Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Forty-two


__ADS_3

Hari ini tanggal 13 Desember ujian akhir semester sudah didepan mata.


Pagi ini 6 serangkai sedang ada di kantin.


"Ujian lagi, ujian lagi." Keluh Abdiel.


"Kalo ngga mau ujian ya ngga usah sekolah." Celutuk Abhi.


"Capek Gua." Keluah Abdiel lagi.


"Sabar, tinggal hitungan bulan lagi setelah itu kita lulus." Kata Zarine.


"Iya, Za bener." Sahut Akifa yang sibuk memakan kacangnya.


"Makak mulu Lo perasaan." Ucap Alfi dengan menggelengkan kepalanya heran.


"Biar fokus mikir nanti pas ngadepin soal." Alasan tak masuk akal Akifa.


"Hehehehe, ada-ada aja, emang bisa kaya gitu?." Kekeh Zarine.


"Bisa lah, kalo kita banyak makan otak kita lancar mikirnya." Kata Akifa.


"Alasan konyol." Celutuk Abhi.


"Emang ada teori kaya gitu Yang? Kok aku ngga tau sih?." Abdiel dengan polosnya dan menyomot kacang yang akan dimakan Akifa.


"Kagak ada kayak gitu Diel, istri Lo tuh cuma ngarang, hehehehe." Kekeh Alfi menjelaskan.


"Ujian bakal sukses kalo Lo belajar." Kata Abhi.


"Iya Pak Guru, siiap." Celutuk Akifa dan Abdiel kompak.


Kemudian mereka semua tertawa pelan dengan tingkah masing-masing yang sangat absurd itu.


Bel masuk berbunyi.


Siswa siswi masuk ke dalam ruangan masing-masing.


Sama seperti ujian-ujian bulan lalu.


6 serangkai barada disatu ruangan yaitu ruang 12 dilantai 1.


Seluruh kelas melaksanakan ujian dengan tenang dan fokus.


Tempat duduk diacak menurut absen.


6 serangkai satu ruangan tapi tidak satu bangku.


Waktu terus berjalan.


Sudah 2 mata pelajaran yang terlaksana.


Sebentar lagi bel istirahat berbunyi.


"25 menit lagi bel berbunyi, periksa kembali lembar jawaban kalian, jangan sampai ada soal yang tidak kalian kerjakan, cek juga biodata kalian, jangan sampai ada yang terlupa tidak di isi!." Kata petugas penjaga ujian.


25 menit berlalu.


'Ring... ring... ring... .'


"Kumpulkan!." Seru Petugas.


Semua siswa berdiri dari duduknya kemudian berjalan kedepan mengumpulkan soal.


Setelah mengumpulkan soal semua murid keluar ruangan untuk makan siang.


Dikantin bangku pojok.


"Huaaaa!!, Gua deg-deg an nih." Kata Akifa.


"Deg-deg an kenapa?." Tanya Zarine.


"Kalo nilai Gua anjlok gimana?, atau jawaban Gua ngga tepat gimana?." Panik Akifa.


"Ngapain kamu panik sih Yang?, lagian tumben banget kamu ngga percaya sama jawaban kamu sendiri?." Tanya Abdiel dengan mengusap pucuk kepala istrinya itu.


"Aku pengen nilai ujian kali bener-bener sempurna." Kata Akifa.


"Emang biasanya nilai Lo ngga sempurna?." Tanya Alfi.


"Bagus sih, tapi Gua ujian selama ini ngga pernah belajar, cuma beruntung aja." Jawab Akifa.


"Tenang Yang, kamu ngga belajar aja nilainya bagus, apalagi kalo belajar, bismillah usaha ngga akan mengkhianati hasil." Abdiel memberi semangat pada sang istri.


"Bener tuh kata Abdiel." Celutuk Abhi membenarkan Abdiel.


Setelah makan siang.


Bel tanda ujian mata pelajaran terahir hari ini berbunyi.


Siswa siswi masuk ke ruangan masing-masing.


Pukul 11.00 siang.


Ujian selesai dan dilanjutkan besok.


