Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus limapuluh empat


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU


MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


"Bukan takut yah!." Sanggah Alfi keras.


"Terus apa?." Tanya Roy dengan sisa tawa nya.


"... ." 6 wanita diam tak bersuara.


"Kan ngga bisa jawab, hahaha... aku ngga gigit orang, jadi ngga usah takut, untuk masalah ke acara pesta perpisahan 7 serangkai, nanti kita pergi." Ujar Roy yang langsung membaut 6 wanita itu mendongak kan kepala nya senang.


"Yeayyy!!." Seru mereka sangat senang, lalu 6 wanita itu berpeluk kan erat.


Para pria yang melihat para istri mereka saling berpeluk kan seperti itu membuat hati dan senyum di bibir mereka terbit begitu indah nya.


"Gua juga mau dong di peluk." Ujar Abdiel dengan merentang kan ke dua tangan nya.


Pria-pria di samping nya melihat Abdiel dengan tatapan horor nya masing-masing.


"Ih ngga suka Gelay." Kompak 5 pria di samping Abdiel berucap alay lalu mendorong Abdiel kekolam.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Abdiel yang mendapat dorongan dari ke 5 sahabat nya itu ya kontan saja dia tercebur ke dalam kolam dan berakhir basah kuyup.


"Gila ya Lu pada!." Keras Abdiel mengumpat.


"Hahahaha... ." Tawa 5 pria itu menggelegar.


"Yang? Kamu ngga papa kan? Ada yang luka ngga?." Tanya Akifa khawatir, dia tau tadi saat Abdiel di dorong, walau pun tak kuat, tapi tetap saja kan cemas.


"Aku gak papa kok, aku baik-baik aja." Jawab Abdiel sambil tersenyum manis ke arah Akifa.


"Ini terus suami aku pulang pake baju apa? Basah kuyup loh itu baju nya." Kata Akifa bertanya pada 5 pria di hadapan nya.


"Pake baju Gua dulu mau ngga Lo Diel?." Tawar Roy sambil mengulur kan tangan nya bermaksud membantu Abdiel keluar dari dalam air kolam.


Mendapat uluran tangan itu, Abdiel menerima nya dan segera naik ke tepi kolam.


"Jauh-jauh Lo sana! Basah semua nih kita entar." Usir Bang Idan sambil mengibas-ibas kan tangan nya bak mengusir ayam, dia mengatakan hal itu dengan tawa pelan nya.


"Ini semua gara-gara kalian berlima yak, salah Gua di mana coba ampe di dorong." Celutuk Abdiel dengan memanyun kan bibi rnya ke depan.


"Ngga usah di monyong-monyongin binir nya, kalo Akifa yang kaya gitu cocok, kalo Lo sama sekali ngga!." Kata Bang Rafa dengan mengusap wajah Abdiel kasar.


Abdiel membalas perkataan Bang Rafa dengan cengiran khasnya.


"Dah jangan debat ah, Yang? Pinjem baju Kak Roy deh sementara, nanti di kembali in." Titah Akifa pada suami nya ini.


"Ngga perlu pinjem Yang, aku ada bawa di bagasi mobil nya Rafka, kamu tolong ambilin yah." Pinta Abdiel pada istri tercinta nya ini.


Akifa mengangguk kan kepala nya di iringi senyum manis nya.


Rafka menyerah kan kunci mobil nya pada Akifa tanpa di minta.

__ADS_1


"Yang? Ambil di paper bag warna ungu yah!." Teriak Abdiel karena Akifa sudah lumayan jauh, istri Abdiel itu hanya menjawab dengan acungan jari jempol nya.


Setelah beberapa menit kemudian, kini Rafka Zarine dan lain nya duduk di ruang santai masih di kediaman Roy Sari.


"Acara pesta kalian jam berapa mulai nya?." Tanya Roy.


"Ba'da isya'." Jawab Zarine sambil tersenyum antusias.


Cukup lama mereka mengobrol, kemudian pukul 16.00 Rafka pamit pulang.


"Roy? Kita pamit pulang dulu, udah lumayan lama kita di sini, kalian berdua jangan ampe ngga dateng ke pesta lulusan kita, kalo Gua ama para cowok nya ngga bakal ngambek, tapi kalo cewek nya? Kita yang kena imbas." Kata Rafka menjelas kan panjang lebar.


"Mana ada kita ngambek?!." Sahut Zarine tak terima.


"Terus kalo bukan ngambek, apa dong?." Tanya Bang Rafa.


"Cuma ngga ngrespon omongan kalian aja." Jawab Kak Raina datar.


"Sama aja itu nama nya Sayang ku, udah ayo pulang." Ujar Bang Rafa sambil sedikit menarik tangan Kak Raina lembut.


"Kita balik dulu Kak Roy, Sari, assallammu'allaikum, jumpa nanti ba'da isya', awas kalo ngga dateng!." Ancam Zarine sambil sedikit berteriak.


"Iya! In syaa allah dateng!." Balas Sari ikut berteriak.


Roy dan Sari pun masuk rumah lalu naik ke lantai dua tempat kamar mereka berada.


Sampai di dalam kamar.


"Yang?." Panggil Roy dengan memeluk pinggang Sari di depan cermin yang ada di dalam kamar mereka.


"Apa?." Sahut Sari dengan menoleh kan kepala nya menghadap Roy.


Pipi mereka bersentuhan dan saling menempel.


"Em... ijin tadi ngga gratis loh." Celutuk Roy dengan bibir sudah menelusuri leher jenjang sang istri yang tertutup oleh rambut.


