Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
S2 ==> NMKP 230


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


"Gimana cara nya biar Ksk Rain mau pindah, itu yang harus kita pikirin." Kata Bunda Raina.


"Kita omongin yang se jujur-jujur nya aja, apa susah nya, jangan bohong, kita omongin aja se jujur-jujur nya." Jawab serius Ayah Rafa.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Flashback malam hari saat Agnez dan Kak Rain sore nya ke rumah.


Pukul 22.30 di ruang baca masih di rumah Mommy Za dan Daddy Rafka.


Para Ayah baru saja memulai rapat itu, tapi meski sudah mulai pembukaan dan sambutan, para Ayah itu masih belum ke permasalahan pokok nya.


(Udah kek acara rapat resmi aja sampai-sampai ada sambutan dan pembukaan). #AuthorGesrek.


Beberapa menit berlalu, Papa Zaidan pun mulai berrbicara atas instruksi dari lirik kan yang di beri kan Daddy Rafka.


"Ok semua anggota rapat! Dengar! Tolong dengar kan, kalian pasti sudah tau apa apa tujuan kita berkumpul di ruanh baca di waktu yang hampir tengah malam ini." Basa basi Papa Zaidan.


"Kita di sini akan membahas tentang orang tua Agnez dan Kak Rain." Kata Ayah Rafa mempertegas bahasa Papa Zaidan.


"Mungkin jika Allah menghendaki Angkasa akan berpasang dengan Agnez, dan Pamungkas dengan Kak Rain, di sini kita akan membahas bukan tentang pernikahan tapi tentang kepindahan rumah keluarga Agnez dan Kak Rain." Jelas Papa Zaidan.


"Semua pasti tau kalau keluarga kita punya banyak musuh, bukan hanya banyak, tapi banyak sekali, dari sekian banyak sekali, hanya ada satu orang yang berani menganggu kita secara terang-terangan, yaitu Andre dan anak nya Haris, dendam Andre akan di balas kan oleh Haris, itu kenyataan nya, sudah terprediksi, bahkan anak-anak juga akan tau sebentar lagi hal itu." Panjang lebar Ayah Rafa berbicara menjelas kan semua permasalahan.


"Kita buka pendapat satu persatu dari kita, di mulai dari para wanita, apa kalian setuju jika keluarga Agnez dan Kak Rain rumah nya di tempat kan di lokasi yang sama dengan kita?." Celutuk Daddy Rafka bertanya.


Mama Tika sebagai calon Mama Mertua dari Agnez angkat tangan ijin berbicara.


"Aku setuju, itu juga yang terbaik untuk kita semua agar dapat mengawasi mereka dengan ketat." Papar Mama Tika yang berpikir mengguna kan logika.


"Hmmm... aku juga setuju banget kalo mereka semua ada satu perum dan satu komplek sama kita." Cetus Bunda Raina sambil tersenyum manis.


"Yang lain nya?." Tanya Daddy Rafka bertanya pada yanh belum mengutara kan suara nya.


"Ya kami semua di sini setuju sama apa yang di sampai kan Bunda Raina dan Mama Tika." Jawab Abdiel mewakili para wanita dan para pria.


"Nah karena sudah setuju, Papa Zaidan? Sudah menjadi tugas Anda untuk menghubungi Ayah dari calon anak menantu Anda." Dengan formal Daddy Rafka menyuruh Papa Zaidan menelpon Ayah Agnez.


"Aku ngga punya nomer nya." Singkat Papa Zaidan berucap.


"Nih." Papa Abdiel menyodor kan kartu nama di dekat tangan Papa Zaidan.


"Thanks." Ucap Papa Zaidan singkat.


Segera Papa dari Angkasa itu mengambil ponsel nya dan mencatat nomer Ayah Agnez lalu mulai menelpon nya.


'Tuttt... tut... tut... .'


Tertera tulisan berdering di layar ponsel.


Papa Zaidan sengaja men speakers ponsel agar semua orang mendengar.


Lalu... .


"Halo? Assallammu'allaikum? Dengan siapa? Ada yang bisa saya bantu?." Sapa Ayah Agnez di seberang sana dengan suara medok Jawa nya kental.


"Wa'allaikum sallam, apa benar ini dengan Bapak Cakra?." Tanya Papa Zaidan memasti kan, alias basa basi😂.


"Iya benar? Ini siapa?." Tanya Ayah Agnez lagi.


