Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Eighty-three


__ADS_3

"Gua sadar setelah beberapa bulan di sana, dan kedatangan Gua kesini... mau minta maaf sama kalian ber 7 khusunya Rafka Zarine, gara-gara Gua kalian kecelekaan dan beberapa hari ada di RS, Gua menyesali segala perbuatan Gua ke kalian." Sari mengucapkan kata demi kata dengan tulus dan di sertai air mata penyesalan.


"Kita semua maafin Lo kok, asal jangan pernah ulangin hal bodoh kaya gitu lagi."


-


-


-


L A N J U T A N


P A R T


K E M A R I N . . .


-


-


-


Itu suara Rafka dengan pengucapan kata yang datar.


"Iya bener tuh Sar, kita semua udah maafin Lo, tapi jangan Lo ulang kaya gini lagi yak." Abdiel ikut angkat suara.


Sari mengangguk kan kepala cepat dan kembali menangis.


Kali ini bukan hanya Sari saja Zarine, Akifa, Alfi, dan Tika ikut menangis.


Mereka bak Teletubbies perpelukan dengan erat.


Roy bergabung di tempat Rafka, Abhi, dan Andiel.


"Drama cewek Bro." Celutuk Roy.


"Udah lah biarin mereka di nangis-nangis, bentar lagi juga bakal ketawa ngakak, liat aja." Ucap Rafka.


Dan benar saja, setelah 20 menit mereka menangis, tawa pecah terdengar dari bibir masing-masing.


"Kan bener." Kata Rafka.


"Makhluk Tuhan paling unik, hahaha." Ujar Abdiel sambil tertawa pelan.


"Kalian tunggu sini, Gua mau ke kantin beli camilan." Kata Roy.


Rafka dan lainnya hanya mengangguk tanda meng iya kan.


Meraka berkumpul dengan tim yang terpisah, cowok sendiri, tim cewek sendiri.


Jarak kedua tim pun agak jauh.


Di kelompok bagian cewek.


"Tika?, kenapa kamu pas nikah ngga ngasih tau aku?, apa kamu udah lupa ama aku?." Tanya Sari cemberut.


"Maafin aku Sar, bukan maksud aku seperti apa yang kamu sebutkan tadi, tapi... acaranya juga ngga besar-besar an, dan rencana nya aku mau undang kamu pas resepsi." Jelas Tika.


Sari manggut-manggut mengerti.


"Maaf ya Sar, maaf banget." Ucap Tika.


"Iya it's ok." Balas Sari.


"Ngomongin soal pernikahan, kamu sama Roy kapan?." Tanya Akifa.


"Eh?!." Sari terkejut.


"Aaah jangan sok terkejut gitu deh, cincin di jari manis tangan kiri kamu itu dari Roy kan?." Tanya Alfi sambil menaik turun kan alisnya menggoda Sari.


Sebelum Sari menjawab tiba-tiba Roy meletak kan bungkusan plastik cukup besar di tengah tempat 5 cewek duduk.


"Tuh biar ngrumpi nya asik." Kata Roy.


"Dasar pengangganggu!." Umpat Alfi emosi.


"Lah?, Gua salah apa?." Tanya Roy bingung.

__ADS_1


"Lo ganggu kita lagi asik-asik nya tau ngga?!." Sungut Akifa.


"Makasih Kak." Ucap Zarine dan Tika kompak.


"Iya sama-sama, ya udah deh Gua pergi aja." Ujar Roy, dia pun pergi duduk di tempat Rafka dan lainnya.


"Bini kalian berdua bar-bar nya bikin Gua geleng kepala." Curhat Roy pada Abdiel dan Abhi.


"Hahaha, Lo habis dapet amukan Akifa Alfi yak?." Ledek Abdiel.


"Ya gitu deh." Jawab Roy sambil mengaangguk kan kepala.


Kembali ke kumpulan para perempuan.


"Jadi?." Tanya Akifa dengan mulut penuh.


"Habisin dulu itu di mulut Mak Ipah, jorok ah makan sambil ngomong." Nasihat Tika.


"Hehehe, Roy baru melamar, kalo lain nya kota sekeluarga belum ngomongin hal itu." Jawab Sari.


"Jangan lupa undangan nya yak kalo jadi." Ucap Zarine bersuara.


"Pasti." Janji Sari.


Kemudian 5 perempuan itu membahas hal lain yang menyenangkan sampai tertawa terbahak-bahak.


"Gua seneng banget kalo mereka happy gini." Abdiel berucap sambil menyunggingkan senyum nya.


"Iya, kaya adem rasanya dunia." Sahut Roy.


"Lo kapan Roy sama dia mau nikah?." Tanya Rafka dengan pandangan mata tak teralihkan dari Zarine.


