
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU
MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
"Oh astagfirullah, iya yah, kenapa Gua ngga kepikiran sampe sana, duh makin tambah pusing aja, adoyyy ya allah." Keluh Bang Idan dengan menepuk jidat nya pelan.
"Kita pikirin nanti deh Bang, sekarang kita di pesta kelulusan bukan di kantor, berenti bahas kantor!." Tegas Rafka memeperingat kan orang-orang di samping nya ini.
"Ok ok kita fokus ke panggung." Cetus Bang Idan.
Di sebelah mereka para wanita duduk sambil berbincang.
"Kalian para cewek mau nyumbang bakat apa nanti?." Tanya Sari antusias.
"Niat nya mau nyanyi, eh malah suami Abdiel ama lain nya ngga bolehin, ganti nya mereka yang bakal nyanyi, hihi... penasaran aku mereka bakal nyanyi lagu apa yah?." Kata Akifa dengan tawanya.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Apa pun lagu nya pasti ujung-ujung nya buat kalian." Ujar Sari dengan terkekeh pelan.
"Ya kalo ngga buat kita, buat siapa lagi? Kalo sampd buat orang lain, aku suruh dia tidur di luar rumah malem ini, kalo perlu sampe 3 malem!." Sewot Akifa berucap, tangan nya sudah terkepal erat dan sorot mata nya tajam menatap Abdiel yang tengah berbincang dengan Rafka juga lainnya.
"Udah dong Fa, jangan marah aku kan cuma bilang seandai nya, Abdiel ngga akan berani, bukan ngga berani sih, tapi aku rasa ngga ada niatan buat mendua, dia kelihatan banget tau kalo sayang dan cinta sama kamu, bucin nya aja dia tingkat dewa, hahaha... ." Tawa Sari terdengar.
Akifa yang tadi marah-marah, kini berubah menjadi malu-malu, pipi nya memarah dan bibir nya di lipat ke dalam menahan senyum.
"Cieee Akifa... uhuy... ." Goda Zarine dengan menyenggol lengan sahabat nya ini.
"Apa an sih kalian, udah diem!." Seru Akifa sambil tersenyum malu-malu.
Sari, Tika, Zarine, Kak Raina asik menggoda Akifa, sedang kan Alfi, dia hanya ikut tersenyum.
"Eh? Junior kita kelas 10 dan 11 ada dateng ke sini kah?." Tanya Zarine yang menghenti kan goda an nya pada Akifa.
"Entah lah, kaya nya engga deh." Jawab Tika dengan kepala celinguk kan memcari keberadaan anak kelas 10 dan 11.
"Mereka ngga di bolehin dateng emang nya sama kepala sekolah kita?." Tanya Sari.
"Aku rasa bebas deh, tapi Pak kepala sekolah tadi siang pas pengumuman pesta ini ngga ada bahas soal junior jadi aku ngga tau deh." Jelas Zarine dengan mengangkat bahu nya.
"Hei! Itu ada kelas 10!." Teriak Tika.
5 wanita lain nya berbalik melihat nya.
"Eh coba tolong panggilin dia deh." Suruh Sari.
"Buat apa?." Tanya Zarine polos.
"Buat di tanyain, cepet sana panggil." Perintah Sari.
"Al? Kamu aja gih, suara kamu kan besar, dia pasti denger." Kak Raina mengintruksi.
Alfi yang sebenar nya malas berteriak memejam kan mata nya sebentar.
"Hai?!." Panggil Alfi pada junior mereka.
"Kamu panggil siapa Yang?." Tanya Abhi curiga, dia sampai memicing kan mata nya tajam.
"Junior kelas 10 kita, 2 orang perempuan." Jujur Alfi yang membuat Abhi tenang.
"Mereka dateng?." Tanya Abdiel.
"He em." Balas Akifa singkat.
'Test! Cek satu dua di coba!.' Suara seseorang dari atas panggung yang sedang menjajal mic terdengar.
"Udah mau mulai, lupa in masalah junior itu, kita fokus ke panggung aja." Suruh Bang Rafa pada para wanita.
