Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus enampuluh satu


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU


MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


"Andi jadi sama dia?." Tanya Rafka yang juga ingin tau.


"Gau kagak paham ama pikiran dua anak manusia itu, mereka Gua tanya 'Kalian pacaran?' mereka cuma diem sambil senyum malu-malu gitu, ngga jelas." Cetus Shita jengkel sendiri.


"Hahaha... sabar-sabar Ta, kalo ngga pacaran terus mereka tuh apa?." Tanya Akifa yang ingin mengetahui lebih detail antara Andi dan Dini.


"Ngga tau, si Dini nya juga ngga mempermasalah kan status nya, dia kaya seberjalan nya aja gitu, pas aku tanya 'Kamu suka sama Andi kah Din?' dia cuma jawab dengan senyum manis nya doang, kan nyebelin, tapi aku Rendra sama Panji menyimpul kan, selama mereka ngga ada masalah serius kita anggap mereka baik-baik aja." Panjang Shita berceramah.


"Ada rencana nikah kah mereka?." Tanya Abhi.


"Ngga tau, si Andi di tanya Rendra jawab nya, liat aja deh nanti, kagak ada yang jelas di antara mereka berdua." Jengkel Shita di seberang sana.


"Ibu nya Dini gimana?." Tanya Alfi.


"Beliau mengawasi ketat 2 orang itu, beliau kaya nya udah ngasih restu deh." Cetus Shita dengan meringis, mata nya tak melihat kamera tapi kearah lain.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


"Ok berhenti bahas Andi sama Dini, kita bahas kamu aja." Ujar Zarine menggoda Shita.


Shita menaik kan ke dua alis nya bingung maksud dari kata-kata Zarine barusan.


"Kamu udah isi belum?." Tanya Kak Raina menjabar kan maksud Zarine sang adik ipar.


Shita melipat bibir menahan senyum.


Istri Rendra ini diam sejenak tak menjawab pertanyaan Raina sang Kakak sepupu nya ini.


"Udah yah?." Tanya Alfi penasaran.


"Belum, belum di kasih sama Allah." Jawab Shita dengan tersenyum manis sampai mata nya hampir tak terlihat.


'Yang? Kamu senyum sama siapa?.' Suara ketus di sebarang sana mengaget kan Shita, terlihat Shita hampir katuh kebelakang jika tak berpegangan sengan kursi lain nya.


"Dasar suami gila! Lu kalo dateng bisa ngga sih ngga ngagetin?! Kaya Jaelangkung aja Lu, datang tak di jemput pulang tak di antar." Sungut Shita sambil melotot kan mata nya tajam ke arah Rendra.


Zarine dan lain nya melihat semua yang Shita lakukan.


"Cemburu nya bisa kali di kontrol!." Seru Kak Raina pada Rendra.


"Eh? Elu Rain? Gua kira cowok, hampir aja Gua maki-maki, hehehe... sory Rain." Kata Rendra dengan cengengesan tanpa dosa.


Terlihat oleh ke dua mata Zarine dan lain nya Rendra duduk di sebelah Shita.


"Kalian kapan ke sini?." Tanya Zarine yang sedari tadi diam.


"Hahahaha... kalian kapan resepsi nya?." Tanya Rendra balik.


"In syaa allah bulan depan, kalian wajib dateng, kalo engga... kita bakal ke sana cincang kalian terus daging nya kasih kucing." Ancam Alfi yang hanya menakut-nakuti.


"Oyy takuttt, hahahahaha... ." Tawa Shita terdengar.


"Kita in syaa allah ke sana kalo ngga sibuk dan ngga ada kerjaan kalo di suruh janji kita ngga bisa." Ujar Rendra pada istri Abhi itu.


"Yahhhh... kalo kalian ngga ke sini ngga seru dong, usaha in yah." Pinta Zarine pada sepupu Kakak ipar nya ini dengan wajah memohon nya membuat Shita tersenyum.


Pembicaraan lewat video call terjadi cukup lama sampai pada pukul 10 malam baru semua orang masuk kamar dan tidur mengistirahat kan tubuh lelah mereka.


Detik berganti menjadi menit, menit berganti jam, jam berganti hari.


(Author skip jadi hari penerimaan Ijazah ya Readers). AuthorGesrek.


Hari senin, tanggal 9 Mei di kediaman Rafka Zarine.


"Bisa di wakilin ngga sih ambil Ijazah nya?." Tanya Akifa, dia tengah duduk malas di sofa ruang tamu rumah Rafka Zarine.


Kini 5 keluarga junior sedang berkumpul di rumah Rafka Zarine.


"Udah ayo berangkat, ini terakhir kita ketemu ama gedung SMA Merdeka, ayo!." Seru Zarine mengajak Akifa.


"Males dapet hujatan dari anak-anak tau aku Za." Ujar Akifa sambil mengerucut kan bibir nya ke depan.


"Lusa kita kita resepsi juga bakal dapet hujatan, udah lah auo segera ambil, jangan buang waktu, kalo kamu ngga mau ikut juga ngga papa Fa, sendiri an tapi aku di sini." Ujar Alfi pada istri Abdiel ini.


