
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
"Bagaimana jika Nona Muda Cindi menunggu anda pulang Tuan?." Tanya asisten pribadi Haris yang langsung membuat Haris menoleh ke arah nya dengan penampil kan raut muka cemas.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Iya yah, kalau dia menunggu ku bagaimana?." Tanya Haris cemas.
Dimas tak menjawab, bukan karena tak mau menjawab, tapi karena Dimas tak tau mau menjawab apa, dia hanya bisa melirik Tuan Muda nya ini.
"Dimas? Apalagi kita akan sampai malam?." Tanya Haris khawatir.
"Mungkin saja Tuan, saya sendiri tidak bisa memprediksi kapan kepulangan kita." Jawab Dimas sopan.
"Huh... semoga saja masalah ini cepat selesai, aku juga ingin mengetahui asal usul diri ku Dimas agar tidak menghantui ku setiap malam." Kata Haris membuang muka ke arah kiri, menatap jalanan.
"Iya Tuan." Balas Dimas hanya bisa meng iya kan saja.
Setelah beberapa menit perjalanan, mobil yang di tumpangi Haris dan di kemudi kan oleh Dimas sampai juga akhir nya di bandara.
2 pria itu naik ke dalam pesawat ouh lebih tepat nya jet pribadi tanpa menunggu waktu lama-lama.
Pukul 11 siang tepat Haris dan Dimas sampai di Pasuruan tepat nya sudah berada di depan rumah sang Ayah.
"Mari selesai kan semua nya." Kata Haris sambil tangan nya memencet bel pintu rumah sang Ayah.
'Ting... tong... ting... tong... .' Bel berbunyi sangat nyaring.
Tak berapa lama kemudian seseorang muncul membuka kan pintu.
"Ouh Tuan Muda Haris? Asisten Dimas?, selamat datang Tuan, silah kan masuk." Ucap seseorang itu yang tak lain dan tidak bukan adalah seorang pelayan di rumah ini.
"Assalammu'allaikum Bi." Ucap Haris sambil tersenyum ramah pada wanita paruh baya di depan nya ini.
"Wa'allaikum sallam Tuan." Jawab pelayan itu tak kalah ramah dan juga sangat sopan.
Baru saja Haris dan asisten Dimas menginjak kan kaki masuk ke dalam rumah, seorang pria paruh baya yang berjalan di bantu dengan tongkat datang ikut menyambut kedatangan Haris dan asisten nya.
"Wah wah wah... siapa nih yang bertamu ke rumah seorang lelaki tua? Assalammu'allaikum selamat datang di rumah saya Tuan Muda." Ucap seseorang itu dengan nada suara nya yang sinis.
"Bi? Tolong tinggal kan kami bertiga di sini, jangan hidang kan apa pun dulu sebelum aku memanggil." Titah seseorang yang berdiri mengguna kan tongkat itu.
"Baik Tuan Besar." Kata pelayan itu.
Tanpa di perintah dua kali pelayan itu pun pergi dan kini hanya menyisa kan 3 orang di ruangan ini.
"Ayo mari Tuan Muda masuk ke dalam ruang santai, kita berbicara di sana saja, lebih relax kalau di sana." Ajak pria paruh baya itu.
Tanpa banyak kata, Haris dan Dimas mengikuti sang Tuan rumah pergi masuk lebih dalam ke rumah.
Sampai di ruang santai, 3 orang itu duduk di sofa empuk saling berhadapan, Haris duduk bersama Dimas di sebelah nya, dan pria paruh baya itu duduk di sofa tunggal tepat dan depan Haris.
"Jadi Tuan Muda? Apa ada yang bisa kami bantu?." Tanya seseorang itu dengan sopan.
"Sudahi sandiwara tak jelas ini Tuan Besar Andrean Candra!." Seru Haris penuh penekanan di akhir kalimat.
Yah seseorang yang menemui Haris dan asisten Dimas ini adalah Tuan Besar Andrean Candra, Papa dari Haris.
"Hahahaha... baik lah Tuan Muda, ada apa?." Tanya Papa Haris dengan menampak kan wajah serius.
"Berhenti berbuat hal-hal aneh seperti mengirim kan penculik kemarin!." Seru Haris sambil menatap tajam mata milik Papa nya.
"Lalu kalau aku berhenti melakukan itu semua, siapa yang akan melakukan nya? Kau kah?." Tanya Papa Haris dengan nada suara sinis.
__ADS_1
"Papa sudah mempercaya kan aku dalam hal ini, jadi tentu saja aku yang akan melakukan hal itu." Ungkap Haris dengan nada bicara menggebu-gebu.
