
"Kamu mau ngapain?." Tanya Sari.
"Mau mandi lah." Polos Roy menjawab.
"Gantian! Aku dulu baru kamu." Tegas Sari.
"Yahhh... ayo dong Yang, biar ngga lama-lama juga." Bujuk Roy manja.
"Ngga ada!." Sewot Sari lalu dia menutup pintu dan mengunci nya.
"Hehehehe... aku pasti bakal bikin kamu makek baju itu, liat aja, hihihi." Tawa lirih Roy sambil menunjuk kan senyum licik nya.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
...P A R T...
...I N I...
...B A N Y A K...
...M E M B A H A S...
...R O Y โก S A R I...
...T E N T A N G (S E N S O R)...
...P A S T I T A U L A H Y A๐๐...
-
-
-
Selesai sholat maghrib pengantin baru itu berniat makan malam di restauran hotel.
"Kita makan malam dulu di resto sini nanti baru kita pulang." Kata Roy.
"Emmm... gimana kalo kita makan malam di rumah aja? Aku yang masak." Saran Sari.
Roy menimbang perkataan istri tercinta nya.
"Boleh deh, ayo kita pulang." Setuju Roy.
2 sejoli itu pun bersiap-siap untuk keluar dari hotel, bagi yang tanya kemana Rafka Zarine dan lain nya? Mereka sudah pulang 5 menit yang lalu, tadi semua orang telah berpamitan dengan pengantin baru nya.
Saat sibuk bersiap, Roy mengingat kan tentang kado-kado dari Zarine juga lain nya.
"Yang? Kado dari Zarine ama lain nya jangan ampe ketinggalan, apa lagi punya Akifa." Kata Roy memberi tau.
__ADS_1
"Iya ini mau aku bawa juga." Jawab Sari.
"Yang? Nanti pake baju itu yah, please dong Yang." Mohon Roy.
"Roy? Udah ah jangan bahas saringan tahu itu, malu sendiri tau aku denger nya." Ujar Sari dengan di barengi bibir nya yang mengerucut kesal.
"Hahaha... sexy tau Yang kalo kamu pake itu, hot gitu kelihatan nya." Roy menjabar kan dengan sangat detail.
"Kok kamu detail banget jabarin hal kaya gitu? Emang kamu udah pernah liat aku pake baju kaya gitu an?." Tanya Sari.
"Ya engga sih, tapi... hanya dengan liatin baju nya dan liatin kamu berdiri aja aku udah bisa bayangin." Jawab Roy tanpa dosa.
Sari memicing kan mata nya ke arah Roy.
Kemudian dia mengetuk-ngetuk dahi Roy pelan sambil berkata "Wah wah, emang dasar otak suami aku ini udah ngga bener, butuh ke dokter buat cuci otak nih." Sari mengatakan itu dengan serius.
"Biarin deh kamu mau bilang aku mesum, yang penting mesum ku ngga sama orang lain, tapi sama istri sendiri." Jawab Roy ringan seringan dia bernafas.
"Udah ah, ayo pulang, aku udah siap." Kata Sari antusias.
Sari sudah ingin berjalan ke arah pintu dan membuka nya, saat akan keluar, dia melihat Roy masih berdiri anteng di posisi nya.
Sari menatap Roy dengan tersenyum lalu dia masuk ke kamar lagi dan membiar kan pintu nya terbuka.
"Ada apa sih Yang? Ngomong sama aku, kamu kenapa?." Tanya Sari lembut.
"Kalo aku minta kamu buat... ." Ucapan Roy tak dia lanjut kan, dia memilih menatap mata Sari dengan lekat.
Sari tersenyum manis, dia paham dengan pertanyaan Roy yang menggantung itu.
Dia perlahan menangkup kedua pipi Roy dengan tangan lembut nya, tanoa di duga oleh Roy, Sari berjinjit lalu mengecup lembut bibir merah muda milik Roy.
"Aku ngga mau jadi istri durhaka, kalo kamu mau aku bakal kasih, itu kewajiban aku, dan itu hak yang harus kamu dapat." Jelas Sari panjang lebar.
"Aku siap, kalo aku ngga ngasih kamu hak itu, bisa-bisa kamu cari pelampiasan lain lagi." Ucap Sari.
"Kalo aku nikah cuma buat mainan, ngapain nikah? Mending pacaran aja." Ketus Roy, dia tak menyukai Sari berkata seperti itu, dan Sari menyadari itu.
"Udah ayo pulang, nanti aku kasih 'itu' sampai ronde yang kamu mau deh." Ceplos Sari se enak nya.
Sontak saja Roy berbinar bahagia dan senyum nya merekah.
"Bener yah? Kamu udah ijinin loh, jangan ngeluh nanti kalo aku minta lagi dan lagi." Kata Roy.
"Iya-iya aku ngga ngeluh." jawab Sari cepat.
'Kamu yang ngomong sendiri Yang, jadi terima akibat nya, hihihi.' Tawa licik Roy di dalam hati nya.
Mereka pulang langsung pulang ke rumah Roy, tadi mereka sudah ijin terlebih dahulu kepada Mama Papa Sari, dan beliau berdua mengijin kan dengan syarat besok mereka harus berkunjung dan menginap di sana.
Sari dan Roy langsung setuju.
Sampai rumah, Sari dan Roy langsung menuju ke kamar dan kebetulan adzan isya' berkumdang, mereka memutus kan untuk sholat terlebih dahulu, baru kemudian makan malam.
Tepat pukul 19.25 menit, mereka ada di dapur bersiap untuk memasak.
Sari sudah memakai celemek di tubuh nya dan sedang memegang spatula.
"Masak yang simple aja Yang, ayam goreng aja Yang, sama capcai aja." Usul Roy.
__ADS_1
"Ok laksanakan Komandan." Seru Sari sambil hormat kepada sang saka merah putih.
Sari mulai berkutat dengan kompor, para ART di perintah Roy untuk beristirahat.
Sedang asik memasak, Sari di kejut kan dengan sepasang tangan kekar yang melingkar di perut nya.
"Kamu mending duduk tunggu di kursi meja makan sana." Suruh Sari lembut.
"Ngga mau, aku di sini aja nemenin kamu." Kata Roy.
"Aku nya ngga bebas masa nya Yang." Jelas Sari.
"Aku bakal tetap di sini." Keukeuh Roy dan dia makin mengerat kan peluk kan nya.
"Ok ok kalo gitu." Pasrah Sari kemudian.
Kegiatan memasak Sari jadi terganggu karena ulah bibir dan tangan Roy.
Setelah lama berkutat dengan dapur dan segala drama nya, masak kan Sari pun telah selesai.
Dia dan juga suami tercinta nya menikmati makan malam berdua.
20 menit kemudian mereka selesai makan, Sari mencuci piring mereka, untuk perabot masak yang di pakai Sari tadi, itu sudah du bersih kan oleh para ART.
Roy mengajak Sari untuk naik ke kamar mereka dan beristirahat.
Dan... .
-
-
-
-
-
Bersambung... .๐๐๐๐
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung๐ข๐.
Maaf kalo garing๐ข๐.
Maaf typo di mana-mana๐๐ข.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan๐ข.
Maaf gantung cerita nya๐.
Di lanjut besok ya readers๐.
Jangan marah karena di gantung yak guys๐.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya๐.
__ADS_1
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa๐.