
2 minggu setelah kejadian mobil itu.
Rafka yang mengetahui pelakunya, dia malas meladeninya. Bukan karena tak peduli, tapi karena memang Sari itu tak penting. Rafka berniat membereskan dia jika memang dia sangat menggangu pada hubungannya dan Zarine.
Jum'at, 4 Sep.
Pulang sekolah.
Rafka, Abdiel, & Abhi sedang menuju parkir.
"Eh, Gua kekantin dulu ya? Mau beli air." Pamit Abdiel.
"Ikut Diel." Seru Abhi yang menyusul Abdiel.
Dan jadilah sekarang Rafka sedang berjalan dikoridor sendirian.
Sekolah sudah lumayan sepi. Jadi jalan koridor sepi.
Tiba-tiba.
"Astaga." Seru seorang Cewek jatuh didepan Rafka dengan sengaja yang refleks ditangkap oleh Rafka.
"Raf?." Panggil seseorang dibelakang Rafka.
Seolah sadar Rafka menjatuhkan Cewek yang ada dipelukannya tadi.
"Awww." Kata Cewek itu.
"Kamu ngga papa kan Sar?." Tanya Zarine yang berada disamping Rafka.
Sari yang ditanyai segera berdiri.
"Makasih Raf." Katanya dengan senyum malu-malu yang membuat Rafka muak melihatnya.
Setelah mengatakan itu Sari melenggang pergi dengan senyum penuh kemenangan.
'Ngga papa endingnya bikin pantat sakit. Gua yakin bentar lagi pasti mereka salah paham setelah itu putus.' Batin Sari setelah jauh dari Rafka dan Zarine.
Sari tau bahwa mereka berpacaran.
'Sial!!, dasar gila.' Batin Rafka.
"Yang, aku bisa-."
"Aku ngga papa kok." Potong Zarine dengan berjalan mendahului Rafka.
"Aaagghh, awas Lo Sar." Kata Rafka penuh emosi.
"Kita tau Lo dia sengaja." Tiba-tiba Abhi dan Abdiel datang dengan muka jengkelnya.
"Gua tadi liat kok kalo dia sengaja." Kata Abhi.
"Tapi sorry, ini masalah Lo, jadi Lo harus selesaikan sendiri, maap ya Raf ngga bisa bantu." Kata Abdiel
Rafka mengangguk mengerti.
"Gua nyusul Zarine dulu deh." Kata Rafka lesu.
---Di mobil.---
Suasana dimobil hanya ada keheningan. Zarine menatap keluar jendela dan terus memikirkan Rafka yang memeluk Sari tadi.
Setelah sampai diparkiran apart, mereka lalu turun dan berjalan kelift untuk kekamarnya.
Suami istri itu masih diam hingga makan malam berlangsung.
Setelah makan malam.
Zarine berdiri dibalkon dengan pandangan sedih.
Tiba-tiba Rafka memeluknya dari belakang.
"Aku ngga ada hubungan apapun sama dia, tolong jangan diami aku kaya gini, dia hanya sengaja bikin kamu cemburu dan merusak segalanya, kamu percaya ya sama aku? Hanya kamu yang ada dihati aku Yang, aku cuma mencintai kamu, tolong percaya." Jelas Rafka panjang lebar dengan mengeratkan pelukannya dari belakang.
Zarine membalikan badannya memeluk Rafka dengan dibarengi isakan tangis.
"Aku takut kamu pergi." Kata Zarine dengan sesenggukan dan mengertakan pelukannya pada pinggang Rafka.
Rafka membalas tak kalah erat.
"Aku ngga akan pergi kalo bukan Allah sendiri yang memisahkan kita, maafin aku ya? Aku harap kamu percaya sama aku, jangan pernah lunturin percaya kamu ke aku, tunggu aku jelasin jangan langsung marah." Pinta Rafka.
Zarine mengeratkan pelukannya dengan terisak makin keras sambil menganggukkan kepalanya.
"Maafin aku juga udah diami kamu." Pinta Zarine tulus dengan sesenggukan.
Setelah lelah menangis, Zarine jatuh tertidur dipelukan Rafka.
"In syaa allah cuma kamu Za." Kata Rafka dengan melepaskan pelukan Zarine, lalu menggendongnya dibaringkan dikasur dengan hati-hati. Rafka mencium kening Zarine lembut setelah itu memeluknya dan menyusul Zarine dialam mimpi.
---Hari sabtu pagi.---
Pukul 07.30.
__ADS_1
"Yang udah siap belum?!." Tanya Rafka sedikit berteriak dari ruang tamu.
