
SEBELUM LANJUT BACA, TOLONG BACA YANG DI BAWAH INI.
MINTA MAAF BANGET SAMA KALIAN SEMUA KARENA CERITA KU
MAKIN HARI MAKIN NGACO DAN NGGA NYAMBUNG, TERUTAMA MEMBOSAN KAN, AUTHOR MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA🙏🙏.
******************************
-
-
Waktu berputar dengan seharus nya.
Jam sudah menunjuk kan pukul 17.30 sore.
Para tetuah laki-laki dan 6 serangkai tengah duduk di meja makan menunggu hidangan di selingi percakapan.
"Sekarang formasi nya balik kaya dulu yah, kembali menjadi 6 serangkai." Ujar Papa Rafka sambil melihat Rafka Zarine, Akifa Abdiel, Abhi Alfi.
"Ck! Papa jangan gitu dong, kita sedih tau kehilangan personil." Kata Zarine dengan muka cemberut.
"Dan yah bentar lagi kita para tetuah pergi ke Jerman juga perjalanan bisnis." Imbuh Papa Abdiel.
"Kalo di wakilin ngga boleh emamg Pa? Kita aja deh yang pergi." Tawar Abdiel pada Papa Tercinta.
-
-
-
...L A N J U T A N...
...P A R T...
...K E M A R I N . . ....
-
-
-
"Di wakil kan sebener nya bisa, tapi kita juga pengen jalan-jalan." Bisik Papa Abdiel.
"Bener tuh, kita pengen jalan-jalan di sana." Timpal Mama Akifa yang mendengar suami nya berbicara walau berbisik.
"Aduh... udah tua aja masih mikirin jalan-jalan." Cetua Akufa sambil memegang kepala nya pusing.
"Wajib dong, refresing gitu loh." Centil Mama Akufa menjawab.
"Dih centil." Ujar Papa dengan bergidik ngeri mendengar istri nya bersikap centil.
"Hahahaha... ." Tawa Mama Akifa pecah.
'Duk duk duk... duk... Allahu akbar... Allahu akbar.' Adzan maghrib berkumandang merdu di masjid dekat perumahan.
"Alhamdulillah." Ucap semua orang bersamaan.
Segera semua orang itu meminum air untuk membatal kan puasa dan tak lupa memakan kurma, setelah melakukan itu semua orang bersiap untuk sholat maghrib sebelum berbuka puasa.
Pukul 18.00 semua orang berbuka bersama dengan tenang, tak ada percakapan di meja makan ini.
__ADS_1
Setelah berbuka puasa.
"Alhamdulillah ya allah, males mau terawih deh kalo gini." Papar Abdiel.
'Tuk!.' Spontan Akifa mengetuk kepala sang suami dengan sendok.
"Adoy... sakit Yang! Kamu ih jahat banget sama suami, durhaka kamu." Kesal Abdiel pada Akifa dengan mengusap-usap kepala nya.
"Hahahaha... terawih tuh ada nya di bulan ramadhan, Lu malah kagak mau ikut, rugi Lu tau ngga?." Cetus Rafka pada teman nya itu.
"Bener tuh, ya terserah sih kita ngga bakal maksa kamu." Tambah Akifa acuh tak acuh.
Karena menurut Akifa, kita tak bisa memaksa kan orang untuk mengikuti kehendak kita, apa lagi ini soal ibadah, di mana tugas kita hanya mengingat kan dan mengajak, jika orang yang di ajak itu tak mau, maka ya sudah.
"Hmmm... iya juga sih, ikut aja lah aku." Putus Abdiel kemudian.
Waktu terus berlalu.
Hari hari 6 serangkai berjalan lancar walau tetap kurang lengkap tanpa kehadiran dari Bang Rafa Kak Raina, dan Bang Idan Tika.
Meski jauh, komunikasi antar mereka tetap terjalin. Apa lagi para ciwi-ciwi.
Tika sering mengeluh soal pergaulan di sana yang tak sesuai dengan diri nya dan sangat berbeda jauh di Indonesia.
Untuk Kak Raina, dia nyaman tinggal di Surabaya walau dalam hati ingin sekali kembali ke Jakarta.
