
Rabu, 19 Agustus
"Za? Baju seragam Aku mana? Kok belum siap sih?." Teriak Rafka dari dalam kamar.
"Udah Aku keluarin, ada ditempat tidur Raf!." Seru Zarine sedikit berteriak.
"Mana? Gak ketemu Yang, mending Kamu sini deh bantu nyari." Pinta Rafka.
"Iya tunggu, bentar lagi Aku naik." Jawab Zarine.
Kemudian Zarine menuju meja makan dulu untuk meletakkan sarapannya, lalu segera naik kelantai dua letak kamarnya.
Setelah naik Zarine masuk kekamar tanpa mengetuk dan tiba-tiba.
'Grep.'
"Allahu Akbar!." Kejut Zarine.
"Hehe maaf." Kata Rafka.
"Ini Kamu udah pake baju, jadi tadi Kamu bohong sama Aku?." Kata Zarine.
"Hehehe maaf yaaa, boleh minta bantuin pasang dasi ngga istri Ku?." Tanya Rafka melepas pelukannya dan beralih menghadap Zarine. Zarine yang dipanggil "Istri Ku" oleh Rafka jadi salah tingkah dan pipinya seketika merona bak kepiting rebus.
"Hehehehe Kamu lucu banget sih." Kata Rafka dengan menoel pipi cabby Zarine dan mengecup bibirnya.
---Flashback On---
Sabtu, 11 Juli kediaman keluarga Fathan.
Rafka, Mama, dan Papanya sedang duduk didepan TV ruang keluarga.
Rafka melihat Mama dan Papanya duduk dengan gelisah seperti ingin mengatakan sesuatu pada Rafka tapi takut-takut.
"Papa sama Mama kalau mau ngomong, ngomong aja ngga usah takut atau ragu." Kata Rafka memecah kegelisahan Orang Tuanya.
"Anak Papa peka ternyata." Kata Papanya lalu mengambil remot dan mematikan TV yang menyala didepan mereka, dan Rafka mematikan ponselnya untuk mendengarkan percakapan Orang Tuanya.
"To the point aja ya Raf, gini, Hari Minggu depan Kamu akan menikah dengan Zarine anak Om Adib." Kata Papa Yusuf.
"Rafka masih sekolah Pa, masih 11 SMA, kalo Rafka dikel-."
"Kamu gak akan dikeluarkan dari Sekolah Raf, karena kita akan menikah secara sederhana." Potong Papa cepat.
"Kenapa Papa baru ngomong sekarang? Kenapa Papa gak minta persetujuan dari Rafka dulu? Terus Rafka mau kasih makan apa si Za?." Tanya Rafka beruntun.
"Ya makan nasi dong Raf, masa makan batu." Kata Mama menyahut.
"Lagi pula, tanpa Mama dan Papa tanya, Kamu juga akan setuju kan?." Tambah Mama.
"Dari mana Mama-."
"Mata Kamu jelasin semuanya Sayang." Potong Mama.
"Kamu mencintai Zarine dan Zarine pun mencintai Kamu. Pernikahan ini juga Kami rencanakan saat Kamu dan Zarine masih Bayi. Awalnya bercanda, tapi setelah melihat kalian waktu kecil dulu dan saat kalian menginjak dewasa, Kami serius dengan perjodohan itu." Kata Mama.
Memang benar yang dikatakan Mamanya. Rafka mencintai Zarine, tapi dia tak mampu mengatakannya dan terkesan kaku jika membahas rasanya kepada Zarine.
Mendengar perjodohan ini Rafka tetap memasang wajah datarnya saat menerima, tapi didalam hatinya dia bahagia.
'Terima kasih Ya Allah." Batin Rafka.
€€€€€€€€€€€€€€€
Waktu yang sama dan pembicaraan yang sama dikediaman Ansharri yang berada di kota Surabaya.
"Kamu terima kan perjodohan ini Sayang?." Tanya Bunda Ezzah dengan mengusap kepala Zarine yang tertutup kerudung.
"Kenapa Ayah baru bilang sekarang?." Tanya Zarine.
"Biar surprise, hehehe." Kata Ayah terkekeh.
"Zarine terima ya?, Ayah dan Papanya Rafka memang sudah membuat perjanjian itu, lagipula Ayah liat cinta dimata Kamu untuk Rafla loh." Kata Ayah menggoda Zarine.
__ADS_1
Zarine tersenyum malu disertai pipi memerah.
"Ahahahaha, liat Bun, Za malu-malu tuh, ahahaha." Kata Ayah dengan menertawakan Zaline.
"Apa sih Ayah." Kata Zarine dengan menunduk malu.
"Jadi?." Tanya Ayah lagi dan diangguki pelan oleh Zarine dengan senyum malunya.
"Alhamdulillah." Kata Ayah Bunda kompak.