"Males juga kalo sendiri an, ayo deh cus berangkat, sekakian kita main di pantai." Ujar Akifa yang menunjuk kan binar bahagia di mata nya.


"Wihhh sambil main air kita foto bareng di sana." Kata Tika.


"Boleh ikut ngga?." Tanya Kak Raina.

__ADS_1


"Boleh lah Kak, ayo kita semua pergi ke pantai." Ajak Zarine.


"Kita ikut yuk Yang." Ajak Raina pada suami nya, dia duduk di sebelah nya ini.


"Ayo aja kalo aku mah." Jawab Bang Rafa meng iya kan ucapan istri nya.


"Ya udah ayo berangkat sekarang ke sekolah." Ajak Tika.


5 pasang suami istri itu berangkat dengan mobil masing-masing tak bersama seperti biasa nya.


Beberapa menit perjalanan, mereka sampai di gedung SMA Merdeka.


Zarine, Tika, Akifa, Alfi menatap gedung sekolah ini dengan senyum sedih.


"Kita bakal kembali ke sini." Ujar Rafka, Abdiel, Abhi pada para wanita itu.


"Kapan? Nunggu Baby lahir? Lama kali Yang." Balas Zarine sambil terkekeh dan mengelus perut buncit nya itu.


Sekarang mereka tidak lagi menyembunyi kan perut buncit nya, mereka sekarang terang-terangan menunjuk kan nya.


"Ayo kita ke ruang wali kelas kita, kalian ber dua tunggu di lapangan basket sana aja duduk di tribun nya." Kata Rafka menyuruh ke dua saudara ipar nya ini untyk berteduh.


"Kak Zaidan juga ngga usah ikut deh ke ruang wali kelas ku, duduk bareng mereka aja." Ujar Tika pada sang suami.


"Terus kamu biarin aku jadi obat nyamuk mereka gitu?." Tanya Bang Idan jengkel.


"Hahahaha... ya udah ayo ikut." Ajak Tika pada Suaminya.


Di tribun basket.


"Yang? Shita sama Rendra kapan sampe? Resepsi kita kan lusa." Tanya Bang Rafa pada Kak Raina.


"Hmmm... aku juga ngga tau kapan mereka sampe nya, semoga aja besok, atau kalo ngga hari ini." Ujar Kak Raina berharap.


Suasana hening sesaat di antara mereka setelah membicara kan Shita.


Raina melihat di ujung lapangan basket ini ada bola yang berjejer rapi di sana.


Istri Bang Rafa itu menatap suami nya dengan bola itu berganti an.


"Yang?." Panggil Kak Raina pada Bang Rafa.


"Hm?." Sahut Bang Rafa yang tengah fokus pada ponsel di genggaman nya.


"Ck! Jangan main handphone!." Jengkel Kak Raina dengan merampas ponsel sang suami.


"Iya ada apa isyri tercinta dan tersayang ku." Ucap Bang Rafa memposisi kan badan nya menghadap Raina.


"Dari pada kita gabut kaya gini, mending kamu main basket." Cetus Kak Raina sambil menunjuk ke arah ujung lapangan basket ini.


"Kamu bisa main kan?." Tanya Kak Raina berbinar senang.


"Engga." Jawab Bang Rafa singkat.


Binar bahagia dalam mata Raina meredup dan dia pun diam tak berbicara lagi setelah itu.


Dia kemudian turun dari lapangan tanpa sepengetahuan Kak Raina.


'Duk... duk... duk... .' Suara bola memantul di lantai yang di main kan oleh Bang Rafa.


Senyum Kak Raina kembali terbit.


"Lihat ini Yang!." Teriak Bang Rafa keras.


Suami dari Kak Raina itu mendrible bola basket beberapa kali, kemudian dia berlari dan melompat sambil melempar bola basket nya ke dalam ring.


'Prok prok prok... .' Tepuk tangan Raina terdengar sangat semangat.


"Lagi Yang!!." Seru Raina berteriak.


"Sesuai permintaan Ibu Ratu!." Balas Bang Rafa sambil mengedip kan sebelah mata nya genit.


Aksi Bang Rafa yang sedang menyenang kan istri nya itu di tonton seluruh murid terutama siswi SMA Merdeka.


'Aaaaa! Ya Allah semoga suami aku kaya gitu besok.' Doa semua siswi itu dengan di sertai jeritan histeris saat Bang Rafa memasuk kan bola ke dalam ring.


'Dia siapa sih?.' Tanya siswi lain nya.


'Dia kan Kakakk nya Rafka.' Jawab satu nya lagi.


'Sayang yah udah punya istri.' Cetus sebelah nya.


'Kalo aja belum punya istri pasti Gua udah embat nih orang.' Sahut siswi yang kecetilan.


Jeritan histeris baper yang di layang kan oleh para siswi di ujung lapangan ini membuat Raina tak nyaman.


Pandangan Raina jatuh ke arah sang suami.


