
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
"Ndak terlalu seh Mbak, aku ngga cuman suka musik dangdut, segala musih aku suka, tapi kalau lagu nya bagus, hehhee... ." Kata Agnez sambil cengengesan menampak kan deratan gigi putih dan rapi nya.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
Semua orang dalam mobil kemudian menjawab perkataan Agnez hanya dengan angguk kan kepala dan bibir membentuk huruf O tanda mengerti.
Beberapa menit perjalanan, akhir nya mobil mereka sampai di depan rumah Mommy Za dan Daddy Rafka.
6 serangkai keluar mobil dan berjalan, para gadis memilih berlari ke dalam rumah dengan cepat.
"Girl's? Jangan lari-lari!!." Peringat Pamungkas keras.
Tapi dasar para gadis saja yang tak mau mendengar, mereka berlari sampai... .
'Bruk!!.'
"Huaaa!!! Ibu!!!." Suara teriak kan Agnez menggemah di seluruh rumah.
Gadis itu tersandung daun pintu dengan sangat keras nya, jari kelingking kaki nya langsung menerah.
"Nah kan." Kata Angkasa dengan mata nya menyorot rasa khawatir yang kental, langkah nya begitu lebar melangkah ke arah Agnez sang gadis tercinta nya.
Mommy Za dan Daddy Rafka dari dalam rumah berlari ke arah pintu rumah utama saat mendengar tangisan Agnez.
"Ada apa?." Tanya Mommy Za khawatir menatap Agnez yang duduk di tengah pintu sambil bercucuran air mata.
"Jari kelingking Agnez kejedot pintu Momm." Jujur Wulan apa ada nya.
"Kok bisa? Kalian lari yah masuk ke dalam rumah nya?." Tanya Mommy Za menatap para gadis manis itu.
3 gadis itu menunduk kan kepala nya tak berani menjawab omongan Mommy Za.
"Dah! Ayo masuk ke dalam rumah, Angkasa? Angkat gadis kamu." Perintah Daddy Rafka tak terbantah kan.
__ADS_1
Tanpa di perintah 2 kali, Angkasa menggendong Agnez ala bridal.
Agnez masih menangis tersedu karena kesakitan, dia menenggelam kan wajah nya di dada Angkasa sambil memeluk leher Angkasa.
"Maka nya kalo di bilangin sama kita para cowok tuh di dengerin, lihat akibat nya sekarang kan? Masih mau keras kepala dan ngga mau dengerin?." Cetus Angkasa tegas.
Agnez menggeleng kan kepala tanda tak mau membantah Angkasa lagi.
"Lagian tadi kalian lari kenapa sih? Mau apa?." Tanya Damar menatap 3 gadis itu tajam.
"A... A... Agnez haus." Balas Agnez dengan sesengguk kan.
"Kita juga haus." Jawab Wulan dan Kristal sambil menunduk kan kepala nya dalam.
"Tapi kan bisa jalan aja pelan-pelan, ngga usah lari." Nasihat Albhi mengudara.
"Iya maaf." Kompak 3 gadis itu berucap meminta maaf.
Sampai di ruang santai rumah Mommy Za dan Daddy Rafka.
Angkasa menduduk kan Agnez dengan hati-hati di atas sofa.
Dia mengecek kaki gadis nya, lebih tepat nya jari kelingking di kaki Agnez, ternyata hanya memerah saja tak ada luka serius.
Agnez yang acara nangis nya selesai dia celinguk kan menatap sekeliling rumah Mommy Za dan Daddy Rafka.
Mata nya mencari keberadaan sang Ibu dan sang Ayah tercinta.
Mommy Za yang paham tatapan Agnez beliau tersenyum manis sambil mengelus surai hitam gadis manis satu ini.
"Cari Ibu sama Ayah yah?." Tanya Mommy Za yang di angguki oleh Agnez cepat.
"Ada di rumah Mas Angkasa ikut Mami sama Papi nya Mas Angkasa, nginep di sana nanti malem." Jelas Mommy Za detail.
"Berarti semua para tetuah kembali ke rumah masing-masing Momm?." Tanya Wulan.
"He em." Balas Mommy Za singkat dengan mengangguk kan kepala nya sekali.
"Kak Rain ikut ke rumah Bunda sama Ayah Pamungkas dong Aunty?." Tanya Pamungkas dengan tatapan penuh pancarana kebahagiaan.
"Sayang nya engga." Jawab cepat Daddy Rafka.
Senyuman bahagia di bibir Pamungkas meredup seketika.
"Kenapa Uncle? Aunty?." Tanya Pamungkas lesu.
"Apa kata tetangga nanti kalao Kak Rain ikut ke rumah Bunda sama Ayah kamu Pamungkas? Mereka akan sangka kalau kalian pacaran dan tinggal bersama, mungkin kamu ngga akan di cap jelek, tapi Kak Rain? Ngga ada yang tau kan." Kata Mommy Za menjelas kan panjang lebar kali tinggi yang masih tak dapat di terima oleh hati dan otak Pamungkas.
Daddy Rafka tau raut wajah tak terima yang di miliki keponakan istri nya itu.
Dia paham apa yang di pikir kan darah muda keponakan nya itu.
"Uncle tau apa isi pikiran kamu Pamungkas, kamu pasti berpikir 'Ngapain ngurusin omongan orang? Lagian kita ngga ngelakuin apa pun.' Iya kan? Itu yang kamu pikir kan?." Tanya Daddy Rafka yang di angguki oleh keponakan nya.
"Kamu mau Kak Rain terluka sama kata-kata sampah itu kah? Kamu mau bikin Kak Rain sakit hati kah? Atau kamu mau bikin Kak Rain jauh dari kamu?." Bertubi-tubi Daddy Rafka melayang kan pertanyaan yang tak ingin di dengar Pamungkas.
Pemuda itu langsung mendongak menatap mata Daddy Rafka saat menanya kan semua pertanyaan itu.
Mata nya menjadi dingin dan datar.
__ADS_1
Lalu menjawab... .
"Pamungkas sayang dan sangat mencintai Kak Rain yang walau pun baru bertemu dan baru kenal, tapi Pamungkas ngga pernah main-main sama Kak Rain, Pamungkas ngga mau semua pertanyaan Uncle Rafka terwujud, dan ok lah kalau Kak Rain ngga tinggal satu rumah sama Pamungkas, tapi... Kak Rain mau tidur di mana?." Tanya Pamungkas.
"Ya di sini lah." Jawab Mommy Za cepat.
"Wah! Rame dong rumah." Senang Wulan dengan binarana mata yang kental, sangat kental malah.
"Iya lah." Sahut Mommy Za senang.
"Pamungkas kalo mau tidur di sini ya ngga papa." Kata Daddy Rafka.
"Itu pasti dan wajib, di mana ada Kak Rain di sana harus ada Pamungkas." Tegas Pamungkas yakin.
"Ya sudah lah nginep aja." Ujar Mommy Za mengusap kepala Pamungkas lembut penuh kasih sayang.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung... .
Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.
__ADS_1
Jaga kesehatan selalu readers.
Salam sayang dari ViCa😍.