Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Sixty-eight


__ADS_3

Para orang tua sudah tidur lelap.


Sedangkan para muda-muda, mereka semua memilih duduk melingkar di atas karpet bulu di depan tv.


Kursi-kursi sudah di letak kan di tempat agak jauh agar mereka lebih bebas bergerak.


"Ini kita mau ngapain?." Tanya Akifa setelah melihat formasi duduk melingkar sudah sempurna.


"Iya yak, kita mau ngapian setelah duduk jaya gini?." Tanya Abdiel menimpali.


"Ini nih yang namanya kumpul tapi belum punya tujuan." Celutuk Alfi.


"Raf?, Lo punya gitar ngga?." Tanya Rendra.


"Ada, bentar Gua ambil." Jawab Rafka.


Rafka beranjak dari duduknya lalu menuju ke kamarnya.


5 menit kemudian dia kembali dengan gitar di tangan kanannya.


Rafka memberikan gitar itu pada Rendra.


Rendra menerima.


"Gua pinjem yak." Ucap Rendra.


"Pake aja." Jawab Rafka.


Rendra memposisikan gitar yang dia pegang di tempat yang nyaman.


"Ehem." Rendra berdehem.


"Gaya Lo sok-sok an Nyet." Sungut Shita dengan mengusap wajah Rendra kasar.


"Tangan Lo bau terasi, jangan usap-usap." Canda Rendra.


Shita mendengus dengan candaan Rendra.


"Hehehehe, udah kita mulai mainnya, nama permainan ini adalah tebak lagu, aku yang bakal kasih petunjuk sama gitar ini, kalian semua tebak nadanya, paham?." Tanya Rendra setelah menjelaskan cara mainnya.


"Paham." Jawab semua muda-muda.


"Ini ngga ada hukuman kalo kalah?." Tanya Abdiel.


"Yang kalah jongkok di tempat." Usul Shita.

__ADS_1


"Awas senjata makan tuan loh." Peringat Rendra dengan pendangan mengejek.


"Kagak bakal kalah Gua, yakin deh." Yakin Shita pada Rendra.


"Ok, kita mulai." Kata Rendra.


Gitar mulai di petik oleh Rendra.


Shita dengan seksama mendengarkan.


Rendra memperhatikan keseriusan Shita dalam mendengarkan lagu.


Lalu Shita tersenyum sumringah, dia tau lagu apa ini.


Dia mulai menarik nafas dan bernyanyi.


'Dia untuk ku


Bukan untukmu


Dia milik ku


Bukan milik mu


Pergilah kamu janganlah ganggu


Kamu tak kan mungkin


Mendapatkannya karena dia


Berikan aku pertanda juga


Janganlah kamu banyak bermimpi ohhh.' (Maaf kalo ada yang salah).


Shita bernyanyi dengan suara merdu.


Bahkan yang mendengar sampe tersenyum-senyum.


"Gua ngga tau ini judul lagunya apa, tapi kurang lebih liriknya seperti itu." Kata Shita.


"Wow, suara Lo bagus banget Ta, Lo ngga coba jadi penyanyi gitu?." Tanya Akifa takjub dengan suara merdu Shita.


"Hahaha, Gua di tipu ternyata." Senyum garing Shita dengan menatap Rendra tajam.


"Hehehe, peace." Cengir Rendra dengan menunjuk kan jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf V.

__ADS_1


"Di tipu gimana?." Tanya Alfi.


"Shita ini ngga pernah nunjukkin bakat nyanyi sama orang lain selain Aku, Rendra, Andi, sama Panji, ini kali pertama dia nyanyi di depan umum." Ungkap Raina.


"Wah, kita pertama yang dengerin?." Tanya Zarine senang.


"Yaaa seperti itulah." Jawab Raina.


"Kenapa Lo sadarnya baru tadi Ta?." Tanya Alfi.


"Gua terlalu antusias sampe ngga nyadar." Alasan Shita.


"Hahaha." Tawa semua orang pecah mendengar alasan Shita.


"Ok, kita lanjut atau gimana nih?." Tanya Rendra tentang games tebak lagu.


"Engga deh, sekarang Lo main gitar ini dan juga Lo harus nyanyi." Suruh Akifa.


"Gua ngga bisa nyanyi." Sangkal Rendra.


"Mereka bisa Lo bohongin, tapi Gua engga." Kata Shita dengan senyum liciknya.


"Sini in gitarnya, Raf gitarnya Gua pinjem." Shita meminta ijin dengan merebut benda di tangan Rendra itu.


Shita mengatur tempat nyaman untuk memegang gitar di tangannya.


-


-


-


B E R S A M B U N G . . .


Like & komennya ditunggu


Maaf ngga nyambung😢🙏


Maaf kalau ceritanya nyimpang sama judul😢🙏


Maaf ceritanya berbelit-belit🙏😢


Jaga kesehatan selalu readers


Salam sayang dari ViCa😍.

__ADS_1


Maap keun up nya cuma 500 kata🙏.


Author buntu ngga dapet ide😭.


__ADS_2