
"Sekali lagi, seelah itu aku bakal berhenti dan menina bobo kan kamu aja." Tawar Roy dengan suara sexy nya, dia kembali terbakar api gairah mendengar lenguhan lembut menggetar kan jiwa Roy.
Mereka berdua kembali bergumul di bawah selimut, tepat pukul 12 malam, Roy menghenti kan aktivitas nya dan menina bobo kan Sari.
"Thanks my wife, love you." Ucap Roy tulus sambil mengecup kening Sari yang terlelap karena kelelahan.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
Suara ngaji di masjid terdengar di pendengaran Roy.
Dia mengerjap kan mata nya perlahan dan kemudian pandangan mata nya jatuh tepat pada jam di dinding kamar nya.
'Baru pukul 3 pagi.' Batin nya berucap.
Lalu pandangan mata nya pindah ke arah samping nya.
Roy menyungging kan senyuman nya, dia teringat kembali dengan pergumulan panas mereka semalam.
'Hehehe... capek banget kaya nya kamu Yang.' Kata Roy dalam hati nya.
Pria yang yang bergelar suami Sari itu menatap istri nya intens, lalu tangan nya tak tinggal diam, jari tunjuk Roy menusuk-nusuk pipi kanan Sari.
Yang di ganggu menggeliat dan kemudian membuka mata nya perlahan.
Sari tidak sadar kalau sedang di pandangi oleh Roy.
Dia memandang jam di dinding tepat di depan nya.
"Jam 3." Gumam nya pelan.
Lalu pandangan Sari menoleh pada seseorang yang di samping nya.
Sari memandang Roy dengan senyuman nya.
"Selamat pagi." Ucap Roy sambil mengecup bibir Sari cepat.
"Pagi juga." Balas Sari pelan.
"Kamu udah dari tadi bangun nya?." Tanya Sari.
"Lumayan lah." Balas Roy singkat.
Sari hanya manggut-manggut paham akan ucapan Roy.
Kemudian dia bangun dari tidur nya, dia merasa kan badan nya lengket, dan remuk semua.
"Uhhh... ." Ringis nya pelan sambil berusaha duduk di atas ranjang.
"Kenapa?." Tanya Roy khawatir, laki-laki itu juga ikut duduk di samping Sari.
"Badan ku rasa nya sakit semua, apa lagi bagian 'itu'." Kata Sari menjelas kan.
__ADS_1
"Maaf aku terlalu semangat kemarin malam." Ucap Roy merasa bersalah.
Sari yang ingat kejadian malam kemarin, dia menaik kan selimut yang di pakai nya.
"Ngga papa, itu udah tugas aku dan hak kamu." Jawab Sari tulus.
"Ayo aku bantu ke kamar mandi." Kata Roy.
Sari yang hendak menolak langsung di bungkam bibir nya dengan bibir milik Roy.
"Jangan protes, aku ngga mau kamu jatuh di kamar mandi." Tegas Roy berucap.
Sari pun pasrah dia menurut pada Roy untuk di gendong ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Roy menduduk kan Sari di closet terlebih dahulu, lalu dia menyiap kan air untuk Sari mandi di bathup, Sari masih memakai selimut pada tubuh nya.
5 menit kemudian.
"Air nya udah aku siapain, ayo aku bantu masuk bathup." Kata Roy.
"Engga!." Tolak keras Sari.
"Hehehe... masih inget aja, ayo lah Yang, mandi bareng." Bujuk Roy.
"Nanti bukan nya mandi malah lain nya lagi." Ujar Sari.
"Engga Yang, janji deh cuma mandi doang." Balas cepat Roy sambil menampil kan 2 jari nya membentu V.
"Bener yah, awas aja kalo kamu boong." Peringat Sari.
"Iya janji, jadi? Mau nih kita mandi bareng?." Kata Roy memasti kan jawaban.
Tanpa kata yang terucap dari bibir mungil nya, Sari hanya menagngguk kan kepala menyetujui.
Segera Roy membuka baju nya dan boxer yang di pakai nya dan mencebur kan diri ke dalam bathup.
Sari dengan segenap rasa malu nya, dia melepas selimut yang di pakai nya dan ikut masuk ke dalam bathup.
"Ingat! Cuma mandi doang, ngga lebih!." Tegas Sari.
