
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU
MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
"Hehehe... istri aku lucu banget kalo lagi tidur gini, damai deh liat nya." Ujar Rafka dengan tangan nya menyibak rambut Zarine yang menutupi wajah nya.
"Yang?." Panggil Rafka lembut tepat di telinga Zarine.
Tapi sang empu nama tak bergerak asik tidur.
"Sayang?Udah ashar ayo bangun, kita belum sholat ashar." Bisik Rafka lagi.
"Emhh." Zarine melenguh dan mata nya mulai terbuka perlahan.
"Emang udah jam berapa?." Tanya Zarine lesu.
"Setengah 4, ayo bangun, kita harus mandi dan sholat ashar." Cetus Rafka mengajak.
Tanpa menunggu persetujuan atau jawaban Zarine, Rafka menggendong Zarine ala bridal.
Pukul 16.15 sore Rafka Zarine baru keluar kamar menghampiri Bunda dan lain nya di taman belakang.
"Assallammu'allaikum, selamat sore everybody?." Sapa Zarine heboh.
"Wa'allaikum sallam, selamat sore juga Za, Raf." Sapa balik Bunda dan lain nya.
Zarine duduk di sebelah Akifa.
"Kalian berdua udah sholat ashar belum?." Tanya Bunda.
"Udah tadi Bun." Jawab Rafka dengan di sertai senyuman manis nya.
Di tempat Zarine.
"Kamu kok lama banget ngga keluar-kelura kamar? Ngapain aja?." Tanya Akifa kepo sambil menaik turunkan alisnya.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
Zarine yang di tanya seperti itu pipi nya memerah malu, dia menutup wajah nya dengan kedua tangan nya yang lentik itu.
__ADS_1
"Hahahaha... aku tau kok aku tau kalian habis ngapain, hahahaha... ." Tawa Akifa menggelegar membuat orang-orang bertanya-tanya heran.
"Kamu kenapa sih Yang?." Tanya Abdiel pada sang istri tercinta itu.
"Ada deh, rahasia perempuan ngga boleh tau." Ujar Akifa cuek dengan masih tertawa pelan.
"Hmmm... iya deh terserah." Abdiel pasrah karena petanyaan nya tak mendapat jawaban yang ia ingin kan.
Waktu terus berputar, tak terasa hari sudah malam, kini semua orang sedang duduk di meja makan untuk makan malam.
"Ini para tetuah pulang nya besok aja, malam ini nginep di sini." Ujar Rafka meminta.
Mama Rafka dan lain nya saling pandang, kemudian mereka mengangguk kan kepala tanda meng iya kan permintaan Rafka.
"Iya deh kita nginep, lagi pula udah lama juga kita ngga ngumpul kaya gini." Setuju Mami Alfi.
Sehabis makan malam, semua anggota keluarga berkumpul di ruang santai rumah Rafka Zarine.
"Raina? Kabar nya Shita gimana? Lama rasa nya ngga dapet kabar dari dia." Tanya Mama Akifa.
"Alhamdulillah dia sehat Te, Raina ngga tau jelas nya sih memang, Raina ngga terlalu khawatir sekarang sama Shita soal nya kan dia udah aku pawang nya, hehehe... ." Kekeh Raina pelan.
"Pawang, di pikir ular kali ada pawang nya." Celutuk Bang Rafa sambil mengacak rambut istri nya itu.
"Video call dong Kak." Pinta Zarine dengan mata berbinar terang.
"Boleh, ayo kita ganggu dia." Kejahilan para ibu hamil yang kompak, Raina menyetujui ide adik ipar nya ini.
Raina mengambil ponsel nya yang ada di dekat TV, kemudian dia mengutak-atik nya sebentar dan panggilan pun terjadi.
"Berdering." Beri tahu Raina.
Kak Raina menata posisi ponsel agar semua nya bisa melihat Shita dan mengobrol dengan nya.
"Wa'allaikum sallam." Jawab semua orang di belakang Raina.
"Hai? Apa kabar semua nya?." Tanya Shita menyapa.
"Alhamdulillah kita di sini baik dan sehat, kamu di sana gimana kabar nya Ta?." Tanya Zarine.
"Alhamdulillah, kita juga sehat di sini." Jawab Shita.
"Rendra mana Ta?." Tanya Abdiel.
"Ada noh di tempat penginapan." Ujar Shita memberi tahu.
"Kamu ada di rumah mana sih emang nya?." Tanya Akifa.
"Aku ada di rumah ku, lagi main liat penginapan." Tutur Shita di seberang sana.
'Kak Andi, itu punya ku loh, Kak Andi balikin handphone kuuu!!.' Seru seseorang di tempat Shita.
'Hahahaha... sini ambil sini, ayo kejar aku.'
"Ta? Itu Andi kan yang ketawa?." Tanya Kak Raina memasti kan.
"Iya, coba tebak deh yang cewek tadi siapa." Kata Shita di sertai senyum penuh arti nya.
"Kaya kenal dan pernah denger sih aku, di mana yah?." Gumam Zarine pelan.
"Hahahaha... kita pernah ketemu sekali sama cewek yang lagi main kejar-kejaran sama Andi ini." Ujar Shita sambil mengarah kan kamera ponsel nya ke arah Dini dan Andi.
Kening Akifa, Alfi, Zarine, Tika, Kak Raina mengeryit dalam.
__ADS_1
Dan kemudian... .
"Itu Dini." Tebak Zarine yang langsung di iya kan Shita.
"Yap, benar, dia Dini, baru beberaoa bulan lalu pindah ke sini, ternyata dia asli orang sini yang merantau ke puncak tempat nikah kalian dulu." Jelas Shita panjang lebar.
"Andi jadi sama dia?." Tanya Rafka yang juga ingin tau.
"Gau kagak paham ama pikiran dua anak manusia itu, mereka Gua tanya 'Kalian pacaran?' mereka cuma diem sambil senyum malu-malu gitu, ngga jelas." Cetus Shita jengkel sendiri.
"Hahaha... sabar-sabar Ta, kalo ngga pacaran terus mereka tuh apa?." Tanya Akifa yang ingin mengetahui lebih detail antara Andi dan Dini.
"Ngga tau, si Dini nya juga ngga mempermasalah kan status nya, dia kaya seberjalan nya aja gitu, pas aku tanya 'Kamu suka sama Andi kah Din?' dia cuma jawab dengan senyum manis nya doang, kan nyebelin, tapi aku Rendra sama Panji menyimpul kan, selama mereka ngga ada masalah serius kita anggap mereka baik-baik aja." Panjang Shita berceramah.
"Ada rencana nikah kah mereka?." Tanya Abhi.
"Ngga tau, si Andi di tanya Rendra jawab nya, liat aja deh nanti, kagak ada yang jelas di antara mereka berdua." Jengkel Shita di seberang sana.
"Ibu nya Dini gimana?." Tanya Alfi.
"Beliau mengawasi ketat 2 orang itu, beliau kaya nya udah ngasih restu deh." Cetus Shita dengan meringis, mata nya tak melihat kamera tapi kearah lain.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung dulu ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.