Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Fourteen


__ADS_3

Hari ini adalah hari ke 2 masuk sekolah.


Selasa, 5 Januari.


Rafka, Zarine, & lainnya berada dikelas duduk memisah, cowok sendiri, cewek sendiri.


Bel masuk masih berbunyi 30 menit lagi.


"Kemarin malem dia dateng ke apart." Cerita Rafka.


"Lo diapain? Dia gak buat onar kan?!." Panik Abdiel.


"Gua nggak papa, dia dateng cuma mau minta maaf." Sambung Rafka.


"Dia ngasih info cewek ular itu ngga?." Tanya Abhi.


"Hmmm, dan dia nyuruh Gua hati-hati." Balas Rafka.


"Dia beneran insaf?." Tanya Abdiel.


"Kalo diliat-liat dia serius dan tulus saat minta maaf ama Gua, Gua juga udah wanti-wanti ama dia." Kata Rafka.


"Semoga aja dia jujur." Timpal Abhi.


Tiba-tiba dari arah pintu kelas, masuk orang yang diharapkan mereka ber 6.


Keadaan kelas memang sepi, para murid menghabiskan waktu sebelum pelajaran diluar kelas.


"Hai Raf?." Sapa Sari dengan nada manja yang membuat Rafka serta lainnya merasa jijik.


"Ngapain Lo Medusa?!." Seru Akifa lantang yang tak ditanggapi oleh Sari.


"Raf aku bawain kamu-."


"Bawa balik! Dan cepet keluar dari sini!." Perintah Rafka dengan nada dingin dan mata menatap kesembarang arah. Rafka enggan menatap wajah sok cantik Sari.


"Tapi-."


"Lo tuli?! Pergi sana kekelas Lo sendiri!." Seru Alfi.


Sari mengepalkan tangan erat sampai kuku cantiknya memutih.


Zarine yang melihat itu, merasa kasian pada Sari.


'Dia udah bawain itu, kasian kalo disuruh balik, dia juga pasti sedih.' Batin Zarine.


Kemudian Zarine mendekat pada Rafka dengan membisikkan sesuatu.


Rafka menegang mendengar permintaan Istrinya itu.


'Hati kamu terbuat dari apa sih Yank? Dia udah hampir celakain kamu tapi... hufhh.' Batin Rafka dengan menghela nafas pelan.


Rafka mengambil bekal yang telah diberikan Sari sedari tadi.


"Raf?!." Seru Akifa dan Alfi geram.


Melihat bekalnya diterima oleh Rafka, Sari langsung berbinar senang.


"Thanks." Kata Rafka dengan nada datar.


"Ok kalo gitu Gua balik dulu, bye Raf." Pamit Sari girang.


'Liatkan kalian semua? Meski Rafka cuek dan dingin ama Gua, tapi dia nerima bekal dari Gua, Gua menang dari Lo Za ja**ng!.' Batin Sari dengan senyum sinis meremehkan Zarine dan menghilang dibalik pintu.


"Kenapa Lo terima?!." Seru Abdiel.


Setelah pertanyaan Abdiel itu, datanglah Aurel teman sekelas mereka.


"Rel?." Panggil Rafka.


Aurel menoleh.


"Pa an?." Tanyanya.


"Nih buat Lo." Kata Rafka dengan memberikan bekal dari Sari tadi.


"Tumben Lo baik?." Heran Aurel dengan menerima bekal itu.


"Itu dari Sari." Balas Abdiel memberi tau Aurel.


"Pantes, thanks Raf." Kata Aurel dan kemudian dia pergi dari kelas.


"Zarine tadi yang minta Gua nerima." Terang Rafka dan semua mata memandang Zarine dengan pandangan bertanya.


"Kasian, kalo ditolak pasti dia nanti kecewa dan sedih." Kata Zarine.


"Hadehhh, cewek kek gitu ngapain dikasiani? Makin nglunjak entar yang ada, Gua yakin dia merasa menang sekarang." Kata Akifa.

__ADS_1


"Udah biarin aja, yang penting Gua ngga makan." Kata Rafka.


Akifa, Abdiel, Abhi, & Alfi menghela nafas kasar.


Lalu terdengarlah bunyi bel masuk dengan nyaring.


