
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU
MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
Terlihat di ranjang istri Rafka itu duduk sambil makan buah dalam muka yang tertekuk cemberut.
"Eh? Istri aku kok bangun sih? Udah dari tadi kah?." Tanya Rafka sambil mendarat kan tubuh nya di empuk nya kasur king size di dalam kamar itu.
"Dari mana kamu?." Tanya Zarine ketus dengan memanyun kan bibir nya.
"Hahahaha... ngambek yah? Utututu... lucu banget bibir nya kalo lagi ngambek gitu." Goda Rafka dengan tawa nya.
"Aku bangun kamu udah ngga ada, kemana aja?." Tanya Zarine tak mengindah kan goda an dari sang suami.
"Dari duduk di taman belakang sama para tetuah, Bang Rafa tadi juga telepon ngasih kabar kalo dia udah sampe di tujuan." Beri tahu Rafka detail.
Zarine meletak kan piring berisi buah dari depan perut nya beralih ke meja nakas di sebelah nya.
Badan nya melorot ikut berbaring di sebelah Rafka.
"Alhandulillah deh kalo Bang Rafa udah sampe, ayo peluk aku, ngantuk." Pinta Zarine amat manja.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Istri siapa nih? Kok manja banget sih?." Tanya Rafka sambil menaik turun kan alis nya.
"Ck! Males ah! Udah sana pergi aja kalo gitu." Suruh Zarine dengan mendorong-dorong tubuh Rafka sang suami yang sayang nya tak ada pengaruh nya sama sekali.
__ADS_1
Rafka malah tertawa terbahak, kemudian calon Ayah itu memeluk istri nya erat sampai Zarine memukul-mukul dada bidang Rafka pelan.
"Dah jangan ngambek, iya maaf deh maaf, ayo tidur, duh bumil satu ini manja dan sedikit sesitif yak." Ujar Rafka sambil mengelus kepala dan punggung Zarine pelan.
"Jangan banyak cakap! Aku denger!." Sungut Zarine sambil membekap mulut Rafka dengan tangan mungil nya.
"Hehehe... iya-iya ibu negara, ayo tidur." Ucap Rafka dengan lembut.
"Yang?." Panggil Zarine dengan mendongak kan kepala nya menatap mata Rafka penuh cinta.
"Hm?." Sahut Rafka dengan membalas tatapan penuh cinta milik Zarine sang istri.
"I Love You." Ucap Zarine tulus di sertai kecupan bibir di pipi Rafka.
"Ck! Nanggung banget cium nya di pipi, seharus nya di sini." Tunjuk Rafka pada bibir nya.
"Itu sih mau kamu, aku ngga mau cium di sana, entar minta nya lebih lagi, males!." Cetus Zarine cepat menolak permintaan suami tercinta nya itu.
"Hahaha... tau aja sih istri ini mau nya aku apa, dah tidur gih, Lobe you too istriku." Ucap Rafka sambil tersenyum.
2 sejoli ini pun tidur lelap.
Di kamar Bang Idan Tika.
Bang Idan baru keluar kamar mandi dan langsung membaring kan tubuh nya di sebelah Tika sang istri yang tengah tertidur pulas.
Merasa ada pergerak kan di sebelah nya Tika mengerjap kan mata nya dan menatap Bang Idan di sebelah nya.
"Kamu dari mana? Kok jam segini masih ke bangun?." Tanya Tika dengan suara khas orang bangun tidur.
Tika tak menjawab pertanyaan Bang Idan sang suami dan malah mendekat kan tubuh nya ke arah Bang Idan untuk memeluk Bang Idan.
"Kamu ngga ganggu kok, ayo tidur, aku ngantuk banget." Ujar Tika menjawab dengan di iringi dengan senyum manis nya.
"Besok kita berangkat, kamu pasti sedih karena itu yah?." Tanya Bang Idan memeluk Tika erat dengan mengecupi pucuk kepala istri tercinta nya ini.
"Ya jelas lah aku sedih, aku bakal pisah sama Zarine, Akifa, Alfi, terus yang utama aku bakal pisah sama Mama Papa, kan sedih, waktu nya di sana ngga nentu lagi sampe kapan, sedih banget lah aku." Panjang lebar Tika menjabar kan isi hati nya yang paling dalam.
"Kalo bisa ngha ikut kok." Cetus Bang Idan memberi pilihan pada sang istri.
"Terus? Ngebiarin kamu di sana di embat sama cewek bule gitu?! Kagak ada! Mau kamu ke alam barzah sekali pun, aku bakal tetep ikut, kalo perlu pas kita mati makam kita di jadi in satu kaya Suzzana sama Kakak dan anak nya!." Seru Tika berucap sampai membawa-bawa Ratu Horor di TV itu.
"Hus ah! Kalo ngomong!." Rungut Bang Idan tak mengukai ucapan Tika calon ibu dari anak nya itu.
"Hehehe... tapi aku seriua yang tadi itu, ngga ada LDR, aku bakal ikut kamu kemana pun dan di mana pun." Keputusan seorang Tika sudan bulat bak bola pimpong.
"Istri aku aja udah sempurna, ngga mungkin aku ngelirik cewek bule di sana, yang ini aja udah buat pusing, meski pun lahir batin aku kuat dalam berpoligami, tapi aku ngga mau yang lain selain kamu." Gombalan receh milik Bang Idan keluar.
"Gombal." Ketus Tika berucap, tapi dapat di lihat jelas oleh Bang Idan bahwa pipi Tika memerah malu, istri Bang Idan itu menelusup kan kepala nya ke dada bidang sang suami untuk menyembunyi kan rona merah di pipi nya.
"Hahaha... masih malu-malu rupa nya, tunjukin dong muka malu-malu nya." Bang Idan gencar menggoda Tika.
__ADS_1
"Huts! Udah ayo tidur, dah malem nih." Tika mengalih kan pembicaraan nya dengan Bang Idan.
Bang Idan yang tau bahwa Tika tengah mengalih kan pembicaraan, dia tertawa terbahak pelan dan kemudian dia memeluk Tika erat, lalu mereka berdua pun tidur dengan pulas dengan dengkuran halus di bibir masing-masing.
Malam semakin larut, semua orang tertidur pulas di bawah balutan selimut hangat yang melindungi tubuh dari hawa dingin dan nyamuk di sekitar.
Jarum jam berputar sesuai arah waktu nya, tak terasa waktu sahur telah tiba, yaitu tepat pukul 02.30 dini hari, semua orang bangun meski sebenar nya masih mode mengantuk.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
B E R S A M B U N G . . .
Lanjut besok ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
__ADS_1
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.