
"Emang Akifa kasih apa ke Sari?." Tanga Rafka meminta jawaban detail.
"Lingerie." Gumam Zarine lirih yang sayang nya dapat di dengar Rafka.
"Buahahahahaha... ." Tawa Rafka pecah dan Zarine makin menekan kepala nya di dada Rafka.
"Haduhhh... dasar yah, ngga laki ngga bini nya, sama aja, sama-sama berotak mesum, hahaha." Tawa Rafka sudah sedikit mereda.
"Tau tuh, aku aja kalo inget malu sendiri." Cetus Zarine, dia melepas peluk kan nya dan sudah bisa duduk seperti semula.
"Kalo kamu aku beli in gitu an, mau pake ngga?." Tanya Rafka menggoda.
Dengan muka bersemu merah malu, Zarine menjawab "Kalo masih berwujud normal aku mau pakai, tapi kalo ngga normal, jangan harap aku mau pakai!." Tegas Zarine berucap.
"Ok, kapan-kapan kalo kita ke mall, ayo beli itu." Semangat Rafka berucap.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
Hari senin yang indah ini, seperti biasa, 7 serangkai pergi ke sekolah bersama dan kali ini mengguna kan mobil Rafka.
"Ini 'Ketiak' kemana?." Tanya Akifa sambil celingak celinguk mencari keberadaan istri Bang Idan itu.
"Assallammu'allaikum!." Salam Tika semangat.
"Wa'allaikum sallam." Jawab Rafka dan lain nya.
"Untung Lo cepet dateng, kalo engga udah kita tinggal Lu dari tadi." Cetus Akifa pada Tika.
"Hehehe... makasih udah nunggu in." Ucap Tika sambil cengengesan.
Mereka berangkat bersama.
Di dalam mobil suasana sedikit berisik yang di mulai dari suara Akifa.
"Ngomong-ngomong? Hadiah Gua di pakek ngga ya sama Sari?." Akifa bertanya-tanya, sebenar nya pertanyaan yang di lontar kan Akifa tidak membutuh kan jawaban.
"Stop ngomongin kado Mak Ipah! Malu sendiri Gua nya ih!." Seru Tika sambil menjewer telinga bagain kiri Akifa.
"Kita para cowok udah tau kok apa kado nya." Cetus tiba-tiba Abhi tanpa dosa.
"Kalo udah tau diem! Jangan ngumbar, kagak punya muka Gua rasa nya kalo inget isi kado nya Mak Ipah!." Sungut Tika sambil menoleh kan wajah nya ke arah jendela mobil.
"Hadiah Lo sendiri kan juga alat gitu an, Lo ngga malu emang?." Akifa membela diri dengan berniat memojok kan Tika.
__ADS_1
"Hadiah Gua wajar, cuma test pack dengan berbagai merk doang, ngga aneh-aneh!." Bela Tika tak mau kalah.
"Bener tuh, hadiah Tika masih wajar dan normal." Sahut Alfi ikut menimpali.
"Punya Gua juga normal tau!." Akifa mengatakan dengan bersungut-sungut jengkel.
"Normal apa an? Hadiah Lo ngaco! Masa kasih Sari li-." Belum selesai Tika berucap Alfi dan Zarine membungkam bibir nya erat hingga suara Tika hanya terdengar seperti gumaman.
"Ngga usah sebut merk Tika!." Peringat Zarine gusar.
Para pria yang mendengar perdebatan para wanita itu hanya diam saja sambil mengulum senyum menahan tawa agar tak pecah.
Pasal nya mereka tau apa yang sedang di bahas oleh para wanita itu.
Alfi yang mengetahui para pria menahan senyum tiba-tiba berbicara.
"Jangan senyum-senyum, senyum kalian pada jelek semua." Kata Alfi menusuk hati.
Kontan saja para pria berhenti tersenyum dan fokus pada kegiatan nya masing-masing, dan pada wanita melanjut kan perdebatan mereka yang tertunda tadi.
Di bagian kursi kemudi dan samping nya sekarang tengah di huni oleh Rafka dan Abhi.
Tentu Rafka yang mengendali kan mobil nya.
