Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
S2 ==> NMKP 241


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


Dia tak terlalu mengambil hati ucapan 4 pria yang tak menyukai kehadiran nya itu.


"Gua ngga ke mana-mana cuma males aja masuk kelas." Kata Haris yang tak mau menyebut kan tempat nya berdiam diri tadi.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Waktu terus berlalu, tak terasa kini jam sudah menunjuk pada angka 15.30 sore.


Semua murid SMA Merdeka baru saja selesai menunai kan ibadah sholat wajib ashar.


Setelah sholat semua murid di perboleh kan pulang, ada juga yang memilih tetap berada di sekolah karena ada kegiatan ekstra kurikuler.


Seperti contoh nya para pria 6 serangkai, Damar, Albhi, Pamungkas, dan Angkasa tengah berdiri di lapangan basket lengkap dengan seragam basket nya.


Para gadis menunggu pria nya masing-masing di tribun basket sambil membawa air minum di tangan.


"Hiks! Kasian banget nasib Gua." Ujar Pamungkas sedih sambil kepala nya tertunduk lesu.


"Kasian kenapa?." Tanya Damar tak paham.


"Lu bertiga ada yang nyemangatin, sedang kan Gua? Allah! Kak Rain lagi kerja!." Jerit Pamungkas sambil menampak kan wajah memelas nya.


Tiba-tiba... .


"Pamungkas?! Minggir!!." Pekik seseorang memperingat kan Pamungkas agar menyingkir daro posisi berdiri nya karena ada bola melayang.


Pamungkas yang tak konsen malah tolah toleh bak orang ling lung.


Dan... .


'Buk!!.'


Bola basket dengan keras nya menghantam badan Pamungkas.

__ADS_1


"Pamungkas?!."


"Bang?!."


"Mas?!."


Jeritan dari tribun basket dengan panggilan berbeda-beda dari Wulan, Kristal, dan Agnez menggemah.


Kontan saja tiga gadis itu berlari turun dari tribun dan menghampiri Pamungkas yang tengah berdiri kesakitan sambil memegang lengan bagian kanan nya di lengkapi dengan ringisan dari bibir nya.


"Kenapa ngga menghindar sih Bang?!." Tanya Wulan jengkel.


"Tau nih! Malah tadi tolah toleh kaya orang ling lung!." Pekik Kristal ikut tak terima.


"Aduh... sakit banget yah Mas? Mas Angkasa kenapa tadi ndak narik Mas Pamungkas?!." Bukan Pamungkas yang di marahi oleh Agnez, tapi malah Angkasa yang mendapat amuk kan.


"Iya nih! Kenapa Abang-abang dua ngga narik Bang Pamungkas?!." Seru Wulan ikut-ikutan menuduh Damar, Albhi, dan Angkasa.


"Punya dendam apa kalian sama Pamungkas?!." Pekik Kristal sambil melotot kan mata nya.


3 pria yang di tuduh oleh 4 gadis ini hanya bisa menghembus kan nafas pasrah.


'Gimana mau narik Pamungkas biar minggir, orang kira aja lagi kaget, ya reflek dong cuma liatin bola nya.' Batin 3 pria itu memasang wajah pasrah dengan saling pandang satu sama lain.


3 pria itu tak menyahuti atau menyangkal tuduhan para gadis, sedang kan 3 gadis itu sibuk membantu Pamungkas minggir duduk di tribun basket, para pria mengikuti langkah 3 gadis itu.


Sampai di tribun basket, lagi-lagi 3 pria itu kena semprot.


"Kenapa diem aja?! Kagak punya mulut kah?!." Sewot Kristal.


"Kris? Wulan? Agnez? Kita juga reflek! Ngga sempet narik nyelametin Pamungkas, beneran nih kita ngga bohong." Jelas Damar panjang lebar.


Pelaku pelempar bola basket ke tubuh Pamungkas menghadap Pamungkas dengan wajah bersalah.


"Kas? Sory yah, Gua asli kagak sengaja, tadi Gua mau lempar ke Andri, tapi bola nya keblablasan, jadi kena ke tubuh Lo deh, maaf yah." Ucap tulus pelaku pelempar bola basket itu.


"Lain kali hati-hati dong Yog, jangan tinggi-tinggi lempar bola nya biar kagak kena temen nya." Nasihat Kristal panjang.


"Iya-iya maaf." Ucap pelaku itu yang tadi di sebut kan nama nya oleh Kristal, Yoga.


"Aku ngga papa kok Yog, cuma kek nya kagak bisa lanjut latihan deh, agak sakit nih lengan kanan ku." Kata Pamungkas akhir nya buka suara.


"Iya ngga papa, Lu duduk sini aja deh." Balas Yoga meng iya kan.


Damar, Albhi, dan Angkasa berjalan duduk di tribun di sebelah para gadis dan Pamungkas, posisi mereka ydai tengah berdiri, karena lelah mereka memilih duduk.


"Lain kali hati-hati Yog, kamu yang berbuat kita nih yang di salahin!." Ketus Angkasa berucap sambil melirik tajam Yoga.


"Iyee Gua minta maaf, Gua kagak sengaja, niat nya tadi mau oper ke Andri, eh malah keblablasan ke arah Pamungkas, sorry banget." Sekali lagi Yoga menjelas kan semua nya.


Tiba-tiba... .


"Guys?! Ayo kumpul di tengah lapangan! Latihan mau di mulai!." Teriak Yohan sang kapten basket yang berdiri nya agak jauh dari tribun.


"Tuh udah di panggil, kamu ke sana deh Yog, aku udah maafin kamu, aku tau kamu ngga sengaja, pergi gih kumpul ama lain nya, bisa ngamuk entar Yohan kalo di kacangin." Ujar Pamungkas menyuruh Yoga pergi.


"Thanks udah maafin, Gua pergi dulu, Dam, Bhi, Angkasa? Ayo ikut ngumpul di sana." Ajak Yoga pada 3 pria yang berdiri itu.


3 pria itu menatap gadis masing-masing dengan tatapan enggan pergi.

__ADS_1


"Udah pergi aja sana, jangan ikut-ikutan ngga latihan, kalian kan ngga sakit!." Cetus Wulan lebih ke mengusir 3 pria itu.


"Jahat banget kita di usir." Rungut Albhi pelan tapi masih bisa di dengar oleh para gadis.


"Ngomong apa barusan?!." Pekik 3 gadis itu kompak.


"Iya kita pergi." Balas Damar singkat. Segera 3 pria itu berlari menjauh dari para gadis dan ikut berkumpul bersama Yohan di tengah lapangan basket out door.


Pamungkas meringis sambil sedikit tertawa pelan menertawa kan 3 pria itu karena ulah 3 gadis di sebelah nya ini.


"Bang Pamungkas mau ke UKS?." Tanya Wulan.


"Engga deh di sini aja, tapi lengan ku agak sakit." Keluh Pamungkas sambil menggerak-gerak kan lengan kanan nya.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung... .


Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.


Jaga kesehatan selalu readers.

__ADS_1


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2