Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
S2 ==> NMKP 208


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


Di rumah Agnez.


Gadis manis itu sedang sarapan bersama di meja makan bersama ke dua orang tau nya dengan memasang wajah kusut.


"Kenapa muka di tekuk gitu to Nduk?." Tanya Ibu Agnez lembut pada Agnez.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Mendengar pertanyaan dari sang Ibu, Agnez hanya membalas nya dengan gelengan kepala.


Tapi di pikiran nya tiba-tiba terlitas sebuah ide yang menurut nya briliant.


"Ibu? Nanti kalo ada yang nyari in Agnez, bilang Agnez sudah berangkat sekolah yah." Pinta nya dengan antusias pada sang Ibunda.


"Loh kok gitu? Emang siapa yang mau ke sini? Kamu nyuruh Ibu buat bohong ini cerita nya?." Tanya Ibu Dewi beruntun.


"Bu-." Ucapan Agnez terpotong oleh suara seseorang.


"Ngga baik tau nyuruh orang buat bohong." Cetus Angkasa yang berjalan di belakang Ayah Agnez.


Dengan cepat Agnez menatap asal suara itu, alis nya berkerut tak suka melihat kedatangan Angkasa.


"Ouh Ibu tau kenapa kamu bilang gitu, ternyata Mas Angkasa yang mau ke sini." Ujar Ibu Agnez senang dan dia menggoda Agnez dengan lirik kan nya.


"Ck!." Agnez berdecak kesal. Angkasa terkekeh pelan mendengar nya, dia tau kalau gadis nya tak mau dia datang ke rumah nya.


"Nak Angkasa ayo duduk makan dulu." Ajak Ayah Agnez ramah.


"Terima kasih Om, tapi Angkasa udah makan tadi dari rumah." Tolak Angkasa lembut bin halus.

__ADS_1


Mendengar suara Angkasa yang lembut bin halus itu Agnez mendengus jengkel.


"Mas Angkasa mau jemput Agnez buat ke sekolah bareng yah?." Tanya Ibu Agnez antusias.


"Iya Te, itu kalo di ijin kan." Ucap Angkasa tersenyum ramah, lirik kan nya mengarah pada gadis mungil nya.


Agnez mendelik kan mata nya begitu di tatap oleh pemuda tampan itu, kemudian Agnez menatap sang Ibu dan Ayah sembari menggelang kan kepala sebagai kode jangan di ijin kan, Ayah dan Ibu melihat kode Agnez terkekeh penuh arti yang tak dapat di cerna Agnez.


"Bolah Mas Angkasa, monggo Agnez nya boleh di bawa, tapi di jaga in ya Mas, jangan di apa-apa in, anak perawan kesayangan kita ini soal nya, satu-satu nya, sewatang wayang." Panjang lebar Ibu Agnez berbicara.


"Siiap Te, Angkasa bakal amanah In syaa Allah." Ujar Angkasa mantab.


"Dah! Agnez! Sana berangkat, ini udah siang loh." Suruh Ayah Agnez.


"Tapi Yah-." Ucapan protes Agnez tak di gubris oleh Ayah, beliau menyela ucapan Agnez cepat.


"Ayah mau bawa Mas Bambang ke kantor, Ayah lagi males bawa mobil sendiri." Ayah se akan tau maksud protes anak nya itu.


'Huuffhhh... .' Helaan nafas pasrah terdengar jelas di telinga 3 orang di depan nya ini.


Dengan otak yang menolak tapi hati mendorong meng iya kan, Agnez pun mengambil tas nya dan berpamitan dengan mencium punggung tangan ke dua orang tau nya.


"Kami pamit Te Om, Assallammu'allaikum." Ucap Angkasa dengan senyuman 5 jari nya.


"Wa'allaikum sallam, hati-hati ya Mas Angkasa, bawa anak Tante." Pesan Ibu Agnez pada Angkasa.


Setelah mengatakan itu Angkasa menggandeng tangan Agnez menuntun nya keluar rumah.


Di tempat motor Angkasa terparkir.


"Nah pake helm dulu." Suruh Angkasa sambil memberi kan helm berwarna biru muda pada Agnez.


"Helm itu menjaga keselamatan kepala kita Nez, kalo kamu makek nya cuma asal-asalan, ngga di kunci, yang bahaya diri kamu sendiri nanti nya." Panjang Angkasa berbicara sambil mengunci helm Agnez.


Agnez yang mendengar panjang lebar ceramah Angkasa hanya menatap cengo pemuda itu.


"Dah jangan ngelamun, ayo naik." Ajak Angkasa dan kontan kepala Agnez mengangguk.


Agnez naik ke atas motor dengan pegangan pundak kokoh Angkasa. Setelah Agnez duduk anteng, Angkasa masih saja belum melaju kan motor nya.


"Mas Angkasa? Kenapa diem? Ayo meluncur ini udah siang loh?" Seru Agnez menyuruh Angkasa menjalan kan motor nya.


"Pegangan dulu gitu Nez, nanti jatoh loh." Angkasa menakut-nakuti gadis polos dan lugu itu.


Agnez pun menurut, dia mencengkram erat jaket yang di pake Angkasa.


"Dah! Ayo jalan." Ujar Agnez.


"Pegangan yang bener tuh gini Nez!." Angkasa gemas dan bosan berbasa basi. Dia memposisi kan ke dua tangan Agnez memeluk pinggan nya. Saat Agnez hendak protes, motor sudah di nyala kan dan melaju dengan kencang membelah jalanan pagi kota Jakarta.


"Mas Angkasa?!!! Jangan kenceng-kenceng bawa motor nya!!! Agnez takut!!." Seru Agnez berteriak di balik punggung Angkasa, peluk kan Agnez di pinggang Angkasa semakin erat.


Angkasa hanya terkekeh kecil dan memelan kan sedikit laju motor nya.


Tapi itu tak membuat Agnez berhenti ketakutan, dia memelul memeluk Angkasa dengan erat, pipi nya dan benda padat kenyal di dada Agnez sangat terasa menempel di punggung Agnez.

__ADS_1


Angkasa memang lelaki normal, tapi dia tak mudah konak dengan hanya punggung nya di tempeli benda itu, dia pandai menjaga nafsu nya, karena bagi nya, jika menyakiti wanita sama saja dia menyakiti sang Mami.


Angkasa menikmati peluk kan Agnez yang erat, begitu pun Agnez, hidung nya menangkap aroma khas dari Angkasa yang maskulin dan menenang kan, dia menghirup aroma itu dalam-dalam dan menjadi kan nya penenang.


Agnez sudah tak berteriak dan tenang di belakang, dia malah mengantuk sekarang karena mencium aroma menenang kan khas Angkasa, tapi pemuda itu selalu menyadar kan nya agar tak terjadi hal-hal buruk.


Sampai di sekolah.


"Besok aku ngga mau jemput kamu pake motor." Blak-blakan Angkasa berucap.


Agnez terkejut, dan kemudian pancaran kekecewaan terlihat dimata nya yang bening, polos, dan lugu itu.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung... .


Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.

__ADS_1


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2