Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Ninety-two


__ADS_3

Minggu, 20 Februari.


Pukul 03.15 di kediaman Rafka Zarine tepat nya dalam kamar.


Zarine membuka mata nya kemudian menatap jam dinding.


'Masih jam segini, bentar lagi deh aku mandi.' Begitu gumam hati nya.


Zarine menatap laki-laki yang hampir 2 tahun mengisi hari-hari nya.


Dia membelai pipi Rafka lembut dengan jari-jari mungil dan lentik nya.


"Selamat pagi sayang." Sapa Zarine sambil mengecup bibir Rafka.


"Selamat pagi juga." Jawab Rafka masih memejam kan mata nya.


"Eh?, kamu udah bangun?." Tanya Zarine terkejut.


"Gimana ngga bangun kalo ada yang ngusik tidur ku?." Kata Rafka, dia membuka mata nya lebar.


Zarine yang malu karena ketahuan mengecup bibir sang suami, dia menelusup kan wajah nya di dada bidang Rafka yang telanjang.


Dia menguyel-unyel kan kepala nya pada dada Rafka.


"Yang?, please jangan bikin bangun yang dibawah." Kata nya memohon.


Zarine yang paham menghentikan aksi nya.


"Ayo mandi abis itu kita sholat subuh jamaah." Ajak Rafka.


"Kamu mandi di kamar mandi lain, aku pakek kamar mandi sini." Kata Zarine.


"Yahhh... bareng aja deh." Pinta Rafka dengan memasang wajah memohon.


"Janji cuma mandi." Peringat Zarine tegas.


"Ngga mau." Tolak Rafka manja.


"Uhh Yang... aku capek." Kata Zarine sambil memasang wajah memelas.


"Iya deh iya." Pasrah Rafka.


Dia mengalah karena memang kemarin malam dia menggempur Zarine dengan habis-habis an.

__ADS_1


Kemudian Rafka dan Zarine bangun.


Zarine yang tidak memakai pakaian sehelai benang pun berniat memakai selimut menyeretnya ke kamar mandi.


Tapi Rafka menariknya dan membuang nya ke sembarang tempat.


"Kyaaa!! Rafka!." Pekik Zarine.


Dia malu dan menutupi tubuh nya.


"Hahaha ngapai di tutupi sih Yang?, aku udah liat dan hafal semua nya tau." Kata Rafka menggoda.


Zarine makin malu dan makin memerah saja pipi nya.


Rafka menggendong Zarine dan membawanya ke kamar mandi.


Sesuai janji, Rafka tak melakukan apa pun hanya membantu sang istri mandi.


Lalu 25 menit kemudian mereka keluar kamar dan bersamaan dengan adzan subuh berkundang.


Rafka pergi ke masjid sholat berjamaah di sana.


Zarine sholat sendiri di kamar.


"Assallammu'allaikum sayang." Salam Rafka.


"Wa'allaikum sallam." Jawab Zarine sambil mencium punggung tangan Rafka.


"Baju kamu udah aku siapin di ruang ganti." Kata Zarine.


"Bantu aku siap." Pinta Rafka.


Zarine tersenyum dan mengangguk.


Dia membantu Rafka memakai baju nya seperti seorang bayi, bayi besar maksud nya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.


Selesai bersiap pukul 06.00 pagi sepesang suami istri itu turun dari lantai dua dan menuju meja makan.


Di sana sudah ada Bunda yang menata makanan di bantu ART.


"Pagi Bunda." Sapa Zarine dan Rafka kompak.


"Pagi juga sayang, eh? Kalian mau olah raga pagi? Tumben?." Tanya Bunda.

__ADS_1


"Hahaha iya Bun, biar sehat." Jawab Zarine sambil tertawa.


"Bunda mau ikut?." Ajak Rafka.


"Bunda olah raga di taman belakang aja deh, senam di sana." Tolak Bunda halus.


Zarine dan Rafka pun hanya mengangguk kan kepala lalu sarapan.


Mereka berdua tidak makan nasi, hanya makan dua potong roti dan segelas susu hangat.


Lalu mereka pamit pergi.


-


-


-


-


-


Bersambung...


Like & komennya ditunggu


Maaf ngga nyambung๐Ÿ˜ข๐Ÿ™


Maaf kalo garing๐Ÿ˜ข๐Ÿ™


Maaf typo di mana-mana๐Ÿ™๐Ÿ˜ข


Maaf banget kalo makin hari ceritaku ngga menarik.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran๐Ÿ˜ข.


Jaga kesehatan selalu readers


Salam sayang dari ViCa๐Ÿ˜.


Selamat tahun baru untuk kalian semua pembaca setia ku๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰.


Pesan dari Author untuk kalian, tahun baru harapan baru, jangan banyak-banyak berharap sama orang yang ngga pasti, berharap aja sama Allah pasti di kabulin๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.

__ADS_1


Ngomong apa sih aku๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ ngga usah di dengerin readers, Author nya gesrek๐Ÿ˜‚.


__ADS_2