Hari ini Zarine dan Rafka akan pergi kerumah orang tua Zarine, karena 2 minggu yang lalu setelah kejadian Zarine hampir tertabrak mobil, Rafka membatalkan pergi kerumah orang tau Zarine.
"Iya ini udah kok." Kata Zarine dengan berjalan menghampiri Rafka sang suami.
Rafka menatap Zarine dari atas hingga bawah.
Gamis warna biru dongker dengan hijab syar'i-nya yang lebar. Sangat cantik.
"Ngga jadi pergi deh Yang." Kata Rafka.
"Loh kenapa? Kamu kelamaan ya nunggunya?." Tanya Zarine sedih.
"Aku takut kamu diliatin Cowok lain diluar, mending kita dirumah aja deh." Kata Rafka dengan wajah datarnya.
Zarine pun menundukkan kepala malu bercampur kecewa. Melihat itu Rafka terkekeh pelan.
"Hehehe, bercanda doang Yang, yok berangkat." Ajak Rafka dengan menggandeng jemari Zarine lalu berjalan keluar apart menuju parkiran untuk mengambil mobil.
---Dirumah Zarine.---
'Ting tong ting tong.'
"Assallammu'allaikum?!." Salam Zaline dan Rafka kompak.
'Ceklek.' "Wa'allaikum sallam, eh anak-anak Bunda berkunjung, silahkan masuk sayang." Sambut Bunda. Zarine dan Rafka masuk lalu mencium telapak tanga Bunda.
"Ayah mana Bun?." Tanya Rafka yang melihat rumah sepi.
"Ayah ada dibelakang tuh, lagi kasih makan ikan." Jawab Bunda
"Kamu kesana aja gih, sekalian kita ngumpul disana nanti." Lanjut Bunda menyuruh Rafka kebelakang
"Zarine kedapur dulu mau taruh ini Bun." Pamit Zaline dengan menunjukkan kantong plastik berukuran sedang berisi buah yang dibeli disupermarket tadi menuju kesini.
"Kenapa repot sih sayang?." Kata Bunda dengan berjalan menyusul Zarine dan diikuti Rafka.
"Ngga sama sekali kok Bun." Jawab Zarine.
Rafka berjalan kehalaman belakang dan disana benar kata Bunda, Ayah sedang memberi makan ikan peliharaannya.
"Assallammu'allaikum Yah." Salam Rafka.
"Wa'allaikum sallam, eh anak mantu Ayah datang. Kapan nyampek?." Tanya Ayah.
"Barusan Yah." Jawan Rafka dengan duduk disamping Ayah.
"Sendiri?." Tanya Ayah lagi.
"Dimana dia sekarang." Tanya Ayah dengan kepala celingukan.
"Lagi didapur Yah sama Bunda." Jawab Rafka dengan menatap ikan-ikan.
Tak lama.
"Nih, yok minum dulu." Seru Bunda dengan membawa nampan berisi 4 jus jeruk dan camilan ditoples.
Zarine dan Bunda duduk disebelah suami masing-masing, mereka mengobrol dengan berbagai topik seru.
"Gimana hari-hari sekolah kalian?." Tanya Ayah.
"Alhamdulillah lancar Yah, sampai sekarang tak ada yang tau status kami." Jawab Rafka dengan memakan kripiknya.
"Kalo tanda-tanda cucu Bunda udah ada belum?." Tanya Bunda yang membuat Zarine dan Rafka kompak terserak keripik yang dimakan mereka.
"Hati-hati dong sayang kalo makan." Tegur Bunda dengan menyerahkan minum pada Zarine dan Rafka.
"Bunda juga sih tanyanya gitu." Kata Ayah.
"Hehehe Bunda kan pengen tau Yah." Kekeh Bunda.
"Rafka ngga mau bikin Zarine berhenti sekolah ditengah-tengah Bun, Rafka ngga mau egois, Rafka udah putusin, kita akan melakukannya saat kita udah lulus SMA, atau paling ngga sampek kelas 12." Tegas Rafka dengan penuh kesungguhan.
Bunda dan Ayah yang mendengar tersenyum.
Lalu Ayah menepuk pundak Rafka.
"Ayah ngga salah nikahin Zarine sama kamu." Kata Ayah bangga pada Rafka.
Rafka tersenyum mendengarnya.
"Kamu agak berisi sekarang ya Raf? Wah Zarine pinter dong ngrusin kamunya?." Tanya Bunda dengan tersenyum menggoda pada Zarine.
Zarine menunduk malu mendengar perkataan Bundanya.
"Hehe bisa aja." Kata Rafka.
Dan mereka berempat pun tertawa dengan banyak topik seru lainnya.
---Makan malam.---
Dimeja makan masih dirumah Bunda Ayah.
__ADS_1
"Kalian pulang besok aja ya?." Pinta Bunda.
