanya Bunda sambil menunjuk piring di depan nya.
"Iya Te, maaf cuma beli satu bungkus, tadi mereka ngga mau nitip, kalo Abdiel beli in dengan kemauan sendiri takut ngga di makan, soal nya tadi kita habis makan siang." Jelas Abdiel.
"Iya ngga papa kok Diel tindakan kamu udah bener, emmm... bukan nya kamu itu ngga suka makanan itu ya Diel?." Tanya Bunda.
"Hehehe... iya Te, tapi rasa nya enak ternyata Te." Kata Abdiel senang.
"Lo sih... dulu di bilangin kagak percaya." Celutuk Baang Idan.
"Ya udah Bunda tinggal masuk kamar dulu, ingat besok pagi suruh coba istri-istri kalian." Peringat Bunda.
"Ok ok siap 86 Komandan." Jawab 5 laki-laki kompak sambil mengangkat tangan dan meletak kan di ujung alis seperti orang hormat.
Bunda sudah pergi dari dapur.
"Uh Gua mau pulang dulu aja deh." Kata Bang Rafa.
"Ya udah sana, alhamdulillah malahan Gua kalo kalian semua pulang, huuuuss sana." Usir Rafka.
"Tega banget Lo Raf." Bang Rafa mendramatisir sambil pura-pura memgusap ujung mata nya.
"Udah jan lebay, pulang sana." Kata Rafka.
4 laki-laki itu mengangguk lalu bediri dari duduk dan menuju ke ruang santai.
Mereka melihat wajah istri-istri mereka yang terlelap nyenyak.
"Hahaha... muka mereka lucu banget sih, kalo bisa Gua karungin aja ngga usah keluar rumah." Kata Bang Idan.
"Ya Lo bener banget, mereka lucu kalo lagi tidur gini." Timpal Abhi.
"Ya udah kita pamit Raf, ketemu besok yak, assallammu'allaikum." 4 laki-laki itu pulang ke rumah masing-masing sambil menggendong istri nya sendiri-sendiri.
Begitu pun Rafka, dia mengangkat Zarine menuju kamar dan membaringkan nya secara perlahan dan hati-hati.
Ruang santai di bersih kan oleh para ART.
Sore hari.
Adzan ashar berkumandang.
Zarine menggeliat dan mengguling-guling kan tubuh nya di kasur.
Kegiatan nya tak lepas dari penglihatan Rafka yang masih ada di samping nya dengan posisi miring dan tangan kanan menyangga kepala.
Rafka terkekeh pelan melihat sang istri tak menyadari nya ada di semping sedang menatap geli.
Zarine kemudian menatap Rafka, sontak saja dia menunduk malu dan menenggelam kan wajah nya di dada bidang Rafka.
"Hehehe... asik bener guling-guling nya sampe ngga liat ada aku di sini." Kata Rafka menggoda.
"Mana tau aku, udah ah jangan goda in aku mulu." Peringat Zarine.
"Ayo kita mandi, adzan ashar udah berkumandang." Ajak Rafka.
Zarine mengangguk lalu mulai beranjak bangun dan melangkah menuju kamar mandi.
Saat akan masuk kamar mandi, Rafka ingin masuk juga dan segera di cegah oleh Zarine.
"Eh... eh... kamu mandi di kamar mandi lain, aku ngga mau bagi kamar mandi, yang ada bukan mandi malah ngelaku in hal lain nya." Kata Zarine.
"Janji deh Yang cuma mandi, mempersingkat waktu loh Yang." Bujuk Rafka.
Zarine memicingkan mata nya menelisik Rafka.
"Janji?." Tanya Zarine dengan mengangkat jari kelingking nya tepat di depan wajah Rafka.
"Janji!." Seru Rafka tegas.
Zarine pun mengijin kan nya dan mereka berbagi kamar mandi.
Selesai mandi, mereka berdua ganti baju, dan sholat ashar berjamaah berdua di kamar.