6 wanita itu menurut dan tak lagi menghadap ke belakang.
"Ok assallammu'allaikum warahmatullahi warakatuh semua!!." Sapa sang mc pembawa acara di atas panggung.
"Wa'allaikum sallam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab semua orang yang duduk di kursi bawah panggung.
"Selamat malam kami ucap kan untuk semua nya yang hadir di sini, maaf yah temen-temen dan semua nya, seharus nya acara dah mulai setengah jam yang lalu, karena ada kendala jadi jam nya berubah." Sang pembawa acara perempuan meminta maaf atas keterlambatan jam mulai pesta nya.
Setelah sapa menyapa, kini 2 penbawa acara itu mengucap kan puji syukur kepada Allah, mereka juga menyampai kan sambutan-sambutan untuk para dewan guru, lalu di lanjut membunyi kan bunga api sebagai pertanda kelulusan dan di mulai nya acara kelulusan ini.
Nyanyian ucapan terima kasih dari paduan suara kelas 12 untuk para dewan guru ikut terdengar.
Semua tampak bahagia meski si hati mereka terselip rasa sedih karena perpisahan (Hiks! Jadi terhura, eh terharu makaud nya, wkwkwkwk #AuthorGesrek).
Pertengahan acara, para penonton di suguh kan oleh penampilan-penampilan dari junior dan teman-teman kelas 12.
"Ok semua nya, kita sudah hampir sampai di penghujung acara, tapi sebelum bubar, ada lag nih 3 orang cowok yang mau nyanyi buat orang terspesial kata nya, kita sambut Rafka, Abhi, dan Abdiel!!." Suara keras pembawa acara wanita itu menggemah.
3 pria itu muncul dengan gaya cool nya di atas panggung.
Para siswi histeris melihat 3 pria itu.
"Allahu akbar! Devinisi sempurna ya allah!." Ujar seorang gadis tepat di belakang Zarine, Akifa, Alfi.
Banyak lagi teriakan histeris dari kaum hawa lain nya yang membuat telinga istri dari ketiga pria di atas panggung ini panas.
"Mereka nih bisa diem ngga sih!." Sewot Akifa.
"Sabar Fa." Zarine menang kan sang sahabat walau sebenar nya telinga nya sendiri merasa panas.
Kita beralih ke atas panggung.
"Ehem! Assallammu'allaikum, selamat malam semua." Sapa Rafka, Abdiel, dan Abhi dengan nada kaku dan gugup.
(Mungkin karena tak pernah tampil di atas panggung jadi mereka gugup dan kaku gitu deh, hahahaha... .) Author
(Weh! Jangan ketawa Lu Thor, kita lagi gugup juga) Abdiel.
(Tau nih! Bukan nya nenangin malah ngeledekin kita) Abhi.
(Emang kebangetan Lu Thor!) Rafka.
(Udah diem kalian! Lanjut gih nyanyi nya, pengen tau Gua, suara kalian tuh merdu benaran, atau merdu merusak dunia, wkwkwkwk) AuthorGesrek.
(Sesuai ama nama, AuthorGesrek, jadi kata-kata nya ikutan gesrek) Abdiel.
"Kita bertiga berdiri di atas panggung ini, ingin menyanyi kan sebuah lagu yang kita tujukan pada seseorang yang udah bikin hidup jadi lengkap." Pidato Abdiel dengan tersenyum ke arah Akifa.
"Bisa tolong naik ke atas panggung Zarine, Akifa, Alfi?." Panggil Rafka.
3 wanita yang sudah tau rencana para pria, mereka pun menurut, naik ke atas panggung dengan hati-hati lalu berdiri di sisi suami masing-masing.
"Ahhh... mereka so sweet banget." Puji sebagian siswi.
Sari, Tika, Kak Raina tangan nya di genggam erat oleh suami masing-masing.
"Kamu mau kaya gitu juga kah?." Tanya Bang Idan pada Tika.
"Ngga perlu, kamu dateng nemenin aku di sini aja aku udah seneng banget." Ujar Tika dengan menampil kan senyum manis nya.