3 keluarga junior berkumpul dirumah Rafka-Zarine.


Tepatnya di ruang santai


Para perempuan memasak di dapur.


Sedangkan laki-laki main PS di depan TV.


Suara Qiroah masjid terdengar.


"Ayo pada mandi semua, habis mandi sholat terus makan siang." Suruh Akifa.


Para laki-laki menurut.


Di rumah Rafka-Zarine ini sama seperti di rumah Mama Papa nya Rafka.


Sama-sama punya banyak kamar untuk keluarga mereka menginap.


Mereka masuk dikamar yang sudah disediakan.


Setelah membersihkan diri, mereka ber 6 sholat dzuhur.


Selesai sholat mereka makan si di rumah Rafka-Zarine.


Pukul setengah satu siang Abhi-Alfi dan Akifa-Abdiel pulang ke rumah masing-masing.


Rumah 3 keluarga junior ini hanya berbatas pada pagar tanaman yang tingginya hanya sebatas dada pemiliknya.


Hanya jalan kurang lebih 10 langkah saja sudah sampai di rumah masing-masing.


Rumah mereka di jadikan satu itu karena permintaan Zarine, Akifa, dan Alfi.


Di rumah Rafka-Zarine sepi.


Hanya terdapat 3 ART perempuan didalam rumah, 2 ART laki-laki pengurus kebun dan kolam, serta 2 lagi pengurus keamanan.


Rafka-Zarine sendiri sekarang ada di kamar sedang belajar untuk ujian esok.


Membaca buku dengan rebahan di atas ranjang.


Padahal mereka tau, jika membaca dengan posisi tidur itu tidak baik untuk kesehatan mata, tapi mereka dasarnya kamu rebahan jadi malas jika belajar sambil duduk😂.

__ADS_1


Di tengah fokusnya belajar.


Rafka mengganggu Zarine.


Rafka merentangkan tangannya tepat mengenai buku yang dibaca oleh Zarine.


"Yang?." Tegur Zarine.


Dia tau kalo suamiany itu sedang mengajaknya bercanda.


Zarine memindahkan lengan kekar Rafka ke samping tubuhnya dan kembali mambaca buku.


Belum ada 5 menit Zarine membaca, dia kembali diganggu oleh tangan Rafka.


Suaminya itu mengambil buku yang dibaca oleh Zarine.


Zarine tersenyum kemudian menatap Rafka yang memejamkan matanya disampingnya.


"Ada apa? Hmm?." Tanga Zarine dengan menghadapkan tubuhnya ke arah sang suami.


"Kamu ngga bosen baca terus?." Tanya Rafka yang ikut menghadapkan tubuhnya ke arah Zarine.


"Kita kan lagi ujian, ya harus belajarkan? Kalau belajar ya harus membaca buku." Kata Zarine.


"Aku bosen, kita keluar yuk." Pinta Rafka manja pada Zarine.


Dia menelusupkan kepalanya pada dada Zarine dan unyel-unyel gemas disana.


Zarine kegelian, dia tertawa cekikikan dan meminta Rafka untuk berhenti.


"Emang mau kemana?." Tanya Zarine setelah berhenti tertawa.


Zarine menyisir lembut rambut Rafka dengan sela jarinya, dan itu membuat Rafka nyaman.


"Kemana aja." Jawab Rafka.


Zarine menatao cuaca di luar dari kaca jendela kamar.


"Di luar panas, kita di rumah aja." Jawab Zarine.


Rafka memeluk Zarine makin erat.


"Ya udah kita tidur aja." Putus Rafka.


"Ide bagus." Kata Zarine yang di akhiri dengan kekeh.


Setelah itu, mereka berdua terlelap dalam tidur nyenyak dan saling memeluk.


-


-


-


-


6 hari sudah ujian terlaksana.


Jum'at ini mereka ujian terakhir plus akan ada pengumuman libur sekolah.


"Assallammu'allaikum, selamat siang semuanya!." Sapa Wali kelas 12 IPS 1.


6 serangkai kali ini sudah kembali ke kelasnya.