"Kau terlalu lamban Haris, Papa sudah tidak bisa menanti nya lagi, Papa tau kau sengaja ingin memperlambat acara balas dendam yang Papa Pinta pada mu tempo hari, apa alasan mu menunda nya?." Tanya Papa Haris menatap tajam pada anak nya.
"Aku sudah tau semua nya sekarang, aku tidak bodoh dan tidak mau juga tidak mudah di bodoh-bodohi! Cerita yang Papa cerita kan pada ku semua nya palsu! Nyata nya Papa dulu yang berlaku curang dalam berbisnis dengan keluarga mereka! Beberapa hari yang lalu aku sudah berhasil menggorek semua informasi dari berbagai sumber yang terpercaya, semua cerita yang Papa karang aku saring dan aku cocok kan dengan kronologi nya!." Tutur Haris panjang lebar.
Dia mengatakan semua yang sudah dia pendam berhari-hari.
Yah Haris sudah tau semua akar permasalahan antara Papa nya dengan keluarga Pak Adib dulu, bermula dari rasa cemburu, lalu berlanjut Papa Haris memfitnah Pak Adib menggelap kan uang perusahaan saat bekerja sama dengan sebuah proyek besar, sebelum perusahaan Pak Adib sebesar sekarang.
Padahal Papa Haris lah melakukan nya, tapi bukti-bukti mengarah pada Pak Adib memang sangat lihai Papa Haris jika memutar balik kan fakta.
Bahkan Pak Adib sempat di penjara beberapa hari, lalu setelah Pak Adib bebas Papa Haris dengan muka tanpa dosa nya meminta maaf dan mencoba merangkai kerja sama, tapi lagi-lagi Papa Haris kembali menggelap kan uang proyek perusahaan, lalu Papa Haris di penjara dan di blacklist dari perusahaan Pak Adib yang sudah sangat membesar seperti sekarang.
Tidak hanya di blacklist dari perusahaan Pak Adib saja, tapi dari semua perusahaan di Indonesia perusahaan Papa Haris di blacklist. Tapi untung nya hanya perusahaan nya sajayang di blacklist, orang nya tidak.
Setelah bebas dari penjara, Papa Haris membuat masalah dengan mencelakai Pak Adib sampai meninggal.
Dan sekarang! Papa Haris hendak mendorong anak nya ke dalam lubang hitam kesengsaraan, untung saja Haris tak terlalu termakan cerita karangan sang Papa, jika Haris termakan omongan Papa nya.
Maka sudah dapat di pasti kan Haris akan rugi dan mungkin saja dia tak kan bertemu dengan Cindi dan hidup nya akan monoton.
Papa Haris sedikit tercengang bahwa ternyata anak nya sudah tau semua ke busuk kan diri nya di masa lalu. Ada sedikit ke khawatiran menyerang di dalam hati Papa Haris.
Beliau takut anak satu-satu nya membenci nya.
"Kalau sudah tau, apa yang akan kau lakukan?." Tantang Papa Haris masih saja menunjuk kan senyum sinis nya.
"Aku tidak akan melakukan apa-apa, aku hanya akan mengatakan pada Papa, tolong berhenti, jangan berbuat hal-hal aneh lagi, mereka sangat kuat, dendam yang ada di dalam hati Papa hanya akan membuat Papa sakit saja, hilang kan rasa dendam dari hati Papa, minta maaf pada mereka, dan kita bertemu dengan mereka." Ajak Haris dengan nada suara melemah.
"Tidak!!! Tidak ada perdamaian!!! Mereka sudah memasuk kan ke dalam penjara sebanyak 2 kita!!! Aku masih belum ikhlas akan hal itu." Teriak Papa Haris mentah-mentah menolak di ajak berdamai oleh Haris.
"Papa masuk ke dalam penjara sebanyak dua kali itu karena kesalahan Papa sendiri!." Tegas Haris berucap yang kontan saja membuat Papa Haris diam tak bersuara.
"... ." Papa Haris tak menjawab apa pun, beliau diam seribu bahasa.
Beliau mencerna setiap apa yang di ucap kan oleh Haris yang panjang lebar tadi.
Pandangan mata Papa Haris sempat kosong tadi saat mendengar perkataan yang Haris ucap kan.
"Udah lah Pa ngga ada guna nya musuh-musuhan, kita umat muslim sudah seharus nya suka akan kedamaian." Kata Haris menasihati Papa nya tercinta.
"Diam! Sudah seperti seorang ustadz saja kau berceramah!." Kata Papa Andre menatap sinis anak nya yang ada di depan nya ini.
