Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratua empatpuluh enam


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU


MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


"Ouh iya yah, bantu in kita yah Boy's?." Pinta Akifa dengan senyum manis nya.


"Kalo ada mau nya aja manis banget kek gula." Gumam Abdiel lirih.


"Mau ngga nih? Kalo ngga mau juga ngga papa, Papa kan masih bisa bantu kita, iya ngga girl's?." Kata Akifa yang di angguki kompak oleh para wanita di sana.


"Haisssh. ok ok kita bantu in, tapi kalian harus janji jangan sampe kecapek an!." Tegas Bang Rafa mengingat kan.


Kompak para wanita mengangguk kan kepala nya cepat.


"Jangan janji deh, kalo kita ngga nepatin kan dosa nya besar." Tawar Zarine pada Kakak tercinta nya ini.


"Ngga da tawar menawar, kita ngga ada di pasar tapi di meja makan." Ketus Bang Rafa menjawab.


"Jahat banget sih." Gerutu Kak Raina yang masih dapat di dengar oleh Bang Rafa.


"Kalian tuh kalo ngga di tegasin bisa-bisa lost control, dan akan itu bisa berakibat pada si Baby, kita ngga mau tanggung resiko!." Tegas Bang Idan pada para wanita di depan nya ini yang hanya diangguki kepala lesu.


'Harus bangat yah bikin janji kaya gitu?.' Gumam Tika dihati.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Janji menurut Tika, Zarine, Kak Raina, Alfi, juga Akifa adalah satu kata yang sakral.


Mereka tak mau asal mengucap kan janji takut tak dapat memenuhi nya.


Dan sekarang, di hari Selasa tanggal 19 April pukul 12.45 siang 5 wanita ini di minta untuk berjanji.


"Jangan janji lah, in syaa allah aja deh." Tawar Kak Raina.


"Ngga ada tawar menawar sayang... kita lagi di meja makan, bukan di pasar." Lembut Bang Rafa menjawab.


"Ck! Udah girl's kita janji aja ngga usah ribet, kalo terus debat ngga akan selesai-selesai!." Seru Alfi menyuarakan suara nya yang sedari tadi diam saja.


"Bener kata Alfi tuh, mending iya in aja dari pada kalian debat mulu dan akhir nya ngga kita bolehin!." Bang Idan membenar kan ucapan Alfi.


"Ya udah deh, terus kapan kita mulai bangun itu?." Tanya Zarine antisias.


"Kita para cowok yang bakal urus semua nya deh, kalian cewek nya terima jadi aja." Kata Abdiel berucap.

__ADS_1


"Nama Cafe nya harus kita para cewek yang ngasih!." Tegas Kak Raina meminta.


"Betul banget, aku juga setuju." Sahut Akifa membenar kan Kak Raina.


"Iya deh, untuk nama cafe nya biar kalian aja para cewek yang ngasih, kita cowok nurut aja." Pasrah para 5 cowok.


Setelah pembicaraan tentang bisnis membuka Cafe untuk Zarine, Akifa, Alfi, Tika, juga Kak Raina di meja makan.


5 wanita itu sudah tidak sabar dengan pembukaan Cafe itu, hampir setiap saat mereka bertanya pada suami-suami mereka tentang di mana letak Cafe nya, apa sudah mulai pembangunan nya? Ya seperti itu lah pertanyaan mereka.


Sampai jenuh sendiri para pria mendengar nya.


Para pria tak memberi tahu di mana lokasi atau apa pun yang berkaitan dengan Cafe, karena 5 pria ini ingin memberi kejutan pada masing-masing wanita nya.


"Aduh... pertanyaan para cewek buat Gua pusing sendiri Njer." Umpat Abdiel jengkel saat para pria tengah berkumpul di ruangan kantor Rafka.


Ada Bang Rafa dan Bang Idan juga di sana.


"Gila, Gua juga sama, si Raina cerewet nya minta ampun, nambahin pusing kepala Gua aja rasa nya." Bang Rafa ikut ngeluh.


"Hahaha... untung aja si Zarine ngga terlalu bikin Gua pusing, dia emang tanya itu sih, tapi ngga setiap saat." Kata Rafka dengan tawa pelan nya.


Pembicaraan tentang istri masing-masing dari 5 pria itu tak akan ada habis-habis nya.


