Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
S2 ==> NMKP 192


__ADS_3

SELAMAT BERBUKA PUASA BAGI YANG MENJALAN KAN IBADAH PUASA🙏.


-


-


SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.


MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.


******************************


-


-


Di tengah para pria sibuk membahas botol kecap, 2 gadis di sana tak paham maksud dari pria.


"Tunggu Boy's!." Seru Kristal menghenti kan obrolan para cowok.


"Botol kecap bisa di lihat? Di liat apa nya? Isi nya pasti juga sama kan kecap." Polos Wulan berucap, angguk kan Kristal juga mengikuti perkataan Wulan yang tak paham ucapan para pria.


-


-


-


...L A N J U T A N...


...P A R T...


...K E M A R I N . . ....


-


-


-


Para pria saling pandang dan mereka menepuk dahi mereka masing-masing dengan pelan.


"Udsh berhenti bahas botol kecap! Di sini masih ada anak di bawah umur!." Seru Damar pada 3 cowok lain nya.


"Botol kecap maksud nya apa sih?." Tanya Kristal bingung.


Raut bingung terpancar jelas di wajah 4 pria ini.


'Ring... ring... ring... .' Bel tanda masuk berbunyi nyaring.


"Ahh bel masuk dah bunyi, ayo masuk!." Ajak Angkasa pada 2 orang gadis di depan nya ini.


Wulan dan Kristal mengangguk kan kepala dan mereka pun beranjak dari duduk lalu pergi dari lapangan basket itu.


Sepeninggalan 2 gadis cantik dan mungil itu.


"Aduhhh jangan bahas masalah 18++ kalo ada mereka, takut sendiri Gua anying!." Seru Damar pada 3 pria di depan nya ini.


"Lah tadi siapa dulu yang bahas?!." Tanya Albhi sewot.


"Lu duluan tadi yang bahas Malam Pertama." Tunjuk Pamungkas pada Damar.


"Terus tadi yang bahas botol kecap siapa?." Tanya Damar yang tak mau di sudut kan.


"Nih si Tarjo!." Tunjuk Angkasa pada Pamungkas.


"Wahai teman sekalian, jangan lah menuduh teman seperti ini, tak baik." Pamungkas menasihati sahabat-sahabat nya dengan lagak sok uztad.


'Pletak!.' Tangan ke tiga pria di sana mendarat mulus di kepala Pamungkas.

__ADS_1


"Oy?! Sakit ogeb!." Pekik Pamungkas marah.


"Omongan Lu udah kek macam uztadz aja Tarjo!." Seru Angkasa dan dia berlalu di ikuti oleh Damar juga Albhi.


"Ck! Jangan tinggalin Gua oy!." Panggil Pamungkas sedikit menguat kan suara nya di karena kan jarak mereka yang sudah agak jauh.


Di dalam kelas.


Pelajaran sudah di mulai 5 menit yang lalu dan Damar, Albhi, Angkasa juga Pamungkas baru datang.


"Assallammu'allaikum?." Salam mereka kompak.


"Wa'allaikum sallam." Jawab satu kelas bersamaan.


"Dari mana kalian?." Tanya Bu Tutik pengajar pelajaran Seni Budaya.


"Dari lapangan basket Bu." Jawab jujur Pamungkas.


Bu Tutik memicing kan mata nya se akan tak percaya. Lalu beliau menelisik pakaian 4 pria ini dari atas sampe bawa.


"Kami ngga bohong Bu, demi apa pun." Kata Damar sambil menunjuk kan 2 jari nya yang berbentuk V.


Bu Tutik tampak menimbang omongan Damar.


Lalu... .


"Ya sudah sana duduk di bangku masing-masing, saya harap ini pertama dan terakhir kali nya kalian terlambat masuk kelas saya, jika terulang lagi, mending ngga usah ikut, terus aja di lapangan basket!." Peringat Bu Tutik tegas.


"Iya Bu." Balas ke 4 pria itu kompak.


Saat akan melangkah menuju bangku.


"Tunggu!." Panggil Bu Tutik pada 4 pria remaja ini.


