
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
"Gini Nez singkat nya! Mereka berdua sama-sama hebat, ngga ada 11 12, tapi dama 11 11." Jelas Damar panjang.
Agnez hanya membalas dengan ber oh ria sambil mengangguk kan kepala nya berkali-kali tanda paham maksud penjelasan Damar Abang dari Wulan ini.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
Makan malam telah selesai, semua orang berkumpul di ruang santai rumah Daddy Rafka dan Mommy Zarine hendak membicara kan kepulangan Agnez.
Jam dinding di ruang santai menunjuk kan waktu 18.30 malam.
"Agnez? Tadi Papa sama Mama uda hubungi Ibu sama Ayah kamu, beliau bilang kamu boleh nginep di sini, ngga keberatan." Kata Papa Zaidan memberi tahu.
Agnez menatap Papa Zaidan intens, Angkasa yang tak terima Agnez memberi tatapan intens nya pada sang Papa, dia menutup mata Agnez dengan ke dua telapak tangan nya.
"Aih?! Mas Angkas apa an to?!." Seru Agnez tak terima.
"Ck! Possesive nyaaaaaa anak Mama." Ujar Mama Tika menatap Angkasa sambil menggeleng-geleng kan kepala tak menyangka kalau Angkasa punya sifat sangat possesive.
"Mas Angkasa?! Lepas!." Seru Agnez jengkel.
"Ngga usah! Ngomong sama Papa gini aja! Ngga usah liat-liatan mata-mata!." Tegas Angkasa tak mau melepas tangan nya.
"Ndak sopan tau Mas kalo gini! Lepas ih!." Pinta Agnez ngotot.
Agnez berontak hendak melepas, tapi karena ancaman Angkasa, Agnez diam tak berkutik.
"Jangan gerak! Jangan berontok! Kalo ngga mau mata nya hilang!." Ancaman Angkasa sebenar nya hanya main-main, tapi itu berhasil membuat Agnez diam tak bergerak.
Dia berhenti berontak, terlihat di mata semua orang, Agnez menelan saliva susah payah dan itu membuat semua orang terkekeh pelan.
Begitu pun Angkasa.
Dalam hati Agnez membatin.
__ADS_1
'Mas Angkasa beneran mau ilangin mata aku? Itu ndak bener kan? Endak kan?.' Tanya Agnez takut.
"Ma... Mas Angkasa nd... ndak beneran to?." Tanya Agnez dengan tergagap.
"Kalo ngga mau mata nya hilang, nurut aja sama aku okey Sayang?." Kata Angkasa dengan suara lembut.
Dengan spontan Agnez mengangguk meng iya kan perkataan Angkasa.
"Nah! Bagus! Gadis pintar! Ayo Pa lanjut kan ngobrol nya." Pinta Angkasa pada sang Papa.
"Ibu sama Ayah kamu juga nitipin kamu ke kita sampai besok lusa Nez, beliau berdua mau nginep di rumah saudara kata nya." Lanjut Papa Zaidan sambil menatap Angkasa yang setia memegang ke dua mata Agnez dengan telapak tangan nya.
"Saudara?." Beo Agnez berpikir.
"He em." Jawab cepat Papa Zaidan.
"Ouh iya-iya Agnez inget, terus? Ayah sama Ibu ada pesen apa-apa lagi ngga Pa?." Tanya Agnez.
"Ngga ada tuh, cuma bilang itu aja, Ayah sama Ibu kamu jemput kamu nya besok lusa ba'da ashar." Papar Papa Zaidan.
Agnez kembali mengangguk-angguk kan kepala paham.
Ayah dan Ibu Agnez ke rumah Saudara jauh dari sang Ibu, beliau berdua sudah pamit pada Agnez, tapi Agnez tadi lupa, untung ngga lama dia inget.
"Berarti kalo besok lusa, ahad sore Ibu sama Ayah jemput Agnez di sini?." Agnez meminta penjelasan lebih detail.
"Iya seperti itu." Jawab singkat Papa Zaidan.
"Wah! Lama juga Agnez di sini." Gumam Agnez yang tentu saja di dengar Angkasa.
"Bagus dong kalo lama! Kita bisa main sepuas nya." Sahut Angkasa enteng dari arah belakang Agnez.
"Jangan ngelawan! Atau kamu memang benar-benar pengen kehilangan mata cantik mu itu sayang!." Halus bak sutra Angkasa berbicara, tapi penuh dengan tekanan.
Angkasa tak memindah kan telapak tangan nya dari mata Agnez, dia hanya memperbaiki posisi nya agar tak menyulit kan Agnez bernafas.
"Ngga papa lah Nez nginep sini, sekali-kali biar pernah." Cetus Mama Tika bahagia.
"Iya, kita seneng tau kalo kamu nginep, jadi makin rame." Timpal Kristal tak kalah heboh.
"Hehehe iya wes kalo gitu, Agnez mau nginep, lagi pula kalo pulang ngga ada temen tidur juga, di sini ae wes rame." Senang Agnez dengan bahasa nya bercampur bahasa Jawa.
"Nah gitu dong." Wulan semangat menjawab.
"Dah! Para perempuan mau nonton TV sebelum sholat isya' kalian para cowok-cowok di sono aja, di luar main catur, pergi sana!." Usir Mama Akifa.
"Ck! Jahat banget!." Celutuk Papa Abdiel.
"Udah sana." Kata Mama Tika.
"Iya ini OTW." Ujar Papa Zaidan.
Para lelaki kecuali Angkasa berdiri dan hendak melangkah keluar.
Tapi, baru 3 langkah, Papa Zaidan menatap Angkasa sambil menaik kan alis nya bertanya.
Tak lupa di ikuti oleh para pria lain nya.
"Apa?." Tanya Angkasa dengan tatapan polos.
__ADS_1
"Kenapa masih di sana? Ayo ikut keluar, kamu kan cowok ngapain masih di sini? Mau ikut nonton Drama romantis yang alay bin lebay itu?." Tanya Papa Zaidan dengan menggerak kan kepala ke kanan dan ke kiri mengejek para wanita.
Para wanita mendengus kesal mendengar ejek kan itu.
"Dah sana Angkasa pergi main catur di depan!." Usir Mama Tika.
"Iya Mas Angkasa pergi aja! Biar ndak ngisruh di sini!." Kata Agnez ikut mengusir.
"Ngisruh apa an Yang?." Tanya Angkasa tak paham.
"Yang Yang?! Yang kacang?! Ngisruh tuh bahasa Indonesia nya... apa yah? Ouh iya, bahasa Indonesia nya ialah tukang buat onar, paham?!." Agnez mengajari Angkasa panjang lebar, dengan mata masih tertutup rapat oleh telapak tangan Angkasa.
"Hmmm ok ok, Papa sama lain nya pergi aja dulu ke depan, bentar lagi Angkasa nyusul kok." Kata Angkasa singkat.
"Iya deh terserah kamu, jangan tinggal di sini ama para perempuan!." Seru Papa Zaidan memberi pesan yang hanya di balas angguk kan oleh Angkasa.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung... .
Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.