Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
S2 ==> NMKP 214


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


"Ouh iya kita belum kenalan, kenalin nama Tante, Zarine, ini Tante Akifa, Tante Tika, dan Tante Alfi." Sebut Zarine satu per satu. Kak Rain menanggapi nya hanya dengan angguk kan kepala sekali.


"Emmm... Tante semua nya kok tau nama saya sih?." Tanya Rain yang penasaran sedari tadi saat dia baru datang dan duduk disofa ini.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


4 Ibu-ibu itu saling pandang kemudian tawa menggelegar terdengar di telinga Agnez, tawa itu tak jeras hanya seperti tertawa geli mendengar pertanyaan konyol dari Kak Rain.


"Haduh Kak Rain ini gimana sih?! Kamu kan artis di IG ya jelas lah kami tau." Cetus Mama Tika berucap masih dengan tawa pelan nya.


"Hah?! Artis IG?." Beo Kak Rain masih tak ngeh.


Dengan sisa-sisa tawa nya, Mami Alfi membuka ponsel nya dan berkutat dengan ponsel nya.


"Nih liat Kak." Kata Mami Alfi sambi menunjuk kan sebuah tayangan video singkat yang di sana terpampang dengan jelas, Kak Rain sedang manggung dengan gitar yang ada di dekat sifa ini.


Ouh iya, sedari tadi Kak Rain ini bawa gitar, dia baru selesai dari bermain di taman kota tadi.


Kembali ke sofa di Cafe ZAARA.


Kak Rain melihat diri nya di ponsel Mami Alfi.


"Wah ngga nyangka yah semua nya tau aku." Cetus Kak Rain lirih.


"Iya lah Kak, bahkan tranding tau di IG, ramai di bicara kan." Timpal Mama Tika yang heran melihat tingkah Kak Rain yang lugu.


"Hehe... saya kira cuma sebagian yang tau Te, soal nya kan saya ngga terlalu memperhati kan itu semua." Jelas Kak Rain yang di balas kekehan kecil lagi dari 4 Ibu-ibu itu.


Saat Mommy Za hendak membuka suara, Bunda Raina datang membawa nampan berisi minuman dan camilan.


"Nih Kak Rain di minum dan di makan dulu, ngobrol nya di lanjut nanti aja." Ujar Bunda Raina lembut.


Kak Rain mengangguk kan kepala, setelah makanan dan minuman itu di letak kan di meja tepat di depan Kak Rain, dia memakan dan meminum nya, saat menunduk untuk mengambil camilan, tak sengaja kalung berbandul tulisan 'Rain' keluar dari baju Kak Rain.


Bunda Raina yang melihat nya terkejut, beliau pun membatin 'Apa dia gadis kecil itu? Ya Allah takdir-Mu sungguh indah.' Bunda Raina tersenyum senang. (Woy! Ini kan novel, yang nulis takdir kalian aku lah!! #AuthorGesrekYangGila).


Bahkan saking senang nya, Bunda Raina sampai menitih kan air mata, karena penasaran Bunda Raina pun bertanya.


"Emmm... Kak Rain maaf, boleh Tante tanya?." Ijin Bunda Raina penuh kelembutan pada Kak Rain.


Kak Rain pun mengangguk kan kepala tanda meng iya kan. Dia tak dapat bicara karena dalam mulut nya penuh makanan.


"Kalo boleh tau, kalung emas putih itu beli nya di mana? Cantik banget loh." Basa basi Bunda Raina tak ingin di ketahui maksud dari pertanyaan nya itu.


Kak Rain menunduk kan kepala nya dan melihat kalung itu, dia tersenyum bahagia kemudian dia menjawab.


"Kalung ini saya ngga beli Te, tapi di kasih seseorang." Jawab singkat Kak Rain.


Bunda Raina makin lebar senyum nya, dan beliau pun menangis.


"Apa seseorang itu memberi kan nya di taman bermain yang dekat dengan sebuah panti asuhan? Dan seseorang itu tengah mengandung?." Tanya Bunda Raina detail.


Kak Rain tercengang, dia pun bertanya-tanya heran, "Kok Tante tau?." Pekik Kak Rain.


"Ternyata benar." Celutuk Bunda Raina dan sesaat kemudian dia menghambur memeluk Kak Rain erat.


Yang di peluk malah diam terpaku di tempat, di otak nya terus terputar kalimat 'Seseorang itu adalah Tante Raina, Tante yang kini tengah memeluk nya.' Dia tercengang cukup lama, hingga kemudian dia membalas peluk kan Bunda Raina, Kak Rain okut menangis.


4 Ibu-ibu yang melihat nya tersenyum bahagia dan juga haru, mereka bersyukur alhamdulillah sekarang Bunda Raina bisa bertemu dengan gadis yang beliau cari selama ini.


