Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratua tigapuluh tujuh


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏🙏.


******************************


-


-


"Kaya nya anak nya Tika nih kalo cewek bakal jadi lambe turah deh." Tebak Abdiel.


"Biarin! Diem Lu!." Ketus Tika.


Di tengah lapangan.


"Apa kurang aku sam kamu sih Pras?." Tanya Sandra dengan bercucuran air mata.


"Gua tuh udah bosen sama Lu, yang nama nya bosen, masa harus di pertahanin sih?." Seringan dia bernafas di Pras tak mempeduli kan hati Sandra.


"Lo lupa dengan segala yang udah kita laluin bersama?." Tanga Sandra masih tak mau menyerah.


"Udah deh ngga usah ungkit masa lalu, udah ngga jaman." Acuh Pras.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


"Semudah itu Lo ngomong Pras?! Lo emang ngga punya hati yah?!." Bentak Sandra keras.


"Cih! Nyusahin aja." Decih Pras malas.


"Ini lah cewek, di baperin dikit udah klepek-klepek, emang dasar nya kalian semua lemah." Cibir Pras.


7 serangkai terutama Tika, Zarine, Akifa, Alfi marah.


"Wah udah kelewatan nih bocah." Ucap Akifa tak terima.


"Bener-bener minta di hajar nih anak." Sungut Tika berapi-api.


"Waduh! Perang dunia ke 7 di mau di mulai nih." Bisik Abdiel oada Rafka juga Abhi.


"Yang? Jangan ikut campur lah, kita ke kelas aja deh." Ajak Abhi pada Alfi.


"Enak aja, dia udah hina kita kaum perempuan, ini bukan lagi masalah pacar, tapi masalah kaum perempuan yang di hina lemah, kita ngga lemah tau, kalo lemah kita semua bakal mati pas ngelahirin kehidupan baru." Ketus Akifa berucap.


"Dan soal hati? Kalo cowok nya ngga ngasih harapan kita juga ngga bakal berharap atau klepek-klepek." Imbuh Zarine tenang.


"Udah lah Yang, jangan ikut-ikut nanti kamu lagi yang kena semprot, aku ngga mau yah kalo salah satu di antara kalian kena bentak, kita para cowok aja ngga pernah bentak kalian." Tegas Rafka berucap pada para perempuan di depan nya ini.


"Ck!." Decak kesal Akifa, Alfi, dan Tika, Zarine hanya memanyun kan bibir nya kesal.


"Ayo balik kelas." Ajak Abhi.


"Tunggu! Aku mau lihat ending nya." Cegah Tika.


"Astaghfirullah." Istighfar Rafka, Abhi, dsn Abdiel.

__ADS_1


Kembali ke pertengkaran Pras and Sandra.


"Lemah? Kalo bukan kamu yang kasih harapan aku juga ngga bakal se baper ini." Kata Sandra penuh penekanan pada setiap ucapan nya.


"Lo nyalahin Gua? Kagak salah?." Tanya Pras.


Di seberang lapangan tempat 7 serangkai.


"Terlalu bertele-tele, bosen." Komen Tika.


"Terus mau Lo apa Tik?." Gemes Abdiel.


Tanpa menjawab Tika maju ke arah Pras dan Sandra.


"Waduh perasaan Gua ngga enak nih." Ucap Abdiel.


"Ikutin kuy, takut aing." Ajak Akifa yang di angguki lain nya.


Di tengah Pras dan Sandra saling menyalah kan Tika dateng sambil berteriak se keras-keras nya.


"Diammmm!!!." Kata Tika.


Kontan saja satu lapangan diam dan beralih menatap Tika.


"Kalian berdua yang salah." Ujar Tika tiba-tiba.


"Mak-." Baru saja Pras akan bertanya Tika sudah menyela nya.


"Suttttt!!!, diam!!." Delik Tika pada Pras.


"Kalian sama-sama salah, dan apa kalian ngga malu berantem di depan umum kaya gini?." Tanya Tika.