"Selamat malam Pak Cakra maaf menganggu malam-malam, saya Ayah Angkasa yang tadi sore meminta ijin agar Agnez di ijin tidur di rumah saya." Kata Papa Zaidan berbicara sopan dan formal.


"Ouh Pak Zaidan, halo Pak, ada apa yah?." Tanya Ayah Agnez to the point.


"Bisa kah kita bertemu di kantor saya hari senin lusa Pak?." Tanya Papa Zaidan meminta ijin.


"Wah boleh-boleh, pukul berapa Pak?." Tanya Ayah Agnez antusias.


"Pukul 9 pagi saja, itu pun jika Pak Cakra tak sibuk." Jawab Papa Zaidan.


"Ouh iya Pak saya usaha kan yah." Balas Ayah Agnez.


"Ya sudah Pak, sayang hanya ingin mengata kan itu, terima kasih." Ucap tulus terlontar dari bibir Papa Zaidan.


"Iya Pak sama-sama, ouh iya Pak? Tolong jaga putri saya yah, titip, hehehe... saya akhiri dulu Pak panggilan nya, assallammu'allaikum." Salam Ayah Agnez.


"Tenang aja Pak Cakra, Agnez aman sama saya dan istri saya di sini, wa'allaikum sallam Pak." Jawab Papa Zaidan sopan.


Panggilan pun berakhir.


"Semua dah beres." Senang Mama Tika.


"Belum lagi nih Tik." Bunda Raina di landa rasa cemas.


"Belum lagi? Kenapa? Apa yang belum beres?." Tanya Papa Zaidan.


"Calon nya Pamungkas belum setuju, bagaimana mau di kata kan beres semua? Tinggal dia saja nih, gimana?." Tanya Bunda Raina.


"Kita harus kata kan sejujur nya pada Kak Rain, usia dia sudah dewasa, sudah semesti nya dia tau, kalau untul Agnez dia masih sedikit ke kanak kan, sebaik nya di rahasia kan dulu." Kata Ayah Rafa menjelas kan.


"Ya sudah, kalau Kak Rain ke mari, atau di bawa ke mari oleh Pamungkas, baru kita bahas ini secara 4 mata dengan gadis manis itu." Putus Ayah Rafa.


Setelah rapat beberapa menit itu terjadi, para tetuah keluar dari ruang baca dan kembali ke dalam kamar masing-masing untuk istirahat mengistirahat kan badan mereka yang lelah.

__ADS_1


Flashback off.


Kembali ke hari ini, hari sabtu malam minggu.


Masih di teras depan rumah.


"Kita harus bikin Kak Rain mau nginep di sini malam ini, Bunda? Tolong yah." Ucap Ayah Rafa meminta bantuan sang istri tercinta.


"Siiap laksana kan Yah!." Seru Bunda Raina semangat.


Memang soal bujuk membujuk Bunda Raina dah juara nya, beliau ada orang paling sabar dari semua Ibu-ibu yang penyabar.


Kuy kita lihat apa yang tengah di perbuat oleh para muda-muda di teras depan.


Ternyata mereka tengah duduk di kursi panjang yang ada di teman.


"Kak Rain? Nginep sini dong, besok kan minggu, buat malam minggu ini aja dong Kak libur terus tidur di sini, kita pengen tau tidur sama Kak Rain, mau yah Kak." Bujuk Wulan.


"Iya Kak, tidur di sini dong sama kita, please yah mau yah Kak." Kristal ikut-ikutan membujuk Kak Rain.


"Hehehe maaf semua nya, ngga bisa, udah buat janji soal nya sama Pak Bos di Cafe kalau mau manggung malam ini, maaf banyak-banyak yah." Ucap Kak Rain menolak secara halus.


"Ya udah gini, kita ikut Kak Rain manggung, nanti pulang nya balik ke sini lagi, tidur di sini, minggu sore baru pulang, Agnez juga gitu loh, dia pulang besok sore." Wulan memberi ide yang bagus untuk semua orang.


"Jadi sambil nunggu in Kak Rain kerja kita malam minggu an juga, gitu ya Mbak maksud nya?." Tanya Agnez memperjelas.


"Nah! Pinter banget sihhh, Agnez... pengen nyubit deh jadi nya, gemes!." Celutuk Kristal sambil tangan nya hendak memegang pipi Agnez yang sedikit cubby.


Untung nya di halangi oleh Angkasa, jika tidak, maka tak tau lagi lah mau jadi apa nanti pipi cubby Agnez.


"Gemes ya gemes Kris, jangan nyakitin anak orang juga dong." Ujar Angkasa pelan.