"Ya sudah terserah Papa aja lah, yang penting aku sudah memperingati Papa." Ucap Haris jengah sambil memutar bola mata nya malas.
"... ." Haris diam tak menanggapi pertanyaan Papa nya, dia sibuk menatap wajah tampan Papa nya yang sudah banyak keriput.
"Kalau sudah tidak ada kau sebaik nya pulang saja, gadis mu pasti sedang menunggu mu di rumah." Usir Papa Haris di sertai nada mengejek pada anak nya ini.
"Siapa Ibu aku?." Tanya Haris yang kontan saja membuat raut muka Papa Haris tegang dan kaku.
Beberapa detik kemudian Papa Haris berhasil menetral kan diri nya dan mimik wajah nya.
Muka terkejut dari Papa Haris berhasil di tangkap oleh mata tajam Haris.
"Jawab Haris Pa!." Seru Haris menekan di setiap kata nya.
"Mama sudah meninggal, bahkan kau ikut mengubur kan nya tempo dulu." Kata Papa Andre dengan tatapan mata nya mengarah pada objek lain nya, tak menatap pada anak nya, sikap Papa Haris ini sudah menunjuk kan pada kebohongan, Papa Haris tengah gugup walau beliau pintar menyembunyi kan nya.
"Papa bohong! Jawab aku dengan kejujuran Papa! Siapa Mama ku yang sebenar nya, dan ada di mana dia sekarang?." Tanya Haris sekali lagi.
"Kenapa bertanya seperti itu?." Tanya balik Papa Haris dengan memberani kan diri nya menatap sang anak semata wayang nya ini.
"Damar, Albhi, Pamungkas, dan Angkasa bilang aku harus mencari tahu asal usul diri ku, usia Papa sudah seperti Kakek-kakek mereka jika masih hidup, bagaimana bisa punya anak seusai diri ku?!." Pekik Haris sudah tidak sabar untuk menunggu jawaban dari Papa nya.
"Mama mu adalah orang yang telah meninggal dunia itu Haris! Kau tidak usah percaya dengan apa yang di ucap kan oleh 4 pria muda itu! Mereka hanya mau membuat hubungan di antara kita renggang." Kata Papa Andre mencoba memutar balik kan fakta.
"Ngga usah berusaha memutar balik kan fakta Pa!." Seru Haris sinis berucap.
"Kamu yakin ingin mendengar semua nya? Apa kamu siap mendengar kan semua nya?." Tanya Papa Haris dengan serius.
"Aku yakin dan mampu mendengar semua nya, tapi aku mau Papa mencerita kan semua nya tanpa rekayasa atau memutar balik kan fakta seperti yang dulu-dulu!." Seru Haris penuh penekanan di setiap kata nya.
"Baik lah, Papa akan mencerita kan semua nya, seperti nya memang sudah seharus nya kamu mengetahui asal usul diri mu yang sesungguh nya." Kata Papa Haris menatap serius wajah anak nya yang tengah duduk di depan nya dengan tatapan mata tajam.
'Mungkin memang sudah saat nya Haris mengetahui semua hal tentang diri nya sendiri dan masa lalu nya, lagian mau se rapat apa pun aku tutup-tutupi akhir nya pasti dia akan tau, dari pada Haris tau dari orang-orang, lebih dia tahu dari bibir ku sendiri, resiko dia membenci ku tidak akan parah.' Batin Papa Haris bersuara.
"Papa ngga akan panjang lebar Haris, Papa hanya akan mencerita kan inti nya yang ingin kamu dengar, kamu memang anak kandung Papa, tapi bukan dengan Mama mu yang sudah meninggal yang kamu ikut mengubur kan nya tempo dulu, Mama mu dulu Mama Hanum (Mama yang waktu meninggal Haris ikut mengubur kan nya) itu seorang wanita yang tidak bisa mengandung dan melahirkan seorang anak, lalu Mama Hanum mu itu menyuruh Papa untuk... untuk... ." Ucapan Papa Haris menggantung. Beliau rasa nya tidak mau melanjut kan cerita nya.
"Untuk menikah lagi dan anda menerima nya? Benar seperti itu Tuan Andrean Candra?." Tanya Haris dengan suara datar dan dingin nya.
"Huuffhhh... iya benar, seperti itu." Jawab Papa Haris lesu.
"Bodoh! Punya anak tidak harus dengan menikah lagi, adopsi bisa kan!." Seru Haris penuh emosi.
