Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
S2 ==> NMKP 197


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


"Ehem! Tangan nya kondisi in dong! Bukan mahrammm." Damar menghenti kan aksi romantis dua sejoli yang tengah saling tersenyum dengan bahagia di depan nya ini.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Kontan saja mendengar penuturan dari sang Abang, Wulan langsung menoleh kan kepala nya ke belakang sembari memamerkan senyum sejuta watt nya.


Sedang kan Albh? Cowok itu malah menampil kan wajah datar bij dingin nya lalu berucap... .


"Dasar pengacau, ngga bisa liat orang seneng." Kata Albhi lirih.


Damar yang mendengar, malah menyungging kan senyum menang nya.


Kemudian 2 remaja pria ini saling melempar kan tatapan tajam menusuk nya.


Tiba-tiba... .


"Apa an sih Bang Damar sama Bang Bhibhi?! Tatapan gitu banget!." Seru Wulan sambil mengusp wajah Damar dan Albhi dengan kasar untuk menyadar kan 2 remaja itu.


"Iya ih tatapan nya nyeremin!." Timpal Kristal dengan mimik wajah polos nya.


Saat Damar dan Albhi angkat bicara, dari arah pintu kelas datang seorang guru wanita.


"Assallammu'allaikum selamat pagi anak-anak?." Sapa guru itu.


"Wa'allaikum sallam, pagi juga Bu!." Balas seluruh murid kelas 11 IPS 3.


Setelah itu pelajaran pun di mulai, tapi sebelum itu kelas ini melantun kan doa sebelum belajar terlebih dahulu.


Waktu berputar dengan lancar tanpa ada nya hambatan.


Tak terasa jam sudah menunjuk kan waktu istirahat.


Semua siswa siswi SMA Merdeka berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang berbunyi meronta minta di isi.


Sama hal nya dengan 6 serangkai mereka tengah duduk di bangku pojok kantin sambil menikmati baksa pedas di mangkok masing-masing.


"Dek? Itu mangkok punya kamu sampe merah gitu, kamu kan ngga bisa makan pedes." Lembut Damar menasihati sang adik.


"Tapi Wulan pengen, gimana dong?." Kata Wulan menunjuk kan wajah memelas nya.


"Entar kalo sakit kamu sendiri yang susah Lanlan." Albhi ikut menasihati gadis mungil penghuni jantung dan hati nya ini.


"Sekali ini aja loh." Pinta Wulan masih keras kepala.


'Huuufffhhh.' Helaan nafas pasrah dapat di dengar jelas oleh Wulan yang keluar dari hidung Damar dan Albhi.


"Ya udah boleh, tapi kalo sakit dan Mommy tanya apa penyebab nya, kita bakal jawab sejujur jujur nya kalo kamu makan makanan pedes." Ancaman Albhi yang di angguki Damar.


Wulan segera mengangguk kan kepala dan mengacung kan dua jempol nya pertanda ok.


"Dasar keras kepala." Cetus Kristal yang duduk di sebelah Wulan.


"Yang nama nya kepala ya pasti aja lah keras Kris." Balas Wulan acuh, dia berbicara tanpa menoleh pada Kristal.


"Aduh! Iya deh iya terserah." Kristal menyerah karena perdebatan ini jika di lanjut kan tak akan ada habis nya, apa lagi Wulan adalah gadis pandai bersilat lidah.


Makan pun kembali di lanjut kan tanpa suara.


Tapi ketenangan itu tak berlangsung lama karena pengganggu selalu saja datang, siapa lagi kalo bukan Nissa dan Amel yang di anggap Duo Ulat Bulu oleh Wulan dan Kristal.


"Hai? Boleh gabung ngga?." Tanya Nissa.


Dan tanpa jawaban dua manusia itu langsung duduk di sebelah Damar dan Albhi.


"Ngga usah minta ijin kalo ujung-ujung nya kalian duduk tanpa di suruh!." Seru Kristal jengah melihat tingkah centil dua gadis di depan nya ini.


Nissa dan Amel tak merespon Kristal, mereka hanya melirik nya sebentar kemudian kembali fokus pada Damar dan Albhi.

__ADS_1


Suasana hening sebentar, sebelum... .


"Kalian tuh sebener nya cantik, asli cantik, Gua akui itu, tapi sorry, liat tingkah kalian yang kek ulet bulu nih bikin ilfeel tau ngga!." Kata Pamungkas dengan nada suara datar nya.


"Lo pasti pernah denger siswi sini pernah masuk RSJ gara-gara ngejar-ngejar cowok, iya kan?." Tanya Angkasa, rupa nya dia mengungkit kisah Sari.


Alis Nissa dan Amel mengkerut tak suka mendengar pertanyaan Angkasa, 2 gadis itu tau betul kisah itu, bahkan seantero sekolah pun tau.


"Tau, emang kenapa?." Tanya Nissa dengan ketus.


