Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus duapuluh delapan


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏🙏.


******************************


-


-


"Ini kenapa bisa barengan gini hamil nya? Nanti kalo lahiran massal lagi." Kelakar Dokter Lexa setelah melihat test pack hasil urine Raina.


"Jangka nya pasti beda kan Dok? Masa sama sih?." Tanya Bang Rafa.


"Zarine, Akifa, Alfi cuma beda beberapa minggu saja." Jelas Dokter Lexa.


"Jarak mereka bertiga pasti jauh sama istri saya dok." Yakin Bang Rafa.


"Semoga saja yah." Ujar dokter.


"Suster, tolong siap kan alat USG." Minta Dokter Lexa pada asisten yang berdiri di sebelah nya.


"Ayo Nona Raina, silah kan berbaring di ranjang itu, Bang Rafa tolong bantu in istri nya naik yah." Intruksi Dokter.


"Baik dok." Jawab Bang Rafa.


Dia pun menuntun Raina ke arah ranjang dan membantu nya naik ke atas nya.


"Di golongan junior yang nikah, tinggak siapa yang belum ada isi perut istri nya?." Tanya Dokter Lexa.


"Alhamdulillah udah isi semua Dok, Bang Idan sama Tika istri nya, ngga bisa dateng ke sini karena si Tika nya sedang ujian akhir sekolah." Terang Bang Rafa.


"Wah! Alhamdulillah... tambah rame nih rumah kalo ada banyak Baby-baby." Dokter Lexa bahagia.


"Hmmm... dokter bener, yang paling bahagia pasti Bunda, beliau kesepian di rumah pas Zarine Rafka sekolah, butuh temen." Kata Bang Rafa, dia teringat almarhum Ayah nya jika seperti ini.


"Ok mari kita mulai pemeriksa an nya." Dokter Lexa mengalih kan pembicaraan agar Bang Rafa tak merasa kan kesedihan lagi.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Suster mengoles kan jel di perut rata Raina dan bersiap melakukan USG.


DokterLexa menempel kan alat dan menggerak kan nya ke kanan dan ke kiri.


"Usia berapa minggu Dok?." Tanya Bang Rafa dengan sibuk menatap komputer yang menampil kan gambar rahim Raina, yang sebenar nya dia tidak paham yang mana bayi nya😂.


"Usia nya... baru 2 minggu Bang." Jawab Dokter Lexa.


"Emmm... yang mana bayi nya Dok?." Tanya Bang Rafa bertanya.


"Hah?! Lah? Saya pikir Bang Rafa paham yang mana bayi nya, hahahaha... ." Tawa Dokter Lexa pecah.


Bang Rafa memasang wajah kecit nya.


"Lihat warna hitam itu." Tunjuk Dokter Lexa pada warna hitam di komputer.


"Itu Baby kami Dok?!." Tak percaya Bang Rafa.


"Iya, kan baru 2 minggu, kalo udah usia kaya Zarine, Akifa, Alfi baru akan tumbuh dan bisa terlihat jelas Baby nya." Jelas Dokter Lexa.

__ADS_1


"Di jaga yah Baby nya hamil usia muda sangat rentan dengan keguguran, saya akan resep kan vitamin untuk di konsumsi dan tebus di apotik di rumah sakit ini nanti." Ujar Dokter Lexa.


"Iya dok." Jawab Bang Rafa dan Raina.


Beberapa menit kemudian, Bang Rafa dan Raina keluar dari ruangan dokter Lexa, banyak wejangan yang di beri kan oleh sang dokter untuk Raina.


Mereka berdua kini mampir di apotik rumah sakit ini, selain menebus vitamin, dia juga membeli Susu Ibu Hamil di sana.


Pukul 11.00 siang mereka baru keluar dari rumah sakit.


"Kita kemana lagi nih?." Tanya Raina.


"Pulang." Singkat Bang Rafa menjawab.


Raina tak menyahut dan memanyun kan bibir nya kesal.


"Kode minta cium yah? Jangan di monyongin, kaya Bebek aja." Ledek Banh Rafa sambil terkekeh pelen.


"Ihhh apa an, jangan pulanggg." Manja Kak Raina menjawab.


"Mau kemana lagi emang?." Tanya Bang Rafa lembut pada sang istri.


"Ayo kita ke taman bermain." Antusias Raina menjawab sambil menghadap kan tubuh nya ke arah suami tercinta nya itu.


"Ngapain ke sana?." Tanya suami Raina itu heran.


"Liat anak-anak main lah." Jawab cepat Raina.


"Ok dah ayo ke sana." Setuju Bang Rafa.


"Gooo!!." Seru Raina senang.


Mereka meluncur ke taman bermain yang letak nya tak terlalu jauh dari rumah sakit.