"Wa'allaikum sallam, siang juga Bu." Jawab kompak seuruh kelas.


"Siang ini saya akan memberi kalian undangan untuk wali murid kalian, di undangan ini juga, ada perjelasan tentang liburan kalian." Jelas panjang lebar wali kelas.


Lalu wali kelas membagikan undangannya.


Setelah menerima undangan mereka smua pulang.


"Ini hari jum'at Sayang." Kata Abdiel.


"Ouh iya ya, sory lupa." Cengir Akifa.


Mereka pulang kerumah masing-masing.


Sampai dirumah.


Rafka membersihkan tubuh, ganti baju dengan baju kokoh dan sarung, kemudian pergi ke masjid komplek bersama Abhi dan Abdiel.


Di rumah, Zarine memasak, setelah itu mandi, ganti baju, lalu sholat dzuhur.


Pukul 12.30 Rafka pulang kerumah.


Suami Zarine itu langsung menuju meja makan.


Zarine disana sedang mempersiapkan makanan.


"Hai? Duduk gih, biar aku ambilin makan bentar lagi." Suruh Zarine yang di balas senyuman manis oleh Rafka.


Zarine menyiapkan makan untuk Rafka.


"Ayo makan." Ajak Rafka.


"Iya ini mau makan." Jawab Zarine sudah ambil piring.


"Tunggu!." Seru Rafka menghentikan Zarine ingin mengambil nasi.


"Apa?." Tanya Zarine dengan tersenyum manis menatap Rafka.


Tanpa menjawab, Rafka menarik Zarine untuk duduk dipangkuannya.


"Astaughfirullah!." Kejut Zarine.


Rafka menyendok nasi dan lauk lalu menyuapkannya pada Zarine.


"Buka mulut." Kata Rafka lembut.


"Aku bisa ma-."


'Hap.'


Rafka menyuapkan nasi dengan lembut sebelum Zarine selesai bicara.


"Hehehe, maaf." Kekeh Rafka.


Zarine tersenyum dengan menguyah dan menganggukkan kepala tanda memaafkan Rafka.


"Kamu kenyang makan sepiring berdua?." Tanya Zarine.


"Kenyang." Jawab Rafka singkat.


"Buka mulut." Suruh Rafka lagi.


Zarine menurut dan kembali makan dari suapan Rafka.


Setelah selesai makan.


Rafka membantu Zarine membersihkan meja makan, sedangkan Zarine mencuci piring.


-


-


-

__ADS_1


Malam sabtu ini, 6 keluarga senior, Bang Rafa, Bang Idan, serta 3 keluarga junior berkumpul di rumah Rafka Zarine


Mereka sudah membuat janji sore tadi.


Semuanya berbincang setelah sholat isya' dengan duduk di ruang santai rumah Rafka Zarine.


6 serangkai memberikan undangan yang mereka dapat dari sekolah pada para orang tua.


"Rapotannya hari kamis depan, terus liburannya gimana dong?." Tanya Mama Akifa.


"Gini aja, anak-anak biar berangkat dulu an, nanti kita yang tua-tua nyusul." Usul Ayah Zarine.


"Berarti kita akan berangkat dengan 2 travel." Kata Papa Rafka.


"Iya udah gitu aja." Setuju lainnya.


"Besok kalian urus segala keperluan kesana, minggu pagi ba'da subuh berangkat." Kata Ayah Zarine.


"Bang Idan tanya in ke Tika, dia dibolehin pergi ama kita?." Tanya Akifa.


"Iya nanti aku telepon." Angguk Bang Idan.


"Bang Rafa juga, pastikan kalo Kak Raina beneran ikut!." Seru Alfi.


"Pasti!." Jawab Bang Rafa mantab.


Seluruh orang di ruang santai itu membicarakan persiapan libuaran hingga malam hari.


Pukul 22.00 malam semuanya masuk ke kamar masing-masing di rumah Rafka Zarine, mereka semua memutuskan menginap sampai anak-anak mereka berangkat minggu pagi besok.


Di kamar Bang Idan.


Bang Idan berbaring dengan membuka ponselnya.