"Kalo lo terus-terusin ngejar hal yang udah ngga bisa jadi milik Lo dan Lo tetep ngotot, siap-siap aja Lu jadi kaya cewek yang masuk RSJ itu." Jawab Angkasa yang mendapat delik kan tajam dari Duo Ulat Bulu.


"Lo nyumpahin kita jadi gila?!." Teriak Nissa tak terima.


"Ngga usah teriak! Gua masih belum budek." Datar Angkasa berucap.


Kini bangku pojok kantin ini menjadi sorotan semua siswa siswi karena suara menggelegar milik Nissa tadi.


'Si Nissa tuh muka tembok banget, udah di tolak masih aja ngejar-ngejar!.' Cibiran mulai terdengar dengan sangat jelas di telinga Nissa dan Amel.


'Iya si Amel juga kagak tau malu, duh kalo Gua udah di tolak kaya gitu, mending mundur dah, cowok kan jumlah nya banyak, kagak satu, pikiran mereka sempit banget.' Timpal siswi lain nya.


Amel dan Nissa menatap semua orang yang ada di kantin ini, pandangan nya menunjuk kan ketidak sukaan, tapi para siswi di kantin ini masih membicara kan nya.


Angkasa yang melihat sekeliling nya merasa menang dan senang karena ada yang membantu nya menyadar kan Nissa dan Amel.


Tiba-tiba Angkasa mendekat kepada Nissa dan berbisik dengan sangat sexy di telinga nya.


"Berhenti ganggu ketengan kita Baby, atau kamu akan tau akibat nya!." Ancam Angkasa dan setelah mengatakan itu Angkasa pergi di ikuti oleh Damar Wulan, Albhi, Kristal, dan Pamungkas.


Sedang kan Nissa, dia masih terpaku di tempat dengan jantung yang berdebar kencang bak orang yang baru selesai lari maraton.


"Nissa!." Panggil Amel sambil menepuk pundak sang sahabat.


Nissa sampai berjingkat kaget, nafas nya memburu dan kemudian dia pergi dari kantin dengan perasaan tak menentu.


Amel yang melihat Nissa berjalan dan meninggal kan nya, dengan langkah seribu pula Amel menyusul.


Di jalan menuju kelas.


"Lu kenapa?." Tanya Amel yang tak mendapat jawaban dari Nissa.


"Khoirun Nissa!." Panggil Amel sedikit berteriak dan itu sukses membuat Nissa berhenti dan menatap Amel kesal.


"Apa an sih Mel?!." Jengkel Nissa masih dengan nafas memburu.


"Lo kenapa sih?!." Tanya Amel tak kalah jengkel.


"Gu... Gua ngga papa." Gagap Nissa menjawab dengan mengalih kan pandangan nya ke sembarang arah.


"Di... dia ngancem Gua, bi... bisik kan dia bikin Gua merinding, ba... ba... batalin aja rencana Lo jahatin si Wulan ama Kristal, Gua takut dia bakal apa-apa in kita." Jelas Nissa dengan suara gagap nya.


"Lah? Kok gitu sih? Ck! Ngga seru Lu." Kesal Amel pada sahabat nya ini.


"Ini bukan seru atau ngga seru nya Mel! Lo lupa siapa Kristal ama Wulan?! Kalo ampe 4 cowok itu bales dendam ke kita, bisa-bisa bukan cuma kita berdua doang yang habis, tapi juga orang tua kita! Gua kagak mau hidup miskin woy!!." Seru Nissa sambil memasang muka takut.


Amel diam mematung mencerna ucapan panjang milik sahabat nya tadi ini.


"Terus gimana dong? Sia-sia kalo gitu rencana yang udah kita susun?." Kata Amel lesu.


"Dan sebaik nya kita juga menjauh dari 6 orang itu, asli demi apa pun Gua takut banget ama cowok yang tadi bisikin Gua, bener sih bisik kan nya sexy dan bikin meriding geli dan sekaligus takut, nafas nya yang bau mint sempet buat Gua melayang tadi, tapi nakutin tetep aja." Nissa menangis pura-pura.


"Dah ayo balik ke kelas!." Ajak Amel yang di angguki Nissa.


Di kelas 11 IPS 3.


Terlihat Angkasa menampil kan senyum evil nya yang sangat mengerikan menurut sebagian orang.


"Bang Angkasa tadi bisikin apa ke Nissa?." Tanya Wulan penasaran.


"Bisikin sesuatu yang di jamin bakal bikin mereka berdua berhenti ganggu kita semua, jangan kan ganggu, saat mereka ketemu kita, aku yakin mereka bakal lari tunggang langgang." Yakin Angkasa yang masih menampil kan senyum evil nya.


"Iya deh semoga aja kaya gitu, tapi beri tahu dulu, kamu tadi bisikin apa ke Nissa? Sampe pucet gitu loh tadi dia, kasian juga aku liat nya." Kata Kristal ingin tahu.


"Stt! Udah! Jangan kepo! Ikutin dan nikmatin aja alur main nya." Ujar Angkasa misterius.