"Hari ini senin, pasti upacara merah putih nanti, kasih tau sama para cewek buat ngga usah ikut, apa lagi yang lagi hamil." Tegas Rafka mengintruksi pada Abhi.
"Hmmm... beres deh, biarin aja dulu mereka debat, nanti biar Gua yang kasih tau ke mereka dan Abdiel nanti bagian ijin ke guru BK." Kata Abhi berencana.
"Iya deh, Lo atur, Gua ngikut aja, yang penting beres." Pasrah Rafka pada sahabat nya yang satu ini.
10 menit perjalanan, dan mobil 7 serangkai pun sampai juga di parkiran khusus murid.
"Haih? Udah debat nya?." Tanya Abdiel iseng.
"Capek ngomong mulu, 3 lawan 1, jelas aja aku kalah." Jawab Akifa.
"Hahahaha... iya deh terserah kalian, ouh iya nanti ada upacara, kalian ada di kelas aja ngga usah ikut kegiatan itu." Kata Abhi mengintruksi.
"Nanti kita ijin apa sama Pak Tanto?." Tanya Tika.
Pak Tanto adalah guru BK SMA Merdeka yang terkenal killer.
"Abdiel nanti yang ijinin." Ringan Rafka menjawab.
"Uy! Enak bat tuh mulut kalo ngemeng? Pake alasan apa Gua ama Pak Tanto?." Frustasi Abdiel.
"Apa pun itu deh, Lo kan pinter buat alasan." Timpal Abhi.
"Iya deh iya, gampang lah kalo itu, ayo sekarang kita ke kelas dulu." Ajak Abdiel.
Pukul 06.50 bel tanda upacara bendera di mulai.
Sesuai rencana tadi, Abdiel meminta ijin pada Pak Tanto atas ke tidak ikutan Akifa, Alfi, Zarine, dan Tika di upacara pagi ini.
"Selamat pagi Pak Tanto yang ganteng." Sapa Abdiel basa basi.
"Pagi, ada apa?." To the point Pak Tanto.
"Pak pagi ini, is- eh maksud saya Akifa, Alfi, Zarine, sama Tika ngga bisa mengikuti kegiatan Upacara di karena kan mereka lagi ngga enak badan Pak." Kata Abdiel, hampir saja dia keceplosan menyebut istri pada Akifa.
__ADS_1
Pak Tanto memicing kan mata nya tanda tak percaya.
"Masa Bapak ngga percaya sama saya sih? Mereka ber empat juga murid yang ngga pernah absen upacara loh Pak, kali ini beneran Pak, mereka emang ngga enak badan, awal nya meraka ngga mau dateng ke sekolah, tapi karena kelas kita bentar lagi ujian jadi mereka memaksa masuk." Panjang lebar Abdiel menjelas kan.
Pak Tanto menaik kan alis kanan nya dengan memasang wajah datar nya.
"Beneran Pak, saya ngga bohong, serius ini, kalo perlu 2 rius deh." Sambung Abdiel dengan wajah yang di buat se serius mungkin.
Pandangan Pak Tanto makin menyipit.
'Kaya nya rayuan Gua gagal deh.' Batin Abdiel mulai berpikiran negatif.
"Ok, kali ini Bapak ijin kan." Cuek Pak Tanti berucap, tanpa menunggu jawaban Abdiel, beliau pergi.
"Terima kasih banyak wahai Bapak Tanto yang guanteng nya maksimal!." Seru Abdiel senang.
Pak Tanto tak menjawab; beliau cuek.
Entah apa yang ada di pikiran si Abdiel, dia sungguh tak takut pada Pak Tanto, malah bagi nya Pak Tanto amat sangat baik dan dia tak segan untuk bercanda bersama beliau, tapi bercanda yang tau batasan.
Setelah meminta ijin Abdiel berbaris bersama Rafka dan Abhi.
Seluruh sekolah melaksana kan upacara bendera, pukul 07.25 kegiatan itu pun selesai, semua siswa masuk kelas masing-masing dan melanjut kan kegiatan berkutat dengan lembar kerja siswa dan paket tebal-tebal lain nya.
-
-
-
-
-
Bersambung dulu ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.
__ADS_1