Nikah Muda Karena Perjodohan

Nikah Muda Karena Perjodohan
Seratus duapuluh satu


__ADS_3

AKU MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, MAAF SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏🙏.


******************************


'Tring... ring... ring... .'


Suara bel tanda pulang sekolah menggemah di seluruh penjuru SMA Merdeka.


Helaan nafas lega terdenhar dari masing-masimg siswa.


Mereka keluar kelas dan menuju ke arah masjid sekolah untuk melakukan sholat Ashar.


Pukul 15.30 sore selesai menunaik kan kewajiban pada sang pencipta alam semesta, seluruh siswa berhamburan keluar kekuar gerbang sekolah.


Tak terkecuali 7 serangkai, mereka sedang berjalan ke arah parkiran kendaraan khusus siswa.


"Kita para cewek nunggu kalian di depan aja yah, bosen tau ikut kalian ke parkiran, kita mau jajan di luar." Kata Alfi.


"Iya deh kalian tunggu di sana aja." Balas Abhi.


Para perempuan sudah berjalan meninggal kan para pria, baru 7 langkah, Rafka berteriak pada mereka para wanita.


"Hati-hati nyeberang jalan nya!." Seru Rafka.


Para wanita hanya mengacungkan jari jempol nya pertanda meng iya kan.


"Kita beli jajanan apa an nih?." Tanya Tika.


"Liat di depan ada apa aja, nanti kita tentu in di sana." Jelas Zarine.


Meraka ber 4 menyeberang jalan dan sampai di tempat para penjual jajanan di sana.


Mata Akifa, Zarine, dan Alfi berbinar melihat berbagai jajanan itu.


Tika yang melihat hal itu mengangkat tinggi-tinggi ke dua lain nya sambil meringis ngeri.


'Nafsu makan mereka asli jauh dari kata normal.' Batin Tika bersuara.


'Apa Gua nanti kalo hamil kaya mereka yah?.' Kata nya lagi.


'Pasti kualahan Kak Zaidan kalo aku kaya mereka.' Tika terkekeh sendiri dengan suara hati nya.


Akifa yang mempergoki Tika terkekeh sendiri menyentuh tengkuk nya merinding.


"Ketiak? Lo kenapa cengengesan sendiri? Kesambet Lo?." Tegur Akifa.


"Kagak lah! Gua bayangin kalo nanti pas hamil Gua kaya kalian, nafsu makan naik drastis." Jujur Tika.


"Kira in Lo kesambet." Cuek Alfi berbicara.


"Kalian emang masih belum kenyang kah? Kita udah ngemil banyak banget tau tadi siang." Tika mengganti topik pembicaraan.


"Udah jangan bahas kenyang atau engga nya, aku mau makan batagor." Zarine memutus pembicaraan mereka dan menatap ke arah penjual batagor di depan nya.


"Iya ayo!." Seru Akifa antusias.


Akifa, Alfi, dan Zarine meninggal kan Tika yang mematung memandang mereka di tempat.


"Gua nontonin kalian makan aja deh, kenyang Gua jujur." Tika berbicara sendiri.


Lalu Tika menyusul 3 wanita sahabat nya itu.

__ADS_1


Tika duduk di sebelah kanan Akifa.


"Tik? Lo ngga pesen?." Tanya Alfi yang melihat Tika langsung duduk tak memesan.


"Cuma liat kalian makan Gua udah kenyang pake banget, kalian makan sendiri aja." Jawab Tika.


"Hmmm." Singkat Alfi menyahut.


"Eh guys? Gua penasaran sama Sari." Akifa membuka pembicaraan yang membingung kan menurut Zarine, Alfi, dan Tika.


"Penasaran gimana?." Tanya langsung Tika.


"Penasaran sama jaring ikan itu, di pake ngga ya?." Kata Akifa di akhiri tawa pelan nya.


"Ok aku jawab jujur, kalo menurut aku di pake." Jawab Zarine.


"Menurut Gua juga gitu, di pake." Timpal Alfi.


"Kalo menurut Gua... di pake." Jawab cepat Tika.


"Alasan nya?." Tanya lagi Akifa.


"Pasti Kak Roy tau sama hadiah kamu, dan dia yang menyuruh Sari memakai jaring itu." Jelas Zarine detail.


