Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus tujuhpuluh enam


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU


MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


Tika hanya meringis menampak kan gigi rapi dan putih nya sedang kan Bang Idan menggeleng kan kepala nya sambil terkekeh pelan.


Tika membuka mulut nya lebar dan suapan sayu sendok penuh mendarat di mulut Tika.


"Bang Idan?." Panggil Papa Tika.


"Iya Pa? Ada apa?." Tanga Bang Idan menampak kan wajah serius nya.


"Ini Papa bilangin dengan tegas ke kamu yah, kalo suatu saat nanti, suatu hari nanti kamu sudah tidak mencintai anak Papa lagi, tolong! Kembali kan dia kepada Papa, antar kan dia pulang kepada Papa dengan baik-baik, jangan kamu sakiti dia, kalo kamu sampe nyakitin anak Papa satu-satu nya ini, demi Allah Papa ngga ikhlas dan mungkin akan membalas kamu lebih dari kamu nyakitin Tika, camkan itu!." Tegas Papa Tika panjang lebar pada sang menantu.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


"In syaa allah cinta dan sayang Zaidan hanya untuk anak Papa ini, sampai Allah sendiri ambil nyawa Bang Idan, sekali pun Allah ambil nyawa Bang Idan, akan ku tunggu Tika datang ke dimensi yang sama dengan ku, kami akan berjalan berdua dengan bergandengan tangan." Bang Idan membalas perkataan Papa mertua nya dengan tegas. Dia juga mempratik kan kata 'Bergandengan tangan' dengan saling menaut kan tangan nya dan tangan Tika yang tengah duduk di pangkuan nya.


"Papa pegang kata-kata kamu barusan, jangan pernah ingari semua kata-kata mu tadi, memang bukan Papa yang akan membalas nya, tapi Allah yang akan wakilin Papa." Ujar Papa Tika lagi.


"Aduh! Subuh-subuh liat pemandangan kaya gini jadi baper dah." Ucap Akifa medramatisir.


"Udah, siap-siap sana buat sholat subuh bentar lagi imsak." Perintah Mama Tika yang di angguki lain nya.


Semua nya bersiap untuk sholat berjamaah di mushollah rumah Rafka Zarine.


Di kamar Bang Idan Tika.

__ADS_1


Tika duduk di tepi ranjang dengan memandang kosong ke depan. Dia juga sedang menunggu Bang Idan selesai mandi.


Di tangan nya terdapat bingkai foto diri nya dan Mama Papa nya.


"Yang? Kamu bersiap gih sana." Suruh Bang Idan yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk di leher nya.


Tika tak merespon dan diam saja.


'Huuufffhh.' Helaan nafas lelah terdengar dari hidung Bang Idan, pasal nya dia tau kalo sang istri tengah melamun kan suatu hal yang sudah di ketahui Bang Idan.


"Yang?." Panggil Bang Idan lembut.


Sontak Tika menoleh ke arah sang suami.


"Jangan di pikirin, kita masih bisa ketemu sama Mama Papa juga lain nya di sini kok, tenang aja." Bang Idan menghibur sang istri.


"Entah mengapa aku rasa nya berat mau ninggalin Mama Papa, aku ngerasa bakalan ngga ketemu lagi sama para tetuah, hati aku di landa gelisah, takut, dan cemas." Ungkap Tika detail tentang perasaan nya.


Bang Idan menarik tubuh sang istri ke dalam dekapan hangat nya, dia menenggelam kan kepala Tika di dada bidang nya, Bang Idan mengecup pucuk kepala Tika banyak kali.


'Aku juga merasa kan apa yang kamu rasa in Yang, tapi aku gimana lagi? Tega ngga tega, mau ngga mau aku harus ke London buat perusahaan aku kembali baik.' Batin Bang Idan bermonolog.


"Ok gini aja, gimana kalo kamu ngga ikut dan diem di sini aja sama lain nya." Tawar Bang Idan sekali lagi.


"No!." Tegas Tika menjawab tawaran Suami nya.


"Aku bisa berangkat sendiri, beneran deh, aku ngga papa kalo kamu ngga ikut." Lembut Bang Idan berucap.


"Kemana pun dan di mana pun kamu berada, aku tetep mau sama kamu, hanya mau sama kamu, dan cuma mau sama kamu." Kata Tika lagi sambil mengerat kan peluk kan nya pada Bang Idan.


Jam terus berputar, tak terasa sudah pukul 07.00 pagi.


Semua anggota keluarga telah berkumpul di ruang santai rumah Rafka Zarine.


Sudah ada 2 koper berukuran sedang di ruangan itu untuk Bamg Idan dan Tika siap berangkat.


"Cepet banget rasa nya waktu berputar." Sedih Akifa berucap, takada senyum di bibir Zarine, Akifa, Alfi sejak tadi setelah sahur sampai sekarang.


"Kita masih bisa video call an, lagi pula kita ngga selama nya di sana, sabar aja ya kalian para ciwi-ciwi, atau kalo memang kangen kalian ngga ketahan mau ketemu Tika, bisa juga minta ke London ama suami-suami kalian bawa ke sana, beres deh, ngga pakek ribet lagi." Panjang Bang Idan penjelasan.


"Hhuuh!." Dengus para wanita jengkel pada Bang Idan.


"Kita ke bandara nya jam berapa nih?." Tanya Abdiel.


"Ayo berangkat sekarang." Ajak Bang Idan.


"Kami ikut." Pinta Mama Tika.


"Mama dan lain nya tunggu sini aja, ngga usah ikut okay." Rafka memberi pengertian.


"Iya, biar Rafka Zarine yang nganterin kita, kita minta doa nya aja para tetuah untuk keselamatan di transportasi nanti." Ujar Bamg Idan menolak di antar.

__ADS_1


Para tetuah menghela nafas pasrah lalu mengangguk kan kepala meng iya kan.


Tika dan Bang Idan berpamitan pada Mama Papa dan juga lain nya.


"Tika di sana jangan bikin Bang Idan repot yah, kurangin manja nya, harus bisa mandiri, kalian ke sana ngga lagi liburan saol nya." Nasihat Mama Tika berbisik di telinga anak semata wayang nya ini.


"Iya Ma, in syaa allah Tika akan melakukan apa yang Mama sampai kan." Balas Tika dengan menyeka setitik air mata yang keluar dari pelupuk mata indah nya itu.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


B E R S A M B U N G . . .


Lanjut besok ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.

__ADS_1


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2