Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus enampuluh sembilan


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU


MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


"Aduh! Meja makan rasa nya hareudang yah." Sindir Shita sambil mengibas-ngibas kan tangan nya ke wajah bak kipas.


"Iya nih, padahal di restaurant ini di pasang AC loh." Timpal Tika dengan menatap dinding-dinding retaurant yang ada AC nya.


"Iri? Bilang Boss." Cetus Panji yang paham bahwa dia tengah di sindir.


"Adudududu... sensi banget sih Wak, hahahaha... ." Tawa Akifa pecah mengejek Panji.


Dan tanggapan Panji hanya senyum tipis se tipis kulit wortel, eak😂.


"Dah lanjut makan kalian." Perintah Alfi dengan nada tegas.


"Dan kamu harus ikut kami pulang sore ini Alifia, ini keputusan mutlak tak ada bantahan!." Tegas Bang Rafa berucap.


"Ok deh." Balas Alifia pasrah.


Makan siang berjalan dengan damai kembali, tak ada lagi obrolan di antara para muda-muda di meja, hanya ada dentingan sendok garpu yang beradu dengan piring.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Hari sudah menginjak sore, ba'da ashar semua keluarga bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing.


Saat telah tiba di halaman rumah Rafka Zarine, para tetuah tak singgah dan memilih untuk pulang ke rumah nya langsung.


Rafka Zarine dan lain nya hanya meng iya kan perkataan para tetuah.


Sama seperti para tetuah, para muda-muda juga pulang ke kediaman masing-masing.


Di rumah Bang Rafa Kak Raina.


"Selamat datang di rumah kami Alifia." Ucap Bang Rafa dan Kak Raina serempak.


"Hehehe... makasih Kak Raina Bang Rafa." Ucap Alifia dengan terkekeh.


Bang Rafa dan Kak Raina hanya membalas nya dengan senyuman.


"Terus? Ke Lumajang nya kapan nih kalo boleh tau?." Tanya Alifia pada Rendra Shita juga lain nya.

__ADS_1


"Minggu tanggal 15." Jawab Panji singkat.


"Lama banget bisa di percepat ngga?." Tawar Alifia.


"Bisa." Jawab Panji. Mata Alifia langsung berbinar terang.


"Dengan cara kamu ke Lumajang sendiri." Lanjut Panji datar.


Alifia memasang wajah datar dan dingin nya.


Bang Rafa Kak Raina, Rendra Shita, dan Dini Andi menahan tawa melihat interaksi antara dua orang di depan nya ini.


"Nampol orang yang lebih tua dari kita tuh dosa ngga sih?." Tanya Alifia dengan senyum yang di paksa kan.


"Bauahahaaha... ." Tawa Bang Rafa dan lain nya pecah.


"Tergantung kesalahan nya Alifia." Jawab Andi mengompori.


Dan... .


'Buk!.' Satu tonjok kan dari Alifia melayang di lengan kekar Panji yang sayang nya tak ada pengaruh apa pun pada Panji, Alifia mendengus kesal melihatnya.


"Kenapa ngga jatuh sih?! Harus nya tuh jatuh!." Rungut Alifia dengan mendorong-dorong tubuh Panji.


"Usaha yang bagus." Puji Panji yang sebenar nya sedang meledek Alifia.


Kembali tawa memenuhi rumah Bang Rafa Kak Raina.


Setelah lelah bercanda, Bang Rafa dan Kak Raina juga lain nya masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.


Kak Raina masuk kamar setelah menunjuk kan letak kamar Alifia.


Waktu terus berlalu.


Ramadhan pun telah tiba.


"Ouh iya, nanti kalian harus ikut ke acara peresmian Cafe kita, wajib! Ngga ada penolak kan!." Tegas Akifa dengan menatap Rendra Shita juga lain nya.


"Pembukaan Cafe?." Beo Shita.


"Hehehe... sebener nya alasan kami ngga bolehin kamu pulang dulu tuh, kita mau kalian ikut serta dalam pembukaan Cafe." Jelas Zarine sambil cengengesan.


"Hmm... gitu, berarti bisa dong kalo kita pulang nya di maju in jadi besok?." Tanya Shita yang di sambut tatapan sedih dari Zarine dan lain nya.


"Ngga bisa kah kalian ada di sini aja? Tinggal di sini? Menetap di Jakarta?." Tanya Tika sedih.


"Ngga bisa Tik, Ibu mertua aku sendiri di sana, kasian." Jawab Shita lembut.


"Bawa aja sekalian Ibu Rendra sama Ibu Panji, dan Andi, ouh ama Ibu nya Dini juga." Antusias Akifa berucap.


Rendra, Andi, Panji, juga Dini menggeleng kan kepala nya.


"Kenapa?." Tanya Zarine.


"Ibu-ibu kita mau nya ada di sana, beliau ingin menghabis kan waktu di pedesaan sana." Ujar Rendra yang di angguki Panji, Andi, dan Dini.


"Udah lah, kalian bisa ke sana kalo ada waktu, atau kalo engga, kami yang kemari." Shita memberi saran.


"Dah! Lanjut kan makan kalian." Suruh Bang Idan.


"Terus? Lu kapan ke London nya Bang?." Tanya Abdiel yang masih tak mau diam.


"Tanggal 15 kita bakal berangkat." Jawab Bang Idan.


'Huufffhhhh... .' Helaan nafas pasrah terdengar dari para wanita di sana.

__ADS_1


"Ngga akan lama, kalian tunggu aja dengan sabar di sini." Hibur Bang Idan yang mendapat angguk kan lemas dari para wanita.


Setelah makan sahur, mereka semua menggosok gigi dan duduk di ruang santai sambil menanti subuh tiba.


Pukul 04.20 adzan subuh berkumandang, Rafka Zarine dan lain nya pergi ke mushollah rumah Rafka Zarine.


Ba'da subuh para muda-muda memutus kan untuk berjalan-jalan di dekat-dekat komplek rumah nya sini.


Para wanita bukan nya memperhati kan jalan saat jalan pagi, malah asik bercanda ketawa ketiwi sendiri, para pria di belakang melihat itu hanya menggeleng kan kepala heran.


"Adoyyy bukan jalan pagi ini nama nya." Cetus Abdiel menatap punggung para wanita yang terguncang karena tertawa.


"Terus apa kalo bukan jalan pagi?." Tanya Rendra.


"Ngrumpi pagi, hahahaha... ." Jawab Bang Idan yang di iringu tawa nya dan angguk kan dari lain nya.


"Raf? Itu yang buat acara peresmian Cafe nya udah siap?." Tanya Bang Rafa.


"Udah siap tenang aja." Jawab Rafka dengan mengacung kan jari jempol nya.


"Sayang nya Cafe bakal di urus cuma sama Zarine, Akifa, Alfi, Kak Raina." Kata Abdiel dengan nada sedih nya.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


B E R S A M B U N G . . .


Lanjut besok ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.


Jaga kesehatan selalu readers.

__ADS_1


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2