
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
"Emmm... Agnez boleh ikut ndak Mas?." Tanya Agnez yang duduk didepan meja yang di depan nya penuh buku.
"Ngga ada!." Bukan Pamungkas, tapi itu suara Angkasa, dia menjawab tegas permintaan Agnez.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
Agnez menatap Angkasa jengah di sertai dengan mata hampir menumpah kan air mata nya.
"Jangan terlalu possesive lah Bang, apa salah nya kalau kita ikut jemput Kak Rain di Cafe?." Kata Wulan memberi pembelaan.
"Hah bener tuh! Kita para cewek juga mau refresing, di rumah mulu main sama buku ngga enak! Cape." Sahut Kristal ikut bicara.
"Iya biarain aja semua cewek-cewek ini ikut." Mommy Za membantu para gadis bicara.
Para pria muda saling pandang meminta pendapat satu sama lain.
"Udah sih ajak aja, ngga ada rugi nya juga." Daddy Rafka ikut memberi bujuk kan pada anak-anak nya.
"Wokeng lah kalian ikut aja." Setuju Pamungas akhir nya.
"Yeahhh!!." Senang para gadis dengan kompak di iringi senyum mengambang sempurna.
"Dah sekarang ayo kita makan malam dulu." Ajak Mommy Za pada anak-anak nya.
Tanpa di ajak dua kali, semua orang meng iya kan dengan mengangguk kan kepala dan berjalan ke arah meja makan untuk makan malam.
Pukul 19.10 malam ba'da isya'.
7 serangkai bersiap untuk menjemput Kak Rain di Cafe Rainbow.
Mereka semua sudah ada di mobil dan dalam perjalanan.
"Kita mampir dulu ke taman kota yuk buat beli jajanan." Ajak Wulan senang.
"Ngga ada! Tadi kita pamit nya ke Cafe Rainbow buat jemput Kak Rain doang, ngga ada main ke taman kota, setelah jemput Kak Rain kita pulang!." Tegas Damar berucap.
"Ayo lah Dam." Bujuk Kristal.
"Ngga! Ada!." Seru Damar masih keukeuh.
"Huh!." Dengus Wulan dan Damar bersamaan.
Beberapa menit perjalanan akhir nya meraka sampai di depan Cafe Rainbow.
Terlihat di meja autdoor Cafe ini Kak Rain yang tengah duduk di bangku Cafe sendirian dengan ponsel di tangan nya.
Pandangan nya sedari tadi tak lepas dari ponsel, bibir manis nya juga banyak e tertawa kecil entah apa yang di tertawa kan.
__ADS_1
Pandangan Pamungkas tak lepas dari Kak Rain, dia masih ada di dalam mobil.
"Pamungkas? Gih pergi susul Kak Rain suruh ke sini, dan ayo cepet pulang, Agnez tidur nya kasian nih ngga nyaman." Angkasa menyuruh Pamungkas cepat menyusul Kak Rain.
Semua mata tertuju pada Angkasa yang tengah menopang Agnez di pundak kanan nya.
"Hahhaa... tadi perasaan si hiper aktif ini yang ngajak, sekarang malah dia yang tidur di mobil." Cetus Pamungkas sambil tertawa kecil.
"Sttt! Dah sana cepet." Perintah Angkasa.
Pamungkas tanpa di perintah 2 kali pun turun dari mobil dan menghampiri Kak Rain.
Di dalam mobil para gadis menatap Agnez yang tertidur pulas dengan mimik wajah menggemas kan.
Dia tidur sambil memeluk Angkasa erat dan bergumam lirih tepat di dekat telinga Angkasa.
"Mas Angkasa." Begitu kurang lebih gumaman Agnez.
Gadis yang kini mendapat juluk kan si hiper aktif itu di tidur nya menggumam kan nama Angkasa.
Angkasa yang senang nama nya di sebut sampai pada alam tidur Agnez, dia terkekeh pelan.
Para gadis menatap nya heran dan bertanya.
"Kenapa kamu Angkasa? Senyum-senyum sendiri, nakutin." Kata Kristal sambil menggeleng kan kepala nya pelan.
"Ngga ada cuma seneng aja." Jawab Angkada jujur.
"Si Agnez kalo tidur gini damai yah, bikin ademmm hawa nya kalo liat gini, tapi kalo mata nya ke buka... beuh! Aktif nya sampe bikin orang pusing." Keluh Wulan yang memang benar ada nya.
"Kalo ngga ada Agnez kita kaya nya bakal monoton deh hidup nya, Kristal emang cerewet anak nya, tapi ngga se parah Agnez, kita kan butuh hiburan yang menguji adrenalin gitu, yah ini salah satu nya, mengenal Agnez." Kata Albhi panjang lebar.