"Dia-." Baru saja akan membela diri tapi Tika mencegah nya berbicara.


"Gua ngga butuh jawaban Lu kadal!." Sela Tika cepat.


Pras memasang wajah kecut nya dan diam kembali.


"Zarine? Ganti an, kamu ngomong gih ama nih dua curut." Pinta Tika.


"Kalian kalo berantem cari lah tempat yang sepi, jangan tengah lapangan gini, malu tau di tonton sama orang." Nasihat Zarine dengan suara yang lirih.


"Yang? Bubarin." Tegas Alfi meminta pada Abhi.


"Bubar semua!!! Tontonan dah habis!!!." Teriak Abhi menggemah, itu lah Abhi tanpa menunggu Alfi meminta 2 kali, dia langsung menuruti😂.


"Huuuuuuu... ." Sorak siswa siswi menggemah sambil berjalan membubar kan diri.


"Dasar! Ngga tau lagi asik apa."


"Tau nih sih 7 serangkai ganggu aja."


Begitu lah ocehan jengkel para siswa siswi.


Di lapangan hanya ada 7 serangkai dan 2 sejoli yang sedang berantem.


"Sekarang kalian mending ke rooftop, omongin segala nya di sama, jangan permalu in diri sendiri deh." Ketus Tika menasihati.


"Ouh iya, eh Lu kadal?!." Panggil Akifa pada Pras.


"Gua tadi ngga suka saat Lo bilang 'Kalian para wanita tuh lemah' inget boy, Lu lahir dari rahim siapa? Babe Lu? Di saring dulu kalo ngomong tuh, asal ngejeblak aja tuh mulut." Kesal Akifa mengutarakan uneg-uneg nya.


Pras hanya diam mendengar kan, malas debat mungkin.


"Lo belum pernah kena pukul sendal kayu yah?." Lembut Alfi berbicara. Dan Pras masih tak bergeming.


"Dah sana ke rooftop, satu lagi! Jan main kasar sama cewek, bayangin kalo Ibu Lo ada di posisi si Sandra, Lo sayang Ibu kan?." Tanya Akifa.


"Kadal buntung kaya dia, mana mungkin-." Belum selesai Alfi berucap, Pras telah memotong.


"Gini-gini Gua sayang banget ama Mama dan Adik Gua Kak." Jawab tegas Pras dan kemudian dia pergi sambil gandeng tangan Sandra keluar lapangan basket.

__ADS_1


"Wa'allaikum sallam!!!." Teriak Abdiel.


"Assallammu'allaikum." Ucap Zarine.


"Wa'allaikum sallam." Jawab Rafka dan lain nya.


"Loh? Kok aku yang ngucap salam sih?." Heran Zarine.


"Hahahaha... udah lah kuy masuk kelas." Ajak Tika.


Saat perjalanan ke kelas.


"Kalian ada yang aneh ngga sih?." Tanya Tika.


"Aneh gimana maksud nya?." Tanya balik Akifa.


"Denger ngga tadi kata Sandra? Yang bilang 'Lo lupa dengan segala yang udah kita lewati bersama?' kaya ada yang janggal aja gitu." Jelas Tika.


"Udah ah jangan mikir macem-macem, siapa tau yang di maksud Sandra tuh kenangan tentang mereka jalan bareng, makan bareng-." Belum selesai Zarine menjabar kan maksud nya, suami Akifa menyela nya.


"Dan berkeringat bareng." Sahut Abdiel.


"Huts!." Seru Akifa yang reflek membekap mulut Abdiel.


"Dasar suami kagak ada akhlak!." Umpat Akifa.


"Eh? Apa? Aku kan cuma nambahin aja Yang." Bela Abdiel.


"Adoh... hari yang Gua pikir hari tenang, eh sekarang malah sebalik nya, ada aja masalah." Keluh Alfi yang sedari tadi tak berkomentar, hanya diam mendengar kan.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung dulu ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.

__ADS_1


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2