
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU
MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA AKUNYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
Shita Rendra, dan Panji mengelun senyum melihat wajah kecewa Andi, ada rasa iba sedikit tapi di kalah dengan rasa ingin tertawa nya.
"Dia dulu jauh, tapi sekarang deket, in syaa allah setiap hati bakal ketemu." Jawab Dini penuh semangat dan bahagia yang kental.
"Bakal sering ketemu?." Beo Panji dengan dahi mengernyit.
"Dia tinggal di sini dong berarti?." Tanya Rendra.
Dini kembali menunjuk kan senyum malu nya dan kemudian dia mengangguk meng iya kan ucapan suami Shita itu.
"Wuh penasaran Gua Din, siapa sih tuh cowok?." Tanya Shita sambil melirik Andi sekilas.
Andi memaling kan wajah nya menghindari tatapan semua orang atau lebih tepat nya tak mau mendengar omongan Dini yang membahas tentang orang yang di cintai Dini itu.
"Kak Rendra, Kak Shita, Kak Panji, sama Kak Andi kenal banget bahkan deket loh sama dia." Celutuk Dini kembali.
"Deket?." Tanya Shita tak percaya.
"Kamu pernah ketemu berapa kali sama dia?." Tanya Andi lesu.
"Sekali." Jawab Dini tenang.
"Masih sekali?." Tanya Panji tak percaya.
"Ouh udah 2 kali." Seru Dini cepat sambil sesekali melirik ke arah Andi yang sedih.
'Hehehe... Kak Andi, maafin Dini yah, Dini malu kalo harus blak-blak an ngumbar perasaan, kita kan baru ketemu lagi.' Batin Dini sambil tersenyum manis ke arah Rendra, Andi, Panji, juga Shita.
MAAF KARENA BEBERAPA PART AKU FOKUS HANYA KE RENDRA SHITA, MUNGKIN SETELAH INI AKU BAKAL BALIK KE 7 SERANGKAI, BAKAL ADA BANYAK TRAGEDI BENTAR LAGI, DAN MUNGKIN SAJA KISAH RAFKA ZARINE AMA KAWAN-KAWAN BAKAL TAMAT DAN DI GANTI KAN OLEH ANAK-ANAK MEREKA. AUTHOR LAGI BERJUANG DI DUNIA NYATA NIH, DOA IN LANCAR YAH😁. OUH YA BTW, RENDRA SHITA TUH BENERAN ADA DI DUNIA LOH, NGGA PERCAYA? SILAH KAN SIH, HEHE... .
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
'Gini amat mencintai seseorang, cinta Gua bertepuk sebelah tangan euy.' Batin Andi merana, (Mas Andi yang sabar yah, Author ngga akan mengecewa kan kamu kok😂 #AuthorGesrek).
"Kak Shita?." Panggil Dini sambil mencolek lengan wanita yang hanya berjarak beberapa tahun dengan nya ini.
"Ada apa Din?." Sahut Shita dengan menaik kan satu alis nya ke atas.
"Di sini ngga ada orang jualan jajanan atau apa gitu yah?." Tanya Dini sambil celingak-celinguk mencari sesuatu.
"Di sini kan sepi Din, ngga ada orang, jadi yah ngga ada lah orang jualan jajanan." Jelas Shita panjang.
"Kalo pengen jajan, kita harus pergi dari sini." Usul Andi.
"Tapi aku masih betah di sini." Ucap Dini sambil melihat hamparan sawah hijau di depan nya.
"Kita masih bisa ke sini lagi besok-besok, sekarang ayo pulang dulu." Ajak Andi pada Dini.
"Ini udah jam berapa sih?." Tanya Dini sambil menoleh kan 4 pria dan wanita dewasa di samping nya.
"Udah jam....10.10." Jawab Shita dengan memperlihat kan jam tangan di lengan nya.
"Kita jajan dulu aja yuk." Ajak Dini.
"Jajan apa emang?." Tanya Shita.
"Apa aja deh yang ada." Balas Dini dengan antusias nya.
"Apa yah? Beli mie pangsit aja kuy, lagi pengen makan itu Gua." Ajak Panji.
"Kaya orang ngidam aja Lu." Cetus Rendra.
"Ya udah kita beli itu aja, kamu mau kan Dini?." Tanya Shita meminta persetujuan Dini.
"Iya boleh itu aja deh Kak." Setuju Dini sambil mengangguk senang.
Rendra Shita, Dini, Andi, juga Panji duduk diam di atas mobil pock up yang melaju dengan kecepatan sedang menuju ke warung mie pangsit dekat tempat yang mereka singgahi tadi.