"Hahhaa... secara ngga langsung, sadar atau engga Agnez nih bikin warna di hidup kita." Cetus Damar sedikit tertawa.
"Nih Pamungkas mana sih?! Kenapa lama banget? Nyusul Kak Rain ama makan di Cafe?." Gerutu Angkasa yang amat sangat tak sabaran.
"Sabar ngapa Ang, dia lagi pacaran ama Kak Rain sabarrr, lagi pula Agnez ngga ngerengek, dia kaya nya nyaman-nyaman aja bersandar pada pundak Mamas nya." Ujar Albhi sambil menekan kata Mamas nya.
Tak lama kemudian pintu mobil terbuka.
"Hai-." Belum selesai Kak Rain menyapa, Wulan, Kristal, Angkasa, Albhi, Damar, dan Pamungkas menyela.
"Sttt!!!." Seru Mereka kompak.
Mendengar desisan itu Agnez bergerak pelan terganggu.
Angkasa mengusap rambut gadis nya itu dengan lembut dan membisik kan pengantar tidur dengan halus di telinga nya.
"Tidur lah little girl, jangan bangun yah besok aja." Begitu lah bisik kan Angkasa.
"Mana ada cewek nya tidur di bisikin kaya gitu? Ada-ada aja kamu Ang." Cetus Kak Rain menatap Angkasa lucu.
"Yah nama nya juga Angkasa ngga bisa romantis, jadi gitu deh." Sahut Pamungkas yang duduk di bangku kemudi dan mulai menjalan kan mobil nya menjauh dari Cafe Rainbow.
"Maaf ya semua, aku ngga tau kalau si hiper aktif lagi tidur, maaf banget." Ucap Kak Rain tulus.
"Ngga papa Kak, kita maklumi kok." Jawab Kristal yang di angguki lain nya kompak.
"Itu Agnes kapan tidur nya? Kok kaya nya udah pules aja?." Tanya Kak Rain.
"Kaya nya pas perjalanan ke sini deh Kak tidur nya, tadi yang ngajak jemput bareng dia loh, eh malah tidur duluan, tapi bagus deh ngga minta turun, yakin dah kalo turun pasti ngga mau di ajak pulang entar." Panjang Angkasa bersuara mengutara kan isi hati dan pikiran nya.
"Huh! Bilang aja ngga mau ribet." Sungut Wulan sewot.
"Ha tau pun." Balas Angkasa sambil terkikik geli sendiri.
"Huh!." Dengus Wulan dan Kristal bersamaan.
"Hahaha... ." Tawa para pria menggemah secara pelan.
Wulan dan Kristal memasang wajah cemberut tak suka.
"Eh? Besok tasyakuran pindahan rumah kapan? Jam berapa?." Tanya Pamungkas dengan menatap Kak Rain yang duduk di sebelah nya.
__ADS_1
"Ba'da ashar deh kaya nya tasyakuran nya, kurang tau juga Kak Rain Pamungkas." Jawab Kak Rain mengira-ngira.
"Kalau ba'da ashar bisa deh kaya nya." Timpal Kristal sambil mengingat-ingat jadwal nya besok.
"Bisa, kalau kita para cewek nya ngga ikut para cowok latihan basket kaya tadi." Balas Wulan yang memang benar begitu ada nya.
Angkasa, Damar, dan Albhi menarik dan menghembus kan nafas lelah.
"Loh? Kenapa pada menghembus kan nafas lelah?." Tanya Kak Rain heran.
"Mereka kalau tak di temani oleh para gadis-gadis itu pasti bakal lemas Kak, ngga semangat." Pamungkas menjawab pertanyaan Kak Rain di samping nya.
"Kamu ngga ikut latihan bakset?." Tanya Kak Rain menatap berondong di sebelah nya ini.
"Aku ngga ikut basket, cuma penonton, kalo para gadis pulang, aku juga bisa." Senang Pamungkas sambil nyengir kuda.
"Terus gimana?." Tanya Kak Rain kemudian.
"Ya ngga gimana-gimana, jadi besok, aku sama para gadis pulang, terus Albhi, Damar, sama Angkasa tinggal di sekolah." Enteng Pamungkas berucap.
"Ck! Kita bakal ikut pulang! Lagian kan lomba sama SMA Citra Bangsa masih lama, masih banyak waktu buat latihan." Cetus Damar tegas.
"Lomba? Kalian bakal lomba?." Tanya Kak Rain antusias.
"Iya Kak kita ber 3 mau lomba basket antar sekolah, kapan waktu nya itu terlaksana kan beberapa hari lagi, kita akan latihan rutin di sekolah setiap istirahat dan sepulang sekolah." Jelas Albhi dengan informasi yang amat sangat detail terinci.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung... .
Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.
__ADS_1