Untuk kepergian para tetuah ke Jerman, hari itu akan datang besok pagi.
Pukul 20.00 malam di ruang santai rumah Rafka Zarine setelah pulang dari terawih berjamaha di masjid.
"Jadi... berangkat nya besok nih ke Jerman nya?." Tanya Rafka yang di angguki para tetuah wanita semangat.
"Jam berapa sih Pa pesawat nya?." Tanya Abhi kepada Papa nya yang duduk di depan nya.
"Ini yakin oara tetuah wanita nya mau ikut?." Tanya Zarine memasti kan.
"Iya dong sayang, kita udah lama ngga jalan-jalan, sebelum cucu-cucu kita lahir kita pengen refresing." Kata Mama Rafka mertua tersayang Zarine.
"Ok sebelum keberangkatan para tetuah, boleh ngga sih kalo kita tidur sama Mama?." Tanya Alfi dengan nada memohon. Zarine dan Akifa mengangguk kan kepala cepat tanda setuju dengan sahabat nya ini.
Para tetuah saling pandang. Kemudian terkekeh pelan.
"Tumben? Ada apa nih?." Tanya Mama Akifa.
Zarine, Akifa, Alfi tak menjawab, hanya menampil kan senyum manis nya.
'Entah ada apa dengan hati ku, rasa nya berat untuk melepas kan keberangkatan Mama Papa ke Jerman.' Batin 3 wanita hamil itu.
"Ngga papa cuma pengen aja, Mama ngga mau emang?." Cetus Akifa dengan menunduk kan kepala sedih.
"Mau lah sayang, ok ayo kita tidur." Ajak Mami Alfi.
"Kalian para cowok tidur aja di sini, habis kan waktu bersama juga, jangan cuma bahas kerjaan, sekali-kali bahasan nya anak ama Bapak." Ujar Mama Rafka.
"Iya, good night semua nya!!." Ucap Papa Rafka.
"Good night." Balas para wanita kompak.
Para wanita memilih tidur di ruang santai depan TV dengan menggeser sofa-sofa agar bisa memperluas ruangan.
"Loh? Ngga tidur di kamar aja?." Tanya Rafka.
"Kurang luas, kita tidur di sini aja." Cetus Zarine yang di angguki oleh para tetuah wanita.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama untuk para wanita tidur, hanya membutuh kan waktu beberapa menit saja, mereka sudah tidur nyenyak masuk ke alam mimpi.
Di tempat para pria.
"Nyenyak banget mereka." Kata Papi Alfi yang melihat dari kejauhan.
"Ini udah pukul 21.10 malam kita ngga tidur juga?." Tanya Abdiel.
"Nanti aja, Papa masih belum ngantuk." Papa Abdiel menolak.
"Ngomong-ngomong, kalian bentar lagi mau kuliah kan?." Tanya Papa Tika.
"Iya, ada apa Om?." Tanya balik Rafka pada Papa Kakak Ipar nya ini (Tika).
"Jangan terlalu sibuk nanti sama urusan kalian, walau pun kuliah dan kerjaan kalian penting, tetap saja yang di rumah jauh lebih penting, karena memang kalo kalian lagi kacau dan banyak masalah tempat pulang adalah keluarga, bener ngga?." Papa Rafka memberi wejangan panjang lebar dan di angguki oleh Rafka, Abhi, dan Abdiel.
"Jangan cuma manggut-manggut." Cetus Papa Abhi.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
B E R S A M B U N G . . .
Lanjut besok ya guys😁.
Like & komennya ditunggu ya guys... .
Maaf ngga nyambung😢🙏.
Maaf kalo garing😢🙏.
Maaf typo di mana-mana🙏😢.
Maaf banget kalo makin hari ceritaku makin ngga menarik.
Maaf cerita nya membosan kan😢.
Maaf gantung cerita nya😂.
Di lanjut besok ya readers😂.
Jangan marah karena di gantung yak guys😂.
Saya penulis yang masih pemula dan amatiran mohon memahami nya😊.
Jaga kesehatan selalu readers.
__ADS_1
Salam sayang dari ViCa😍.