Sari mengeryit kan kening nya dalam dengan berusaha lepas dari peluk kan Roy.


"Jadi kita ngga jadi berangkat?." Tanya Sari lesu setelah berhasil terlepas dari peluk kan sang suami.


"Berangkat lah, masa engga sih, aku kan ngga mau bikin istri nangis." Jawab Roy tegas.


"Aku minta main dong, satu ron-." Belum selesai Roy berbicara, Sari sudah membungkam mulut pria nya itu, karena Sari tau dan paham betul dari permintaan Roy yang satu ini.


"Kamu lupa atau amnesia? Kita kan ngga boleh 'Itu' an sering-sering." Lembut Sari berucap di iringi senyum menang nya.


"Ayo lah Yang, satu aja deh, habis itu selesai." Bujuk Roy.


Sari menggeleng-geleng kan kepala nya lambat pwrtanda tak akan memberi kan nya.


"Ayo lah Yang." Bujuk Roy kembali sambil memasang wajah memelas nya memohon pada Sari.


Roy mendekat ke arah Sari, memeluk nya dari depan, menciumi leher jenjang Sari yang putih mulus itu.


"Aku kangen sama kamu." Ujar Roy dengan suara serak khas orang yang lagi pengen dapet jatah.


'Ehmmm.' Sari melenguh pelan akibat sentuhan bibir sang suami tercinta nya ini.


Setelah membujuk lama, Sari pun menuruti Roy yang meminta di layani.


Waktu berganti malam.


Rafka, Zarine, Akifa, Abdiel, Abhi, Alfi, Kak Raina, Bang Rafa, Bang Idan dan Tika sudah tiba di sekolah SMA Merdeka


10 orang itu duduk di dekat panggung, ouh lebih tepat nya depan panggung yang tersedia di lapangan basket yang sangat luas ini.


"Hiks! Ngga kerasa kita udah lulus." Sedih Akifa dengan menenggelam kan kepala nya di dada bidang Abdiel sang suami.


"Cup cup cup cayang, jangan nangis dong." Bak Ibu yang menenang kan anak nya saat menangis tangan Abdiel menepuk-nepuk punggung sang istri lembut.


"Kalo ngga lulus mau nya apa? Tinggal kelas kah?." Tanya Bang Rafa.


"Ya ngga mau lah aku!." Seru Akifa cepat dengan melapas peluk kan nya pada Abdiel.


Zarine celinguk kan mencari seseorang.


"Ini Sari sama Roy mana? Kok ngga ada?." Tanya Zarine.


"Jangan-jangan dia ngga dateng lagi!." Seru Tika emosi.

__ADS_1


"Kita dateng kok, ini lagi ada di belakang kalian!." Sari berteriak di belakang Rafka Zarine dan lain nya sambil menggandeng tangan Roy sang suami.


Zarine, Tika, Akifa, Alfi, Kak Raina membalik badan nya ke arah Sari dan Roy.


"Kyaaaa!!!." Teriak Tika senang, 6 wanita itu berlari kecil kemudian mereka saling berpeluk kan, walau tak dapat erat karena perut mereka yang sedikit membuncit.


"Ih kalian cantik banget." Puji Sari pada sahabat-sahabat nya ini.


"Kamu juga ngga kalah cantik kok Sar, aku kira tdi kamu ngga bakal dateng." Kata Zarine melontar kan pujian pada Sari.


"Kalo aku ngga dateng aku juga yang rugi dong." Ujar Sari menanggapi ucapan Zarine.


"Ayo duduk, acara mau mulai bentar lagi." Ajak Tika.


Para pria sudah tidur sedari tadi.


"Kebiasaan kalo udah kumpul, kita di lupa in, ya allah!." Keluh Abdiel.


"Udah sih ah biarin aja, mereka jarang ngumpul kaya gitu sama bini nya Roy, apa lagi bentar lagi Tika yang notabe nya sahabat lama Sari mau pindah ke London, jadi mereka harus banyak-banyak habisin waktu bareng." Ujar Abhi pada Abdiel.


"Loh? Lo mau ke London Bang Idan? Kenapa? Ada apa? Kok Gua ngga tau sih?." Serbu Roy dengan banyak pertanyaan.


"Ada masalah ama perusahaan Gua yang di sana, ngga bisa di wakilin sama Asisten juga, kalo aja bisa kagak bakal Gua susah-susah ke sana, mending di sini deket ama keluarga." Panjang lebar Banh Idan menjelas kan.


"Terus gimana sama resepsi Lu yang akan di adakan di waktu dekat-dekat ini?." Tanya Roy.


"Oh astagfirullah, iya yah, kenapa Gua ngga kepikiran sampe sana, duh makin tambah pusing aja, adoyyy ya allah." Keluh Bang Idan dengan menepuk jidat nya pelan.


"Kita pikirin nanti deh Bang, sekarang kita di pesta kelulusan bukan di kantor, berenti bahas kantor!." Tegas Rafka memeperingat kan orang-orang di samping nya ini.


"Ok ok kita fokus ke panggung." Cetus Bang Idan.


Di sebelah mereka para wanita duduk sambil berbincang.


"Kalian para cewek mau nyumbang bakat apa nanti?." Tanya Sari antusias.


"Niat nya mau nyanyi, eh malah suami Abdiel ama lain nya ngga bolehin, ganti nya mereka yang bakal nyanyi, hihi... penasaran aku mereka bakal nyanyi lagu apa yah?." Kata Akifa dengan tawanya.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung dulu ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.


Jaga kesehatan selalu readers.

__ADS_1


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2