Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus delapanbelas


__ADS_3

Seluruh sekolah melaksana kan upacara bendera, pukul 07.25 kegiatan itu pun selesai, semua siswa masuk kelas masing-masing dan melanjut kan kegiatan berkutat dengan lembar kerja siswa dan paket tebal-tebal lain nya.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Di kelas 6 serangkai.


Suasana tampak hening karena seluruh kelas sedang sibuk mengerja kan lembar soal yang di berikan guru kepada mereka.


"Huts! Yang? Nomer 25 itu jawaban nya apa?." Abdiel bisik-bisik meminta jawaban pada Akifa.


"Pikir sendiri Yang, kita lagi ujian." Kata Akifa, dia tak memberi tau jawaban nya pada Abdiel.


"Satu jawaban ada Yang." Pinta Abdiel memelas.


"Engga!." Tegas Akifa.


"Kerja kan dengan otak kalian sendiri, jangan pinjem otak teman!." Guru yang sedang mengajar di kelas Abdiel menasihati.


Beliau sedari tadi memperhati kan gerak gerik Abdiel yang meminta jawaban kepada Akifa.


"Tuh denger kan? Kerja in sendiri." Ujar Akifa sambil tersenyum penuh kemenangan.


Abdiel memasang wajah kecut nya dan mulai fokus kembali pada soal yang ada di hadapan nya.


Jam istirahat tiba, semua murid dari kelas 10 sampai 12 berhamburan keluar kelas untuk mengisi perut ke kantin.


Kelas 6 serangkai.


"Assallammu'allaikum!." Salam seseorang dari arah pintu masuk kelas meraka.


"Wa'allaikum sallam." Jawab 6 serangkai, di kelas hanya ada mereka di dalam nya.


"Kalian ngga ke kantin?." Tanya Tika, dia tak menunggu sang empu kelas mempersilah kan masuk, dia masuk sendiri dan menyapa 6 serangkai.


"Wah wah! Sopan santun Lo dimana Tik?." Akifa mengatakan hal itu dengan terkekeh pelan.


"Sopan santun? Wah wah! Kaya Lo ngga bar-bar aje kalo masuk kelas orang." Dengus Tika.


"Hahaha... ok ok duduk sini, jangan berdiri terus, nanti kaki Lo pegel-pegel nanti." Kata Akifa.


"Males tau kalo duduk terus, Gua di kelas tadi duduk terus." Keluh Tika.


"Terus Lo mau nya apa Ketiak?." Sabar Akifa bertanya.


"Kita jalan-jalan kuy ke mana gitu." Ajak Tika bersemangat.


"Ayo!." Seru Zarine antusias, dia langsung berdiri dari duduk nya yang bersandar di dada bidang Rafka.


"Kuy jalan! Bagi yang mau ikut, terserah, dadah." Tika menggandeng tangan Zarine dan menarik nya pelan.


"Tunggu! Aku ikut!." Seru Rafka dan dia bergegas bangun dari duduk nya yang dalam posisi nyaman tadi.

__ADS_1


"Ayo deh kita juga ikut." Ajak Alfi.


"Kata nya tadi males buat jalan, tapi sekarang ngajak jalan-jalan." Cetus Abhi pelan.


"Ya udah sih kalo ngga mau ikut, aku juga ngga maksa, aku berangkat sendiri aja." Ketus Alfi berbicara, dia melengoa pergi tanpa Abhi.


"Alfi?! Gua ikut Lu!." Seru Akifa menyusul tanpa mengajak Abdiel.


"Adoyyy... susulin kuy, bisa habis dunia kalo mereka ngambek." Frustasi Abdiel, dan dia juga Abhi menyusul.


"Kita jalan ke mana nih?." Tanya Zarine.


"Ke penjuru sekolah yang ngga pernah kita lewati aja, pasti di sana seru." Usul Akifa.


"Hmmm... bagus juga tuh, aku pengen tau penjuru sekolah ini." Antusias Zarine.


"Ayo, biar kita para cowok yang nemenin." Ujar Abhi.


"Eh eh!." Alfi mencegah langkah sang suami.


"Ada apa Yang?." Bingung Abhi sambil menaik kan satu alis nya ke atas.


"Kalian para cowok mending beli in kita camilan." Pinta Alfi dengan menampak kan senyum manis nya serta menaik turun kan alis nya.