Hanya membutuh kan waktu sekitar 10 menit mereka sampai di warung makanan yang sedang mereka cari.
"Makan di sini atau bungkus nih?." Tanya Rendra.
"Kita makan di sini aja, nanti orang rumah kita bungkusin." Usul Dini yang di angguki setuju oleh lain nya.
Pukul 10.45 5 orang itu memutus kan untuk pulang ke kediaman masing-masing.
Kita kembali ke Jakarta.
7 orang tengah duduk di tribun lapangan basket, di tangan masing-masing perempuan memegang bungkusan camilan.
"Ouh iya, Osis sekarang siapa yang jabat yah? Dan siapa juga kapten basket SMA Merdeka sekarang?." Tanya Akifa ingin tahu.
"Osis nya kalo ngga salah si Yohan anak kelas 11 IPS 1, terus... kalo kapten basket nya... ." Ucapan Alfi menggantung, diansesnag mengingat nama sang kapten basket.
"Rangga temen nya Yohan." Lanjut Abhi menyambung pembicaraan sang istri yang sedang bingung.
"Tunggu deh? Mereka bukan nya musuhan yah?." Tanya Abdiel bertanya.
"Yah, busuh bebuyutan sejak SD kata nya." Jelas Abhi meng iya kan.
"Musuhan? Kenapa? Kok bisa?." Tanya Zarine sambil mengangkat ke dua alis nya tinggi-tinggi.
"Semua berawal dari cewek, itu sih yang Gua tau dari temen-temen SMP nya dulu." Ujar Abhi.
__ADS_1
"Cewek?." Beo Akifa.
"Mereka berdua suka sama cewek yang sama, jadi gitu deh,
Dia milik ku bukan milik mu
Dia untuk ku bukan untuk mu." Kini Alfi menjelas kan dengan di selingi nyanyian.
"Sampe sekarang suka sama cewek yang sama kah?." Tanya Zarine.
"Kalian tau anak kelas 10 IPA 2 ngga? Yang nama nya Bunga itu loh, yang kata nya primadona kelas 10." Terang Alfi.
"Ouh cewek itu, iya aku tau, jangan bilang kalo Rangga Yohan suka sama dia!." Pekik Zarine yang di angguki Alfi sekali.
"Haduh... kaya cewek cuma satu aja." Cetus Rafka malas.
"Nama nya juga udah cinta!." Cetus Abdiel menyahut.
"Makan nih cinta!." Seru Akifa sambil menjejal kan kripik singkong ke mulut Abdiel yang terbuka.
"Udah ayo kita pulang, istirahat di rumah aja, sholat di rumah." Ajak Rafka sambil mengangkat tangan Zarine mengajak nya untuk berdiri dari duduk nya yang sangat nyaman tak terusik.
"Nanti aja deh Yang." Tawar Zarine pada Rafka, terlihat sekali dari raut wajah nya bahwa istri dari Rafka Fathan ini enggan untuk berdiri.
"Ayo Yang... ini uda mau dzuhur, kita sholat di rumah sekalin bisa langsung tidur di kasur nanti." Bujuk Rafka, tapi Zarine masih enggan untuk berdiri.
'Aduyyy bujuk orang yang udah nyaman duduk tuh susah memang.' Batin Rafka yang langsung tanpa ba bi bu lagi, dia menggendong Zarine ala bridal.
"Yang!." Pekik Zarine terkejut.
"Udah! Ngga ada protes, kata nya ngga mau jalan, ya udah gendong." Ujar Rafka ringan bak seringan dia bernafas.
"Malu tau!." Bisik Zarine pelan.
Telihat pipi Zarine sudah merah merona, dia menelusup kan wajah nya ke dada bidang Rafka untuk menetralisir rasa malu nya.
"Aku bisa jalan sendiri tau Yang, turunin sekarang!." Pinta Zarine masih sambil berbisil lirih.
Abdiel Akifa, Alfi Abhi, dan Tika melihat moment romantis Rafka Zarine hanya bisa menggelang kan kepala sambil tertawa pelan.
Di sisi 5 orang sedang menyukai keromantisan 2 sejoli ini, ada saja orang orang di sekitar yang iri dengki dengan Rafka Zarine.
'Alay banget minta gendong!.'
'Dih najis sok malu-malu!.'
'Ngga malu apa belum halah peluk-peluk?!.'
Yah kurang lebih seperti itu lah ocehan guguk terdengar.
"Bacot banget sih mereka!." Sungut Akifa jengkel.
"Belum tau kena lempar sandal kaya yah kalian!." Seru Alfi yang sudah tak dapat menahan emosi.
"Kalo iri minta gendong aja noh sama Mak Bapak Lu pada!." Timpal Akifa.