Selesai sholat.
2 pasutri ini duduk di balkon kamar saling berhadapan dan saling menatap satu sama lain.
Lalu tiba-tiba... .
"Aduy duy!! Kek dunia punya kalian aja yak lainya numpang!." Seru Bang Rafa.
Rafka Zarine terkejut dan menoleh ke arah asal suara.
"Ishh! Lo ganggu aek sih Bang!." Sungut Rafka.
"Hahahaha!! Jangan di pandangin terus, ngga bakal ilang kok tenang aja." Kata Raina.
"Kak Raina apa an, kok ikut-ikut Bang Rafa?!." Kini suara Zarine yang terdengar.
"Hahaha... ya udah lah kita masuk dulu Raf, Za, jangan ngelamun mulu kalian ngga baik!." Nasihat Bang Rafa.
"Iya siiap!." Jawab Rafka Zarine kompak.
Bang Rafa dan Raina masuk dan menutup pintu balkon nya.
"Ayo masuk juga." Ajak Rafka.
"Aku masih mau di sini." Tolak Zarine denga mode manja on.
Rafka lalu duduk di sebelah Zarine, menyandar kan kepala istri tercinta nya tersebut ke bahu nya.
"Yang?." Panggil Zarine.
"Hmm?." Sahut Rafka, sambil mengusap kepala Zarine yang tertutup kerudung.
"Kamu kuliah di dalam negeri atau di luar negeri nanti?." Tanya Zarine.
Rafka terkekeh lalu dia mengecup pucuk kepala Zarine lembut.
"Masa aku mau ninggalin istri aku di sini sih? Kalo di ambil orang gimana?." Kata Rafka.
"Serius Yang." Zarine mulai kesal, dia menegak kan duduk nya yanh bersandar di pundak Rafka.
"Ok aku serius, aku ngga bakal ninggalin kamu sendiri, di sini juga banyak universitas kenapa jauh-jauh ke luar negeri?, dan lagi kenapa kamu tanya kaya gitu?." Tanya Rafka, dia memandang mata bulat Zarine begitu dalam.
"Aku cuma tanya aja." Jawab Zarine menunduk sedih.
'Hiks... hiks... .' Terdengar Zarine menangis.
"Loh? Kok nangis sih Yang, cup... cup... aku ngga bakal ninggalin kamu, aku kuliah di sini, ngga bakal kemana-mana, kita kan udah pernah bahas ini, aku kuliah di sini, aku ngga mau ninggalin kamu." Panjang Rafka berucap.
Dia memeluk Zarine erat sambil menghujani pucuk kepala sang istri kecupan manis.
'Zarine? Kamu kenapa? Kenapa jadi sensitif gini? Biasanya ngga kaya gini loh.' Batin Rafka heran lagi.
Satu hari ini Rafka di buat terheran-heran oleh sang istri.
Zarine yang biasanya tak kan menangis jika hal sepela malah sekarang sebalik nya.
__ADS_1
Biasanya Zarine dapat mengontrol segela nya dalam diri nya sendiri, tapi sekarang seperti lepas kontrol.
'Semoga apa yang aku pikir kan benar, Daddy audah menanti mu Sayang.' Kata Rafka.
Dia mengusap perut rata Zarine dengan lembut.
Istri tercinta Zarine sudah berhenti menangis.
"Yang?." Panggil Zarine sambil mendongak.
"Hm?." Sahut Rafka menunduk melihat Zarine.
Wajah nya masih tersisa air mata, hidung dan mata agak memerah.
Tiba-tiba Zarine mendekat kan wajah nya ke telinga Rafka dan mengatakan... .
"Aku laper." Kata Zarine berbisik lirih tepat telinga Rafka.
"Hah?!." Kaget Rafka dengan melebar kan mata nya, dia memandang Zarine lekat.
Kamudian yang di tatap mengangguk kan kepala.
