
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
Siang ini sesuai permintaan Bang Rafa, Raina datang ke kantor sang suami dengan menenteng rantang berisi makan siang yang akan di makan berdua nanti.
Raina kesana dengan menaiki taksi.
Sampai di depan gedung dia turun dan menelepon Bang Rafa.
"Assallammu'allaikum ada apa Yang?." Salam Bang Rafa kemudian memberi pertanyaan.
"Wa'allaikum sallam, kamu bisa jemput aku ngga?, aku udah ada di depan gedung kamu nih." Jelas Raina.
"Oh iyo ok, tunggu bentar lagi aku turun, kamu tunggu di lobi duduk di kursi tunggu." Kata Bang Rafa.
"Iya." Singkat Raina.
Lalu panggilan di putus.
Raina masuk ke dalam kantor.
Dia celingak celinguk, seorang wanita penjaga resepsionis menanyai Raina.
"Nona?." Panggil resepsionis.
"Oh, selamat siang." Sapa Raina pada Ariska, nama sang resepsionis yang tercantum di name tag nya.
__ADS_1
"Siang, ada yang bisa saya bantu nona? Nampak nya anda sedang mencari seseorang, ouh atau anda sedang menunggu seseorang?." Tanya Ariska panjang lebar dengan suara yang ramah dan senyum yang tak pernah luntur.
"Hehehe, iya saya sedang menunggu seseorang." Jawab Raina dengan tersenyum manis.
"Mau saya panggil kan?, kalo boleh tau nona sedang menunggu siapa?." Tanya Ariska.
"Tidak usah di panggilkan dia sedang menuju kemari, saya sedang menunggu Kak Rafa." Jelas Raina.
'Rafa?, apa Pak Rafa pemilik perusahaan ini? Seperti nya iya.' Batin sang resepsionis.
Dia melamun dengan jawaban yang di berikan Raina, dan beberapa orang yang lalu lalang di sekitaran lobi yang mendengar nama Bang Rafa sang atasan mereka di sebut menolehke arah Raina.
Lalu eorang wanita seumuran dengan resepsionis berhenti di samping Raina.
"Ada apa nona nyari in seorang Pak Rafa sang Big Bos di sini?." Tanya seorang wanita itu ketus.
"Ah saya-." Belum selesai Raina menjawab tapi sudah di potong.
"Mau ngaku-ngaku jadi istrinya?!, halah... gaya lama, paling-paling bentar lagi nona bakal keluar kantor ini sambil nangis karena di tolak." Wanita itu memotong perkataan Raina secepat kilat.
'Hehehe karyawan Rafa blak-blak an banget.' Raina membatin.
"Jangan ketawa, rata-rata cewek yang dateng ke sini ya kaya nona gini, tapi ujung-ujung nya di usir, balik sambil nangis, saya rasa si Big Bos itu Gay deh." Celutuk Anggi nama sang wanita.
"Hei!! Huts jangan mengatakan seperi itu!." Seru Ariska.
Raina makin cekikikan.
"Aduh maaf ya nona teman saya yang satu ini memang kalo ngomong sangat blak-blak an." Ucap Ariska tak enak hati.
"Kenapa?, Gua bener tau." Kata Anggi pada Ariska.
"Jangan bilang gitu, kalo sampe Pak Bos tau bisa-bisa di pecat kamu." Peringat Ariska.
Si Anggi hanya memasang wajah kecut nya.
__ADS_1
Lalu dia menatap meneliti Raina dari ujung kaki hingga kepala.
Raina memakai dress panjang selutut berlengan panjang, rambutnya ia gerai dengan make up natural ala Raina.
"Kenapa?." Tanya Raina yang merasa tak nyaman karena diteliti.
"Cuma melihat saja nona, biasanya perempuan yang datang ke sini untuk menemui Pak Rafa pakaian nya sangat tidak normal." Terang Anggi.
"Anggi!." Peringat Ariska.
"Apa?, salah Gua ngomong?, emang bener gitu kok." Kata Anggi dengan polosnya.
-
-
-
-
-
Bersambung...
Like & komennya ditunggu
Maaf ngga nyambung😢🙏
Maaf ngga dapet feel nya
Maaf kalo garing😢🙏
Jaga kesehatan selalu readers
Maaf typo di mana-mana🙏😢
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.