Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Six


__ADS_3

Hari hari berlalu dengan waktu yang sama.


Tak terasa ujian telah berlangsung dan hari ini adalah hari terakhir ujian.


--- Hari Jum'at 11 Desember Pukul 11.00.---


Tring ring ring ring ring ring (anggap suara bel😂)


Seluruh murid SMA Merdeka berhamburan keluar.


"Akhirnyaaa!!!, alhamdulillah Ya Allah! Ujian selesai!." Seru Abdiel.


Kebetulan suasana kelas sepi hanya ada Zarine, Rafka, Abdiel, Akifa, Abhi, & Alfi.


Mereka semua selama ujian memang ditempatkan ditempat yang sama.


"Gimana nih rencana liburan?." Tanya Akifa dengan mata berbinar dan itu sukses membuat Abdiel menyunggingkan senyuman.


'Lucunya.' Batin Abdiel.


"Ouh ya, gimana nih? Jadi ngga?." Tanya Abdiel buru-buru sadar dari lamunannya, untung tidak ada yang menyadari kelakuan Abdiel tadi.


"Kita ke Surabaya aja gimana?." Tawar Zarine.


"Kita bahas nanti aja deh, bentar lagi sholat jum'at." Kata Rafka memotong.


Setelah perbincangan yang belum tuntas itu berakhir, mereka ber 6 pun pulang.


Sampai diapart Rafka segera mandi dan bersiap kemasjid.


---Pulang dari masjid.---


"Assallammu'allaikum, Yank?." Panggil Rafka dengan masuk kedalam rumah.


"Wa'allaikum sallam." Jawab Zarine dengan memghampiri Rafka sang suami kemudian mencium punggung tangannya dan Rafka mencium kening Zarine.


Setelah itu Rafka naik kekamar mengganti pakaiannya dan Zarine kemeja makan untuk menyiapkan makan siangnya.


---Setelah makan siang, pukul 13.00.---


'Ting tong ting tong.' "Assallammu'allaikum!!."


"Bisa ditebak, dasar perusuh." Kata Rafka jengkel dan dibalas kekehan oleh Zarine.


"Bentar Aku buka-."


"Biar Aku aja." Sela Rafka.


Kemudian Rafka berdiri dari duduknya, melangkah kearah pintu, dan membukanya.


'Ceklek.' "Wa'allaikum sallam, ngapain?." Tanya Rafka tidak mempersilahkan meraka masuk.


"Jahat banget Lo Raf, kasih masuk kek masa dianggurin depan pintu." Kata Abdiel.


'Hufffhhh.' Hembusan nafas lelah Rafka.


"Masuk." Kata Rafka dengan membuka pintu apartnya lebar.


"Hai Za." Sapa Akifa langsung mengambil tempat duduk disebelah Zarine, Alfi pun melakukan hal yang sama, jadi posisi Zarine sekarang berada ditengah diapit oleh Alfi dan Akifa.


"Wih udah siap aja nih." Kata Abdiel dengan duduk, dan disebelah kanannya ada Abhi, sebelah kirinya Rafka.


"Ayo diminum dulu." Kata Zarine.


Setelah minum dan memakan camilan yang disediakan Zarine, Alfi buka suara.


"Jadi?." Tanyanya tiba-tiba.


"Apanya?." Tanya balik Akifa dan Abdiel bersamaan.


"Liburannya." Terang Alfi.


"Bisa ngga keluar kota?." Tanya Abhi.


"Kenapa?." Tanya Rafka.


"Males capeknya Gua." Jawab Abhi.


"Ngga seru kalo cuma di Jakarta aja Bhi, Lo ngga bosen apa?." Tanya Akifa.


'Huffhh.' Helaan nafas Abhi pasrah.


"Bosen sih, ya udah Gua ikut aja kalo gitu." Kata Abhi dan dibalas senyum sumringah oleh lainnya.


"Ada yang punya ide?." Tanya Rafka.

__ADS_1


"Bali?." Usul Akifa.


"Surabaya?." Tanya Zarine.


"Luar negeri?." Kata Abdiel.


"Kalo keluar negeri, mau kemana?." Tanya Rafka.


"Ke tempat Bang Idan aja Raf, London, gimana?." Tanya Akifa dengan mata berbinar.


"Guanya bosen disana." Kata Rafka.


"Ya beda dong Raf, Lo kan biasanya kalo kesana bantuin Bang Idan ngurusin bisnis, disana pun paling lama 2 hari." Kata Abdiel.