"Minggu depan, hari Sabtu kita berangkat ke Jakarta dan Minggunya kamu akad. Jangan khawatir, pernikahan ini dilakukan dengan sederhana kok. Hanya didatangi oleh kerabat dekat dan sahabat. Setelah menikah juga kamu sama Rafka masih bisa sekolah." Kata Ayah menjelaskan.
××××××××××××××××××××
Sabtu, 18 Juli Zarine menuju Jakarta dan langsung ke Villa puncak untuk melaksakan akad esok hari.
Rafka besok pagi akan melaksanakan Akad nikah dimasjid dekat Villa. Rafka dan keluarga serta sahabat datang sabtu pagi tadi. Zarine dan keluarga sampai diVilla pukul 22.00 dan semua penghuni sudah tidur. Setelah masuk ke Villa tepatnya kamar. Zarine langsung ganti baju (ngga mandi karena sore tadi udah😂) kemudian tidur.
Keesokan harinya.
Minggu, 19 Juli.
Zarine sudah dirias dikamarnya dan didalam kamar juga banyak perempuan yang terdiri dari Bunda, calon mertunya, dan sahabat-sahabatnya.
"Ihhhh cantik banget sih Lo Zaaaaa." Seru Akifa heboh dan dibalas dengan senyuman oleh Zarine.
Zarine melihat Bunda menangis lewat pantulan kaca cermin, lalu dia berdiri dan memeluk Bundanya, dia juga mengeluarkan air mata sedih.
"Udah dong, masa dihari bahagia pada nangis-nangis gini? Pengantin perempuan juga, jangan nangis, nanti bedaknya luntur loh. Dan untukmu Ezzah, dia memang menjadi menantuku dan anakku, tapi tetap kamu juga Ibu kandungnya, Aku tak akan melarangmu untuk bertemu denganmu." Kata Mama Rafka.
"Huts...... huts..... dengerin." Kata Akifa memecah kesedihan itu.
Akifa dan lainnya mendengar suara merdu membaca ayat suci Al-Qur'an surah Ar-Rahman.
"Cieee suara siapa tuh?." Kata Akifa menggoda.
Dan lainnya tertawa menggoda Zarine.
'Tok tok tok.'
"Ayo." Ajak Abang Zarine. Bang Rafa.
Semuanya mengangguk dan menuntun Zaline. Dan lengan Zarine digandeng oleh Bang Rafa.
Saat berjalan.
"Aduh beberapa menit lagi Adik Bang Afa resmi milik orang nih." Kata Bang Rafa dengan wajah disedih-sedihkan.
"Za tetep Adik Abang kok." Kata Zarine dengan tersenyum manis dan dibalas senyum juga oleh Bang Rafa.
Setelah berjalan sampailah didepan penghulu. Zarine duduk dengan Rafka.
Lalu setelah itu Rafka dan Ayah Zarine melaksanakan Ijab Qobul dan terdengarlah suara 'Sah' dari para saksi maka Zarine dan Rafka resmi menjadi suami istri secara hukum dan agama.
Setelah melaksanakan doa-doa pengantin baru itu melakukan sungkem pada orang tua. Dan acara itu penuh haru dari keluarga serta sahabat.
Pukul 12 siang acara selesai, mereka semua membersihkan diri lalu melaksanakan sholat dan makan Siang bersama.
Saat dimeja makan.
"Ma, Pa, Bun, Yah. Rafka mau minta ijin untuk bawa Za pulang keapartemen Rafka, boleh kan?." Pinta Rafka.
"Mending dirumah Mama Papa aja Raf." Kata Mama meminta.
"Atau dirumah Ayah Bunda aja." Kata Bunda juga.
2 keluarga itu ingin pengantin baru ini tinggal dengan mereka, tapi Rafka sudah punya rencana yang sudah dia siapkan sehak dulu.
"Maaf Ma, Bun. Rafka udah punya rencana kalau Rafka udah nikah Rafka akan tinggal berdua dengan istri Rafka diapartemen, Rafka pengen mandiri dan gak nggantungin Mama Papa ataupun Bunda Ayah." Jelas Rafka panjang lebar.
Mendengar jawaban Rafka 2 wanita paruhbaya itupun mengangguk mengiyakan.
"Lo jaga baik-baik Adik Gua Raf, awas Lo bikin nangis." Kata Bang Rafa mengancam. Dia sebenarnya sudah percaya dengan Rafka, hanya saja dia hanya menakut-nakuti.
__ADS_1
"Tenang aja Fa, kalo nih anak bikin nangis Adik Ipar nangis, bukan Lo aja yang bakal hajar, Gua juga akan kasih tonjokan biar dia sadar." Kata Zaidan.
"Gua ngga akan nglakuin itu semua." Katanya tegas dan dingin.