Pembicaraan mereka terpotong karena penjual batagor mengantar pesanan 3 wanita ini, setelah pergi mereka melanjut kan perbincangan.


"Hahaha... Gua mau tau reaksi mereka nih." Tawa Akifa pecah.


"Kita kesana sekarang gimana?." Usul Zarine.


"Kita bilang dulu sama para cowok nya." Cetus Alfi.


Tika dan lain nya mengangguk.


"Lo kok ngga ikut pesen Tik?." Tanya Rafka.


"Liat bini kalian bertiga makan lahap, Gua udah kenyang banget, jadi ngga usah susah-susah pesen batagor atau lain nya lah." Kata Tika.


Para pria hanya tertawa pelan mendengar itu.


"Kalian para cowok!, habis dari sini kita ke rumah Sari yuk." Ajak Akifa pada Abdiel dan lain nya.


"Mau ngapain?." Tanya Abdiel.


"Penasaran aja." Jawab Akifa sambil menahan senyum manis nya.


"Penasaran sama hal apa?." Tanya detail Abdiel.


"Akifa penasaran sama jaring ikan." Jawab Tika spontan.


"Pfft." Tawa Abdiel hampir pecah mendnegar penuturan Tika yang jujur pada nya dan Rafka, Abhi.


"Ayo deh kita main ke sana, sekalian ngerecokin dua pengantin baru itu." Abhi ikut berbicara, dia juga menyungging kan senyum.


"Jangan senyum Bhi! Senyum Lo kaya pshico dapet mangsa." Cetus Rafka memperingat kan.


Selesai mereka nongkrong di tempat penjual batagor, kini mobil hitam milik Rafka meluncur menuju rumah Roy.


Pukul 16.00 mereka sampai di halaman rumah Roy.


"Emang yakin kalo mereka di rumah?." Kata Tika.

__ADS_1


"In syaa allah, kita coba aja, kata Pak Satpam tadi mereka ada di rumah." Optimis Zarine.


Mereka ber 7 tadi sebelum masuk halaman rumah Roy sudah bertanya pada satpam penjaga di dekat gerbang.


Rafka juga meminta agar Pak Satpam tak melapor pada tuan rumah, bahwa ada tamu.


Dan soal kenapa 7 orang itu bisa masuk ke rumah Roy yang sangat ketat penjagaan nya, itu karena 6 orang selain Zarine, pernah masuk ke dalam, dan tentu saja Satpam masih ingat wajah nya.


'Ting... tong... ting... ting... .' Akifa memencet bell tepat setelah sampai di depan pintu rumah.


"Apa mereka lagi 'main' yak." Abdiel bertanya-tanya.


"Udah sore ini, masa 'main' mulu, ngga capek apa?." Cetus Akifa.


7 orang ini sibuk berdebat sampai satpam penjaga rumah Roy yang membuka gerbang untuk mereka menghampiri dan bertanya.


"Saya panggil saja yah Mas." Kata Pak Satpam.


"Ngga usah Pak, kita sendiri aja, bentar lagi kalo ngga dibuka tinggal bakar rumah nya aja, hahaha... ." Kelakar Akifa.


"Saya permisi dulu kalo gitu Mas, Mbak nya kalo butuh saya, langsung ke pos aja." Pesan Pak Satpam yang diangguki lain nya.


'Ceklek!.' Selisih 1 menit dari kepergian Pak Satpam, tuan rumah membuka pintu rumah nya.


"Assallammu'allaikum! Selamat sore pengantin baluuuu!." Teriak para perempuan kompak.


"Wah!! Wa'allaikum sallam! Ihh!! Kok ngga ngasih kabar kalo mau ke sini?." Sari antusias menyambut 7 serangkai khusus nya para wanita nya.


"Ayo silah kan masuk, kita ngobrol di dalam." Ajak Sari semangat.


-


-


-


-


-


Bersambung dulu ya guys😁.


Like & komennya ditunggu ya guys... .


Maaf ngga nyambung😢🙏.


Maaf kalo garing😢🙏.


Maaf typo di mana-mana🙏😢.


Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.


Maaf cerita nya membosan kan😢.


Maaf gantung cerita nya😂.


Di lanjut besok ya readers😂.


Jangan marah karena di gantung yak guys😂.


Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.

__ADS_1


Jaga kesehatan selalu readers.


Salam sayang dari ViCa😍.


__ADS_2