"Gua setuju, sekalian kita kerjain tuh orang." Kata Abhi dengan seringainya.


"Jangan seringai Lo Bhi." Kata Akifa dengan mengedikkan bahunya ngeri.


"Serem , kaya seorang psiko tau." Kata Akifa dengan meringis takut.


'Hiiii.' Seru lainnya.


"Hehehe, Gua setuju dah, seru nih keknya, kapan lagi coba?." Kata Abdiel dengan senyum penuh arti.


"Ok Gua juga setuju." Kata Alfi dan Akifa bersamaan.


"Kamu Yank?." Tanya Rafka


"Aku ngikut kamu aja." Kata Zarine dengan senyum manisnya.


"Hadudududuh, istri Lo sholeha banget sih Raf." Kata Akifa.


Rafka tersenyum mendengar jawaban Zarine.


Dengan masih menatap Zarine, Rafka menjawab.


"Ok Gua ama Zarine juga ikut." Putus Rafka.


"Yeyyy, tinggal minta ijin doang deh ama Bokap Nyokap kita entar." Seru Abdiel.


"Gua ngga yakin bakal dibolehin." Kata Alfi.


Orang tua Alfi bisa dibilang over protective pada Alfi, jadi yaaaaa, Alfi tidak bisa menjamin kalo dia bisa ikut, walau dia telah mengiyakan tapi kalo kedua orang tuanya tidak memperbolehkan Alfi tidak akan pergi.


"Gua nanti yang ijin ke Bokap Lo." Kata Abhi dengan menatap Alfi lembut.


"Gua mah ngga bakal ngapa-ngapa pergi, kan perginya ama kalian semua, kecuali kalo pergi sendiri, ampek lebaran monkey kagak bakal dibolehin." Jawab Akifa yang kemudian mendapat kekehan dari Zatine dan lainnya.


Hari libur semakin dekat. Lusa adalah hari pengambilan rapot dan hari minggunya adalah keberngkatan Rafka, Zarine dan lainnya ke London.


Dari tanggal 14 hari senin kemarin, SMA Merdeka libur.


Dan dari hari senin itu pula Alfi gelisah karena belum membicarakan tentang rencana liburannya dengan Abhi dan lainnya kepada kedua orang tuanya. Padahal jadwal tiket pemberangkatannya adalah hari minggu ini.


---Hari rabu tanggal 16.---


Pukul 09.00 dikediaman keluarga Asady.


'Ting tong ting tong.'


'Ceklek.' Pintu dibuka oleh seorang ART.


"Assallammu'allaikum Bi." Salam tamu.


"Wa'allaikum sallam, Den Abhi, silahkan masuk Den, cari Non Alfi ya?." Tanya ART rumah Alfi.


Ternyata tamunya adalah Abhi. Dia memang sudah mengatakan akan membantu Alfi untuk mendapat ijin pada kedua orang tuanya untuk pergi berlibur ke London, dan ini saatnya dia bertindak.


"Bukan Bi, saya kemari cari Om Nawwar dan Tante Ainin, beliau ada dirumah kan Bi?." Tanya Abhi.


"Siapa Bi?." Tanya Alfi dari tangga, dia turun karena tadi melihat motor Abhi.


"Ini Non-."


"Eh Nak Abhi, udah lama? Ayo duduk Bhi, jangan berdiri." Potong Tante Ainin dengan mempersilahkan Abhi duduk


"Baru aja dateng kok Te, ouh ya ini dari Mama." Kata Abhi dengan menyalimi punggung tangan Mami Alfi kemudian menyerahkan paperbag berisi kue kepada Mami Alfi.


"Repot aja sih Mama kamu, Bi tolong buatin minum ya, sekalian ini taruh dimeja makan. Ouh dan juga sekalian tolong panggilkan suami saya." Pinta Mami Alfi.


Alfi yang sedari tadi ditanggapum turun menghampiri Abhi, dan ikut duduk disebelah maminya.


"Abhi?, dah lama?." Tanya Papi Alfi yang muncul dari arah dapur dengan ikut duduk didepan Abhi.


"Baru aja kok Om." Jawab Abhi sambil menyalimi punggung tangan Papi Alfi.

__ADS_1


Kemudian mereka membicarakan hal-hal remeh temeh dengan diselingi oleh tawa, tak lama ART yang menyambut Abhi tadi datang membawa 4 gelas jus jeruk serta camilan, lalu meletakkannya dimeja dan ART itu kembali kedapur.