__ADS_1
Di atas panggung.
Tangan 3 pasang suami istri ini bertaut, di bibir mereka senyum terukir dengan sangat manis nya di sana.
"Makasih udah mau nemenin aku selama ini." Ucap 3 pria itu pada istri nya masing-masing.
"Makasih udah sabar ngadepin sifat ku." Kata mereka lagi.
"Aku bukan cowok romantis jadi yah semoga aja lagu nya cocok sama moment saat ini." Ucap 3 pria itu.
Entah lah, setiap kata yang mereka ucap kan hampir sama, padahal mereka ngga janji an.
(Ya kan Author nya yang bikin perkataan mereka sama, gimana sih) Readers.
(Hiks! Author males mikir jadi ku bikin kata-kata nya sama, wkwkwkwk) AuthorGesrek.
Musik sudah berputar.
Hanya dengan mendengar intro dari lagu nya, senua orang sudah tau ini lagu apa.
🎶Ku tulis kan kenangan tentang
Cara ku menemu kan diri mu
Tentang apa yang membuat ku mudah
Berikan hati ku pada mu
Tak kan habis sejuta lagu
Untuk mencerita kan cantik mu
Kan teramat panjang puisi
Tuk menyurat kan cinta ini
Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena t'lah ku habis kan
Sisa cinta ku hanya untuk mu🎶.
Suara Rafka, Abdiel, dan Abhi bersahutan menyanyi, merdu juga indah terdengar di telinga.
"Ngga nyangka yah, mereka yang notabe nya cowok kaku, tapi suara nya indah banget." Puji salah satu siswi yang di angguki semua nya.
Di atas panggung sana, mata Rafka, Abhi, dan Abdiel menatap istri masing-masing dengan penuh cinta dan sayang.
🎶Aku pernah berpikir tentang
Hidup ku tanpa ada diri mu
Dapat kah lebih indah dari
Yang ku jalani sampai kini
Aku s'lalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersama mu
Tetap cantik rambut panjang mu
Meski pun nanti tak hitam lagi
Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habis kan
Sisa hidup ku hanya untuk mu
Dan t'lah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena t'lah ku habis kan
Sisa cinta ku hanya untuk mu
Hidup dan mati ku
Bila musim berganti
Sampai waktu terhenti
Walau dunia membenci
Ku kan tetap di sini
Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habis kan
Sisa hidup ku hanya untuk mu
Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena t'lah ku habis kan
Sisa cinta ku hanya untuk mu
Karena t'lah ku habis kan
Sisa cinta ku hanya untuk mu🎶.
Semua orang bertepuk tangan meriah, tak tertinggal juga para dewan guru yang ikut merasa kan bahagia.
"Sebelum turun dari atas panggung ini, ada sesuatu yang ingin kita sampai kan." Ujar Abdiel.
"Mungkin para dewan guru, para teman-teman sekalian, tau nya kami adalah sepasang kekasih atau tunangan, tapi nyata nya... ." Ucapan Abdiel menggantung.
Rafka, Abhi, Abdiel saling pandang kemudian mengangguk kan kepala sekali.
3 pria itu mencium kening istri masing-masing, kemudian memeluk nya dan melanjut kan ucapan nya.
"Kamu yakin mau ungkap semua nya di sini?." Tanya Zarine, Akifa, Alfi dengan berbisik di telinga suami mereka.
"Yakin, kamu tenang aja, ngga usah takut." Ujar mereka para pria ikut berbisik.
"Kami sudah menikah, dan alhamdulillah akan segera di karuniai baby." Lanjut Rafka yang membuat gempar seantero sekolah SMA Merdeka ini.
"Hah?!." Seru semua nya yang ada di bawah panggung.
"Tolong dengar kan penjelasan kita dulu!." Seru Abhi.
"Kita menikah bukan karena masalah atau apa lah yang lain nya, kita nikah memang atas dasar cinta, kita nikah juga dalam usia yang di perboleh kan oleh negara." Jelas Abhi detail.