Zarine dan Rafka berpandangan.
"Maaf ya Bun, kita mau pulang aja, lain kali aja ya Bun?." Kata Rafka dengan perasaan ngga enak.
"Iya deh lain kali." Kata Bunda.
"Mereka disini kan udah dari pagi Bun, besok-besok nginep kok." Terang Ayah lembut kepada Bunda.
Mereka berempat pun makan malam diselangi dengan obrolan ringan.
Setelah makan malam dan Zarine membatu Bunda membersihkan meja makan, Rafka mengajaknya pulang.
Mereka berpamitan lalu keluar rumah dengan diantar Bunda Ayah.
"Hati-hati nyetirnya Raf." Pesan Bunda.
"Iya Bun." Balas Rafka.
"Kita pulang Bun, assallammu'allaikum." Salam Rafka dan Zarine kompak.
"Wa'allaikum sallam." Balas Bunda dan Ayah.
"Ayah benarkan Bun?." Tanya Ayah.
"Bunda bahagia liat mereka, Bunda pikir mereka akan saling benci." Kata Bunda.
"Itu ngga mungkin Bun, mereka itu saling mencintai, cuma mereka malu ngungkapinnya." Kata Ayah.
"Yuk masuk, udaranya dingin." Ajak Ayah dengan merangkul Bunda.
---Dimobil.---
"Yang, maaf ya ngga bisa nginep." Kata Rafka dengan nada ngga enak.
"Ngga papa Yank, aku tau kamu pasti punya alasan." Balas Zarine dengan tersenyum manis.
"Aku ada kerjaan dari Papa, walau ngga kekantor, dan kata Papa kerjaan harus selesai sebelum hari senin." Terang Rafka.
"Iya gak papa kok." Kata Zarine.
Setelah itu Rafka fokus menyetir sampai diparkiran apart. Lalu mereka menuju keapartnya.
----Minggu pagi.----
Dimeja makan saat sarapan.
"Pagi Yang?." Sapa Rafka.
"Pagi juga Yang, duduk gih ayo sarapan sebelum kamu kerja." Kata Zarine dengan menghidangkan makanan dipiring Rafka yang duduk dikursinya.
Setelah sarapan, Rafka membawa berkas-berkas keruang TV, dia memang tidak memggunakan ruangan disebelah kamarnya sebagai tempat kerja alasannya karena dia malas naik turun tangga jika butuh sesuatu.
Zarine duduk disebelah Rafka dengan membaca novel online. Dia sudah melakukan pekerjaan rumah pukul 05.30 tadi, semuanya selesai pukul 06.45, dan sekarang hanya tinggal bersantai saja.
Pukul 10.00.
"Alhamdulillah!." Lega Rafka karena telah menyelesaikan pekerjaannya.
"Udah?." Tanya Zarine dengan menatap Rafka yang sedang memijat lehernya lelah.
Zarine duduk dari posisi rebahannya lalu memposisikan dibelakang Rafka lalu memijat pelan bahunya.
"Makasih Yang." Kata Rafka tulus dengan menatap Zaline dibelakangnya.
"Bentar lagi makan siang, kita makan diluar yuk." Ajak Rafka dengan senyumnya.
"Berdua?." Tanya Zarine.
"Iya, kalo kamu mau rame an, aku ajak Abdiel sama lainnya." Kata Zarine.
"Daripada makan diluar, mending makan disini aja biar aku yang masak, gimana?." Tawar Zarine.
"Entar kamu capek kalo masak banyak, kita makan diluar aja deh." Kata Rafka.
"Diluar panas Raf, mending dirumah aja ya?." Pinta Zarine lembut.
"Aku juga ngga akan kecapek an kok, nantikan ada Alfi sama Akifa yang bantuin." Kata Zarine lagi.
Dengan pasrah, Rafka pun mengiyakan lalu segera menghubungi teman-temannya.
30 menit kemudian mereka semua datang.
'Ting tong ting tong.' "Assallammu'allaikum?!." Seru Abdiel.
"Wa'allaikum sallam." Balas Rafka dan Zaline dengan membukakan pintu teman-temannya.
"Masuk." Kata Rafka mempersilahkan dengan melebarkan pintu.
Mereka semua masuk. Setelah masuk para Cewek memasak didapur dan Cowok main PS.
Sebenarnya kegiatan ini sudah sering dilakukan oleh mereka akhir-akhir, apalagi hobi ketiga Cewek remaja ini sama, yaitu suka memasak.
__ADS_1
Pukul 12.00 sebelum makan siang, para Cowok kemasjid dahulu untuk jama'ah Dzuhur, dan para Cewek jama'ah dirumah dengan Zarine imamnya.