"Ayo diminum nak Abhi." Kata Maminya Alfi.


"Iya Te." Jawab Abhi yang kemudian meminum jusnya.


"Khem, baiklah Om, Tante langsung aja Abhi to the point, kedatangan Abhi kesini untuk meminta ijin." Kata Abhi.


"Ijin apa? Mau kemana?." Tanya Papinya Alfi.


"Ijin pergi ke London Om." Jawab Abhi tegas.


"Dalam rangka?." Tanya Maminya Alfi.


"Liburan sekolah Te." Jawab Abhi.


"Kapan?." Tanya Papi Alfi lagi.


"Minggu ini kita akan berangkat Om, kita semua sudah merencanakan ini sejak tanggal 11 minggu lalu." Detail Abhi.


'Hufhhhh.' Helaan nafas kasar keluar dari hidung Papi Alfi.


Alfi sendiri yang duduk disebelah Maminya dag dig dug khawatir.


'Ya Allah semoga Papi ngijinin.' Batin Alfi dengan memejamkan matanya erat.


"Kenapa bukan kamu sendiri yang minta ijin Alfi?." Tanya Papi pada Alfi.


"Alfi takut Papi ngga ngijinin, beberapa hari ini juga Papi sibuk jarang pulang tepat waktu, sekalinya tepat waktu Papi diruang kerja." Jelas Alfi.


Papi dan Mami saling pandang kemudian tersenyum. Beliau berdua menatap Abhi dan Alfi yang menatap balik menunggu jawaban.


'Huhhhhh.' Hembusan nafas kasar dari mulut Papi Alfi terdengar.


Alfi menundukkan kepalanya.


'Pasti ngga dibolehin.' Batib Alfi.


"Gimana Om? Alfi boleh pergi kan? Kita perginya rame an Om, Abhi, Rafka, Zarine, Abdiel, dan Akifa. Jadi Alfi ngga akan sendirian." Terang Abhi panjang lebar.


Lama menunggu, Papi menatap Maminya Alfi.


Maminya Alfi mengangguk.


"Baiklah!." Putus Papinya Alfi.


"Hah?! Beneran Pi?." Tanya Alfi dengan mata berbinar terang dan membuat Abhi yang melihatnya terseyum senang.


"Iya." Jawab Papi.


"Kyaaaaa makasih Papi, Mami." Kata Alfi dengan memeluknya bergantian.


"Alhamdulillah, ya udah makasih Om Tante untuk ijinnya." Kata Abhi.


"Tapi Om dan Tante titip Alfi ya Bhi, tolong jagain." Pinta Papinya Alfi.


"Iya Om pasti." Sanggup Abhi.


"Titip titip, Alfi bukan barang Pi." Sewot Alfi.


'Hehehe.' Terdengar Abhi, Papi dan Mami Alfi terkekeh pelan.


"Ya sudah Om Te, Abhi pulang dulu." Pamit Abhi dengan berdiri dan menyalimi Orang tua Alfi.


"Iya hati-hati dijalan Bhi, Alfi? anter kedepan." Pinta Maminya Alfi dan diangguki Alfi.


"Abhi pulang Om Te, terima kasih minumnya dan camilannya, Assallammu'allaikum." Salam Abhi.


"Wa'allaikum sallam, iya sama-sama." Balas Mami Papi Alfi bersamaan.


Dihalaman rumah Alfi.


"Bhi? Thanks ya? Kalo Lo ngga bantuin mungkin Gua ngga akan pernah bisa liburan." Kata Alfi tulus dengan menatap mata Abhi sambil tersenyum manis memancarkan kebahagiaan.


"Sama-sama Al, Gua pulang dulu." Balas Abhi dengan senyumnya.


"Iya, hati-hati." Pesan Alfi.


"Rumah kita masih satu perum dan komplek Al." Kata Abhi dengan terkekeh.


"Ya ngga papa dong, ngga ada yang nglarang juga." Sewot Alfi.


"Hehehe, ya udah Gua pulang, assallammu'allaikum." Salam Abhi.


"Wa'allaikum sallam." Balas Alfi sambil menatap motor Abhi yang berjalan menjauh dari tempatnya berdiri dan menghilang ditelan belokan.

__ADS_1


Setelah itu Alfi masuk kerumah dan berjalan kekamarnya dengan perasaan senang.



__ADS_2