
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
"Itu pasti dan wajib, di mana ada Kak Rain di sana harus ada Pamungkas." Tegas Pamungkas yakin.
"Ya sudah lah nginep aja." Ujar Mommy Za mengusap kepala Pamungkas lembut penuh kasih sayang.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
Pamungkas mengangguk kan kepala nya cepat.
"Dah sekarang kalian naik ke kamar masing-masing sana, siap-siap buat sholat maghrib." Perintah Daddy Rafka yang di angguki oleh 7 orang di depan nya ini.
Angkasa kembali menggendong gadis kecil nya dan membantu nya masuk ke dalam kamar.
Di ruang santai hanya ada Mommy Za dan Daddy Rafka saja.
"Yang? Kamu ngomong gih ke para orang tua itu, mereka harus tau kalau anak-anak nginep di sini lagi, biar ngga khawatir." Suruh Daddy Rafka pada sang istri.
Tanpa di perintah dua kali, Mommy Za melaksana kan perintah suami tercinta.
Dia menghubungi para orang tua dari Agnez, Kristal, Albhi, Angkasa, dan Pamungkas.
'Tut... tut... tut... .' Telepon tersambung.
Sampai... .
"Halo? Assallammu'allaikum, ada apa Za?." Tanya para tetuah itu kompak bersamaan.
"Wa'allaikum sallam, wah wah kompak banget." Seru Mommy Za sambil terkekeh.
"Hahahah... iya kompak banget kita, ada apa Za?." Tanya Mama Akifa.
"Anak-anak udah pulang dan minta nginep di rumah, Pamungkas ngga mau pulang ke rumah soal nya Kak Rain kan di sini, dia bilang di mana ada Kak Rain di sana harus ada Pamungkas." Mommy Za menjelas kan se jelas-jelas nya.
"Wah wah wah... bucin banget anak nya Bunda Raina sama Ayah Rafa, hahha... ." Kata Mama Akifa menertawa kan ke bucinan Pamungkas.
__ADS_1
"Hahahaa... biarin lah semerdeka nya Pamungkas aja, asal ngga macem-macem." Cetus Ayah Rafa ikutan tertawa.
"Ya udah lah Za biarin aja anak-anak di rumah kamu." Mama Tika bersuara mengijin kan anak-anak menginap di rumah Mommy Za dan Daddy Rafka.
"Ok deh, aku cuma mau bilang itu, udah mau maghrib nih aku tutup dulu, assallammu'allaikum." Pamit Mommy Za meng akhiri telpon nya.
"Wa'allaikum sallam." Balas semua orang di seberang sana.
Adzan maghrib pun berkumandang, semua orang telah berkumpul di ruang santai.
"Para cowok nya ikut Daddy ke masjid, biar kan Mommy Za sama para gadis sholat di rumah." Ajak Daddy Rafka pada para cowok.
Hanya di jawab dengan angguk kan oleh para pria muda.
Daddy Rafka berjalan keluar rumah di buntuti oleh para pria muda-muda di belakang.
Di perjalanan menuju masjid Daddy Rafka juga para muda-muda bertemu dengan Papa Zaidan, Ayah Rafa, Ayah Cakra, Papi Abhi, dan Papa Abdiel.
Mereka semua ke masjid secara bersamaan.
Pukul 18.10 ba'da maghrib mereka semua pulang ke rumah masing, tapi di perjalanan... .
Para pria itu mengobrol ria, para pria itu saling merangkul dan berbicara serius.
"Kalian para cowok harus ketat-ketat jagain para wanita di rumah kalau kami semua ngga ada, ninggalin tanpa ada alasan." Nasihat Papa Zaidan serius.
"Bener kata Papa kamu Angkasa, apa lagi gadis kamu si Agnez itu anak nya hiper aktif, Ayah minta kamu jangan lepas pandangan ya Le sama dia, dia tuh ndak bisa diem anak nya, tolong, Ayah minta tolong jaga in gadis hiper aktif itu." Pinta Ayah Cakra pada calon anak menantu nya itu.
"Ya kalau si Agnez ngga perlu diminta Angkasa akan jaga in Om." Kata Angkasa yakin.
"Emmm Angkasa? Boleh Om bertanya lagi?." Ayah Cakra meminta ijin.
"Apa Angkasa mau kuliah di luar negeri?." Tanya Ayah Cakra pelan sambil menatap Angkasa lekat-lekat.
Angkasa balik menatap Ayah Cakra tak kalah lekat.
Dia tau apa pikiran pria paruh baya disamping nya ini, dia tersenyum kecil bahkan sangat tipis hingga tak terlihat oleh mata jika tak benar-benar mengamati nya.
Kemudian Angkasa menjawab.
"Angkasa bakal kuliah disini Om, Angkasa ngga mau jauh dari Agnez, ngga tau deh jadi apa kalau Angkasa jauh atau coba menjauh dari Agnez, ngga denger suara nya 1 jam aja kaya ngga punya energi gitu." Jujur Angkasa dari lubuk hati yang paling dalam.
"Alhamdulillah kalo gitu." Ucap syukur terpanjat kan dari mulut Ayah Cakra.
"Ini yang berangkat ke Jepang buat bisnis siapa aja?." Tanya Pamungkas ingin tau.
"Papa Zaidan dan Ayah Rafa ngga ikut." Jawab Ayah Rafa jelas.
"Nanti Pak Cakra juga bisa ikut kita jagain para wanita dan gadis, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, iya kan?." Kata Ayah Rafa berperibahasa.
"Nah bener tuh, bener banget." Balas Ayah Cakra sambil menganggukkan kepala nya cepat.
Lama berjalan para pria muda dan paruh baya ini sampai didepan gerbang rumah Mommy Za dan Daddy Rafka.
Angkasa, Pamungkas, Albhi, Damar, dan Daddy Rafka masuk ke dalam rumah.
Sampai diruang santai.
"Assallammu'allaikum semua!!." Teriak 5 pria itu kompak.
__ADS_1
"Wa'allaikum sallam." Balas 4 wanita diruang santai itu.
Pamungkas celinguk kan mencari Kak Rain.
Mommy Za yang paham tersenyum manis lalu berkata... .
"Belum pulang Kak Rain nya Pamungkas, bentar ba'da isya' kata nya pulang, kamu yang jemput mau ngga? Di Cafe Rainbow." Tawar Mommy Za lengkap menyebut kan lokasi kerja Kak Rain.
"Iya deh Aunty, ba'da isya' nanti Pamungkas jemput Kak Rain." Jawab Pamungkas senang.
"Emmm... Agnez boleh ikut ndak Mas?." Tanya Agnez yang duduk didepan meja yang di depan nya penuh buku.
"Ngga ada!." Bukan Pamungkas, tapi itu suara Angkasa, dia menjawab tegas permintaan Agnez.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung... .
Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.