'Buset dah, bener-bener naik 2 kali lipat nafsu makan nya.' Batin Rafka.
"Ya udah ok kamu mau makan apa? Biar nanti Bibi yang buatin." Kata Rafka.
"Aku ngga mau masak kan Bibi." Rengek Zarine.
"Terus? Oh mau masak kan Bunda?." Tanya Rafka lagi.
Zarine menggeleng.
"Aku pengen... nasi goreng buatan kamu." Gumam pelan Zarine.
"Ohhh ok ok aku buatin sekarang ayo kita turun, kamu cuci muka dulu gih sana." Suruh Rafka.
Zarine berbinar senang mendengar Rafka mau membuat kan nya nasi goreng.
Dia ke kamar mandi cuci muka lalu ikut Rafka turun ke dapur.
Waktu melewati ruang santai, mereka melihat Bunda duduk dengan pandangan fokus ke TV.
"Sore Bunda?." Sapa Rafka Zarine kompak.
"Sore juga, sini nonton sama Bunda." Ajak Bunda.
"Hehehe maaf Bun nanti dulu aja ya kita nonton nya, Rafka mau bikin nasi goreng buat Zarine, Bunda mau sekalian di buatin ngga?." Tawar Rafka.
Bunda menatap Zarine dengan melebar kan mata nya.
'Persis seperti aku dulu waktu mengandung nya, hobi banget sama makan, hehehe.' Batin Bunda terkekeh.
"Ngga usah Raf, Bunda masih kenyang, kalian bikin gih sana." Kata Bunda.
2 pasutri ini pun pergi ke dapur meninggal kan Bunda yang sedang asik menonton salah satu acara masak di TV.
Di dapur, Rafka Zarine bertemu dengan Bi Ijah, wanita janda paruh baya yang merantau demi menghidupi anak nya yang ada di kampung.
"Eh Den Rafka, Non Arine, selamat sore ada yang bisa Bibi bantu?." Sapa Bi Ijah ramah.
"Selamat sore Bi, emmm... Bibi udah selesai kah masak nya?." Tanya Rafka.
"Tinggal goreng lauk nya aja Den, kenapa memang nya?." Tanya Bibi.
"Ngga papa, Bibi lanjut nanti aja ya saya mau bikinin Zarine nasi goreng." Kata Rafka.
"Biar Bibi aja yang bikinin Den." Ucap Bibi.
"Tapi dia mau nya saya yang bikin Bi." Jawab Rafka sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
Bibi menatap Zarine lalu tersenyum, sedang yang di tatap malah nyengir lebar bak kuda😂.
"Oh ya udah kalo gitu Bibi permisi dulu, mari Den, Non." Bibi pamit kemudian pergi dari dapur setelah mendapat anggukan dari Rafka.
Rafka berjalan ke sudut ruangan, lalu menyeret sebuah kursi dan menduduk kan Zarine di sana.
"Kamu tunggu sini, liatin aku masak, jangan kemana-mana ok?." Kata Rafka.
"Ok." Jawab Zarine menunjuk kan Ibu jari nya sambil mengangguk cepat.
Rafka tersenyum manis dan mulai memasak.
Sebelum itu dia memakai celemek di tubuh nya.
"Yang coba hadap ke aku bentar dong." Pinta Zarine.
Rafka menurut, dia berbalik dan... .
'Cekrek.'
'Cekrek.'
'Cekrek.'
Zarine mengambil gambar Rafka.
"Dasar jail, ya udah aku bikinin nasi goreng dulu." Kata Rafka sambil mencubit hidung Zarine pelan.
Menurut nya Rafka sangat menggemas kan jika memakai benda itu di tubuh nya.
Dia berinisiatif untuk meng upload foto Rafka di story WhatsApp nya dengan caption Kesayangan ku❤.
Setelah meng upload sontak saja chat dari grup Darah Muda yang berisi kan 5 keluarga ramai menghujat Rafka.
