Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
S2 ==> NMKP 193


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


"Kalo hubungan mereka masih jalan di tempat, ya maka kita sebagai orang tua aka turun tangan." Ringan Akufa berucap.


"Bener banget, kalo nunggu Damar ama Albhi gerak lama." Zarine menambahi omongan Akifa yang belum lengkap.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Membahas tentang menantu, Kak Raina diam tak berbicara.


Zarine yang mengetahui ke anehan sang Kakak Ipar memikih bertanya dari pada hanya menebak-nebak yang akhir nya tak kan menemu kan jawaban apa pun


"Kak? Are you okay?." Tanya Zarine hati-hati sambil mengelus pundak Kak Raina.


"Yes, I'm fine." Jawab Kak Raina tak luput dia juga memanerkan senyum manis nya.


"Beneran?." Tanya Akifa ikutan khawatir.


"Kenapa pas bahas menantu Kak Rain diem?." Tanya Tika hati-hati.


"Aku cuma kepikiran seorang gadis mungil yang kini seperti nya sudah tumbuh dewasa." Jelas Kak Rain dengan senyum manis.


"Gadis mungil?." Beo Alfi tak paham.


"Dulu waktu Kak Rain hamil Pamungkas, setelah dari rumah sakit memeriksa kan nya pertama kali, Kak Rain bertemu seorang gadis mungil dari panti asuhan, nama nya Rain, usia nya 4 tahunan kala itu, tapi sekarang pasti sudah menjadi gadis cantik, manis dan tangguh." Cerita Kak Rain panjang lebar.


"Nama lengkap nya siapa Kak gadis itu? Masa Rain doang? Nama kalian sebelas dua belas." Kata Zarine bertanya.


"Aku ngga tau siapa nama lengkap nya, tapi aku ngasih dia barang yang mungkin bisa ku kenali." Kata Kak Rain dengan sunggingan senyum manis nya.


"Barang apa?." Tanya Akifa kepo.


"Kalung bertulis kan nama Rain." Jawab Kak Rain.


"Selain barang, Kak Rain inget ngga ciri-ciri gadis itu?." Tanya Tika.


"Dia ada lesung di pipi Kanan nya, dan gingsul gitu di bagian kiri, tapi ngga tau sekarang dia gimana, usia nya juga seperti nya sudah 21 atau 22 an mungkin." Ujar Kak Rain detail.


"Jarak berapa tahun ama Pamungkas?." Tanya Alfi.

__ADS_1


"5 tahunan lah kurang lebih." Jawab Kak Rain menimbang-nimbang.


"Berdoa aja semoga kalian cepat bertemu." Doa Zarine.


"Itu udah lama banget Za, udah belasan tahun yang lalu." Lesu Kak Rain berucap.


"Ya kan nama nya takdir ngga ada yang tau." Yang di kata kan Alfi membuat hati Kak Rain berharap bertemu dengan Rain.


"Siang malam aku berdoa supaya Pamungkas sama Rain bertemu, jatuh cinta, dan berakhir menikah, lalu bahagia." Doa Kak Raina tulus.


"Aamiin." Ucap Zarine, Akifa, Alfi, dan Tika kompak.


Waktu terus bsrgerak, tak terasa sudah mencapai pukul 15.30 sore.


Anak murid SMA Merdeka berhamburan keluar masjid untuk pulang, mereka baru saja selesai menunai kan sholat ashar berjamaah.


Seperti 6 serangkai saat ini.


Mereka tengah duduk di tangga masjid masih enggan untuk beranjak pulang.


"Kita main yuk." Ajak Kristal antusias.


"Kemana?." Tanya Pamungkas.


"Ke... perpustakan!." Seru Wulan mengutara kan ide nya.


"Males ah, masa ketemu buku lagi sih." Tolak Kristal dengan menampak kan wajah lesu nya.


"Ya terus ke mana dong?." Tanga Wulan bertanya.


"Nongkrong aja yuk di Cafe." Ajak Pamungkas.


"Bener tuh kata si Tarjo." Angkasa ikut angkat bicara menyetujui ajak kan Pamungkas.


"Iya loh, Angkasa manggil Pamungkas Tarjo, Pamungkas panggil Angkasa Huruf, ada ada aja sih kalian." Tambah Kristal juga ikutan terkekeh.


"Panggilan kesayangan kah?." Ejek Damar dan kemudian dia tertawa ngakak.


Saat tangan Pamungkas dan Angkasa hendak mendarat memukul kepala Damar, Wulan dan Kristal sigap mencegah sambil melotot kan mata nya tajam.


"Why?." Tanya Angkasa jengkel.


"Boleh pukul, jangan kepala!." Peringat Wulan dan Kristal kompak.


"Ok ok." Balas Angkasa, kemudian Pamungkas dan Angkasa memutus kan memcubit tangan Damar.


"Aduh, sakit dodol!." Pekik Damar kesakitan.


"Dah berenti berantem!." Lerai Kristal.


"Ya udah kita jalan-jalan aja ke taman kota." Ajak Wulan antusias.


"Ayo lah ke sana, aku mau beli cilok nya Mang Udin, enak banget deh kaya nya kalo di nikmatin pas cuaca ngga nentu gini." Timpal Kristal semangat.


"Iya yah, nih cuaca makin hari makin aneh, seharus nya kan sekarang cuaca nya kemarau, kenapa ada hujan di bulan Juli? Kan aneh." Kata Pamungkas yang di angguki Damar dan lain nya.


"Dah jan banyak cakap, ayo ke taman kota." Seru Angkasa dan dia berlalu dari masjid dan berjalan ke arah tempat parkir SMA Merdeka.


Sebelum berangkat ke taman kota, 6 orang itu menghubungi para tetuah untuk meminta ijin.


Dengan senang hati para tetuah pria mengijin kan, para tetuah wanita sempat berdebat tadi tapi atas bujuk kan tetauh pria, beliau semua pun mengijin kan.


Sampai di taman kota.

__ADS_1


Mobil terparkir dengan indah di tempat parkir dekat taman.


"Jam berapa sekarang?." Tanya Pamungkas setelah turun dari mobil.


"Jam... 16 pas." Jawab Angkasa dengan melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya.


"In syaa Allah cukup lah satu jam kita main dan kulineran." Kata Damar yang paham arah pertanyaan Pamungkas soal waktu.


"Ayo kita jalan-jalan dulu yah? Kulineran nya nanti." Ajak Wukan semangat 45.


Kristal setuju, dan para pria? Tantu saja mereka juga setuju, jika mereka menolak sudah pasti akibat nya mereka akan di diami dan 2 gadis ini pun bad mood.


Saat jalan-jalan di sekitar taman.


Gadis-gadis di taman itu menatap 4 pria remaja di belakang Wulan dan kristal dengan tatapan memuja.


'Maa syaa Allah... ciptaan mu sungguh indah ya Robb.' Ucap gadis yang tak jauh dari 4 pria itu, bisik kan mereka masih bisa di dengar dengan jelas oleh 4 cowok ini.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung... .


Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.


Jaga kesehatan selalu readers.

__ADS_1


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2