"Hanya ada beberapa orang memang yang tau." Sambung Abdiel berucap.
"Kalo boleh tau, kalian nikah nya udah berapa tahun? Terus apa kalian sudah mengadakan resepsi pernikahan?." Tanya pembawa acara yang notabe nya adalah teman mereka sendiri itu.
"Aku dan Zarine sudah menikah kurang lebih hampir 2 tahun." Jawab Rafka menjelas kan.
"Aku, Akifa, Alfi Abhi, kita hampir 1 tahun." Jawab Abdiel mewakili Abhi.
"Untuk resepsi, dalam waktu dekat ini kita akan melaksana kan nya." Kata Rafka.
"Dan in syaa allah dari para dewan guru dan teman sekalian akan kita undang." Ujar Abdiel menambah kan.
"Sekian dari kami semua, jika ada salah kami mohon maaf, wassallammu'allaikum warahmarullahi wabarakatuh!." Tutup Abdiel dan 3 pasang suami istri itu turun dari panggung.
Bisik-bisik mulai di dengar oleh telinga Rafka Zarine juga lain nya.
Rafka melihat jam yang ada melingakar di pergelangan tangan nya.
__ADS_1
22.30 malam.
"Udah larut banget, mending kita pulang, untuk istirahat, masalah ini, kita runding kan sama para tetuah agar tak semakin runyam." Ujar Rafka memberi solusi.
"Lagian kalian ada-ada aja sih! Ribet entar loh kalo ampe nyebar luas, tadi banyak yang video kalian juga." Kata Bang Rafa.
"Ya ngga masalah sih kalo aku mah, lagi an kita bisa buat jumpa pers untuk mengklarifikasi ini semua." Cuek Akifa.
"Bener tuh, kita tinggal tunjukin akta nikah, kalo perlu bawa sekalian pengacara kita untuk menjelas kan." Tambah Zarine.
"Kita bahas semua nya besok." Ujar Rafka.
12 orang itu masuk ke mobil masing-masing dan meluncur meninggal kan gedung SMA Merdeka untuk pulang ke kediaman mereka masing-masing.
Para pria sibuk mengendali kan kemudi sedang kan para wanita sudah terlelap tidur karena kelelahan pasti nya.
Rafka memasang earphone di telinga nya, dia berniat menghubungi Abdiel, Abhi, Bang Idan, juga Bang Rafa di sana.
"Ada apa Raf?." Sahut mereka bersamaan dengan nada yang dingin dan tegas.
"Bilang sama asisten kalian masing-masing untuk memepersiap kan jumpa pers kita besok malam, aku ingin segala nya selesai besok." Pinta Rafka tegas.
"Beres!." Jawab Abdiel, Abhi, Bang Rafa dan Bang Idan.
'Tut tut tut.' Panggilan di putus sepihak oleh Rafka.
"Dasar! Kebiasaan si Rafka!." Seru Abdiel, Abhi, Bang Rafa, dan Bang Idan kompak dalam mobil mereka masing-masing.
Sampai di rumah, Rafka menggendong Zarine sang istri untuk tidur di atas ranjang.
Hari sudah larut malam memang, jadi mereka pulang tanpa di sambut oleh Bunda atau ART lain nya.
Katika sampai di ranjang kamar mereka, Rafka meletak kan Zarine dengan sangat perlahan di atas nya.
"Huhh! Kamu sekarang lumayan Yang, aku yang dulu ngga ngos-ngosan pas gendong kamu, sekarang malah ngos-ngosan, secara ngga langsung juga aku membawa 3 orang sekaligus, hahaha.. maaf yah Yang." Rafka berbicara pada istri yang tertidur pulas, tentu aja Zarine tak kan merespon.
Sebelum mengurusi diri nya sendiri, Rafka melepas atribut yang di pakai istri nya ke pesta lulusan tadi.
Setelah selesai mengurusi Zarine, Rafka pergi ke kamar mandi tak berapa lama kemudian dia keluar dari ruang ganti dengan segar.
"Ouh iya aku harus bilang ke para orang tetuah kalo besok kumpul." Monolog Rafka.