Abdiel : 'Ganti profesi jadi ART Lo Raf?, hahahaha.'
Bang Rafa : 'Gua juga mau dong Lo masakin Raf wkwkwk.'
Bang Idan : 'Duh Aa' Rafka baik banget😂😂😂.'
Tika : 'Ati-ati gosong loh Raf😂😂.'
Alfi : 'Garem nya jangan di masukin semua hahaha.'
Akifa : 'Awas kebakaran tuh rumah.'
Kak Rain : 'Awas ke asinan hahaha.'
Abhi : 'Kalo di post di IG bakal Viral se antero sekolah nih.'
^^^Zarine : 'Jangan Bhi, aku ngga ijin tadi pas mau post foto nya bisa marah dia kalo tau foto nya ada di IG😂😂.'^^^
Abhi : 'Canda Gua😂.'
Setelah itu chat berakhir.
Yaaa seperti itulah hujatan para netizen😂.
Yang di pakai untuk bahan hujatan sedang sibuk berkutat dengan wajan dan kompor.
Zarine cekikikan melihat chat dari grup, Rafka sampai mengerut kan kening nya heran menatap Zarine.
"Kamu kenapa ketawa Yang? Ketawa in apa sih? Coba aku liat." Minta Rafka, dia sudah menengadah kan tangan nya di depan Zarine.
"Tapi janji ya kamu ngga boleh marah kalo tau." Kata Zarine, dia mengangkat jari kelingking nya.
'Ini kenapa seperti nya ada yang ngga beres deh.' Batin Rafka berucap.
"Iya janji." Rafka mengaitkan jari kelingking nya.
Zarine pun memberi kan ponsel nya pada Rafka.
Segera Rafka membuka WhatsApp dan mengecek story Zarine, lalu beralih mengecek grup Darah Muda.
Dia membaca dengan seksama dan fokus.
Lalu Rafka menatap sang pelaku yang mem post foto nya.
Yang di tatap nyengir kuda sambil menggaruk tengkuk leher nya yang tak gatal.
Rafka terkekeh lalu mengembalikan ponsel Zarine, dia mengecup kening istri tercinta nya dan kembali mengurusi nasi goreng nya.
"Kamu... ngga marah kan Raf?." Tanya Zarine takut-takut.
"Buat apa marah? Toh hal itu ngga merugikan buat aku." Kata Rafka dengan kepala sedikit menoleh ke belakang.
Diam, suasana dapur sedikit hening.
"Nah... nasi goreng udah jad-, eh!." Omongan Rafka terpotong, karena dia terkejut tiba-tiba Zarine memeluk nya.
"Makasih udah ngga marah." Ucap Zarine senang.
"Iya." Singkat Rafka.
Zarine masih belum melepas pelukan, dia mengunyel-unyel kan wajah nya di punggung Rafka yang bau asap dan keringat.
"Kamu pake parfum apa? Kok wangi banget sih?." Tanya Zarine sambil mengendus-endus (Kek kucing aja kamu Za😂 #AuthorGesrek).
"Wangi banget? Yang? Kamu ngga salah? Aku bau keringet gini kamu bilang wangi?." Tanya Rafka.
Giliran Rafka yang mengendus bau badan nya sendiri.
'Kaya gini wangi? Ini mah bau asap.' Batin nya berucap.
"Kamu ngga usah mandi ya nanti." Pinta Zarine, dia tak mempedulikan perkataan Rafka.
"Loh? Kalo ngga mandi aku bau dong?." Kata Rafka.
"Kamu ngga bau sama sekali, kamu wangi, aku suka bau kamu yang kaya gini, jangan mandi." Pinta Zarine.
"Hahaha... ya udah lepasin dulu ayo makan, nasi goreng nya udah jadi nih entar keburu dingin kalo ngga segera di makan." Ajak Rafka.
Zarine menurut lalu melepas pelukan dan berjalan ke arah meja makan.