Kecip.
Kata-kata sampah milik mereka yang nyinyirin Rafka Zarine bungkam.
2 sejoli yang di nyinyirin itu bodo amat, mereka tak ambil pusing soal semua kata-kata yang di ucap kan, toh mereka memang tak tau hubungan asli Rafka Zarine.
"Ya kan biar ngga kebiasaan Raf, maka nya harus kita tegasin!." Seru Tika yang sedari tadi diam hanya menjadi pendengar setia.
"Ngga penting nanggepin mereka guys, toh mereka kan ngga tau hubungan kita gimana asli nya." Jelas Zarine ikut angkat bicara juga.
"Hm... Lo bener sih Za." Ujar Akifa yang di angguki oleh Alfi juga Tika.
Sampai di perkiran mobil, mereka masuk ke dalam mobil Rafka dan meluncur kan mobil hitam pekat itu untuk meninggal kan gedung sekolah SMA Merdeka ini.
Di perjalanan, Zarine, Akifa, Alfi, dan Tika malah tertidur di dalam mobil.
"Raf? Kuping Lo ngga panas di omongin kaya tadi di sekolah sama mulut sampah mereka?." Tanya Abdiel dengan nada dingin nya.
"Ck! Gua sebener nya juga ngga tahan, tapi Gua belum saat nya aja, Gua lagi nunggu waktu sekarang." Ujar Rafka dengan nada tak kalah dingin.
"Kalo aja mereka cowok semua, pasti Gua bakal kasih mereka bogeman mentah satu-satu." Sambung Rafka lagi dengan tangan mencengkram kemudi erat.
"Udah lah, jangan bahas ini di mobil, kalo mereka tiba-tiba bangun kan berabe." Kata Abdiel menghenti kan pembicaraan mereka.
Cukup lama mereka berkendara, dan di perjalanan tadi lumayan macet, sekarang mereka sudah sampai di rumah tepat nya kediaman Rafka.
"Angkat ke dalam rumah Gua aja dulu." Suruh Rafka pada teman-teman nya.
"Ini Tika siapa yang gendong?." Tanya Abdiel.
Rafka pun kebingungan, dia celingak celinguk mencari seseorang.
Dan... pucuk di cinta ulam pun tiba, Rafka melihat Bang Idan tengah membuka pintu rumah nya.
Rafka bersiul memanggil Bang Idan.
Bang Idan yang merasa di panggil menghampiri Rafka sambil menunjuk kan wajah kecut nya.
"Kenape Lu Bang?." Tanya Abdiel heran.
"Gua jengkel ama kalian!." Ketus Bang Idan berucap.
"Kenape?." Tanya Abhi.
"Bisa kagak sih kalo manggil tuh jangan pakek siul gitu, Lu kate Gua nih burung apa?." Tutur Bang Idan jengkel.
"Hahaha... sorry-sorry dah, Gua manggil Elu soal nya bini Lu tidur di mobil Gua, angkut gih ke dalam rumah, terserah dah mau ke rumah siapa, asal ngga ke rumah Pak RT aja." Kelakar Rafka dengan terkekeh pelan.
"Et dah bocah, ngelawak Lu Raf?." Tanya Bang Idan menggoda.
"Udah cepet angkat, bini Gua ada di tengah kagak bisa gerak noh kasian." Ujar Abdiel menyuruh Bang Idan cepat mengangkat Tika.
Para pria itu kemudian mengangkat istri masing-masing dan membawa nya masuk ke dalam rumah Rafka Zarine.
"Assallammu'allaikum!." Salam Rafka dan lain nya pelan.
"Wa'allaikum sallam, loh?! Ini kenapa?." Tsnya Bunda khawatir.
"Ketiduran tadi di dalam mobil Bun, kita pamit ke kemar dulu yah Bun, oh iya, Bunda? Tolong buka in pintu kamar dong." Pinta Rafka pada ibu mertua nya ini.
Bunda mengangguk kan kepala nya cepat dan segera membantu Rafka, Abdiel, Abhi, juga Bang Idan.
Di dalam kamar Rafka Zarine.
Rafka membaring kan Zarine dengan lembut ke atas ranjang.
__ADS_1
"Berat badan kamu naik berapa kilo sih Yang? Lumayan buat lengan pegel, hehehe... jangan marah ya Yang." Ujar Rafka sambil mencium ke dua pipi Zarine.
Melihat seperti nya Zarine tak nyaman dalam tidur nya, Rafka melepas sepatu dan segala atribut sekolah yang menempel pada tubuh Zarine dengan gerak kan perlahan agar tak mengusik tidur nyaman sang istri.