Setelah makan mereka semua beres-beres barang dan melaju pulang.
Pukul 19.00 Zarine berdiri dibalkon kamar apart Rafka.
Sesuai kata Rafka tadi, dia dan Zarine pulang kerumahnya sebentar hanya mengambil baju lalu pulang ke apart.
Apartemen Rafka itu lumayan luas dari apartemen lainnya. Ada 2 kamar, ruang tamu disampingnya diberi skat untuk ruang keluarga yang terdapat TV, lalu ada pantry, menyatu dengan meja makan dan dapur. Apartemen nya terdiri dari dua lantai. Untuk kamar mandi ada dua, satu didalam kamar Rafka dan didekat dapur.
Tiba-tiba dari arah belakang pinggang Zarine ada yang memeluk, siapa lagi kalau bukan Rafka suaminya.
"Kamu apa kabar? Lama ngga ketemu ya? Sekali ketemu langsung dinikahin." Kata Rafka dengan terkekeh pelan.
"Kabarku baik. Dan sepertinya Aku ngga usah tanya kabar kamu, karena kamu sehat dan berdiri disini sama Aku." Kata Zarine.
"Raf?." Panggil Zarine.
"Hmmm?." Tanya Rafka dengan menyandarkan kepalanya diceruk leher Zarine.
"Aku gak akan maksa kamu untuk menjadi suamiku, kalo kamu mencintai-."
"Aku mencintai kamu Za, hanya kamu. Dan rasaku ini terjadi udah lama banget, entahlah sejak kapan. Intinya Aku mencintai kamu! Hanya kamu, jangan membahas ini lagi, dan Aku juga ngga akan ninggalin kamu baik sekarang nanti atau selamanya." Jelas Rafka dengan nada tegas.
Tiba-tiba Zarine berbalik dan memeluk Rafka erat menenggelamkan wajahnya didada bidang Rafka.
"Aku juga cinta sama kamu." Kata Zarine sesenggukkan dan membuat Rafka kaget.
Tanpa menjawab apapun Rafka memeluk erat Zarine dan mereka saling mengeratkan pelukan masing-masing hingga Zarine tertidur karena lelah menangis bahagia, lalu Rafka menggendongnya dan ikut tertidur disamping Zarine.
Flashback Off
Kembali kemasa sekarang
Setelah kejadian baju tadi, mereka berdua turun saranpan lalu berangkat sekolah dengan mengendarai mobil.
Pernikahan mereka sudab berjalan kurang lebih 1 bulan lamanya, Zarine bersekolah disekolah yang sama dengan Rafka. Mereka juga satu kelas.
Saat sampai diparkiran sekolah mereka segera turun dan berjalan kekelas dengan bergandeng tangan. Disudut koridor seseorang melihat dengan tatapan kesal.
Sejak kepindahan Zarine kesekolah Rafka, seseorang itu selalu menatap Zarine dengan penuh kebencian.
Saat sampai dikelas mereka disambut dengan suara jeritan Akifa.
"Abdielllllll!!!!! Dasar tengil, balikin roti Gua!!." Teriak Akifa dengan kerasnya.
"Assallammu'allaikum." Salam Zarine dan Rafkar kompak.
"Wa'allaikum sallam." Jawab semuanya kompak.
Disekolah tak ada yang tau bahwa Zarine dan Rafka menikah hanya sahabat mereka saja yang tau, Rafka memperkenalkan Zarine itu pacarnya pada orang yang tanya padanya.
"Ada apa nih? Pagi-pagi kok udah teriak?." Tanga Zarine.
"Tuh liat! Roti Gua diambil Adiel." Sewot Akifa sambil menunjuk Abdiel.
"Cuma satu If, Ya Allah pelit amat Lo." Kata Abdiel dengan wajah disedih-sedihkan.
"Gua belom sarapan dodol! Tadi kesiangan." Kata Akifa dengam duduk dibangkunya lagi.
"Lo belum sarapan? Lo mau apa? biar Gua beli in." Kata Abdiel dan semuanya mengelum senyum mendengar nada bicara Abdiel ada kekhawatiran.
"Gua cuma mau roti aja." balas Akifa dengan menatap Abdiel.
"Tunggu disini." Kata Abdiel langsung berlari kekantin.
Rafka dan Zarine sudah duduk dari tadi dibangkunya.
Zarine, Rafka, dan lainnya satu kelas. Rafka duduk dengan Zarine, Akifa dengan Abdiel, dan Abhi dengan Alfi. Merek ber 6 duduk dibelakang sebelah kanan dekat jendela para Cowok duduk disebelah kiri Cewek dan Ceweknya duduk disebelah kanan. Bangku kelas ditata dengan 3 tatanan kanan, kiri dan tengah.
__ADS_1
Kalo suka klik favorite ya Guys. Salam Sayang dari ViCa😋.