Rafka menyajikan nasi goreng di depan nya dan Zarine sudah tak sabar menyabtab nya.
Zarine membaca doa lalu mulai menyendok nasi nya.
__ADS_1
1 suap.
2 suap.
3 suap.
Sampai nasi hampir habis Zarine tak memberi komentar apa pun dan tak menawari Rafka.
Padahal Rafka bikin nya lumayan banyak loh, ya dia berpikir bisa makan satu piring berdua dengan sang istri.
Tapi itu kenyataan tak semanis ekspektasi😂.
'Kamu laper apa doyan sih Yang?.' Batin Rafka.
"Enak banget yah Yang?." Tanya Rafka.
Zarine mengangguk kan kepala meng iya kan.
"Kamu mau kah?." Tanya Zarine.
"Mau kalo boleh." Jawab Rafka.
"Sebener nya aku ngga mau bagi, tapi karena kamu yang masakin aku bagi tapi cuma satu suap, ok?." Zarine membuat kesepakatan.
"Ok ok ngga papa deh walau cuma se suap." Setuju Rafka senang.
Zarine menyendok kan satu sendok penuh nasi goreng lalu menyuapkan nya pada Rafka sang suami tercinta.
"Nyam... nyam... bener ini enak." Kata Rafka.
'Ngga nyangka Gua pinter masak ternyata, hahaha.' Puji Rafka pada diri nya sendiri.
Zarine tersenyum bahagia lalu melanjut kan makan nya.
"Ya udah aku tinggal mandi dulu habisin deh." Kata Rafka, dia sudah akan berdiri tapi dicegah oleh Zarine.
"Jangan mandi! Kamu ngga denger aku bilang tadi?." Kata Zarine, dia menarik tangan Rafka dan menduduk kan nya ke kursi meja makan lagi.
"Yang? Kalo aku ngga mandi bau dong badan nya, aku mandi dulu ya cuma bentaran tunggu sini." Bujuk Rafka lembut sambil mengusap pucuk kepala Zarine.
Dengan wajah cemberut nya, Zarine mangangguk lalu mengijin kan Rafka pergi.
Dan sekarang Zarine sendirian makan di meja makan.
5 menit kemudian dia selesai, segera Zarine membawa nya ke wastafel untuk di cuci.
Setelah mencuci piring dan minum air, Zarine berniat menyusul Rafka ke kamar.
Saat melewati ruang santai, terlihat Bunda masih stand by di depan layar kaca TV.
Zarine berubah haluan dan malah menduduk kan bokong nya di sofa dekat Bunda, tidak jadi menyusul ke kamar.
"Bunda betah banget nonton nya?." Tanya Zarine.
"Lagi seru acara masak nya, kapan kita coba bikin ya, Bunda udah tulis bahan juga cara buat nya." Kata Bunda.
"Ya ayo kapan-kapan kita buat." Jawab Zarine.
"Kamu udah selesai makan nya?." Tanya Bunda.
"Baru aja selesai Bun." Jawab Zarine.
Bunda menanggapi nya dengan senyuman lalu fokus kembali pada TV.
Tiba-tiba dari arah luar rumah terdengar suara... .
'Bakpau... Bakpau... Bakpau lezat, Bakpau hangat, Bakpau nikmat, enak nya mantab.'
"Bakpau." Gumam Zarine pelan.
Dia berdiri dan berlari kecil ke arah pintu rumah.
"Zarine?!! Jangan lari-lari Nak?!." Panggil Bunda sembari memperingat kan sang anak.
Tanpa menghirau kan TV, Bunda ikut berlari menyusul Zarine.
Rafka yang baru turun dari tangga bingung melihat Zarine yang berlari kecil tanpa alas kaki, dan di ikuti Bunda dari belakang.
"Kenapa pada lari?." Heran Rafka.
Dia kemudian mengikuti 2 wanita itu.
Sampai di gerbang rumah Zarine berteriak.