"Ada apa Bu?." Tanya Angasa.


"Iya Bu, nama Pamungkas-." Belum selesai Pamungkas memperkenal kan diri Angkasa sudah menyela.


"Ibu bisa panggil dia Tarjo." Kata Angkasa si akhiri kekehan pelan.


Bu Tutik cuma membalas dengan senyum samar nya.


"Nama kamu siapa?." Tanya Bu Tutik menunjuk Angkasa.


"Nama saya Angkasa Bu." Balas Angkasa dengan tersenyum manis.


"Hmmm... ya sudah! Duduk di kursi masing-masing." Perintah Bu Tutik tegas.


Setelah perkenalan singkat itu pelajaran kembali di lanjut kan.


Di Cafe ZAARA.


Zarine, Akifa, Alfi, Tika, Kak Rain duduk di dalam ruangan dengan bercanda ria.


"Eh? Kaliam semua kenal sama Amelia Dwi Septiana ngga?." Tanya Alfi pada sahabat nya ini sambil menampil kan foto profil WhatsApp Amelia.


"Amelia? Ngga tau tuh aku." Balas Za yang memang tak tau.


"Kenapa emang nya Al?." Tanya Akifa.


"Cewek ini kaya nya suka sama Albhi deh, dia tiap hari chat akun terus, tanya Albhi mulu." Jengkel Alfi tak suka.


"Ouh iya beberapa hari ini aku juga kaya di teror gitu, tiap jam tanya in Bang Damar mulu, oas aku tanya nama nya, dia ngaku nya Khoirun Nissa, dan kaya nya dia suka sama Bang Damar." Zarine ikutan bercerita.


"Kalian udah coba tanya sama anak-anak?." Tanya Kak Rain.


"Udah kok Kak jawaban Bang Damar bikin aku sensi sendiri." Jengkel Zarine.


"Emang anak kamu bilang apa?." Tanya Akifa.

__ADS_1


"Masa dia bilang, 'Ngga usah di ladenin Momm, dia tuh hantu nya sekolahan Bang Damar, hobi nya bikin mood Wulan ama Kristal anjlok' gitu jawab nya, ya jelas dong aku bingung maksud nya apa?." Jelas Zarine sambil meniru kan gaya anak bujang nya berucap.


"Tunggu deh, aku kaya pernah denger dua nama itu." Kata Tika yang sedari tadi diam mencerna semua obrolan para sahabat nya ini.


"Siapa mereka?." Tanya Zarine yang sudah amat sangat penasaran akan identitas 2 gadis yang mengganggu nya dan Alfi.


"Kalo ngga salah yang nama nya Amel tuh anak nya Sofia ama Bondan penguasa di bidang kuliner yang terkenal ama masakan jepang nya itu loh, dan kalo Nissa, dia putri dari Bapak Sindu dan Bu Endang, pemilik hotel bintang lima terbesar ke 3 di kota Jakarta ini." Panjang Tika menjelas kan identitas orang tua Amel dan Nissa.


"Bukan nya mereka ada kerja sama dengan perusahaan Rafka sama Abdiel yah?." Tanya Akifa yang di benar kan para sahabat yang ada di ruangan ini.


"Meski terjalin kerja sama aku ngga ikhlas kalo Damar apa lagi Albhi sama 2 gadis itu." Tegas Zarine yang di angguki oleh semua teman nya.


"Aku juga sebagai calon Ibu mertua ngga mau Za, aku mau nya Albhi sama Wulan." Cetus Alfi blak-blak kan.


"Dan aku udah jelas nolak, aku mau nya Damar jadi menantu ku." Kata Akifa mengutara kan isi pikiran nya di depan oara sahabat.


"Kalian... berniat jodohin mereka kah?." Tanya Tika hati-hati.


"Kalo hubungan mereka masih jalan di tempat, ya maka kita sebagai orang tua aka turun tangan." Ringan Akufa berucap.


"Bener banget, kalo nunggu Damar ama Albhi gerak lama." Zarine menambahi omongan Akifa yang belum lengkap.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung... .


Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.

__ADS_1


__ADS_2