"In syaa allah dalam waktu deket-deket ini tapi Gua ngga tau kapan." Jawab Roy.


"Kita doa in biar lancar deh segala urusan Lo." Ucap Abhi tulus.


"Aamiin." Balas Roy, Rafka dan Abdiel kompak.


"Guys, tapi kaya nya kita harus sudahi kumpulan ini deh, bentar lagi maghrib, apa lagi Bang Idan bisa-bisa ngamuk nih kalo Tika belum ada di rumah." Ajak Abdiel yang ingat bahwa mereka tidak ada yang ijin ke rumah kalau bakal pulang telat hari ini.


Di kediaman Rafka Zarine, Bunda, Bang Idan, Bang Rafa dan Raina berkumpul di ruang santai menunggu 7 serangkai pulang.


Lama menunggu mereka pun sampai.


Suara deru mobil nya terdenger di telinga orang-orang yang menunggu nya.


"Assallammu'allaikum?!." Salam mereka bersamaan.


"Wa'allaikum sallam." Jawab semua orang yang menunggu di ruang santai.


"Eh ada apa nih kok pada ngumpul semua?." Tanya Zarine sambil mencium punggung tangan Bunda dan lain nya secara bergiliran dengan Rafka juga lain nya.


"Kalian dari mana?, kenapa baru pulang?." Tanya Bang Idan.


Di raut muka nya tercetak jelas rasa khawatir di sana.


"Kita dari sekolahan, ada seseorang yang mau minta maaf sama kita, dan kita juga lupa untuk ngabarin orang rumah, maaf bikin khawatir." Ucap Rafka mewakili 6 orang lain nya.


"Seseorang siapa?." Tanya Raina.


"Sari." Jawab kompak Tika, Zarine, Akifa, dan Alfi.


"Sari?, dia udah keluar dari RS?, kapan?." Tanya Bunda.


"Iya Bun, Sari udah keluar RS katanya sih hari minggu sore kemarin." Jawab Zarine.


7 serangkai yang awalnya berdiri kini duduk dan mencerita kan segala hal yang mereka bicarakan bersama Sari di rooftop sekolah tadi.


"Roy sama Sari bakal nikah?!." Terkejut Bang Rafa.


"Yaaaa kita doa in aja biar lancar susunan rencana mereka." Kata Zarine.


"Aamiin." Sahut semua orang.


"Dah sana kalian pulang ke rumah masing-masing, bentar lagi maghrib." Usir Rafka.


"Jahat banget Lo." Ujar Abdiel dengan muka pura-pura sedihnya.

__ADS_1


"Bodo amat, syuh sana." Bak megusir gerombolan Ayam, Rafka mengayun kan tangan nya mengusir 4 keluarga pulang ke rumah masing-masing.


4 keluarga pun pergi dari rumah Rafka menuju kediaman masing-masing.


Di rumah Rafka Zarine.


Mereka dan Bunda juga sedang bersiap untuk menunaikan kewajiban mereka.


Selesai sholat, 3 orang itu tak langsung pergi dari mushollah, mereka mengaji bersama untuk Ayah.


Dan ba'da isya' mereka bertiga baru beranjak dari mushollah.


Selesai sholat mereka makan malam bersama, kemudian setelah makan mereka masuk ke kamar masing-masing untuk beristitahat.


Di lain tempat.


Tepatnya rumah Bang Rafa Raina.


"Uhh... pelan-pelan aja Raf... a**hh." Dua pasangan ini tengah melakukan kegiatan panas.


Suara desa**n memenuhi seluruh penjuru kamar, suara kenikmatan dari bibir keduanya membuat orang geli dan malu sendiri jika mendengar nya.


"Asli kamu bikin nagih banget Yang." Suara serak Bang Rafa tepat berada di telinga Raina.


Dan untuk yang kesekian kali nya mereka berdua mencapai puncak bercinta dengan sangat puas dan nikmat.


"A**hhhhhh." Desahan panjang terdengar dari bibir kedua nya.


Setelah pelepasan yang panjang itu, mereka khususnya Raina tertidur lemas dengan nafas masih tersengal belum normal.


"Good night honey, love you." Ucap Bang Rafa lembut penuh cinta, dia mengecup kening sang istri dan memeluk lalu ikut terjatuh ke alam mimpi.


-


-


-


M A A F


K A L A U


P A R T


I N I


B A N Y A K


M E M B A H A S


S A R I & R O Y . . .


-


-


-


-


-


Bersambung...


Like & komennya ditunggu


Maaf ngga nyambung😢🙏


Maaf ngga dapet feel nya


Maaf kalo garing😢🙏


Jaga kesehatan selalu readers


Maaf typo di mana-mana🙏😢


Salam sayang dari ViCa😍.

__ADS_1


__ADS_2