"Abang tukang Bakpau?!! Aku beli?!." Seru Zarine semangat.
Tukang Bakpau nya menolah lalu memutar arah motor nya menghampiri Zarine di gerbang rumah nya.
"Allah Ya rabbi, Zarine jangan lari-lari nanti perut kamu sakit, kaya orang kebakaran aja kamu lari-lari." Cerocos Bunda menasihati anak gadis nya ini.
"Hehehe maaf Bunda, lagi an tadi Za lari nya ngga kenceng kok, Rafka aku mau Bakpau." Kata Zarine pada suami tampan nya.
"Ba... bakpau?." Beo Rafka dengan suara gagap.
Zarine mengangguk cepat.
Bunda dan Rafka saling pandang, kemudian beralih memandang Zarine.
'Allahu Akbar, itu perut belum kenyang apa?.' Batin Rafka berseru.
'Seperti nya calon cucu ku sangat rakus.' Suara batin Bunda, beliau terkekeh pelan.
"Boleh kan Raf?." Tanya Zarine.
"Iya ayo aku beli kan." Ucap Rafka.
Lalu dia membuka gerbang dan keluar.
"Mau beli yang berapa Mbak nya? Mas nya?." Tanya sang penjual.
"Aku mau ini, ini, ini, dan yang ini, oh iya ini juga, masing-maisng 2 ya Bang." Tunjuk Zarine.
Rafka menelan ludah kasar mendengar kemauan Zarine.
Lalu dari arah kanan rumah Rafka Zarine, Akifa dan Alfi keluar muncul.
"Sore Akifa, Alfi?." Sapa Zarine.
"Sore Za." Jawab mereka kompak.
"Bang bakpau nya 7 ya." Pesan Akifa.
"Saya 5 Bang." Ucap Alfi ikut memesan.
"Siiap, di tunggu ya Mbak nya." Kata sang penjual.
Sembari menunggu Akifa, Alfi, Zarine, dan Rafka berbincang.
Akifa melihat ke arah kaki Zarine dan bertanya.
"Sendal kamu mana Za?." Tanya nya.
"Sendal?." Beo Zarine.
Akifa mengangguk dan Zarine menatap kaki nya sendiri.
"Kamu tadi ngga pake sendal?." Tanya Alfi.
"Kaya nya sih iya, aku tadi takut Abang Bakpau nya jauh, jadi ngga pake sendal deh." Jelas Zarine dengan nyengir kuda.
Teringat akan story WhatsApp Zarine tadi, Akifa tersenyum meledek ke arah Rafka.
"Gimana tadi masakan nya? Ngga gosong kan?, hahaha." Tawa nya pelan.
"Ya engga lah, Gua kan jago masak."Kata Rafka sombong.
"Gua pikir tadi bakal kebakaran, rencananya Gua mau beli bom tadi." Kata Alfi.
"Kom beli Bom?." Tanya Zarine.
"Biar sekalian hancur tak tersisa, hahaha." Kata Alfi dan dia tertawa garing.
'Krik... krik... .' Akifa menirukan suara jangkrik.
"Kagak lucu yak? Sorry." Alfi memasang wajah datar nya.
"Hahaha." Tawa Akifa, Rafka, dan Zarine terdengar.
Bukan menertawakan lelucon Alfi, tapi menertawakan ekspresi Alfi yang kaku bak kanebo yang kering😂.
"Ini Bakpau nya Mbak-Mbak nya dan Mas nya." Penjual Bakpau memberikan pesanan 4 orang ini.
Rafka membayar dan sekalian mentraktir 2 teman wanita nya.
-
-
-
-
-
Bersambung...
Like & komennya ditunggu
Maaf ngga nyambung😢🙏
Maaf kalo garing😢🙏
Maaf typo di mana-mana🙏😢
Maaf banget kalo makin hari ceritaku ngga menarik.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran😢.
__ADS_1
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.