"Ya kan aku cuma becanda dong, hehe... ." Kekehan bak orang tanpa rasa bersalah keluar dari bibir Kristal.


"Hehehe... ndak papa kok Mbak, ndak nyampe nyentuh juga tadi." Balas Agnez dengan cengiran khas nya.


Kak Rain tersenyum kecil melihat tingkah 3 orang itu yang menurut nya lucu.


"Kak Rain? Gimana? Mau yah? Soal Bunda tenang deh, beliau pasti ijinin bahkan seneng banget kalo Kakak nginep sini, ouh atau soal Bos Kakak itu? Biar Pamungkas nanti yang minta ijin ke beliau buat batalin janji." Panjang lebar Pamungkas berucap meyakin kan sang gadis nya itu.


"Kalo soal janji ngga boleh gitu aja di batalin Paijo! Dosa tau! Kak Rain kan masih mampu buat jalanin tuh janji, selagi mampu ngga boleh main batalin janji, kecuali kalo Kak Rain dalam kondisi sakit baru tuh boleh, atau Kak Rain dalam kondisi sulit banget, baru boleh di batalin." Papar Angkasa lengkap dengan penjelasan.


"Ya udah deh, ngga batalin janji deh, tapi nginep yah?." Paksa Pamungkas keukeuh.


Tiba-tiba... .


"Iya Kak Rain nginep aja, ada suatu hal juga yang mau Bunda sama lain nya omongin sama Kak Rain, penting! Jadi nginep aja yah?." Itu suara lembut Bunda Raina yang bicara.


Beliau juga ikut-ikutan memaksa Kak Rain menginap.


Anak dan Bunda memiliki sifat sama, sama-sama pemaksa, kalau udah mau nya ya mau nya, susah dah kalau gitu.


Bunda Rain dan lain nya tadi mendekat ke arah para muda-muda karena melihat mereka sedang membicara kan sesuatu hal yang seperti nya serius.


Karena penasaran, kepo, dan ingin tahu, akhir para tetuah mendekat.


Bukan hanya rasa penasarana saja sih para tetuah mendekat, mereka juga ingin jalan-jalan di sekitaran taman menginjak kan kaki ke atas hijau nya rumput yang di rawat oleh tukang kebun.


Kembali ke topik pembicaraan.


"Kami semua senang Kak Rain kalo Kakak mau nginep sini, udah yah nginep sini aja, besok sore pulang, Agnez juga gitu, malah dari semalam dia nginep nya." Mama Tika ikut menyahuti ucapan Bunda Raina.


"Tapi Rain kerja Bunda, Ma, semua nya, hari ini ada janji sama Bos Cafe, beliau nyuruh Rain buat manggung ganti in penyanyi lain nya yang lagi berhalangan kerja." Kak Rain masih membuat alasan.


'Papa Zaidan pasti udah tau nih soal Haris mau ke sekolah di SMA Merdeka.' Batin Angkasa, Pamungkas, Albhi, dan Damar dalam hati.


Mata mereka menatap Papa Zaidan dengan dalam.


Kemudian ke 4 pria itu mengangkat alis nya memberi isyarat bertanya, 'Papa udah tau kalau dia mau masuk SMA kita?.' Begitu kurang lebih.


Se akan memiliki ikatan batin yang dalam, se akan para Ayah itu paham bahasa isyarat para pria muda, merek mengangguk kan kepala sekali.


"Kak Rain? Mau kan?." Desak Bunda Raina pada calon anak mantu nya itu.


Dengan helaan nafas pasrah, Kak Rain pun mengangguk kan kepala nya mau.


"Iya deh Bun, Rain nginep." Ucap Kak Rain di iringi senyum manis.


"Alhamdulillah ya Allah." Ucap semua orang seneng terutama Pamungkas.


"Kak Rain jam berapa manggung nya?." Tanya Pamungkas.


"Ba'da isya' sampe nanti pukul 9 malam." Jelas Kak Rain detail.


"Hmm ok deh kalo gitu, kita semua bakal ikut Kakak ke Rainbow Cafe." Suara antusias dan semangat Wulan, Kristal, dan Agnez terdengar heboh di taman depan rumah Mommy Za dan Daddy Rafka ini.


Di tengah ke bahagiaan 3 gadi itu, Kak Rain di landa cemas dengan perkataan Bunda Raina bahwa ada yang ingin beliau semua sampai kan.