Bunda Raina tak menyangka hati dan pikiran nya benar, beliau hanya menebak-nebak saja selama ini, saat ingin menemui Kak Rain Bunda Raina takut, takut hanya ekspektasi nya saja, ternyata hati nya benar bahwa Kak Rain adalah gadis beberapa tahun lalu.


"Ya Allah Kak Rain, Bunda pikir udah ngga bisa ketemu kamu lagi, ternyata... takdir Allah memang unik, tak ada yang bisa menebak." Kata Bunda Raina senang beliau mengurai peluk kan dan memciumi seluruh wajah Kak Rain, alhasil kini wajah Kak Rain penuh dengan air mata.


"Rain juga berpikir ngga bisa ketemu Ta-." Belum selesai Kak Rain bicara Bunda Raina menyela.

__ADS_1


"Jangan Tante sayang, panggil Bunda Raina." Tegas Bunda Raina meminta.


Kak Rain belum mengeluar kan suara selama beberapa menit, sampai... "Bunda Raina." Panggil Kak Rain lembut.


Mereka kembali berpeluk kan.


Lama mereka berpeluk kan tiba-tiba adzan dzuhur berkumandang, segera semua orang berbondong-bondong ke masjid untuk menunai kan ibadah sholat dzuhur, tak terkecuali 5 Ibu-ibu dan Kak Rain ini.


Pukul 12.30 siang, 5 Ibu-ibu ini memilih pulang ke rumah Mommy Za, main di sana.


Di sekolah SMA Merdeka.


6 serangkai bertambah lagi Agnez jadi 7 serangkai, kini tengah berdiri di tempat parkir mobil hendak pulang.


Seluruh guru ada rapat di SMA sebelah, jadi para siswa siswi nya di pulang kan cepat.


Di parkiran.


"Kita jadi ke rumah atau ke Cafe nih?." Tanya Wulan sekali lagi.


"Pulang aja lah, bawa main ke rumah ini si Agnez sama Kak Rain." Usul Kristal.


"Ya udah deh, aku mau ijin dulu nih sama Ayah Ibu nya Agnez." Ujar Angkasa memberi tau.


"Iya dah sana." Seru Damar.


"Aku aja Mas yang kasih tau Ibu sama Ayah." Kata Agnez mencegah Angkasa hendak menghubungi kedua orang tua nya.


"Ngga ada! Udah nurut aja sayang." Lembut Angkasa berucap.


Agnez pasrah dan meng iya kan.


Di tengah perdebatan Agnez dan Angkasa, Pamungkas gelisah sendiri karena nomor Kak Rain tak dapat di hubungi.


Wulan melihat raut gelisah bercampur sedih itu dan bertanya.


"Kenapa gelisah campur sedih gitu muka nya Bang?." Tanya Wulan.


"Nomor nya Kak Rain kagak aktif, dia ke mana yah? Atau dia kenapa-napa lagi!." Pekik Pamungkas khawatir.


"Ck! Negatif thinking terus kamu Tarjo! Omongan tuh doa, jadi kalo ngomong yang baik-baik aja!." Nasihat Angkasa yang memang benar ada nya.


"Ya udah sih kalo ngga bisa di hubungi, besok-besok masih bisa kok main ke rumah, sekarang Agnez dulu aja yang di bawa ke rumah." Hibur Kristal pada lain nya terutama Pamungkas.


'Huufffhhhh... .' Helaan nafas pasrah terhembusa sangat sangat jelas dari hidung Pamungkas, dia sedih tentu saja.


"Ya udah ayo pulang." Ajak Pamungkas sedih.


Angkasa yang kasihan menepuk pundak Pamungkas memberi semangat.


"Gitu aja langsung sedih, kaya kagak ada hari esok aja, ayo dong semangat! Siapa tau nanti di rumah ada surprise, senyum dong Tarjo, jangan cemberut." Hibur Angkasa sambil menoel-noel pipi Pamungkas, yang kontan saja langsung di tepis kasar oleh Pamungkas.


Bukan nya jera, Angkasa malah makin menjadi menjahili Pamungkas, melihat tingkah Angkasa yang membujuk Pamungkas senyum geli terpatri di bibir Agnez.


"Kenapa Nez?." Tanya Wulan yang aneh melihat gadis satu ini.


"Mas Angkasa kalo lagi bujukin Mas Pamungkas lucu, kaya aku lagi bujuk temen ku dulu, pake peluk-peluk sama toel-toel pipi gitu, hihi... ." Jelas Agnez.


"Hahaha... mereka emang gitu, kalo salah satu nya ada yang ngambek, bujuk nya kaya cewek, sampai kepala nya miring-miring biar bisa liat ekspresi ngambek temen nya." Kelakar Kristal lengkap dengan tawa nya.


