Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus sembilanbelas


__ADS_3

"Tunggu!." Tapi langkah mereka teehenti karena seruan Tika yang tak terlalu keras itu.


"Ada apa sih Tik? Kasian tau cewek yang di dalam sana." Sungut Akifa.


"Iya kalo itu beneran suara manusia? Kalo hantu gimana? Kan takut." Kata Tika dengan wajah takut nya.


"Udah ayo kita liat dulu aja, jangan berburuk sangka, kalo emang bener hantu ya udah kita hadapi, ngga perlu lari nanti dedek bayi dalam perut bisa jatuh." Panjang Zarine berucap.


"Hah bener bat tuh! Ayo samperin." Ajak Akifa sambil menyeret Tika.


4 wanita yang ke kepo an nya sudah mencapai ubun-ubun nekat mendekat ke arah gudang sekolah yang telah lama tak di pakai ini.


'Brak!.' Alfi menendang pintu itu.


"Kalian!! Sedang apa di sini?!!." Teriak Akifa marah.


3 cewek di dalam sana terkejut dan spontan mendongak menatap Zarine, Akifa, Alfi, juga Tika.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


"Kalian ngapain di sini?!." Tanya Akifa tegas.


Di wajah nya terdapat guratan urat-urat yang menonjol karena marah.


3 siswi di sana terkejut dan berdiri tegap di tempat nya dan berlagak tak terjadi apa-apa.


"Ha... halo Kak." Sapa mereka kompak.


Zarine berjalan ke arah seorang gadis yang duduk bersimpuh di lantai kotor gudang itu.


"Kamu diapain aja sama mereka? Jujur! Aku ngga suka kebohongan!." Tegas Zarine.


"... ." Gadis itu diam dan hanya menangis tanpa suara.


Posisi nya sedang menunduk dan rambut nya menjuntai ke depan juga berantakan.


"Masih ada aja jaman sekarang pembully an." Cetus Zarine pelan.


"Kamu di bully kenapa sama mereka? Jangan takut ngomong, mereka bakal kena hukuman nya bentar lagi, jujur aja." Zarine membujuk siswi yang sedang duduk di lantai itu untuk berbicara.


Alfi, Akifa, Tika menatap 3 gadis yang berdiri agak jauh dari mereka dengan tatapan tajam.


Ini lah kegiatan yang di lakukan di gudang sekolah, di sini tidak ada CCTV karena guru mengira tidak akan ada yang datang ke tempat yang kotor itu, letak nya dengan gedung utama saja agak jauh, di sini juga tidak ada jalan tikus untuk para siswa lari dari sekolah, maka dari itu para guru tak memasang CCTV di sini.


Zarine mengangkat gadis yang sedang bersimpuh di lantai itu untuk berdiri.


Dia juga membenar kan rambut si gadis yang beranta kan agar dapat melihat wajah nya.


'Cantik.' Kata Zarine dengan tersenyum manis, dia perlahan mengusap air mata gadis itu.

__ADS_1


"Kalian ber 3 ikut Gua ke BK sekarang!." Tegas Alfi menunjuk ke 3 gadis di hadapan nya yang sedang meremas jemari nya takut.


"Kak?! Jangan Kak kita ngga mau!." Tolak si gadis yang berdiri di tengah ke dua teman nya.


"Kalian bertiga udah buat ulah! Enak aja mau di lepasin, ayo ikut!." Paksa Akifa dengan menarik tangan si gadis tengah.


"Le... lepas!." Dia menghempas kan tangan Akifa keras.


"Kita ngga salah Kak, dia yang mulai duluan, dia tuh udah ngerebut pacar aku!." Seru Gadis tersebut.


"Sandra." Sebut Alfi membaca name tag nya.


"Tanya anak sama yang di bully itu Za, apa benar dia kaya yang di bilang si Sandra ini." Suruh Alfi.


"Apa kamu melakukan yang di sebut Sadra?." Tanya Zarine lembut.


"Hiks... hiks... ." Hanya isak kan yang terdengar di telinga.


"Jawab jujur, kalo Lo bungkam itu sama aja Lo membiar kan diri Lo di injak sama mereka, jangan takut, kita bakal lindungin Lo kok." Alfi berseru tegas dengan pandangan mata ke arah 3 cewek di depan nya.


Gudang hening sesaat.


Lalu... .


"Aku ngga pernah ngelakuin apa yang di maksud sama Kak Sandra." Suara Gadis itu terdengar pelan mengalun di telinga.


"Ngga usah bo-." Ucapan Sandra terpotong.