'Apa yah yang akan di sampai sama para orang tua ini? Apa kau tak boleh main bersama Pamungkas dan lain nya? Apa mereka akan menghina ku? Mencela ku? Atau mereka akan membuat hidup ku tak tentram, damai, dan nyaman lagi karena berani mengusik anak-anak mereka? Tapi kan bukan aku yang masuk ke dalam jalan hidup mereka, tapi mereka lah yang membawa ku ke kehidupan mereka, ya Allah semoga tak ada apa-apa, aamiin.' Doa Kak Rain meminta keselamatan dari Tuhan sang pencipta seluruh alam senesta dan isi nya.


Pikiran Kak Rain seperti sinetron di televisi dan novel yang orang berada selalu menginjak orang sederhana.


Padahal bukan itu yang hendak di sampai kan oleh para orang tua, hadehh dasar Kak Rain.🤦‍♀️


Waktu terus berjalan, tak teras kini jam sudah menunjuk pada angka 19.15 malam WIB😂.


Para wanita bersiap-siap hendak ikut ke Rainbow Cafe.


Tapi?! Tiba-tiba dari arah tangga, seorang gadis berlari kecil sambil memanggil-manggil Mama Tika, di tangan nya terdapat sisir, dan ikat rambut.


"Mama Tika?! Ma? Tolong bantu Agnez dong." Pinta gadis itu manja.


"Bantu apa sayang? Hm? Mama bisa bantu apa aja buat Agnez, bilang aja." Kata Mama Tika penuh kelembutan.


"Tolong buat ikat dua rambut Agnez." Ucap Agnez dengan ekspresi memohon.


Mama Tika terkekeh pelan.


"Lah? Mama pikir tadi mah minta bantu an apa, ternyata cuma ngikatin rambut to, sini duduk di karpet bulu biar Mama ikat kan." Kata Mama Tika meminta.


Tanpa di suruh 2 kali, Agnez langsung duduk anteng dan tak bergerak, tingkah Agnez membuat semua orang tertawa geli.


Semua orang di ruang santai itu menatap Mama Tika dan Agnez itu dengan pandangam bahagia, pasal nya baru beberapa hari saja ke dua wanita itu akrab, bukan hanya akrab, tapi akrab sekali, seperti bukan calon mantu dan calon mertua, tapi sudah seperti seorang Ibu dan anak nya sendiri.


Setelah menghabis kan waktu 5 menit lama nya untuk mengikat rambut Agnez, kini tatanan rambut gadis itu tampak manis di kepala nya.


Bukan hanya memberi kesan manis, kesan anak-anak dan kesan imut pun terpatri di wajah Agnez.


Tatanan rambut Mama Tika membuat Agnez tersenyum lebar dan senang, dia menyentuh ke dua ikatan rambut nya itu dengan binar bahagia yang terpancar jelas di mata nya.

__ADS_1


Angkasa yang melihat itu menjadi gusar sendiri, dia tampak mengerut kan kening tak suka.


"Little girl? Bisa lepas saja itu ikat rambut nya?." Tanya Angkasa dingin dan datar.


"Ndak mau! Agnez suka!." Tolak Agnez mentah-mentah dengan nada tajam dan sewot.


Mendengar penolak kan dari gadis nya itu, Angkasa semakin tampak gusar.


Dia bukan tak suka dengan tatanan rambut Agnez, Angkasa tak suka karena Agnez mengikat rambut imut begitu saat mereka akan pergi keluar.


Pria tampan itu mau nya ia sendiri yang menikmati ke imutan gadis itu, dia tak rela membagi ke indahana ciptaan dari Allah itu untuk orang lain.


"Little girl? Lepas yah." Pinta Angkasa kali ini dengan suara lembut.


Agnez menggeleng kan kepala keras sambil memegangi ikatan dua di rambut nya ini.


Semua orang yang mendengar dan melihat ke possesive an Angkasa terkekeh geli sendiri.


"Ini mau ke Cafe ada drama nya pula yah, sabar yah kalian." Ucap Mama Tika pada para muda-muda yang telah siap untuk berangkat, tinggal menunggu Agnez saja setelah itu mereka ke Cafe Rainbow.


Tapi setelah Agnez selesai, mereka bukan nya bergegas, malah melihat adegan drama secara live di ruang santai itu.


Setelah beberapa menit ber drama, 8 serangkai ini pun pergi dengan hasil drama Agnez tak melepas ikatan nya tapi Angkasa membuat kesepatan bahwa Agnes tak boleh melepas gandengan nya di Cafe nanti, tak boleh!.


Yah begitu lah akhir dari ke possesive an seorang Angkasa.


Di Cafe Rainbow.