"Ouhhh... iya deh, aku pergi dulu." Pamit Abhi, dia pun pergi.


"Kamu mau di beli in apa?." Tanya Rafka.


"Apa pun deh, aku yang pilih juga belun tentu kamu ijinin makan kan?." Kata Zarine yang di jawab cengiran kuda khas Rafka.


"Ya udah aku nyusul Abhi dulu, kalian ber 4 hati-hati, kalo ada apa-apa hubungi aku, atau Abhi." Pesan Rafka.


"Yang? Kamu ngga mau beli in apa gitu buat aku?." Protes manja Akifa.


"Iya ok, kamu mau apa?." Tawar Akifa.


"Aku mau... cilok." Ucap Akifa dengan mata berbinar terang.


"Iya siiap!." Seru 4 wanit itu bersamaan.


3 pria itu pun pergi jauh.


"Ayo kita pergi berkeliling dulu, nanti mereka biar nyusul." Ajak Alfi.


"Ayo berangkat!." Seru Akifa, Tika, dan Zarine.


Mereka ber 4 mula-mula berjalan ke arah belakang sekolah.


"Ini biasa nya di pake sama anak-anak cowok SMA Merdeka buat kegiatan unfaedah." Jelas Tika.


"Unfaedah tuh apa aja?." Tanya Zarine penasaran.


"Kabur dari pelajaran yang guru nya killer, dan yang paling parah adalah... ." Ucapan Tika tak berlanjut.


"Adalah apa?." Tanya Zarine lagi.


"Ngerokok sambil 'minum' di sini." Sambung Akifa dengan berbisik.


"Minum? Minum apa?." Zarine masih belum mengerti maksud nya.


"Minum itu lohhhhhh." Akifa tak menjabar kan lebih lanjut karena dia sebenar nya malas membahas hal-hal begitu an.


"Minum minuman yang ngga boleh di minum." Sebut Tika.


"Kok bisa masuk sih? Pak Satpam nya ngga tau kalo siswa bawa gitu an?." Tanya Zarine penasaran.


"Mereka terlalu pinter buat mengelabui Satpam dan lain-lain, meski di sini juga ada CCTV, tapi tetep aja mereka terlalu pinter buat bersiasat, para pengawas CCTV aja kewalahan sama sikap mereka."

__ADS_1


"Ummm... ayo pindah ke tempat lain." Ajak Zarine.


"Let's go." Ucap Akifa.


Mereka berjalan-jalan lagi dengan di selingi canda tawa.


Lalu tiba-tiba ada suara seseorang yang berteriak dan memohon ampun sambil manangis.


"Ini ada di gudang sekolah yang lama ngga ke pake, siapa yang teriak dan nangis di sini?." Akifa bertanya-tanya.


"Itu... kaya suara cewek deh yang sedang nangis." Cetus Tika.


"Ayo kita samperin." Ajak Zarine.


Akifa dan Alfi mengagguk kan kepala setuju, 3 wanita itu sudah ingin mendekat ke arah gudang sekolah.


"Tunggu!." Tapi langkah mereka teehenti karena seruan Tika yang tak terlalu keras itu.


"Ada apa sih Tik? Kasian tau cewek yang di dalam sana." Sungut Akifa.


"Iya kalo itu beneran suara manusia? Kalo hantu gimana? Kan takut." Kata Tika dengan wajah takut nya.


"Udah ayo kita liat dulu aja, jangan berburuk sangka, kalo emang bener hantu ya udah kita hadapi, ngga perlu lari nanti dedek bayi dalam perut bisa jatuh." Panjang Zarine berucap.


"Hah bener bat tuh! Ayo samperin." Ajak Akifa sambil menyeret Tika.


4 wanita yang ke kepo an nya sudah mencapai ubun-ubun nekat mendekat ke arah gudang sekolah yang telah lama tak di pakai ini.


'Brak!.' Alfi menendang pintu itu.


"Kalian!! Sedang apa di sini?!!." Teriak Akifa marah.


3 cewek di dalam sana terkejut dan spontan mendongak menatap Zarine, Akifa, Alfi, juga Tika.


Lalu... .


-


-


-


-


-


Bersambung dulu ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.

__ADS_1


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2