"Diam!." Jengkel Alfi memotong omongan Sandra.


"Nama kamu siapa? Anak kelas berapa?." Tanya Tika beruntun.


"Nama ku Rida, aku anak kelas 10." Jawab Rida.


"Ngga usah basa basi deh, langsung aja bawa ke BK." Ujar Akifa.


"Tunggu dulu! Aku pengen denger dari Rida, kalo di sana pasti yang bicara mereka bertiga nanti." Kata Tika.


"Ayo jelasin semua nya ke kita di sini." Desak Zarine.


"Aku ngga pernah melakukan seperti yang Kak Sandra tuduh kan, aku ngga pernah menggoda pacar Kak Sandra, aku juga ngga pernah ganggu dia." Jelas Rida dengan sesengguk kan.


Sandra adalah anak kelas 11 yang berarti senior Rida.


"Emang siapa pacar nya Sandra?." Tanya Alfi cuek.


"Kak Pras, anak kelas 11 IPS 4." Jawab Rida.


"Playboy cap Kadal di rebutin, kaya kagak ada cowok lain aja." Jengah Tika.


Sandra yang memdengar tertunduk membenar kan.


"Otak Lo dimana San? Cowok kaya gitu Lo beratin, sampe-sampe ngebully anak orang! Jangan pake hati kalo ama cowok kaya dia, tapi pake logika!." Ketua Tika kembali.


Sandra hanya diam.


"Dan satu lagi Kak Sandra, aku ngga pernah goda-goda Kak Pras, dia sendiri yang mendekat, aku udah jaga jarak sejauh mungkin ama dia, tapi tetep aja dia mendekat." Panjang Rida menjelas kan.


"Gara-gara sepele aja sampe main bully-bully gini, sekarang giliran kalian ber 3 menjelas kan." Pinta Zarine tegas.


"Sandra? Lo duluan." Suruh Alfi.


"Aku... aku beberapa hari yang lalu liat dia boncengan sama Pras entah kemana, aku emosi Kak." Kata Sandra dengan tertunduk takut ke arah Alfi, Tika, dan Akifa, dia tak takut pada Zarine karena dia mengeluar aura perdamaian.


Tika, Akifa, dan Alfi menggeleng kan kepala pusing.

__ADS_1


"Cemburu rupa nya." Gumam Zarinw sambil mengelus dagu nya.


"Hadoyy... percuma Lo cemburuin si Pras, dia itu tabiat nya ngga bisa menetap pada satu cewek, Lo juga belum minta penjelasan sama Pras kan kenapa dia numpangin Rida, sekarang Lo Rida, jelasin kenapa sampe Lo boncengan sama Pras." Ujar Akifa meminta.


"Aku hari itu boncengan sama Kak Pras karena aku butuh tumpangan ke rumah sakita, hari udah sore banget saat itu, gerimis juga pas itu, cari angkutan umum susah, HP ku juga lowbet, Kak Pras nawarin tumpangan, dan... aku nerima, soal nya aku lagi di tunggu dokter di RS." Detail Rida menjelas kan.


"Ya udah, kita ke ruang BK sekarang, cerita kan kaya gini nanti sama Pak Tanto, kalo kalian melenceng sedikit aja... jangan harap bisa ikut ujian kalian ber 4, terutama Lo Sandra." Alfi mengancam.


"Hadohhh... kalian nih!! Masalah kecil aja di gede-gede in!." Cetus Tika pusing.


Mereka keluar dari dalam gudang dan bersamaan dengan datang nya Abdiel, Rafka, dan Abhi.


3 pria itu datang dengan nafas ngos-ngosan.


"Kalian kenapa baru sampe di sini? Habis lari? Kenapa lari-lati?." Tanya beruntun Zarine.


"Kita habis keliling nyari kalian ber 4." Jawab Abdiel setelah nafas nya normal.


"Ouh iya lupa kita ngga kasih tau posisi ke kalian hahahaha... maaf yah." Ucap Akifa tak merasa bersalah.


"Hayo kita ke ruang BK dulu nganterin 4 ciwi-ciwi ini." Ajak Zarine kemudian.


"Kita tunggu di taman belakang sekolah deh, capek kita habis lari-lari." Tolak Rafka.


"Ok, kita berangkat dulu, assallammu'allaikum." Salam Akifa.


"Wa'allaikum sallam." Jawab para cowok.


8 wanita itu berjalan meninggal kan area gudang.


-


-


-


-


-


Bersambung dulu ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.

__ADS_1


__ADS_2