Hanya butuh waktu 10 menit dan mereka pun sampai di tempat parkir taman bermain.


Raina dengan segera membuka pintu mobil tapi pintu nya tak kunjung terbuka.


"Yang? Buka ih!." Seru Raina manja.


"Aku ngga bakal ijinin kamu keluar kalo kamu lari-lari!." Tegas Bang Rafa tanpa menoleh ke arah istri nya itu.


Bang Rafa membuka kunci mobil nya dan Raina pun membuka pintu nya.


Bak anak kecil yang mendapat kan sesuatu yang dia impikan, Raina tertawa senang hingga tak sadar menyeret langkah Bang Rafa.


"Ayo kita duduk di sana dengan melihat mereka bermain." Ajak Raina.


Bang Rafa hanya mengangguk kan kepala setuju dengan mengikuti langkah Raina.


'Kenapa bini Gua kaya anak kecil gini sih? Pengen Gua karungin terua buang ke laut deh, eh?! Apa an dah Gua ngaco banget.' Gumam batin Bang Rafa dengan terkekeh pelan.


2 sejoli ini duduk di bangku taman yang ada di bawah pohon yang rindang.


Bang Rafa memejam kan mata nya menikmati semilir nya angin yang berhembus pelan, berbeda dengan Raina, dia tengah duduk sambil memperhati kan para BoCil-BoCil bermain.


"Padahal ini udah jam 11 siang loh, para orang tua mereka kemana? Anak nya kok masih ada di sini sih?." Celutuk Bang Rafa dengan masih memejam kan mata nya.


"Mereka masih asik main, pasti orang tua nya susah bujuk nya dan memilih nanti aja pas adzan dzuhur pulang nya." Duga Raina.


"Mungkin aja sih kaya gitu." Sahut Bang Rafa singkat, sambil membuka mata nya perlahan.


Bang Rafa menatap Raina yang sedang melihat ke suatu tempat dengan tatapan nanar dan sedih.


"Kamu liat apa Yang?." Tanya Bang Rafa sambil mengangkat salah satu alis nya.


"Coba kamu liat anak kecil di dekat pagar taman di sana." Tunjuk Raina dengan dagu nya ke tempat yang dia maksud, dia tak menunjuk dengan jari karena tak ingin anak yang berdiri di sana ketakutan.


Bang Rafa mengikuti arah pandang Raina.


Terlihat oleh ke dua manik mata Bang Rafa seorang anak balita yang berusia kurang lebih sekitar 3 atau 4 tahunan, dia berdiri di dekat pagar dengan memeluk boneka Beruang berwarna pink nya.


Pakaian nya sederhana dan dia tak ada teman.


"Dimana orang tua nya?." Raina bertanya-tanya sambil celinguk kan.

__ADS_1


"Entahlah, aku juga ngga tau." Jawab Bang Rafa juga ikut celinguk kan.


"Ayo kita hampiri dia." Ajak Raina.


Tanoa menunggu jawaban sang suami Raina menarik tangan nya dan menyeret nya.


"Eh? Yang? Iya bentar Yang sabar, jangan seret-seret lah, kaget aku tau." Tegur Bang Rafa lembut dan Raina pun melepas genggaman nya sambil cengengesan.


Mereka menghampiri anak kecil itu.


"Hai Sayang, assallammu'allaikum cantik." Sapa Raina lembut.


Saat akan berjongkok di hadapan sang gadis kecil itu, Bang Rafa menghenti kan nya.


"Jangan jongkok, ngga baik buat kamu, biar aku aja." Kata Bang Rafa lembut.


Dia mengganti kan Raina berjongkok dan berbicara pada gadis manis itu.


"Hai gadis manis?." Sapa Bang Rafa.


Gadis itu tak menjawab hanya menunduk kan kepala nya dan dia berniat pergi tapi di cegah oleh Raina.


"Jangan pergi." Pinta Raina sambil menggenggam lembut tangan nya, dan memasang wajah sedih nya.


Gadis itu mengerjap kan mata polos nya berulang dengan menatap Raina dan Bang Rafa.


"Ayo ikut Kakak duduk di sana, kami janji ngga bakal jahat sama kamu, mari kita lakukan janji kelingking." Ajak Raina dengan menunjuk kan jari kelingking nya kepada gadis mungil itu.


Sang gadis tampak ragu, dengan malu-malu dia mengangguk dan menaut kan jari kelingking nya.


Bang Rafa kemudian menggendong gadis itu dan membawa nya duduk di bangku di bawah pohon tempat nya tadi.


Raina berbisik di telinga Bang Rafa "Beli in jajanan gih, jangan ciki pilih yang wafer atau apalah, asal jangan ciki." Begitulah permintaan calon ibu ini.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung dulu ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.

__ADS_1


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2