
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU
MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
"Iya aku tau kok kamu sibuk, maaf ngga ngerti in kamu." Ucap Tika merasa bersalah pada suami tercinta nya ini.
"Aku maklumi kok Yang, wajar sih kalo kamu minta aku dateng ke sini, sekarang kan kamu tanggung jawab aku, jadi aku harus dateng." Balas Bang Idan sambil melepas peluk kan erat nya pada Tika sang istri yang sangat disayanginya.
Tika lalu mengalih kan tatapan nya pada buket bunga mawar di sebelah tempat nya duduk.
"Ini... buat aku kah?." Tanya Tika sambil menunjuk bunga itu.
"Ouh iya aku sampe lupa." Seru Bang Idan, dia mengambil bunga mawar itu dan mempersembah kan nya pada Ibu Ratu nya.
"Selamat untuk istri ku yang telah lulus dari SMA." Ucap Bang Idan sambil memberi kan bunga nya ke tangan Tika.
"Makasih suami tampan ku." Ujar Tika tulus.
"Sama-sama istri tersayang ku." Balas Bang Idan.
"Tapi ngomong-ngomong tuh buket ngga gratis loh." Ujar Bang Idan sambil menunjuk kan senyum penuh makna di bibirnya.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Ngga gratis gimana maksud nya?." Tanya Tika curiga.
"Aku minta bayaran di ran-." Ucapan Bang Idan tak ia terus kan karena mulut nya di dekap oleh tangan lembut Tika sang istri.
"Jangan berisik! Malu tau kalo ada yang denger, kita omongin di rumah soal hadiah kamu, tenang aja pasti aku kasih." Kata Tika berbisik lirih di telinga Bang Idan.
"Iya deh, aku nurut aja sama Ibu Ratu." Pasrah Bang Idan sambil melepas dekapan tangan Tika dan cengiran khas nya.
Di tempat 6 serangkai.
"Adoyyy... kaya dunia milik berdua aja, lain nya ngontrak!." Keluh Akifa sambil memutar bola mata nya malas.
"Untung aja suasana rame, jadi mereka ngga ada yang perhati in, mana duduk nya bikin orang salah paham lagi." Ujar Alfi dengan menepuk dahi nya pelan.
"Udab ayo kita samperin dari pada kita nge gosipin mereka, ngga baik!." Tutur Abdiel sambil melangkah menggandeng tangan Akifa.
Di saat 2 sejoli beda usia itu bermesraan, 6 serangkai datang dengan mengejut kan.
"Hayo lohhh ngga inget lokasi!." Seru Zarine mengganggu.
"Ish! Ganggu aja kalian tuh." Sewot Bang Idan.
__ADS_1
"Hahaha... kita di sini cuma mau ngingetin, ini sekolah bukan kamar, jadi bisa lah jaga sikap, mereka bisa beranggapan kalian berbuat mesum di tempat umum." Ujar Rafna mengingat kan.
"Iya dah Pak Uztad." Balas Bang Idan sambil mengacak rambut Rafka kasar.
"Dih! Di bilangin juga!." Kata Rafka.
"Setelah ini kalian ada acara apa lagi di sekolah?." Tanya Bang Idan.
"Ngga ada, nanti malam baru ada." Jawab Abdiel.
"Ouh yang pesta megah kata kamu kemarin itu kan Yang?." Tanya Bang Idan pada Tika sang istri.
"Iya bener, Kakak entar dateng kan?." Tanya Tika berharap pada Bang Idan.
"In syaa allah." Ucap Bang Idan tak dapat berjanji.
"Kita harap Lu dateng Bang, Tika kan udah jadi tanggung jawab Elu sekarang, jadi kalo ada apa-apa pasti lari nya Tika ya ke Elu." Jelas Abhi panjang.
"Iya Gua paham kalo masalah kaya gitu an." Jawab Bang Idan dengan tersenyum manis.
Setelah lama mengobrol, 7 serangkai bersama Bang Idan memutus kan untyk pulang saja, sebelum pulang Pak Kepala sekolah tadi memberi pengumaman bahwa nanti malam ba'da isya' mereka sudah harus sampai sekolah.