"Semoga dia online." Monolog Bang Idan.


Bang Idan membuka aplikasi berwarna hijau miliknya, lalu mengecek room chatnya dengan Tika.


"Masih On." Girang Bang Idan.


Dia buru-buru mengirim pesan.


Bang Idan : 'Malam Tika.'


Tika di kamarnya tersenyum senang dengan jantung yang berdetak cepat mendapat pesan dari Bang Idan.


"Allahu Akbar, tenang Tika, tenang." Segesti Tika pada dirinya sendiri.


Tika membalas pesan Bang Idan.


Tika : 'Malam juga Kak.'


Bang Idan yang mendapat balasan dari Tika, dia senang bukan main.


Dia sampai lupa tujuannya mengirim pesan pada Tika.


Bang Idan : 'Kok belum tidur?.'


Tika : 'Belum ngantuk, Bang Idan juga belum tidur.'


Bang Idan : 'Aku ada urusan sama kamu.'


Tika : 'Apa?.'


Bang Idan : 'Minggu pagi ini tanggal 19 Desember kita jadi ke Lumajang, kamu udah dapet ijin atau belum?.'


Tika : 'Udah dapet kok Kak, tapi Mama Papa maunya salah satu dari kalian yang ngomong minta ijin ke mereka.'


"Ribet juga yak, oklah biar Gua aja." Kata Bang Idan.


"Semoga Kak Zaidan mau ijinin ke Mama Papa, aamiin." Doa Tika di dalam kamarnya.


Bang Idan : 'Ouh, iya deh, in syaa allah besok aku bakal kesana, sekalian mau pesen travel untuk kepergian kita semua nanti.'


Tika : 'Ok, Tika tunggu Kak.'


"Aduhhh, ngapain Gua ngirim pesan kek gitu." Rutuk Tika malu dengan tingkahnya.


"Hehehe, tenang aja Tika, pahlawan berkuda putihmu akan datang meminta ijin pada orang tuamu, apa an dah Gua, alay." Bang Idan tertawa sendiri mendengar omongannya sendiri.


Tika : 'Ya udah Kak, ini udah malem, Tika pamit dulu, good night Kak Zaidan.'


Bang Idan : 'Good night'


"Berasa kaya orang pacarab aja Gua." Kata Bang Idan dan Tika bersamaan tapi di tempat yang berbeda.


Bang Idan dan Tika Off kemudian mereka tidur.


Di kamar sebelah Bang Idan.


Bang Rafa berkirim pesan dengan Raina.


Bang Rafa : 'Malam Rain.'


Raina : 'Malam juga Raf.'


Bang Rafa : 'Kita ke Lumajangan tanggal 19 Desember minggu ini, penginapannya gimana?.'


Raina : 'Udah beres, Shita udah siapin segalanya.'


Bang Rafa : 'Kamu sekalian aja besok nginap disini biar berangkatnya minggu ngga usah jemput-jemput.'


Raina : 'Ngga papa emangnya?.'


Bang Rafa : 'Ya ngga lah Rain, kita tidur di rumah adek ku, di sini juga para orang tua ikut menginap.'


Raina : 'Oke kalai gitu, ngga bakal ngerepotin kah?.'


Bang Rafa : 'Engga Raina.'


Raina : 'Iya deh aku ikut nginap disana, tapi apa para orang tua, adek kamu, dan teman-temannya ngijinin?.'


Bang Rafa : 'Mereka makin seneng kalo ada anggota baru yang hadir ditengah kita semua, udah ngga usah pusing, sekarang kamu tidur aja, besok agak siangan aku jemput, ouh iya gimana soal kerjaan?.'


Raina : 'Aku udah dapet ijin sampe tanggal 3 Januari.'


Bang Rafa : 'Baguslah, sekarang tidur gih, good night.'


Raina : 'Good night.'


Bang Rafa dan Raina off.


Setelah itu mereka tidur.


-


-


-


-


Bersambung...


Like & komennya ditunggu


Maaf ngga nyambung😢🙏

__ADS_1


Jaga kesehatan selalu readers


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2