Hari-hari 7 serangkai di SMA Merdeka semakin berkurang, hari jumat kemarin adalah hari terakhir mereka ujian praktik.


Memasuki bulan Mei, ramadhan telah tiba dan di bulan itu juga bertepatan dengan anak-anak kelas 10 & 11 Ujian Kenaikan Kelas.


Untuk anak kelas 12, mereka libur, mereka hanya tinggal menanti hari kelulusan dan pesta kelulusan saja.


Untuk usia kehamilan Zarine, Akifa, Alfi, Tika, juga Kak Raina sudah mulai bertambah, Baby mereka tumbuh dengan baik di dalam rahim Ibu nya. Setiap bulan 5 wanita itu di temani oleh suami masing-masing periksa ke dokter Lexa.


(Maaf Author kebanyak kan skip cerita, Author takut readers bosen kalo di jelasin hari-hari nya😂 #AuthorGesrek).


Hari pengumuman kelulusan dan pesta untuk lulusan telah tiba.


"Duy-duy... jantung Gua dag dig dug nih." Curhat Akifa pada Rafka Zarine juga lain nya.


Posisi mereka sedang duduk di tribun basket.


Hari ini kelas 10 & 11 di libur kan, mereka telah menerima raport hari senin kemarin.


"Anak-anak rame bawa pilox ama Spidol, emang boleh sama kepala sekolah?." Tanya Alfi yang melihat banyak anak membawa tas berisi pilox juga spidol.


"Entah, ngga tau juga, seragam kita juga aneh tau, masa hari kamis pake nya abu-abu putih." Kata Akifa dengan melihat baju yang di kenakan nya.


"Aku bukan masalah itu, perut aku udah nampak agak buncit, kelihatan banget kah?." Tanya Zarine.


"Engga kok Za, kan kamu pake jaket ukuran size, paling mereka yang aneh cuma badan kamu sama pipi doang." Enteng Tika menjawab.


"Cabby nya kelihatan banget yah?." Tanya Zarine yang di angguki Tika cepat.


"Tapi cabby kamu itu buat wajah makin imut, seriusan deh aku." Tambah Tika sambil mengacung kan 2 jari nya membentuk huruf V.


"Nah itu dia." Cetus Rafka tiba-tiba.


"Apa?." Tanya Zarine.


"Kamu kalo cabby tambah cantik, dan aku ngga suka itu." Possesive nya Rafka kambuh yang membuat Zarine tersenyum sangat manis pada suaminya.


"Aduhhh bucin nya tingkat dewa ya Bund." Celutuk Tika menanggapi perkataan Rafka.


"Kita acara pesta nanti malam gimana nih? Hadir atau engga nih?." Tanya Alfi mengalih kan topik pembicaraan antara Zarine Rafka.


"Kita bakal hadir dan harus hadir." Tegas Abhi menjawab.


"Kalo Ijazah kira-kira kapan yah kita terima nya?." Cetus Akifa bertanya.

__ADS_1


"Secepat nya pasti lah." Jawab Abdiel yakin.


"Semoga." Balas Akifa pada suami tercinta nya ini.


'Tring... ring... ring... .' Bel tanda masuk berbunyi menggemah di seluruh penjuru SMA Merdeka.


'Di mohon untuk anak-anak berkumpul di lapangan bola basket membentuh barisan menurut kelas masing-masing.' Suara pengumana menggemah memerintah kan murid kelas 12 berkumpul.


"Alhamdulillah deh ngga jauh-jauh ngumpul nya." Ucap syukur Zarine.


"Kalian ciwi-ciwi duduk diem sini aja, biar nanti kita yang ambilin kertas lulusan kalian." Ujar Abdiel mengintruksi.


"Emang ngga papa Yang? Yakin?." Tanya Akifa pada sang suami.


"Udah ngga papa biar kita nanti yang ngomong ke wali kelas." Kata Rafka menyahut.


"Ya udah deh sana kalian pergi berbaris." Usir Alfi.


"Buset dah ngusir nih cerita nya?." Tanya Abdiel.


"Bukan ngusir, cuma nyuruh pergi aja." Kata Alfi membela.


"Sama aja itu nama nya Yang." Ujar Abhi sambil mecubit pelan hidung Alfi yang lumayan mancung.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung dulu ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.


Jaga kesehatan selalu readers.

__ADS_1


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2