Semua murid masuk kekelas masing-masing dan duduk dibangkunya.


Setelah guru masuk dan memabaca doa sebelum belajar, pelajaran dimulai.


Bel istirahat menggema keseluruh penjuru sekolah.


"Kantin yok!." Ajak Abdiel.


"Jangan kesana deh, lagi males banyak orang Gua, kita kejajanan didepan aja." Kata Alfi.


"Boleh tuh, gimana?." Tanya Akifa meminta persetujuan lainnya.


"Kuylah!." Kata Abdiel dengan diangguki Rafka, Zarine, & Abhi.


Mereka ber 6 berjalan berpasangan dengan canda tawa.


Dan pastinya tanpa mereka ketahui ada mata yang memandang dengan perasaan cemburu, iri, dan marah, apalagi saat melihat Rafka Zarine.


'Gua harus bikin Lo sadar Zarine ja**ng, bahwa hanya Gua yang pantes jadi pacar Rafka, baik sekarang atau nanti.' Batin Sari, orang yang selalu ingin memiliki apa yang dirasa itu miliknya padahal bukan.


"Ngga usah berharap Sar, Gua tau Lo lagi rencanain hal jahat kan? Hentikan sebelum Lo nyesel." Peringat Tika teman Sari.


"Kebahagiaan itu memang punya Gua Tik, dan Zarine si ja**ng itu udah ngrutnya!." Seru Sari geram.


"Punya Lo? Zarine ngrebut dari Lo?, ngga salah nih? Sadar Sar sadar, Rafka itu udah nolak Lo, bahkan berkali-kali kalo Lo lupa." Jelas Tika yang membuat Sari marah.


"Mending Lo diem kalo ngga mau bantuin Gua!." Usir Sari dan Tika pun pergi.


Rafka, Zarine, & lainnya sampai diwarung penjual bakso.


Mereka semua duduk lesehan ditikar yang digelar oleh sang penjual.


Seperti biasa pasti ada saja perdebatan konyol saat makan yang diprovokasi oleh Abdiel.


Abdiel menusuk satu bola bakso dari mangkok Akifa dan memdapat pelototan dari pemilik.


"Lo kan punya sendiri Diel!, ngapain comot-comot punya Gua sih?!." Seru Akifa kesal.


"Punya Lo rasanya lebih enak, beda dari punya Gua coba in biar Lo tau rasanya." Kata Abdiel dengan memberikan mangkok baksonya.


Akifa memakannya satu dan mulai merasai.


"Masa sih? Tapi menurut lidah Gua punya Lo lebih enak beneran." Kata Abdiel menyakinkan.


"Et dah, Lo emang kebiasaan Diel, apa yang dimakan Akifa Lo bilang enak dan kata Lo rasanya beda dari punya Lo sendiri." Seru Alfi jengah melihat 2 manusia berbeda genre ini berdebat hal konyol.


"Mending kalian makan satu mangkok berdua aja." Usul Abhi yang mendapat jitakan dari Alfi.


"Aduh! Sakit Al, main geplak aja." Protes Abhi.


"Saran Lo konyol, udah jan berdebat bentar lagi bel masuk bunyi." Kata Alfi lagi.


Rafka, Zarine, Abdiel, & Akifa tertawa cekikikan melihah tingkah Abhi dan Alfi.


 


Jam pulang sekolah telah tiba.


Semua murid bergegas keluar kelas.


Ada yang menuju masjid sekolah untuk sholat berjamaah Asyar, ada pula yang langsung pulang.


Pukul 15.30 semuanya keluar dari masjid lalu pulang kerumah masing-masing.


"Yok pulang." Ajak Rafka dengan mengulurkan tangannya didepan Zarine yang sedang duduk memakai sepatu.


"Iya tunggu." Balas Zarine dengan menali tali sepatunya


Setelah selesai, diapun berdiri dengan bantuan Rafka.


"Kalian langsung pulang?." Tanya Abdiel.


"Ya, emang mau kemana lagi?." Balas Rafka.


"Kita jajan dululah, ini masih belum terlalu sore." Ajak Akifa.


Zarine tersenyum berbinar dengan menatap Rafka.


Rafka yang paham arti tatapan meminta persetujuan itu, dia menghela nafaa pelan kemudian... .