"Ya Papa tau, tapi Mama Hanum mu itu menyuruh Papa bahkan memaksa Papa buat nikah lagi, dan parah nya lagi, Papa di suruh nikah dengan sahabat baik Mama Hanum mu itu yang usia nya beberapa tahun lebih muda dari Papa." Kata Papa Andre sambil memijit pangkal hidung nya yang pusing.
__ADS_1
"Lalu?." Tanya Haris meminta penjelasan lebih detail dan panjang.
"Yah dengan berat hati Papa nikah sama sahabat baik Mama Hanum mu itu, Papa kira setelah menikah kita bertiga akan banyak konflik, ternyata perkiraan hanya lah perkiraan, kita bertiga sering berdebat, tapi di sana lah rasa cinta di antara kita semakin menguat, sampai akhir nya di usia yang tidak muda lagi, sahabat Mama Hanum mu itu mengandung, di sana ke bahagiaan kita bertiga bertambah berkali-kali lipat." Cerita Papa Haris dengan memancar kan senyum manis nya.
"Siapa nama Mama kandung ku Pa? Dan di mana beliau sekarang?." Tanya Haris menggebu-gebu ingin tahu.
"Nama Mama kandung kamu adalah, Mama Rosalinda, di mana dia sekarang? Pertanyaan yang sangat bagus untuk diri mu, Mama Rosalinda mu meninggal setelah 3 hari melahir kan kamu Haris, dia meninggal kan kita semua di sini." Fakta yang membuat Haris tercengang, mata pemuda itu berkaca-kaca siap meluncur kan air mata.
"Ma... Ma... Mama-mama ku sudah tiada?." Tanya Haris dengan tergagap-gagap.
"Iya." Singkat Papa Haris menjawab.
Haris diam terpaku di tempat duduk nya. Tatapan mata nya mengarah lurus ke depan dengan pandangan kosong. Mulut nya sedikit terbuka tak percaya dengan apa yang di ucap kan oleh Papa nya.
"Kamu harus ikhlas Boy." Nasihat Papa Haris dengan nada suara lembut.
'Huuffhhh... .' Helaan nafas lelah terdengar menyedih kan dari mulut Haris. Pemuda itu mengusap ke dua pipi nya kasar karena dia tadi sempat menitih kan air mata nya.
"Dah jangan terlalu bersedih berlebihan, sekarang kau sudah tau semua akar kan? Lebih baik sekarang kau pulang." Usir Papa Haris kejam.
"Ck! Dasar tua bangka! Kenapa dari tadi anda mengusir saya? Tidak suka kah jika saya berkunjung?!." Pekik Haris tersulut emosi karena sedari tadi dia terus menerus di usir oleh sang Papa.
Yah begini lah hubungan antara Haris dan Papa nya, layak nya kucing dan tikus, tidak pernah akur.
Mendengar suara anak nya yang tersulut emosi, Papa Haris tergelak keras hingga memenuhi ruang santai rumah nya, Haris mendengus kesal mendengar tawa Papa nya yang keras itu.
Haris yang tadi sempat melow mendengar asal usul diri nya sempat syock tak percaya bahwa ke hadiran diri nya di dunia ini penuh dengan drama. Tapi Haris bisa menerima nya, yang terpenting bagi Haris adalah, dia mengetahui cerita asal usul nya dan yang paling terpenting lagi bahwa Papa Andre adalah Papa kandung nya.
"Papa tau kau membawa seorang gadis kecil di dalam rumah bahkan dia masuk ke kamar mu, iya kan? Papa saja tidak pernah kau biar kan masuk, malah-malah si Dimas yang sering keluar masuk kamar mu." Ucap Papa Haris mengutara kan kecemburuan nya.
-
-
----
BTW? Part ini nyambung kagak sih? Pas kagak sih? Hambar kagak sih? Dan... bosenin kagak sih?😭😭😭
Sumpah ngga tau deh, aku asal ngetik aja soal nya, jadi... ah tau lah, semoga kalian suka deh, kalo engga juga ngga papa jangan lanjut baca deh😭😭😭. Tapi makasih banyak-banyak yah karena udah setia ama cerita ngga mutu ini, yang cerita amburadul ngga karuan. Maaf banget ya kalo banyak typo, aku bukan penulis handal yang halu nya lancar.
Maaf hambar cerita nya😅🙏🙏🙏 ouh iya aku akan berhenti nulis setelah novel ini selesai mungkin bulan September akhir. hahahaha aku udah ngga mampu buat novel ini aja aku maksa.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung... .
Lanjut besok ya readers tersayang ku, tercinta ku, wkwkwk😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memaklumi kalo banyak kekurangan nya yah🙏😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.