Suami Zarine ini membuka ponsel nya.
Grup para tetuah ramai memperbincang kan video saat Rafka, Abhi, dan Abdiel menyanyi tadi.
"Cepet juga ternyata berita ini viral, harus segera ku selesai kan sebelum imbas nya jatuh pada Zarine juga lain nya." Ujar Rafka.
Rafka ikut nimbrung mengobrol di grup.
^^^'Rafka : Wah rame yah, malem semua?.'^^^
'Mama Alfi : Ngga ada malam-malam, itu di IG rame hujat anak-anak Tante, tanggung jawab kamu, ini menatu ku mana lagi?!.'
'Mama Abhi : Sabar sabar semua nya bisa di selesai kan dengan kepala dingin.'
'Mama Abdiel : Iya bener, sabar jangan marah-marah cepet tua loh, wkwkwkwk.'
'Mama Alfi : Emang aku udah tua, bentar lagi punya cucu.'
'Mama Rafka : Udah! Kenapa malah bahas tua sama cucu sih? Raf? Banyak hujat Zarine, Akifa, Alfi di IG, gimana nih?.'
'Mama Alfi : Lagian kalian kenapa sih pake bongkar segala? Tabte ngga mau tau yah, pokok nya berita ini harus segera di klarifikasi!.'
^^^'Rafka : Ok gini, sebelum nya Rafka minta maaf sama semua nya, kita runding kan semua nya besok di rumah Rafka Zarine, tolong dateng jam 6 pagi kemari, kita bincang kan segala nya besok.'^^^
'Bunda : Kamu sekarang ada di mana Raf?.'
^^^'Rafka : Udah pulang Bun, Rafka ada di kamar.'^^^
'Bunda : Ya udah sekarang kita tidur dulu, besok baru di runding kan.'
'Mama Akifa : Usaha kan besok selesai Raf, Tante ngga mau tau!.'
^^^'Rafka : In syaa allah.'^^^
Grup pun off.
Rafka juga membaring kan tubuh lelah nya di samping Zarine sang istri yang sudah sedari tadi terlelap nyenyak masuk di alam mimpi.
"I Love You Rafka." Zarine mengigau entah apa yang ia impi kan.
"Hah?! Hahahahaha... ngigau lagi, kamu mimpi apa sih Yang?." Tanya Rafka dengan tertawa.
Rafka memeluk Zarine dengan berucap "I Love You Too Dear."
Pagi datang menyambut.
Rafka Zarine masih ada di kamar, pagi ini entah ada angin apa Zarine tampak sangat manja pada Rafka.
'Ngga usah mandi, jangan pake baju, tidur sini aja, jangan kemana-mana.' Dan masih banyak rengek kan Zarine yang lain, sampai pusing sendiri rasa nya Rafka mendengar nya.
Sekarang, Rafka Zarine tengah duduk di sofa kamar dengan posisi, Zarine duduk bersandar pada dada bidang Rafka yang polos tak memakai baju.
Tangan Rafka mengelus perut Zarine lembut, Zarine mengajak Baby kembar yang ada di perut nya itu mengobrol.
"Sayang? Kita turun yuk, aku laper banget nih, ouh iya, bentar lagi para tetuah mau dateng buat bahas suatu hal, kemarin malem mereka chat grup." Ujar Rafka walau tak sepenuh nya mengungkap kan.
"Wih... ayo turun!." Zarine semangat, dia sudah berdiri dari duduk nya, mengambil baju di ruang ganti dan memakai nya kepada Rafka.
"Ayo cepat!." Zarine manarik Rafka paksa dari duduk manis nya.
Suami Zarine itu hanya terkekeh pelan melihat tingkah ke kanak-kanak kan Zarine.
Sampai di meja makan.
"Wah wah wah! Yang ngajak ketemua malah bangun nya siang." Cetus Papa Rafka.
"Ngga siang Pa, orang ini masih jam 6.30 kok." Bela suami Zarine ini pada diri nya sendiri.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung dulu ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.