8 serangkai telah sampai di tempat kerja Kak Rain.


7 serangkai duduk di bangku paling depan, dan Kak Rain bersiap untuk manggung.


Malam ini suasana di dalma Cafe tampak ramai, bahkan sangat ramai.


Pengisi nya siapa lagi kalau bukan anak-anak remaja seperti 7 serangkai.


Di bangku pojok Cafe, ada seorang pria tampan yang sedari tadi saat 8 serangkai masuk ke dalam dan duduk di bangku paling depan Cafe Rainbow ini, dia memperhati kan gerak-gerik dari ke 8 nya.


Dia duduk tak seorang diri, ada satu teman nya di sisi nya, dia juga seorang pria.


"Tuan? Gadis yang tengah berdiri di atas panggung itu gadis milik Pamungkas Ansharri, sedang kan yang rambut berikat dua itu milik Angkasa Fathan." Beri tahu pria di sebelah pria tampan yang ternyata dia adalah asisten pria tampan itu, nama nya Dimas.


"Aku tau itu Dim, dan aku tak tertarik dengan mereka berdua, aku tertarik bermain dengan Queen nya Prince Albhi, Wulan." Kata pria tampan itu, dia adalah Haris, anak dari Andre musuh dari masa lalu para tetuah.


Karena sang Ayah sudah tua yang tak mampu lagi bergerak bebas, kini dia lah yang harus membalas kan dendam Ayahanda nya.


'Apa Tuan Haris yakin akan bermain-main dengan Albhi? Dia bukan pria lemah, yang biasa nya jika pria mencintai wanita, maka wanita itu adalah kelemahan nya, tapi Albhi? Pria itu unik, dia menjadi kan Nona Wulan keberanian nya untuk melawan musuh, saya harap anda tak salah pilih musuh Tuan.' Batin Dimas sedikit cemas dengan musuh yang di pilih Haris Tuan nya.


"Dimas? Apa semua perlengkapan ku untuk ke sekolah sudah siap semua?." Tanya Haris pada asisten nya itu.


"Iya sudah Tuan besok lusa Anda tinggal berangkat saja untuk ke sekolah." Jawab Dimas dengan sopan.


"Hmm... bagus." Puji Haris tulus pada sang asiten.


'Aku tak bisa menyerang 8 serangkai itu dengan tanpa permasalahan yang jelas begini, jika aku langsung menyerang mereka dan ternyata Ayah Andra yang salah, aku yang akan masuk penjara dan mungkin tak kan bisa kembali, aku juga tak mau bermain-main dengan Albhi terlalu jauh, Wulan juga bukan tipe ku, aku sebenar nya lebih suka gadis seperti milik Angkasa itu, tapi bukan kelas ku untuk merebut milik orang, aku masih mampu untuk mencari sendiri.' Haris membatin panjang, dan tanpa sadar dia terkekeh kecil.


Dan ekspresi itu tak luput dari penglihatan mata tajam dari Dimas.


Sang asisten itu hanya menggeleng kan kepala tak paham dengan tingkah Tuan nya ini.


'Ok sebelum aku bertingkah di luar batas, sebaik nya aku mencari tau dulu kebenaran yang asli, aku curiga Ayah Andre berbohong pada ku, jika aku masuk dalam perangkap nya, sudah di pasti kan berarti aku menggali lubang ku sendiri, aku masih mau bertemu gadis impian ku, ya Tuhan?! Tunjuk kan jalan kebenaran mu!!.' Teriak Haris dalam hati dengan pandangan mata nya menatap langit-langit Cafe.


Yah, Haris itu tak sejahat Ayah nya yang sudah masuk penjara tapi masiu tak jera dan malah menyuruh anak nya balas dendam.


Haris itu sebenar nya anak yang baik.


Saat Ayah nya mencerita kan kisah nya mengapa dulu ia bisa di penjara, Ayah Haris itu seperti mengubah nya menjadi cerita baru yang di kemas dengan bumbu-bumbu kebohongan di sana-sini nya.


Haris bukan anak kecil lagi yang hanya akan mengangguk kan kepala dan tersulut emosi lalu menjalan kan perintah Ayah nya untuk balas dendam.


Ia akan menyelidiki kebenaran nya.


Dia meng iya kan saat di minta balas dendam karena dia menghormati sang Ayah.


Haris tak kan berperilaku bodoh, dia hanya akan bermain-main saja dengan 8 serangkai itu untuk meyakin kan sang Ayah.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung... .


Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.

__ADS_1


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2