"Ok!, ayo jajan." Setuju Rafka.

__ADS_1


"Makasih Yank." Kata Zarine tulus dengan mencubit pipi kanan Rafka pelan.


"Kuylah!." Seru Akifa.


Mereka ada didepan sekolah dengan membawa kendaraan masing-masing.


Abdiel, Akifa, Alfi, & Abhi membawa motor dan Rafka semobil dengan istrinya Zarine.


Tiba-tiba saat asik memakan siomay, seseorang datang menyapa.


"Hai?." Sapa orang itu.


Semuanya menoleh terkejut dengan orang itu kecuali Rafka dan Zarine.


"Lo?! Mau apa Lo?!." Seru Alfi emosi dan hampir mencekik leher Cowok itu.


"Al? Udah Al, tahan." Kata Abhi menenangkan.


"Ngapain?!." Ketus Akifa.


"Gua kesini mau minta maaf sama kalian semua." Kata Cowok itu.


"Gua minta maaf sama kalian ber 4, tolong maafin Gua ya?." Pinta Cowok itu tulus dan serius.


"Lo ngga main-main kan... Roy?." Tanya Abhi dengan menekan nama Cowok itu.


Roy memang sengaja datang kesekolah mereka semua agar masalah cepat selesai dan tak ada dendam diantara mereka.


"Gua seriua Bhi, tolong maafin Gua." Pinta Roy sekali lagi.


Semuanya diam, terutama Zarine.


Dia bak penonton drama, hanya diam menyaksikan tanpa berkomentar.


Abhi dan Abdiel bersamaan menoleh, lalu... .


"Kita udah maafin Lo dari dulu kok Roy." Kata Abhi yang diangguki lainnya.


"Beneran?!." Seru Roy girang.


"Iya." Jawab Alfi yang diangguki semuanya kecualo Zarine.


"Makasih ya, kalian emang orang yang baik banget dah." Puji Roy.


'Ehem.' Dehem Zarine.


"Ouh, astaghfirullah, sampe lupa kalo kamu disini Yank, maaf ya." Kata Rafka dengan memeluk Zarine dari samping.


"Nostalgianya seru banget tadi ya? Sampe aku ngga dianggep rasanya." Rajuk Zarine dengan senyum disedih-sedihkan.


"Iya, maaf Za." Kata Akifa dan Alfi yang diangguki Zarine yang sudah tersenyum kembali.


"Aku cuma bercanda kali, iya udah ngga papa." Kata Zarine.


"Yank?, kenalin, dia ini Roy temen kita semua, dan Roy? Kenalin, dia istri Gua, namanya Zarine." Kata Rafka.


"Assallammu'allaikum." Salam sapa Zarine dengan mengatupkan kedua tangannya didepan dada.


"Wa'allaikum sallam." Jawab Roy dengan melakukan hal yang sama.


"Maa syaa allah, indahnya ciptaanmu yang satu ini." Puji Roy tanpa sadar, dan langsung mendapat jitakan cukup keras dari Rafka.


'Pletak.'


"Adaww!! Et dah kira-kira napa Raf." Kata Roy dengan mengusap kepalanya pelan.


"Ahahahaha!!! Salah sendiri cari masalah, sakit kan? Rasain!." Kata Abdiel menertawakan kesakitan Roy.


Dan lainnya hanya cekikikan melihat ekspresi Roy.


"Udah sore, ayo pulang." Aja Rafka dengan menarik lembut tangan Zarine.


"Yah, Gua kan baru dateng." Kata Roy.


"Kapan-kapan kalo ngumpul Lo Gua kabarin, nomer Lo tetep kan?." Tanya Rafka.


"Udah ganti." Balas Roy.


"Bhi?." Panggil Rafka.


Tanpa menjawab, Abhi melaksakan tugasnya.


"Masukin nomer Lo ke HP Gua." Perintah Abhi dengan nada dingin dan datarnya.


Roy menurut dan mulai mengetikkan nomernya di HP Abhi.


'Tin tin.' Klanson mobil Rafka bertanda dia pamit dan diangguki semuanya.

__ADS_1


Setelah bertukar nomer HP, semuanya pulang kerumah masing-masing untuk beristirahat.



__ADS_2