
Idul fitri sudah didepan mata.
Malam ini adalah malam takbir.
Seluruh umat manusia khusunya umat beraga islam, membunyikan bedug dan bertakbir menyebut nama Allah.
_'Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... .'_
Seluruh Masjid dan jalan diramaikan oleh suara takbir.
Dikediaman keluarga Rafka, semuanya sedang berkumpul.
Orang tua Zarine, Akifa, Alfi, Abhi, dan Abdiel berkumpul dimushollah rumah Orang tua Rafka.
Mereka semua mengumandangakan takbir ikut meramaikan hari menuju fitri besok.
Jam masih menujukkan angka 19.20 malam, semua mata memancarkan sinar bahagia.
"Alhamdulillah akhirnya kita lebaran juga!." Seru Akifa yang duduk disebelah Abdiel.
"Hmmm, Lo bener kanget Fa, alhamdulillah." Timpal Akifa.
"Terus ngga lama lagi kalian nikah." Sambung Rafka.
"Kurang lebih 2-3 minggu an lagi." Hitung Akifa yang diangguki Alfi.
"Hei?! Malah ngobrol, ayo takbir!." Suruh Bang Rafa.
6 sekawan itu hanya menyengir tanpa dosa.
Sebelum diperintah 2 kali, mereka ber 6 bertakbir bersama-sama.
'Allâhu akbar Allâhu akbar Allâhu akbar lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar, Allâhu akbar wa lillâhi-l-hamd.'
Sekarang jam menunjukkan pukul 23.00 Zarine, Akifa, Alfi tertidur dipundak para lelaki.
"Kalian angkat gih itu yang pada nyandar dipundak, kasian capek." Suruh Papa Akifa.
"Eh? Udah tidur aja, rasanya tadi masih semangat." Kata Abdiel.
"Dah sana gendong, kalian juga istirahat gih, kita nanti nyusul." Usir para orang tua pada Anak-anaknya.
"Ya udah kita naik dulu Ma, Pa semuanya." Pamit Rafka mewakili semuanya.
Rafka menggendong Zarine yang terlelap.
Sampai didepan kamar, Zarine mengigau.
"Rafka?." Panggil Zarine pelan.
"Hehehe kamu tumben ngigau gini sih Yank?, capek banget ya?." Kata Rafka bertanya pada Zarine yang terlelap dialam bawa sadarnya.
"Rafka?." Panggil Zarine sekali lagi.
"Aku disini Yank, ngga bakap kemana-mana." Balas Rafka dengan berbisik ditelinga sang istri.
Setelah menjawab panggilan, istrinya berhenti mengigau, dan Rafka memeluk Zarine dengan erat seolah besok Zarine hilang dari hadapannya.
"Good night my wife." Ucap Rafka.
Qiroah subuh berkumandang.
__ADS_1
Semua orang dikediaman Fathan (Rafka) sudah bangun untuk sholat subuh berjamaah dimusholla rumah.
Dan tepat pukul 05.45 semuanya bersiap menuju masjid komplej untuk menyelenggarakan sholat ied.
Selesai sholat ied, mereka semua pulang dan para orang tua duduk dikursi, sedang para anak-anaknya melakukan sungkem pada orang tua masing.
Dikediaman Fathan, tepatnya ruang keluarga, dipenuhi oleh tangis haru.
"Ma? Pa? Rafka minta maaf untuk segala hal yang Rafka lakukan yang membuat Mama Papa kesel, marah, dan jengkel." Pinta Rafka tulus dengan sungkem dipaha Mama Papanya bergantian.
"Iya, Mama Papa maafin, kita juga minta maaf kalo selama Mama Papa didik kamu, Mama Papa keras sama kamu." Kata Papa Mama yang dibalas anggukan dari Rafka.
Setelah saling maaf memaafkan satu sama lain.
6 keluarga keluar rumah dan maaf memaaf pada tetangga.
Waktu berlalu, jam menujuk pada angka 11.00 siang.
"Huhhhh, alhamdulillah, akhirnya bisa duduk juga." Kata Abdiel langsung rebahan dikursi berbulu ruang kelaurga Rafka.
"Kalian pulang kapan?." Tanya Papa Rafka.
"Ngusir atau apa nih?." Tanya balik Papa Abdiel.
"Ck, cuma tanya, kalo bisa kalian sampe nanti malam, sekalian makan bersama disini." Jawa Papa Rafka.
"Ouh... kira in ngusir, hehehe." Gumam Papa Abdiel pelan.
"Gimana?." Tanya Papa Rafka meminta persetujuan.
"Ok kita pulang malam aja." Kata Papa Abhi yang diangguki semuanya.
"Emmmmm, kita dirumah aja nih?." Tanya Akifa yang sukses mendapat perhatian semua orng.
