Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Ninety-one


__ADS_3

"Ya udah diusahakan nanti deh biar dapet kembar." Kata Abdiel manyahut.


"Udah ah ngga mau bahas aneh-aneh." Akifa mengalihkan obrolan.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Kemudian Abdiel, Abhi, dan Rafka tertawa kecil.


"Besok hari minggu, kita ke taman kuy olahraga pagi." Ajak Akifa pada 6 orang lain nya.


"Besok jam setengah 7 pagi kita kumpul di teras depan." Rafka mengatur waktu.


"Siiap." Setuju lainnya.


"Ini Bang Rafa, Kak Raina, Bang Idan, ama Tika gimana?, ngga di ajak?." Tanya Abdiel.


"Kirim chat aja, biar besok mereka baca." Kata Rafka.


Zarine mengeluarkan ponsel nya dan menuruti perkataan sang suami tercinta nya.


"Kenapa besok?, kenapa ngga nanti tau nya?." Tanya Alfi polos.


"Pasti mereka lagi olah raga malam sekarang, yakin dah Gua mah." Itu jawaban dari Abdiel dengan wajah serius.

__ADS_1


"Dasar Abdiel gila! Ayo kita pulang aja!." Ajak Akifa sambil menyeret Abdiel.


"Guys kita pulang dulu, assallammu'allaikum." Salam Akifa.


"Wa'allaikum sallam." Jawab Abhi Alfi dan Rafka Zarine.


"Kita juga pulang deh, bye Za Raf, makasih makan malam nya dan selamat malam, assallammu'allaikum." Alfi ikut pulang dengan menggandeng tangan Abhi.


Hanya tersisa Rafka Zarine di ruang santai.


Lalu tiba-tiba Rafka mendekat kan tubuh nya kepada Zarine.


Zarine yang fokus ke arah pintu keluar rumah terkejut karena Rafka berbisik dengan suara beratnya.


"Aku juga pengen ambil jatah." Bisik Rafka tepat di telinga Zarine.


Dia sampai bisa merasakan hangat terpaan nafas Rafka.


Zarine menoleh ke arah sang suami.


Kening mereka saling bertemu dan hidung mereka hampir bersentuhan.


Nafas Rafka sudah memburu.


Lalu secara tiba-tiba, Zarin mengecup bibir Rafka lembut dan pergi ke kamar meninggalkan Rafka yang terbengong di sofa.


Kemudian Rafka sadar, dia menyentuh bibir nya sambil tersenyum kecil.


"Mau main-main seperti nya, baik akan aku turuti." Senyum Rafka tersungging manis di bibir nya.


Rafka ikut masuk ke kamar dan tak melihat Zarine di dalam.


Dia masuk ke ruang ganti berniat mengganti baju nya.


Di ruangan itu Rafka melihat Zarine tengah melepas bra nya, Zarine terbiasa melepas benda itu ketika hendak tidur.


'Grep!.' Rafka memeluk nya dari belakang dan menempatkan ke dua tangan nya di bukit kembar milik istri nya itu.


Rafka menciumi leher Zarine.

__ADS_1


Menyesap dan menghirup aroma tubuh Zarine.


"Yang?." Suara Zarine terdengar mengalun manja di telinga Rafka karena ulah tangan nya yang mere**s bukit dengan sedikit kuat.


"Hem?." Sahut Rafka sedikit mengendur kan re**san nya.


"Kita lanjut di ranjang, jangan sambil berdiri, aku ngga kuat menopang berat badan ku sendiri." Kata Zarine dengan suara serak nya, dia sudah di kuasai oleh gairah juga.


Rafka mengangkat Zarine menuju ranjang dan membaringkan nya dengan sangat hati-hati.


Rafka memulai dengan kecupan seluruh wajah, leher, sampai tubuh.


Dan mereka pun ber olah raga malam sampai beberapa sesi.


Sampai Zarine sudah lelah dan kualahan, Rafka pun berhenti dan memilih memeluk erat Zarine lalu mereka terlelap.


-


-


-


-


-


Bersambung...


Like & komennya ditunggu


Maaf ngga nyambung😢🙏


Maaf kalo garing😢🙏


Jaga kesehatan selalu readers


Maaf typo di mana-mana🙏😢


Salam sayang dari ViCa😍.

__ADS_1


Maaf banget kalo makin hari ceritaku ngga menarik.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran😢.


__ADS_2