Damar Wulan, Albhi, Kristal, dan Pamungkas mengernyit kan sahi nya tak paham maksud Angkasa.


Karena kebanyak kan mengobrol, mereka ber 6 sampai tak tau kalau bel tanda masuk telah berbunyi dan sudah ada guru juga yang siap menerang kan materi di depan kelas.


Di Cafe ZAARA.


5 para Ibu-ibu tengah berkumpul di dapur tengah memasak membantu Chef mereka, karena teman satu nya tak datang dengan alasan sakit.


Di tengah memasak.


"Zarine? Alfi?." Panggil Kak Raina tanoa menatap 2 orang yang dia panggil.


"Ada apa Kak?." Tanya Akifa mewakili Zarine.


"Albhi sama Damar ada pamit ke kalian ngamga semalem?." Tanya tak jelas Kak Rain.


"Pamit?." Beo Zarine yang masih belum ngeh.

__ADS_1


Kak Raina menghenti kan memotong cabe dan memfokus kan pandangan nya pada Zarine dan Alfi.


Setelah lama berpikir.


"Ouh iya ada!." Seru Zarine mengaget kan semua orang yang ada di dalam dapur ini.


"Mereka pergi ke mana sih emang?." Tanya Rain kepo.


"Emang si Pamungkas ngga ngasih tau tujuan nya sama Kak Raina?." Tanya Alfi yang baru ngeh maksud Kak Raina.


"Ngga ada, si Pamungkas di tanya mau ke mana dia jawab nya cuma 'Kesuatu tempat Bun' udah gitu doang." Tersirat jelas wajah kesal Kak Raina.


"Udah tenang aja, si Pamungkas juga pergi nya ngga sendiri, dia sama Damar Wulan, Albhi, Kristal, Angkasa." Hibur Alfi memberi ketenangan pada Kak Raina, Alfi juga mengelus pundak Kak Rain pelan.


"Anak-anak kalian ngga ada yang bilang mau ke mana emang?." Tanya Kak Rain sekali lagi yang masih kepo.


"Albhi ngga ada ngomong tuh." Cetus Alfi.


"Angkasa juga sama, dia cuma bilang, pulang sore an, Pamungkas ajak ke suatu tempat, udah gitu doang." Ucap Tika menjelas kan.


"Si Kristal juga gitu diem-diem bae kalo di tanya, malah cengangas-cengenges ngga jelas, jengkel sendiri aku jadi nya!." Kesal Akifa sambil memberungut.


"Kalo Damar ama Wulan? Gimana Za? Ngga bilang tujuan nya juga sama kamu kah?." Tanya Kak Rain yang masih ingin mengorek info dari adik ipar tersayang nya ini.


Zarine menatap satu persatu orang di depan nya ini.


"Mereka pergi ke Cafe Rainbow depan SMA Merdeka." Jawab Za akhir nya.


"Lah? Mau ke sana aja sampe ngga mau bilang-bilang, memang aneh anak-anak kita itu." Kata Tika sambil menepuk kening nya pelan.


"Apa jangan-jangan mereka ngga ngasih tau tujuan nya sama kita karena mereka mau buat aneh-aneh?." Curiga Kak Raina.


"Hist! Kak Raina ngga boleh gitu, mereka kalo mau berbuat engga-engga ngga akan ajak Wulan ama Kristal, udah ah jangan negatif terus pikiran nya, kita harus percaya sama anak-anak." Kata Zarine panjang lebar mengenyah kan pikiran jelek Kak Raina pada 6 serangkai.


"Dah! Jangan pikirin yang negatif, ayo lanjut bantu Chaf!." Seru Alfi.


Setelah itu kembali 5 para Ibu-ibu itu melakukan kegiatan membantu Chef Cafe. Tapi bukan nya membantu, 5 Ibu-ibu itu malah mengacau di dapur, membuat Chef-nya malah menepuk kening pusing pada 5 atasa nya ini.


Karena sudah jengah melihat tingkah atasa nya, Chef meminta 5 Ibu-ibu untuk istirahat dan cukuo mengawasi dari jarak dekat saja, tak perlu ikut campur tangan dalam memasak.


Kita beralih ke sebuah rumah kontrak kan di pinggiran kota Jakarta.


Seorang gadis dengan penampilan rumahan nya tengah sibuk membersih kan gitar nya yang akan di guna kan manggung nanti sore.


Ya dia adalah penyanyi Cafe yang dengan sekali bertemu langsug bisa menggaet hati Pamungkas, pemuda yang notabe nya belum dan tidak pernah jatuh cinta.


Dengan bersenandung kecil, gadis itu tampak sangat senang dengan kegiatan nya ini.


"Tumben banget yah aku hari ini banyak senyum? Semoga ngga akan ada hal buruk yang terjadi nanti, Aamiin." Doa Rain dengan tersenyum.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung... .


Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.

__ADS_1


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2