"Hihihi... ok ok janji cuma mandi." Jawab Roy sambil terkikik geli.
30 menit kemudian, ke dua nya keluar kamar mandi dengan raut muka segar, Sari masuk ke dalam ruang ganti dengan di gendong Roy.
Setelah 2 sejoli ini memakai baju lengkap, mereka masuk ke dalam kamar.
Di sana terlihat oleh mata mereka, ranjang yang berantak kan dan ada noda darah di sana.
"Makasih." Ucap Roy tulus sambil memeluk Sari dari belakang dan menumpu kan dagu nya di pundak sebelah kanan Sari.
"Untuk apa?." Tanya Sari heran dengan menoleh kan wajah nya hingga pipi nya bersentuhan dengan pipi Roy.
"Makasih karena aku yang pertama." Kata Roy.
"Sama-sama." Balas Sari dengan senyum bahagia nya.
Cukup lama mereka dalam posisi berpelukan.
"Ayo kita beres kan ini semua sebelum sholat Subuh." Ajak Sari, dia melepas pelukan dan pergi ke ruang ganti, mengambil sprei di sana.
"Ok ayo kita beres kan." Semangat Roy menggebu-gebu.
Pukul 4 pagi Roy dan Sari berjamaah sholat subuh di dalam kamar.
Seharus nya setelah sholat subuh di lanjut dengan mengaji atau kegiatan lain nya, tapi tidak dengan mereka, 2 pengantin baru itu malah melanjut kan dengan tidur pagi dan saling berpeluk kan (Udah kek dunia milik berdua, lain nya ngontrak😂 #AuthorGesrek).
Sekarang mari kita lihat ke dalam kegiatan pagi Rafka Zarine.
__ADS_1
2 calon orang tua itu tengah duduk di tepi kolam renang sambil mencebur kan kaki nya ke dalam air.
"Kalo renang pasti seger nih." Kata Zarine tiba-tiba.
"Udah ngga usah, subuh-subuh gini tuh enak nya tidur sambil peluk kamu Yang, kalo aja kita ngga sekolah pasti bakal aku kurung kamu di dalam kamar." Panjang Rafka berucap.
"Huuu... mau nya, kamu aja yang tidur aku ngga mau." Sewot Zarine berucap.
Posisi mereka sekarang, Zarine bersandar pada dada bidang Rafka dan Rafka bersandar pada tembok yang ada di dekat kolam.
"Yang? Kemarin sore pas Sari buka kado kenapa Akifa ketawa kenceng banget? Ada apa?." Tanya Rafka, dia kepo perihal kado.
Zarine bukan nya menjawab, dia malah menenggelam kan wajah nya di pelukan Rafka.
"Kamu kenapa?." Tanya Rafka heran, dia sebenar nya paham , kalau Zarine menenggelam kan wajah nya di dada bidang nya berarti dia sedang malu, dan maksud pertanyaan Rafka adalah 'Kamu malu kenapa?' ya seperti itu lah.
"Hadiah yang di kasih Akifa ke Sari buat aku malu sendiri." Jawab Zarine dengan suara pelan.
"Emang Akifa kasih apa ke Sari?." Tanga Rafka meminta jawaban detail.
"Lingerie." Gumam Zarine lirih yang sayang nya dapat di dengar Rafka.
"Buahahahahaha... ." Tawa Rafka pecah dan Zarine makin menekan kepala nya di dada Rafka.
"Haduhhh... dasar yah, ngga laki ngga bini nya, sama aja, sama-sama berotak mesum, hahaha." Tawa Rafka sudah sedikit mereda.
"Tau tuh, aku aja kalo inget malu sendiri." Cetus Zarine, dia melepas peluk kan nya dan sudah bisa duduk seperti semula.
"Kalo kamu aku beli in gitu an, mau pake ngga?." Tanya Rafka menggoda.
Dengan muka bersemu merah malu, Zarine menjawab "Kalo masih berwujud normal aku mau pakai, tapi kalo ngga normal, jangan harap aku mau pakai!." Tegas Zarine berucap.
"Ok, kapan-kapan kalo kita ke mall, ayo beli itu." Semangat Rafka berucap.
-
-
-
-
-
Bersambung dulu ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.