"Rafka? Ambilin es krim kuu... ." Gumam Zarine di dalam tidur nya.
"Kamu lagi mimpi in apa sih Yang? Sampe ngigau gitu, hehehe... ." Rafka terkekeh melihat tingkah sang istri yang menggemas kan menurut nya.
Sampai tiba adzan dzuhur baru Zarine bangun.
"Udah bangun? Gih mandi, wudhu, ganti baju habis itu kita sholat, selesai sholat kita makan siang bareng sama Abdiel dan lain nya." Kata Rafka mengintruksi.
"Abdiel sama lain nya?." Beo Zarine yang belum ngeh.
"Tadi Abdiel Akifa, Alfi Abhi, juga Bang Idan Tika ada di kamar rumah kita." Ujar Rafka memberi tahu sang istri tercinta.
Pukul 12.30 siang keluarga junior di tambah Bunda makan siang bersama.
Bang Rafa Kak Raina juga ikut makan siang di rumah Rafka Zarine.
"Kalian jadi kuliah di kampus xxx?." Tanya Bang Idan.
"Jadi Bang, kita juga udah di terima di ssna tanpa ujian." Jelas Rafka menjawab.
"Hebat juga IQ kalian!." Puji Bang Rafa bangga.
"Alhamdulillah kita di karuniai otak cerdas." Ucap Syukur Abdiel.
"Ini yang cewek-cewek rencana mau ngapain?." Tanya Kak Raina.
"Duduk diam di rumah nunggu suami pulang lah." Jawab lugas Akifa yang di angguki Tika, Alfi, Zarine tanda membenar kan ucapan Akifa istri dari Abdiel itu.
"Emang ngga bosen gitu doang?." Tanya Bunda ikut menimpali pembicaraan anak-anak nya itu.
"Hehehe... ngga yakin sih Bun." Cengir Akifa menampak kan deretan gigi putih dan rapi nya.
"Nah kah? Terus cari kegiatan apa nih kita?." Tanya Raina semangat.
"Gimana kalo kita bertanam aja?." Usul Zarine yang spontan di balas gelengan oleh Tika, Akifa, Alfi, Kak Raina.
"No! Kegiatan itu membosan kan, sangat membosan kan!." Cetus Akifa berucap.
"Terus apa dong?." Kata Zarine bertanya pada ke empat wanita tersebut.
"Kita ngapain gitu, saran ku yah, selain bisa menghulang rasa bosan, kalo bisa dapet duit, hehehe... sesuai pepatah, menyelam sambil minum air." Kata Raina yang seperti sudah fasih dalam hal bisnis berbisnis.
"Maksud nya kaya diri in cafe gitu kan maksud Kak Rain?." Tanya Akifa.
"Yup bener banget, jadi kan kita ngga cuma dapet seneng nya tapi juga dapet duit nya." Jelas Kak Raina dengan menaik turun kan alis nya.
"Aduhhh jiwa bisnis nya muncul, jiwa ngga mau rugi!." Sela Bang Rafa menyahut.
"Ya harus dong." Balas Kak Rain cepat.
"Tapi... siapa yang bakal bantu kita buat diri in cafe?." Tanya Zarine menatap semua orang yang ada di meja makan ini.
"Suami-suami kalian kan ada... minta bantuan aja sama mereka." Solusi Bunda pada anak-anak ny di meja makan ini.
"Ouh iya yah, bantu in kita yah Boy's?." Pinta Akifa dengan senyum manis nya.
"Kalo ada mau nya aja manis banget kek gula." Gumam Abdiel lirih.
"Mau ngga nih? Kalo ngga mau juga ngga papa, Papa kan masih bisa bantu kita, iya ngga girl's?." Kata Akifa yang di angguki kompak oleh para wanita di sana.
"Haisssh. ok ok kita bantu in, tapi kalian harus janji jangan sampe kecapek an!." Tegas Bang Rafa mengingat kan.
Kompak para wanita mengangguk kan kepala nya cepat.
"Jangan janji deh, kalo kita ngga nepatin kan dosa nya besar." Tawar Zarine pada Kakak tercinta nya ini.
"Ngga da tawar menawar, kita ngga ada di pasar tapi di meja makan." Ketus Bang Rafa menjawab.
"Jahat banget sih." Gerutu Kak Raina yang masih dapat di dengar oleh Bang Rafa.
"Kalian tuh kalo ngga di tegasin bisa-bisa lost control, dan akan itu bisa berakibat pada si Baby, kita ngga mau tanggung resiko!." Tegas Bang Idan pada para wanita di depan nya ini yang hanya diangguki.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung dulu ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.
__ADS_1