
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
"Hmmm ok ok, Papa sama lain nya pergi aja dulu ke depan, bentar lagi Angkasa nyusul kok." Kata Angkasa singkat.
"Iya deh terserah kamu, jangan tinggal di sini ama para perempuan!." Seru Papa Zaidan memberi pesan yang hanya di balas angguk kan oleh Angkasa.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
Sepeninggalan para tetuah laki-laki.
Semua wanita di ruang santai diam tak ada bersuara.
Dan itu membuat Agnez bingung dan memanggil-manggil orang di dana, bahkan meraba-raba sekitar, bagaimana tak riba? Pandangan nya saja masih di halangi oleh Angkasa.
"Mama Tika? Mas Angkasa?." Panggil gadis itu.
Semua orang tak menjawab, malah tertawa cekiki kan pelan karena tingkah Agnez.
Angkasa menyuruh semua wanita diam membiar kan Agnez melakukan sesuka nya.
Tangan Agnez menyentuh tangan Angkasa.
"Mas? Ini masih kamu to? Mas? Jawab dong!." Kesal Agnez karena di acuh kan.
"Why Baby?." Suara Angkasa menyahut dengan begitu menakut kan tepat di telinga kecil Agnez.
"Ma... Ma... Mas Angkasa?." Panggil Agnez dengan gagap.
"Hm? Kamu memanggil ku Baby?." Sahut Angkasa masih dengan suara mengeri kan menurut Agnez.
"Huaaa!! Ayah?! Ibu?! Mama Tika?! Kalian di mana?." Jerit Agnez memenuhi ruang santai yang luas itu.
Terasa di tangan Angkasa ada tetasan air di sana.
__ADS_1
'Eh? Kok basah? Dia nangis yah? Waduh gawat nih.' Batin Angkasa gelapan.
Segera Angkasa melepas dekapan tangan nya di mata Agnez dan menarik Agnez dalam peluk kan nya.
"Maaf Little girl, aku niat nya bercanda tadi, jangan nangis dong, maaf yah, stt... stt... diem ya cantik maaf." Ucap Angkasa bak menenang kan bocah yang tengah menangis tak mendapat mainan dari Ibu nya.
Semua wanita di ruang santai itu menggeleng kan kepala tak habis pikir dengan tingkah Angkasa.
"Bi... bi... bisa nd... ndak sih ka... kalo bercanda ja... jangan nyeremin gitu, aku takut." Kata Agnez dengan sesengguk kan.
"Maaf little girl, ngga buat lagi deh, lagi-lagi ngga bakal jahilin gitu lagi, maafin aku yah." Pinta Angkasa memelas.
"Iya udah di maafin, sekarang mending Mas Angkasa pergi ke tempat para pria di luar aja sana, biar ndak ganggu in aku lagi." Usir Agnez sambil mendorong tubuh Angkasa menjauh dari tubuh nya.
"Aku mau tinggal." Rengek manja Angkasa pada Agnez.
Semua wanita terutama Mama Tika tak percaya kalau Angkasa punya sisi manja, karena beliau tak pernah melihat anak nya seperti ini kecuali saat dulu masih kecil.
"Ndak boleh! Kita mau nonton Drama, nanti Mas Angkasa bosen, mending pergi aja sana main catur sama Papa Zaidan." Usir Agnez sekali lagi.
"Ck! Iya deh iya aku pergi, assallammu'allaikum." Salam Angkasa di sertai mencium kening Agnez lembut.
Agnez tercengang mendapat ciuman di kening secara dadakan dari Angkasa.
Dia diam terpaku sejenak, dan tak lama muka nya bersemu merah merona karena malu.
"Wa'allaikum sallam, haduh! Udah kaya dunia milik sendiri aja sampe-sampe yang di sini di anggurin di anggap ngga ada! Lanjutin aja terosss." Sindir Kristal membuat Angkasa dan Agnez sadar bahwa mereka tak hanya berdua di ruang santai rumah Daddy Rafka dan Mommy Za ini.
"Eh? Angkasa lupa kalo ada semua nya di sini, maaf yah hehehe... ." Angkasa berucap bak orang tanpa dosa, dia malah nyengir kuda menampil kan gigi putih dan rapi nya.
Setelah sedikit lama berbincang, Angkasa pun pergi menyusul para lelaki yang tengah duduk di teras rumah dengan bermain catur.
Di ruang santai, para wanita menonton TV yang tengah menayang kan Drama.
Di teras rumah.
"Angkasa? Tadi kamu ngapain aja di ruang santai sampe lama banget?." Tanya Papa Zaidan yang pandangan nya fokus pada papan catur di depan mata nya.
"Ngerjain Agnez dulu Pa, baru ke sini." Jawab jujur Angkasa tanpa ada yang di tutup-tutupi.
"Angkasa? Nemu di mana sih gadis seperti Agnez?." Tanya Daddy Rafka.
"Nemu di got taman kota Dadd." Jawab Angkasa ngawur di akhiri kekehan.
"Buset dah! Emang si Agnez anak kucing?!." Pekik Papa Abdiel manyahuti omongan Angkasa anak dari sahabat nya itu.
"Hahaha... engga kok Pa, Angkasa ketemu malam hari di Taman Kota pas Angkasa mau beli martabak terang bulan pesenan Mama Tika." Jelas Angkasa detail.
"Kasian yah si Agnez kenal sama Angkasa." Cetus Pamungkas yang di tatap kebingungan dari semua orang.
"Kasian kenapa?." Tanya Angkasa dengan mengerut kan kening nya, perasaan Angkasa mengatakan jawaban Pamungkas pasti aneh-aneh.
"Ya kasian aja, Agnez kan anak nya ceria tuh, jarang nangis kek nya, setelah kenal ama Angkasa aku yakin hidup nya ngga tenang lagi, Angkasa kan hobi bikin anak orang nangis." Jawaban Pamungkas tak dapat di kilah oleh Angkasa.
"Jangan bikin calon mantu Papa numpahin air mata mulu Angkasa kalo ngga mau Agnez Papa jauhin dari kamu dalam jangka waktu yang tak dapat di prediksi." Tegas dan sangat serius Papa Zaidan saat mengata kan ancaman panjang nya itu.
"Tuh dengerin Kas." Kata Bang Damar yang menyebut nama tengah Angkasa dan nama akhir Pamungkas.
__ADS_1
Pamungkas dan Angkasa menoleh bersamaan menatap Damar malas.
"Jangan manggil dengan nama 'Kas' dong Damar! Kamu lagi nasihatin siapa sih? Aku atau Angkasa?." Tanya Pamungkas jengkel.
"Ouh iya aku lupa nama kalian berdua hampir sama, hahaha... maaf-maaf." Ucap Damar tertawa geli sendiri.
"Huh!." Dengus Angkasa dan Pamungkas bersamaan.
"Iya Pa, ngga lagi-lagi bikin dia nangis, in syaa Allah tapi, Angkasa ngga bisa janji." Ucap Angkasa dengan ringan tanpa beban.
'Huufffhhhhh... .' Helaan nafas lelah terdengar dari semua pria yang mendengar jawaban Angkasa yang menurut Papa Zaidan juga lain nya sangat menyebal kan di telinga mereka.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung... .
Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.
__ADS_1