"Mau Main? Tapi kemana?." Tanya Papa Abdiel.
"Gimana kalo habis dzuhur kita berangkat kepantai? Sekalian liburan, nanti habis maghrib pulang, kita liat sunset disana." Usul Mami Alfi yang memang suka banget dengan pantai apalagi sunset.
"Bolehlah, nanti kita berangkat sekarang kita istirahat dulu." Kata Papi Alfi.
Ba'da Dzuhur, semua rencana dadakan kepantai terlaksana.
"Kita makan disana aja, rencananya dadakan jadi ngga sempet nyiapin bekal." Kata Mama Rafka.
"Iya, ngga papa udah kita makan disana nanti." Timpal Bunda Zarine.
6 keluarga ini berangkat menaiki mobil masing-masing.
Setelah melewati perjalanan yang lumayan melelahkan.
Namun rasanya sepadan dengan pemandangan yang 6 keluarga itu dapatkan.
"Ya Allah!! Niknat-Mu mana lagi yang kudustakan?!!!." Seru Abdiel dengan berlari kearah pantai.
"Et dah, kek bocah aja." Cibir Bang Idan.
"Wuhhh, anginnya seger banget!!." Seru Bang Idan.
"Bocah teriak bocah." Kata Rafka yang dibalas kekehan oleh semua orang.
Lalu Akifa, Alfi, dan Zarine berlari kearah pantai di ikuti yang lainnya.
"Yank? Jangan lari!." Peringat Rafka pada istrinya itu.
__ADS_1
6 serangkai ditambah Bang Idan dan Bang Rafa bermain air.
Sedangkan para orang tua duduk berselonjoran menggelar tikar.
"Hahaha, liat mereka semua." Tunjuk Papi Alfi.
"Rafka sama Zarine, Abdiel sama Akifa, Abhi sama Alfi, ngga nyangka ya?." Kata Papa Rafka.
"Semoga aja ngga ada gangguan." Doa Bunda Zarine.
"Aamiin." Ucap Mama Rafka, Abdiel, Abhi, Akifa, dan Mami Alfi.
"Tapi kalian ingat sama anaknya Dewi dan Adi kan?." Tanya Papa Abhi dingin.
"Sari? Ya gadis itu harus diwaspadai." Kata Mama Abhi.
"Tapi tenang aja, aku udah suruh seseorang awasin dan jagain mereka dimanapun dan kapanpun." Kata Papa Rafka.
"Dan anak-anak juga waspada terus sama dia." Timpal Papa Akifa.
Yaaa perseteruan antara Sari dan anak-anaknya itu telah diketahui oleh para orang tua lewat orang pengintai suruhan mereka.
Sementara dilokasi 6 serangkai, Bang Idan dan Bang Rafa suasana makin seru.
Mereka saling mengejar dan bermain air hingga baju mereka basah.
"Ahahaha, ayo Yank, kesini." Kata Zarine.
"Ouh ok, awas aja kamu." Kata Rafka yang makin cepat mengejar Zarine.
Mereka bermain hingga matahari terbenam.
Seakan tanpa lelah mereka bermain.
Dan semoga mereka bisa seperti ini terus hingga tua nanti.
Ba'da isya' mereka baru sampai dirumah masing-masing.
Dan Rafka menggendong Zarine kekamar karena dia tertidur dipundak Rafka.
Setelah membaringkan Zarine diranjang, Rafka keluar dari kamar dan menuju dapur untuk minum karena tenggorokannya terasa kering.
Dimeja makan, Papa duduk dengam ditemani Mamanya.
"Loh kok Mama Papa belum tidur?." Tanya Rafka.
"Belum ngantuk, lagi pula ini masih jam 8." Jawab Papa.
"Raf?." Panggil Papa.
"Iya Pa?." Jawab Rafka dengan ikut duduk dimeja makan sebelah Mamanya.
"Raf, teman kamu yang namanya Roy itu, udah bebaskan?." Tanya Papa.
"Iya, ngga mungkin Papa ngga tau." Jawab Rafka.
"Dia masih... ." Tanya Papa gantung.
"Udah enggak Pa, dia udah minta maaf sama Rafka dan lainnya, bahkan setelah pertemuan kedua kita didepan sekolah Rafka beberapa bulan yang lalu, kita ngga pernah ketemu lagi." Terang Rafka panjang lebar.
"Ya udah kalo gitu, alhamdulillah kalo dia mengakui kesalahannya." Ucap Mama Rafka.
"Sana Raf, tidur, istri kamu kasian tidur sendiri." Suruh Papa.
__ADS_1
"Ok kalo gitu, Rafka naik dulu, cepet tidur Ma Pa! Jangan begadang." Ucap Rafka yang kemudian berlalu pergi kekamar dan naik keranjang memeluk Zarine ikut memejamkan mata.