'Gimana mereka ngga baper dan hiteris kalo dapet pemandangan menggiur kan gini, liat tuh, suami aku kalo keringetan makin seksi deh, uh ngga kuat.' Ujar Raina ikut-ikutan baper pada suami tampan nya ini.


Raina turun dari tribun basket, menghampiri Bang Rafa yang hendak melepar bola ke dalam ring.


Saat sudah siap untuk melempar, Raina menangkap bola itu dan melempar kan nya ke ring.


Dan... .


Hap! Masuk!.


"Wah istri aku hebat banget." Puji Bang Rafa pada istri tercinta nya ini.


Kak Raina yang langsung memeluk Bang Rafa yang tengah ngos-ngosan juga bermandi kan keringat.


"Yang? Aku keringetan, bau tau." Tegur Bang Rafa yang sayang nya Kak Raina tak peduli.


Dia ingin menunjuk kan pada para siswi bahwa Bang Rafa hanya milik nya seorang, tak ada yang lain yang bisa merebut nya.


Kak Raina mengerat kan peluk kan nya, Bang Rafa yang melihat tingkah istri nya ini tampak heran, mata nya menatap seluruh siswi yang tengah melihat mereka kali ini, karena paham maksud dari Raina, Bang Rafa membalas peluk kan Raina tak kalah erat.

__ADS_1


'Hehehe... cemburu rupa nya.' Cetus Bang Rafa membatin.


'Hiks! Yok lah pulang, ngga ada harapan euy.' Ajak satu siswi pada semua orang di lapangan basket ini.


Bang Rafa dan Raina yang merasa lapangan sudah sepi perlahan melepas kan peluk kan nya.


"Kamu keren!." Puji Kak Raina senang.


"Makasih, kamu juga keren." Ujar Bang Rafa dengan mencium sekali kening Raina.


"Ehem! Aduh kek dunia punya kalian sendiri, lain nya ngontrak!." Seru Abdiel memecah suasana romantis 2 sejoli ini.


"Bisa ngga sih ngga ngagetin dateng nya?!." Sungut Bang Rafa sewot.


"Ca elah, ngga mau di ganggu gitu maksud nya? Kalo ngga mau di ganggu ya jangan mesraan di depan umum." Ujar Akifa memperingat kan.


"Udah?." Tanya Bang Rafa yang mengalih kan pembicaraan.


"Hm." Sahut Rafka bergumam meng iya kan.


"Wah wah selamat yah, kalian udah resmi jadi alumni SMA Merdeka sekarang," Ucap Kak Raina tulus untuk mereka.


"Karena urusan udah selesai cus kita ke pantai!." Teriak Zarine dengan melompat kecil.


"Kuy!!." Seru Akifa, Alfi, Tika, dan Kak Raina tak kalah semangat.


Ke 5 wanita itu berjalan meninggal kan para pria.


Para pria hanya menggeleng kan kepala tak paham tingkah istri-istri nya itu.


"Lu habis ngapain Bang? Kok keringetan gitu?." Tanya Rafka.


"Habis main basket, si Rain minta Gua main itu, mula nya Gua kagak mau, tapi liat dia murung kagak tega buat nolak Gua." Ujar Bang Rafa menjelas kan.


"Terus peluk-peluk tadi apa maksud nya?." Tanya Bang Idan dengan mengangkat sebelah alis nya.


"Kaya nya si Rain risih sama teriak kan histeris siswi yang nontonin Gua, jadi dia turun nyamperin Gua dan meluk gitu, ya Gua balas dong, rugi kalo engga, hahahaha... ." Tawa Bang Idan terdengar menggelegar di lapangan basket ini.


"Kalian para cowok?!." Panggil Akifa keras dengan sedikit berteriak.


5 pria itu menoleh kan kepala nya kompak.


"Ada apa Yang?." Tanya Abdiel menyahut.


"Ayo jalan, ngapain berdiri terus di sana? Kalo ngga mau biar kita pergi sendiri kepantai nya!." Cetus Akifa sewot.


"Waduh gawat, iya tunggu dulu ini jalan nih." Ujar Abdiel menyuruh sang Istri bersabar ssbentar.


5 pria itu masuk mobil dan di sana di sambut oleh muka cemberut istri mereka masing-masing.


Setelah melewati drama panjang, kini 5 mobil itu meluncur meninggal kan gedung SMA Merdeka.


Susana di dalam mobil Rafka Zarine.


Zarine menghadap ke arah jendela mobil menatap keluar dengan pandangan kosong sambil menggigiti kuku nya pelan.


Zarine melamun dan itu di ketahui Rafka.


"Yang?." Panggil Rafka lembut sembari menepuk pundak sang istri lembut.


"Hm? Ada apa Raf?." Tanya Zarine terkejut.


"Kamu mikiri apa sih?." Tanya rafka lembut, pandangan nya sesekai menatap Zarine sebentar.


"Aku ngga papa, cuma lagi kepikiran sama seseuatu aja." Ujar Zarine bermaksud menenang kan Rafka sang suami.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung dulu ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.


Jaga kesehatan selalu readers.

__ADS_1


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2