
Ini Part waktu Sari sama Roy malam pertama, maaf Author taruh sini, soal nya pernah kena tolak, judul nya aja Seratus Limabelas, ini udah 2 bulan yag lalu😭 maafin author ya readers😭😭😭
"Aku nya ngga bebas masak nya Yang." Jelas Sari.
"Aku bakal tetap di sini." Keukeuh Roy dan dia makin mengerat kan peluk kan nya.
"Ok ok kalo gitu." Pasrah Sari kemudian.
Kegiatan memasak Sari jadi terganggu karena ulah bibir dan tangan Roy.
Setelah lama berkutat dengan dapur dan segala drama nya, masak kan Sari pun telah selesai.
Dia dan juga suami tercinta nya menikmati makan malam berdua.
20 menit kemudian mereka selesai makan, Sari mencuci piring mereka, untuk perabot masak yang di pakai Sari tadi, itu sudah du bersih kan oleh para ART.
Roy mengajak Sari untuk naik ke kamar mereka dan beristirahat.
-
-
-
L A N J U T A N
P A R T
K E M A R I N . . .
P A R T
I N I
B A N Y A K
M E M B A H A S
R O Y ♡ S A R I
T E N T A N G (S E N S O R)
P A S T I T A U L A H Y A😂😂
-
-
-
Sari saat ini sedang ada di kamar mandi, dia mondar mandir di dalam kamar mandi.
"Keluar? Jangan? Keluar? Jangan?, haduhhhhh malu benget aku." Kata Sari bimbang.
'Tok... tok... tok... .' Pintu kamar mandi di ketuk oleh seseorang, dan siapa lagi dia kalo bukan Roy.
__ADS_1
"Yang? Kamu ngapain di kamar mandi? Udah 20 menit loh kamu di sana, ngga ada rencana tidur di dalam sana kan Yang?." Tanya Roy menggoda Sari, di balik pintu kamar mandi itu, terkekeh sendiri.
'Ish! Dasar Roy! Masih sempet aja sih dia goda in aku? Duh... aku harus gimana?.' Bingung Sari.
"Yang? Ayo keluar, mau sampe kapan kamu di dalam? Tidur di kasur aja Yang empuk, jangan di bathup nanti pegel-pegel loh badan nya." Kata Roy lagi.
"Iya!! Bentar lagi aku keluar!! Kamu tunggu di ranjang aja!!." Balas Sari sedikit mengeras kan suara nya.
'Balas dulu aja deh suara, biar dia ngga nunggu di depan pintu.' Batin Sari bergumam.
Sari tak keluar-keluar dari kamar mandi karena dia malu dengan apa yang di pakai sekarang.
"Dasar Akifa otak mesum! Kok bisa sih dia punya pikiran kasih kado kaya gini ke aku? Mana Roy tau lagi, kan aku di suruh pake jadi nya, padahal aku mau simpen baju ini aja, eh? Bukan baju ding tapi jaring ikan nelayan, hahaha." Tawa Sari terdengar lirih.
Wanita yang bergelar istri Roy itu memakai baju hadiah dari Akifa tadi, dia sebener nya tidak ingin memakai nya, tapi... mau bagaimana lagi, dia tak tega melihat raut memelas dari suami tercinta nya itu, dan Sari pun memutus kan untuk memakai nya, benar kata Akifa, nyenengin suami ngga ada salah nya.
Sari sebetul nya tidak ada alasan lain kecuali malu jika memakai baju berkain tipis, transparan, dan menunjuk kan lekuk tubuh nya ini.
"Huuuffffh, ok... udah lama banget aku di kamar mandi, saat nya keluar, meski malu melanda tak masalah lah, demi suami seneng." Monolog Sari sambil mengepal kan tangan dan mengayun kan nya ke atas.
Sari mulai memegang knop pintu.
'Bismillah.' Batin nya mengucap doa dan dia pun keluar.
'Ceklek.' Pintu terbuka.
Terlihat di pandangan Sari, Roy sedang duduk bersandar di kepala ranjang sambil memain kan ponsel nya.
"Lama banget, kamu ngapain di dalam si Yang?." Tanya nya tanpa menoleh ke arah Sari.
Yang di tanya tak berniat menjawab, dia berjalan ke arah ranjang dengan langkah pelan.
"Yang kamu-." Pertanyaan Roy tak berlanjut, dia menatap Sari dari atas hingga bawah berulang-ulang.
Sedang Sari yang di tatap diam di tempat tak melanjut kan langkah nya, malu sudah menjalar ke seluruh tubuh nya.
Pipi nya sudah merah merona bak kepiting rebus, dia yang semula menatap Roy kini kepala nya tertunduk malu.
"Perfect." Puji Roy dengan nada bicara yang lirih tak terdengar oleh siapa pun selain diri nya sendiri.
Roy melangkah menghampiri Sari yang berdiri mematung agak jauh dari nya.
Istri Roy ini tau kalau Suami nya sedang melangkah mendekat ke arah nya.
'Duh, tau gitu aku pake jubah mandi aja dulu pas masuk kamar.' Rutuk Sari dalam hati.
'Grep!.' Tiba-tiba Sari di peluk oleh Roy.
"Kamu tambah cantik kalo pake baju itu." Bisik Roy dengan suara sexy.
"Aku malu." Cetus Sari.
Roy terkekeh mendengar 2 kata itu keluar dari bibir merah muda alami Sari.
Suami Sari itu sedikit melonggar kan peluk kan dan mengangkat dagu Sari yang tertuduk dengan jari telunjuk nya agar menatap mata nya.
__ADS_1
Roy mengecup kening Sari yang membuat sang istri memejam kan mata nya menikamati kecupan Roy yang menempel di kening nya.
Melihat Sari yang memejam kan mata nya, Roy menurun kan bibir nya berniat mencium ke dua kelopak mata itu, lalu berlanjut pada hidung Sari, kedua pipi Sari, dan kemudian Roy menempel kan kening nya ke kening Sari.
"Istri siapa sih ini? Kok cantik banget? beruntung banget deh ini yang punya." Ujar Roy memuji sanh istri tercinta. Pipi Sari merah merona mendapat pujian dari sang suami tercinta nya.
"Istri tetangga sebelah kali." Cetus Sari sambil menunduk kan kepala nya dan mengulum senyum manis nya.
"Hahahaha... wah wah masa punya tetangga sebelah sih." Tawa Roy menggemah.
"Yang? Aku... mau minta hak ku, kamu... ngijnin kan? Aku ngga masalah kok kalo kamu ngga mau, aku bisa tunggu beneran deh." Panjang Roy berucap.
Sari tersenyum kemudian dia memeluk Roy dan berjinjit mengecup sekilas bibir sang suami.
"Aku ijinin." Kata Sari dengan senyum manis nya lalu dia memeluk Rou erat.
Dan yang seharus nya terjadi pun terjadi, pengantin baru itu melakukan hal yang biasa terjadi di malam pertama.
Sampai pada pukul 00.20 lewat tengah malam, kegiatan mereka baru selesai.
Sari sudah terlelap dalam mimpi dan Roy memeluk nya sambil mengecup kening Sari pelan dengan mengecap.
"Thanks my wife, love you." Ucap Roy tulus sambil mengecup kening Sari yang terlelap karena kelelahan.
-
-
-
-
-
Bersambung... .😂😂😂😂
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
__ADS_1
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.