(Hayo ngaku siapa dulu waktu SD suka gitu😂 kalo bujukin temen yang lagi ngambek sampe ngikutin wajah temen nya biar bisa liat ekspresi ngambek nya😂, wkwkwk senyum sendiri kalo lagi inget masa itu aku😳 #AuthorGesrek).


Back to topic.


Setelah lama membujuk Pamungkas agar tak marah, akhir nya usaha Damar dan Angkasa berhasil, tadi Damar ikut membujuk Pamungkas dengan cara menggeliitiki pinggang nya.


Perjalanan pulang terasa lebih hidup di dalam mobil ini karena gadis nya bertambah satu.


Angkasa menaiki motor nya mengikuti mobil yang di tumpangi gadia nya. (Udah kek bodyuguard aja si Angkasa😂 #AuthorGesrek).


Sampai di rumah Damar Wulan.


Semua orang di dalam mobil keluar mobil.


Agnez yang baru pertama kali ke rumah Damar Wulan tercengang, dia memuji kemegahan dan kemewahan luaran rumah si kembar itu.


"Maa syaa Allah... ini rumah nya Mbak Wulan?." Tanya Agnez tak percaya.


"Bukan lah, ini rumah nya Mommy sama Daddy aku." Ralat Wulan dengan tersenyum manis.


"Ouh iya yah, hehehe... ." Kekeh Agnez pelan menanggapi omongan Wulan.


"Ayo masuk, aku haus pengen minum." Ajak Kristal sudah seperti rumah sendiri, dia berlari dan menerobos pintu rumah Damar Wulan.


"Tuan rumah nya siapa, tamu nya siapa, hadeh si Kristal." Cetus Wulan sambil menepuk kening nya pelan.


Setelah sedikit berbincang di luar rumah 6 serangkai ini masuk ke dalam rumah.


"Assallammu'allaikum." Salam mereka kompak.


"Wa'allaikum sallam." Jawab para Ibu-ibu di ruang santai.

__ADS_1


segera 6 serangkai menuju ruangan itu, Agnez yang malu dia bersembunyi di belakang punggung Angkasa.


Sesampai nya di ruang santai.


"Wah wah... udah pulang ternyata, tumben pulang cepet?." Tanya Bunda Raina ramah.


"Loh? Kak Rain kok ada di sini sih?!." Pekik Pamungkas, dan Wulan keras.


"Bunda yang bawa." Jawab Bunda Raina lembut.


Pamungkas dan Wulan hanya mengangguk meng iya kan.


"Ehem! Angkasa? Itu di balik punggung kamu ada siapa?." Tanya Mama Tika sambil mengulum senyum senang nya.


Seakan baru tersadar akan hal sesuatu, Angkasa menepuk kening nya pelan, lupa memperkenal kan gadis nya.


Agnez yang gugup memegang kemeja Angkasa dengan erat. Tapi karena tangan Angkasa lembut menyeret nya untuk berjalan ke depan, Agnez pun berjalan ke depan, tepat berdiri di sebelah Angkasa.


"Ini Agnez Ma, Mi, Bun, Momm." Angkasa memperkenal kan Agnez dengan singkat.


"Apa nih status nya?." Tanya Mama memggoda.


Agnez yang tak paham maksud nya menatap ke arah Angkasa bingung.


"Calon teman hidup." Pelan Angkasa berucap yang tak di dengar Agnez karena dia sibuk dengan kegugupan nya.


Semua orang yang mendengar senang bukan main, terutama Mama Tika.


"Sini sayang duduk di samping Mami." Pinta Mama Tika pada Agnez.


Agnez yang sedari tadi diam mematung tersentak terkejut, dan dia dengan pelan melangkah kan kaki nya ke arah Mama dan duduk di sebelah nya.


"Kamu kelas berapa sayang?." Tanya Mama Tika.


"10 Te." Jawab Agnez singkat.


"Loh... kok Tante sih sayang, Mama dong, Ma-ma." Mama Tika sampai mengeja panggilan nya agar si Agnez mengerti.


"Ouh iya Mama." Ralat Agnez masih gugup.


"Agnez bukan orang Jakarta yah?." Tanya Mama Tika.


"Hehehe... iya Ma, Agnez dari Jawa Tengah, pidah ke sini ikut Ayah sama Ibu." Jelas Agnez sedikit panjang dengan vahasa medok bahasa Jawa yang kental.


"Ouh orang Jawa Tengah." Beo semua Ibu-ibu.


"Agnez junior nya Angkasa kalo gitu?." Tanya basa basi Mama Tik lagi.


"Iya Ma, Agnez junior nya Mas Angkasa." Jawab Agnez dengan tersenyum manis.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung... .


Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.

__ADS_1


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2