Tika memilih pulang bersama Bang Idan, dan 6 serangkai tetap satu mobil dengan Rafka.
"Nantu malam kita semua akan hadir dan harus hadir." Ujar Rafka datar.
"Wajib atuh, pesta terakhir ini." Sambung Zarine menimpali perkataan sang suami tercinta.
"Ayo kita nyumbang suara nanti di atas panggung." Antusias Akifa.
"Boleh, ok ak-." Ucapan Zarine terhenti.
"Ngga ada nyumbang-nyumbang suara!." Tegas Rafka, Abhi, dan Abdiel kompak.
"Pelit!." Seru Alfi.
"Ini juga demi kalian dan Baby, jangan terlalu capek! Lupa kah sama pesan dokter Lexa?." Peringat Abdiel serius.
"Sabagai ganti nya biar kita aja yang nyumbang suara, kalian para cewek duduk diam perhatiin kita aja." Celutuk Rafka memberi solusi.
"Boleh juga ide kamu Yang. ok lah ok." Setuju Zarine yang di angguki oleh Akifa juga Alfi.
"Tapi kita juga mau dampingin kalian nyanyi, ngga boleh kah?." Usul Akifa.
Rafka, Abhi, dan Abdiel saling menatap.
'Huufffhhh.' Helaan nafas terdengar dari hidung 3 pria itu.
"Boleh deh, nanti kita atur." Cetus Abhi pasrah tak mau berdebat.
"Yeyyyy!!." Seru 3 wanita itu girang.
"Kita nanti bisa duduk di sebelah kalian, jadi ngga akan ganggu kalian dan kami juga ngga akan kecapek an juga, bener kan?." Tanya Zarine yang di benar kan oleh Rafka, Abdiel, Abhi.
"Kita boleh tau ngga kalian bakal nyumbang lagu apa?." Tanya Alfi kepo.
"... ." Bukan jawaban melain kan keterdiaman yang di dapat Alfi.
"Ish! Jawab napa! Pelit amat sih! " Seru Alfi jengkel.
"Kita ngga mau ngasih tau! Rahasia." Balas Abhi berteka-teki.
"Ngga baik tau bikin Ibu Hamil penasaran." Ujar Akifa menengahi perdebatan.
"Hm bener banget tuh!." Sahut Zarine membela Akifa agar mendapat jawaban dari sang suami.
"Apa? Nanti Baby nya jadi orang kepi gitu?." Timpal Abdiel menebak.
"Ck! Kasih tahu aja napa sih!." Ketus Akifa.
__ADS_1
"Kalo tahu ngga ada Yang, ada nya tempe mau ngga?." Abdiel masih sempat-sempat nya bercanda di situasi yang sedang panas ini.
"Pukul oranh tuh dapet dosa ngga?." Tanya Akifa sambil menatap Abdiel tajam.
"Ya dosa lah Yang, apa lagi pukul suami." Jawab Abdiel membela diri nya sendiri.
"Engga dosa kok Fi, kan kita mukul juga ada alasan nya." Alfi memprovokasi pikiran Akifa yang sudah terselut emosi sedari tadi.
'Gawat nih! Dasar Alfi!.' Umpat Abdiel pada Alfi.
"Jangan pukul dong Yang, aku kan cuma becanda." Abdiel memasang wajah memelas nya.
"Huuuuuhhhh... ." Akifa menarik nafas dan menghembus kan nya perlahan.
"Akifa? Orang sabar uang belanja nya di tambahin." Ujar Zarine menenang kan.
"Mana ada orang sabar uang belanja di tambahin?." Cetus Rafka ikut berbicara.
"Ya iya lah di tambahin ama suami." Balas Zarine.
"Kode naik belanjaan kah ini?." Tanya Rafka.
"Yaaa bisa di arti kan seperti itu, hahaha... ." Tawa Zarine terdengar menggelegar.
Sekian lama mengobrol, mobil Rafka pun sampau di depan rumah nya.
Abdiel Akifa, dan Alfi Abhi memutus kan untuk pulang ke rumah masing-maisng untuk istirahat.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung dulu ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
__ADS_1
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.