
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
'Aku yang berbuat anakku yang menuai, tapi dia tak membenciku, seharusnya aku memberikan nama baik padanya, bukan nama yang buruk dimata mereka semua.' Batin Papa Haris bersuara, beliau mulai sadar akan kesalahannya alhamdulillah, jadi pintu perdamaian makin didepan mata.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
'Apa aku sebaik nya berdamai saja dengan mereka semua? Memang semua nya dari awal adalah salah ku, aku yang selalu membuat mereka ke susahan sampai ke hilangan Adib akibat kecelakaan naas itu, yah sebaik nya aku damai saja, tidak ada guna nya juga aku bermusuhan dengan mereka, yang ada hanya akan menambah sakit hati pada diri ku sendiri, tapi... sebelum berbaik kan dengan mereka... aku mau menguji anak-anak mereka dulu, terutama yang nama nya Albhi, pria tempramen titisan dari Ibu nya itu aku wajib menguji nya, hahahah... .' Tawa Papa Haris dari dalam hati nya.
Alhamdulillah beliau sudah mau berdamai, tapi tidak langsung, beliau masih mau membuat masalah sebentar soal nya, dasar! Masih saja tak berubah! Pembuat onar.
Pukul 08.40 menit.
Cindi keluar dari kamar bersamaan dengan Haris yang juga keluar dari ruang kerja nya.
"Bang Harisss?!! Aku mau makan nasi goreng buatan Abang!." Seru Cindi langsung nemplok berlari ke arah Haris dan langsung memeluk nya erat.
"Dih! Kagak ada nasi goreng, males buatin!." Tolak Haris mentah-mentah yang sebener nya dia hanya bercanda.
Cindi yang permintaan nya di tolak mentah-mentah langsung cemberut dan langsung melepas peluk kan nya menjauh dari Haris.
"Ya udah kalo ngga mau! Aku minta tolong sama Bibi aja, atau bikin sendiri!." Sungut Cindi kesal.
Saat akan berjalan meninggal kan Haris, tiba-tiba tangan kanan Cindi ada yang menarik nya.
Siapa lagi pelaku nya kalau bukan Haris? Dia menarik Cindi sampai membuat Cindi membentur dada bidang berotot milik Haris.
"Aduh!!." Pekik Cindi kesakitan sambil mengusap-usap kening nya yang sakit.
"Ayo aku masakin nasi goreng nya, ngga usah ngambek, mau ku lempar ke laut?!." Tanya Haris menakut-nakuti gadis manis nya.
__ADS_1
"Bisa nya cuma nakut-nakutin, entar kalo aku beneran ilang nyari in!." Balas Cindi menatap sinis Bang Haris nya.
"Huh! Ngapain sedih, ya aku cari lagi lah yang baru!." Sahut Haris acuh sambil menyeret lembut tangan Cindi agar mau mengikuti langkah nya menuju dapur.
"Ya udah sana cari yang lain! Aku juga cari yang baru!." Seru Cindi samhil berusaha melepas kan genggaman tangan nya dari tangan besar Haris.
"Coba aja cari yang lain, ngga inget kamu sama ancaman aku? Yang bakal aku hukum bukan kamu aja, tapi cowok yang kamu deketin juga bakal jadi sasaran nya!." Tegas Bang Haris berucap tanpa memandang ke arah Cindi yang tengah ia geret di belakang.
"Huh!." Cindi mendengus kesal.
"Bang Haris juga jangan coba-coba cari yang lain! Kalo coba-coba cari yang lain aku bakal ilang dari hidup Bang Haris! Ngga mau balik lagi!." Seru Cindi tegas.
Dia serius mengata kan yang ia utara kan dari dalam hati nya itu.
"Mana berani aku dua in kamu, aku masih inget karma, aku ngga mau kehilanga kamu." Kata Haris tulus.
Dari arah belakang 2 insan lawan jenis itu, Papa Haris muncul menghenti kan pembicaraan unpaedah itu.
"Udah! Kalian pagi-pagi malah berantem! Sarapan dulu sana!." Suruh Papa Haris sambil menggeleng-geleng kan kepala nya melihat tingkah 2 remaja di depan nya ini.
"Kaya Papa sama Mama-mama ku dulu ngga pernah berantem aja." Sahut Haris mendengus kesal.
"Beda lagi kalo itu." Sanggah Papa Haris menyangkal perkataan Haris.
"Ap-." Belum selesai Haris berucap, Cindi sudah memotong nya.
"Maksud nya Mama-mama itu apa sih? Bang Haris punya Mama 2 gitu?." Tanya Cindi dengan muka polos khas diri nya.
Mata bulat nya memandang Papa Haris juga Babang Haris nya bergantian.
Haris yang paham hanya menggeleng kan kepala nya tanda belum menjelas kan apa pun pada Cindi gadis kecil nya, big Baby nya.
"Jelasin nanti!." Perintah sang Papa tegas.
"Hmmmm... sehabis rapat nanti, kalau ngga ada masalah!." Kata Haris sambil menekan kata masalah dengan melirik tejam sang Papa.
"Huh! Takut sekali aku membuat onar!." Gumam Papa Haris sambil melenggang pergi meninggal kan anak juga menantu nya di meja makan.
"Ku peringat kan Tuan Besar Andrean Candra! Jangan macam-macam! Jangan membuat masalah! Aku tak mau anda yang sudah tua bangka mendekam di penjara! Menyusah kan saja! Anda dengar Tuan Besar Andrean Candra?!." Pekik Haris mengudara yang sayang nya hanya di anggap angin lalu oleh Papa nya.
Beliau sama sekali tak menoleh pada anak nya, jangan kan menoleh melirik saja tidak.
Papa Haris yang mendapat peringatan itu hanya menyungging kan senyum nya sambil terus berjalan.
'Tenang saja Boy, Papa berjanji ini yang terakhir, Papa akan bertaubat, memang sudah seharus nya seperti itu bukan.' Batin Papa Haris tulus dari hati sambil menarik ke dua sisi bibir nya.
"Dasar si tua bangka gila! Kalau ngga inget bahwa beliau yang melahir kan ku ke dunia, sudah aku pasti kan dia habis aku pukuli!." Jengkel Haris sambil memenggebrak meja makan.
Cindi yang mendengar nya terkejut, dia memeluk Haris dari belakang dengan sangat erat.
"Jangan marah mulu! Aku udah laper, bentar lagi Bang Haris juga mau ada rapat kan, jangan emosi ngga baik buat kesehatan." Nasihat Cindi dengan kata-kata nya yang lembut.
Kadang-kadang dia juga bisa bersikap menjadi penenang untuk Haris, hanya mendengar perkataan dari Cindi tadi, Haris langsung meredam amarah nya berusaha untuk tenang.
__ADS_1
Menarik nafas nya dalam-dalam dan menghembus kan nya perlahan.
"Ya udah ayo aku bikinin nasi goreng nya, habis itu kita makan satu piring berdua, suap-suapan terus berangkat ke kantor perusahaan Bapak nya Damar." Kata Haris menysun rencana nanti yang akan ia dan Cindi lakukan.
Cindi mengangguk kan kepala nya dan mulai melepas peluk kan nya dari Haris.
Gadis itu kemudian pergi berlari ke dapur meninggal kan Haris sendirian di meja ruang makan itu.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung... .
Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.