
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU
MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
"Huts! Udah ayo tidur, dah malem nih." Tika mengalih kan pembicaraan nya dengan Bang Idan.
Bang Idan yang tau bahwa Tika tengah mengalih kan pembicaraan, dia tertawa terbahak pelan dan kemudian dia memeluk Tika erat, lalu mereka berdua pun tidur dengan pulas dengan dengkuran halus di bibir masing-masing.
Malam semakin larut, semua orang tertidur pulas di bawah balutan selimut hangat yang melindungi tubuh dari hawa dingin dan nyamuk di sekitar.
Jarum jam berputar sesuai arah waktu nya, tak terasa waktu sahur telah tiba, yaitu tepat pukul 02.30 dini hari, semua orang bangun meski sebenar nya masih mode mengantuk.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
Setiap orang di kamar rumah Rafka Zarine bangun, mencuci muka dan sikat gigi kemudian keluar kamar menuju meja makan ada juga yang ke dapur.
"Hoammm." Abdiel menguap lebar dan buah anggur mendarat dengan bebas ke dalam mulut nya.
"Nyam nyam... enak, lagi Yang." Pinta Abdiel dengan membuka mulut nye lebar-lebar.
"Huuu mau nya, nih!" Seru Tika yang kemudian menyumpal kan buah Apel ke mulut suami Akifa itu.
"Ck! Keterlaluan Lo Tik!." Sungut Abdiel kesal.
"Hahaha... tawa Tika dan Akifa kompak, bahkan ke dua wanita hamil itu bertos ria menikmati kekesalan Abdiel.
"Dah jangan berantem, duduk diam dan tenang." Kata Bang Idan melerai 3 orang yang tengah tertawa dan yang satu nya tengah merajuk bak anak kecil.
"Abdiel? Lu kaya bayi tau ngga kalo gitu." Ujar Rafka sambil melepar kulit kelengkeng ke arah Abdiel sang sahabat.
__ADS_1
"Imut dong kalo kaya bayi." Semangat Abdiel dengan binar senang di mata nya tampak sangat jelas.
"Iya kaya bayi, bayi dugong maksud nya, hahahaha... ." Kata Abhi suami Alfi dengan tawa keras nya.
"Ck! Terlanjur seneng Gua tadi." Cetus Abdiel lesu, wajah kecut nya tampak jelas mengganti kan binar bahagia nya tadi.
"Huh." Abdiel mendengus kesal.
"Dah! Jangan berantem, masih pagi buta udah ribut aja, malu di denger tetangga." Ucap Papa Rafka melerai anak-anak nya itu.
"Tetangga?." Beo Tika bingung.
"Jelas aja tetangga denger semua lah wong tetangga kita ada di sini bahkan mau sahur bareng." Ucap Abdiel dengan terkekeh pelan dan nada bicara nya meniru orang jawa yang kaku bila berbahasa Indonesia.
"Hahaha... iya yah, tetangga nya ada di sini semua." Tawa tetuah laki-laki dan para muda-muda pecah dimeja makan.
"Hai hai... ada apa nih? Rame banget, yok kita makan, nih makanan dah matang, cuci tangan dulu semua nya sana!." Perintah Mama Rafka mengintruksi semua orang di depan nya ini.
Tanpa mendapat perintah dua kali, mereka mencuci tangan dan duduk kembali di kursi meja makan.
Para istri melayani para suami terlebih dahulu lalu baru mengurusi diri nya sendiri.
Di sebelah kanan Bang Idan seorang wanita menatap Mama Papa nya sendu, siapa dia? Tentu saja Tika istri Bang Idan.
"Mama?." Panggil Tika pada sang Ibunda.
"Iya? Ada apa sayang?." Jawab Mama Tika sambil menatap sang anak semata wayang nya ini.
"Tika boleh minta di suapin Mama ngga?." Tanya Tika ragu. Dia menunduk kan kepala nya menatap nasi di hadapan nya.
'Ck! Jadi ngga tega Gua mau bawa bini tersayang Gua ke London, mana dia kagak pernah pisah sama Mama Papa nya lagi, meski dia kagak bakal ngeluh atau protes bahkan minta pulang, tapi pasti dalam hati nya dia berat banget mau ninggal Tanah Air ini.' Bang Idan berperang dengan hati nya dan pikiran nya dia menghela nafas pelan kemudian menatap Mama Mertua nya.
Mama Tika tersenyum dan... .
"Sini sayang duduk di sebelah Mama, Mama bakal suapin kamu." Ajak Sang Ibunda menyetujui permintaan sang anak.
Senyum bahagia terbit dengan indah di bibir Tika. Buru-buru dia pindah dari bangku nya ke bangku Papa nya, Papa Tika duduk di sebelah Bang Idan sang menantu.
Tika makan dari suapan sang Mama dengan lahap bahkan sampai tambah.
Semua bahagia menatap Ibu dan Anak itu yang mau berpisah entah sampai kapan waktu nya tak dapat di tentu kan oleh siapa pun kecuali Allah dan Author😂.
"Papa ngga mau nyuapin Tika juga kah?." Tanya Tika dengan senyuman manis terbit di bibir mungil nya.
"Sayang? Kamu masih belum kenyang kah?." Tanya Bang Idan tak percaya, alis Bang Idan sampe terangkat.
"Hahaha... aku udah kenyang, tapi aku pengen satu suap aja dari sendok Papa." Ujar Tika dengan tertawa pelan.
"Boleh sini." Panggil Papa Tika, tanpa di panggil dua kali, Tika pergi ke bangku Papa nya dan duduk di pangkuan Bang Idan.
"Duh, enak banget kalo duduk." Cetus Mama Tika menggoda Bang Idan dan Tika.
Tika hanya meringis menampak kan gigi rapi dan putih nya sedang kan Bang Idan menggeleng kan kepala nya sambil terkekeh pelan.
__ADS_1
Tika membuka mulut nya lebar dan suapan sayu sendok penuh mendarat di mulut Tika.
"Bang Idan?." Panggil Papa Tika.
"Iya Pa? Ada apa?." Tanga Bang Idan menampak kan wajah serius nya.
"Ini Papa bilangin dengan tegas ke kamu yah, kalo suatu saat nanti, suatu hari nanti kamu sudah tidak mencintai anak Papa lagi, tolong! Kembali kan dia kepada Papa, antar kan dia pulang kepada Papa dengan baik-baik, jangan kamu sakiti dia, kalo kamu sampe nyakitin anak Papa satu-satu nya ini, demi Allah Papa ngga ikhlas dan mungkin akan membalas kamu lebih dari kamu nyakitin Tika, camkan itu!." Tegas Papa Tika panjang lebar pada sang menantu.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
B E R S A M B U N G . . .
Lanjut besok ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.